Sesuai dengan tujuan didirikannya Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, program-program
yang dilakukan atau yang didukung oleh Yayasan adalah program-program yang ada
kaitannya dengan upaya membantu pemberdayaan keluarga sejahtera secara mandiri, atau
program-program yang dikaitkan dengan usaha membantu mengentaskan kemiskinan.
Dengan latar belakang tujuan itu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri mempunyai beberapa
program pembinaan, pendampingan dan skim kredit untuk keluarga Pra Sejahtera dan
Sejahtera I atau keluarga kurang mampu, atau keluarga mampu yang bisa membantu
mengentaskan keluarga kurang mampu dengan mengangkatnya menjadi karyawan atau
sanggup mengangkat anggota keluarga kurang mampu menjadi anak asuh dan binaannya
dalam usaha yang sifatnya mandiri dan menguntungkan.
Program-program yang dilakukan atau mendapat dukungan yayasan Damandiri antara
lain adalah :
Tahun 1995/1996 – 2002 – TAKUKESRA.
Tahun 1998 – 1999 – KPKU dan KPTTG TASKIN.
Tahun 1999 sampai dengan sekarang - PUNDI, SUDARA dan KUKESRA MANDIRI
Tahun 2002 sampai dengan sekarang – KREDIT MIKRO BANKING.
PROGRAM BANTUAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Tahun 1996 sampai sekarang.
Pemberdayaan keluarga kurang mampu menyangkut pula pemberdayaan anakanak
dari keluarga kurang mampu. Sejak tahun 1996 Yayasan Damandiri ikut serta
memberikan bantuan untuk pemberdayaan anak-anak keluarga kurang mampu itu
melalui pemberian bantuan beasiswa untuk anak-anak SD, SLTP dan SMU melalui
Lembaga GN-OTA.
Setelah berpengalaman betapa sulitnya memberdayakan langsung keluarga
kurang mampu melalui orang tua mereka, yang tingkat pendidikannya rendah, maka
Yayasan mulai mempelajari pemberdayaan anak-anak keluarga kurang mampu yang
menjelang usia kerja atau yang sempat menjadi mahasiswa. Dukungan pemberdayaan
anak-anak mereka itu akan memungkinkan terobosan yang lebih cepat dan memberi
kesempatan pemberdayaan keluarga itu dioper oleh anak-anak mereka yang mandiri.
Tahun 2000 sampai sekarang
Atas dasar latar belakang itu
Yayasan Damandiri bekerjasama dengan
Yayasan
Supersemar berusaha merangsang anak-anak keluarga kurang mampu yang sekolah
di SMU, negeri dan swasta, untuk mengikuti
Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(UMPTN). Program awal yang dikerjakan adalah membantu anak-anak itu membeli
formulir ujian, mondok di tempat ujian dan membayar uang SPP anak-anak itu kalau
di terima di Perguruan Tinggi Negeri. Namun harus diakui bahwa kualitas anak-anak
keluarga kurang mampu itu begitu rendahnya sehingga target bantuan yang
disediakan setiap tahun tidak bisa diserap seluruhnya.
Untuk memperbaiki kondisi itu, mulai tahun 2002 bantuan itu ditingkatkan
menjadi
Bantuan Peningkatan Mutu Pendidikan untuk Anak-anak dari Keluarga
Kurang Mampu yang bersekolah di SMU, SMK dan Madrasah Aliyah di kawasan
timur Indonesia. Bantuan berupa
tabungan itu dinamakan
Program Belajar Mandiri.
Program peningkatan mutu pendidikan tersebut telah diangkat secara nasional pada
tanggal
2 Mei 2002 yang lalu sebagai
“gerakan nasional peningkatan mutu
pendidikan”.
Untuk melanjutkan, menyempurnakan dan mengembangkan program tahun 2002
dan kegiatan dalam tahun 2003, program dan dukungan Yayasan Damandiri akan
dipusatkan pada dukungan untuk Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, khususnya
bagi anak-anak dan remaja kurang mampu, lebih khusus lagi utamanya bagi anakanak
perempuan, seperti bantuan Bea Belajar Mandiri, bantuan SPP, bantuan Gerakan
Sadar Menabung, dan bantuan untuk Penelitian Thesis yang terkait dengan topik
Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan SDM.
Disamping itu program-program tersebut Yayasan Damandiri juga memberikan
penghargaan kepada para nasabah yang rajin mencicil pinjamannya dan usahanya
maju. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan gairah para nasabah
dan juga untuk memberikan penghargaan kepada para tetangga nasabah yang
memberikan dukungan kepada mitra kerja Yayasan di desa. Program ini menyediakan
dukungan dana untuk anak nasabah atau anak tetangga yang membantu nasabah
dalam usahanya. Bank mitra kerja Yayasan memberikan dukungan dana kepada anakanak
itu untuk mengikuti kursus-kursus ketrampilan agar anak-anak yang umumnya
anak putus sekolah atau DO SLTP dan SMU dengan ketrampilan yang dipelajarinya
bisa membantu usaha orang tua di desanya.