KKN TEMATIK POSDAYA MENJADI GERAKAN NASIONAL
Tanggal: 05 Oct 2010
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono
 
Minggu lalu telah berlangsung pertemuan silaturahmi antara Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA. yang didampingi oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Djoko Santoso dan jajarannya dengan Ketua dan jajaran Pengurus Yayasan Damandiri, bersama 25 Rektor PerguruanTinggi Negeri dan Swasta serta jajarannya di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta. Dalam pertemuan itu, mewakili seluruh Rektor, Ketua Yayasan Damandiri melaporkan telah diadakannya KKN Tematik Posdaya oleh berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di berbagai daerah dengan hasil yang menggembirakan.
KKN Tematik Posdaya mengambil tema pemberdayaan keluarga untuk menyelesaikan sasaran dan target-target MDGs atau untuk memberdayakan keluarga agar mampu melaksanakan delapan fungsi utama keluarga dengan baik. Pelaksanaan KKN Tematik Posdaya umumnya diselenggarakan bekerjasama dengan jajaran pemerintah kabupaten atau pemerintah kota. Pada tingkat awal para dosen pembimbing bersama LPM masing-masing perguruan tinggi melakukan persiapan lapangan yang teliti. Apabila kondisi lapangan dipandang sudah siap maka Tim dosen pembimbing melakukan pembekalan dan mengirim mahasiswa ke desa-desa secara mandiri atau dengan dukungan dari Yayasan Damandiri.
Dalam laporannya Ketua Yayasan Damandiri menyatakan bahwa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menjadi pelopor KKN Tematik Posdaya dengan mengundang mahasiswa secara sukarela untuk terjun ke pedesaan. Selanjutnya IPB Bogor mematangkan KKN Tematik Posdaya sebagai realisasi gagasan Rektor IPB untuk “Go to Field” membantu pemberdayaan masyarakat luas membangun dengan pendampingan para mahasiswa dalam membawakan berbagai gagasan gemilang dan penggunaan tehnologi tepat guna. Selanjutnya kegiatan KKN Tematik menjalar secara cepat keberbagai perguruan tinggi dengan variasi yang luas tetapi tetap dalam koridor membantu penyelesaian sasaran dan target-target MDGs.
Kegiatan KKN Tematik Posdaya pada setiap gerakan selalu dimulai dengan mengajak masyarakat untuk membentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) sebagai forum silaturahmi dan koordinasi pemberdayaan keluarga bagi keluarga yang bergabung dalam Posdaya. Ajakan itu dilakukan secara sukarela sehingga selama masa KKN biasanya kegiatan dan keanggotaan Posdaya juga bertambah secara bertahap. Ukuran keberhasilan yang diterapkan pada setiap KKN adalah partisipasi dari keluarga yang ada di sekitar Posdaya yang dibentuk tersebut.
Untuk pembentukan Posdaya biasanya mahasiswa KKN menghubungi Kepala Desa, Ketua RW/RT, Ketua PKK atau tokoh yang berpengaruh di desa atau pedukuhan. Mereka dianggap sebagai Mutiara Bangsa yang siap menjadi pemimpin tanpa pamrih untuk membantu pemberdayaan keluarga dan anggotanya. Keberhasilan KKN Tematik Posdaya sangat tergantung pada kekompakan dari Pengurus Posdaya dan partisipasi keluarga di sekitar Posdaya tersebut.
Menanggapi laporan tersebut Menteri menyatakan penghargaannya kepada Yayasan Damandiri dan para Rektor yang hadir serta memberikan petunjuk yang sangat membesarkan hati. Menteri mengharapkan agar segera diadakan Lokakarya untuk merumuskan arahan yang tepat agar KKN Tematik Posdaya dapat diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi secara nasional. Untuk itu kepada Dirjen Pendidikan Tinggi ditugasi mempersiapkan segala sesuatunya agar Lokakarya itu dapat dilakukan dengan baik. Lebih dari itu Menteri memberi petunjuk agar dipersiapkan hibah untuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui KKN Tematik Posdaya, seperti halnya hibah kegiatan penelitian dan pengembangan yang sudah berjalan dengan baik. Sambutan dan pengarahan Mendiknas tersebut merupakan awal dari pengembangan Gerakan KKN Tematik Posdaya secara nasional. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS).
 
 
   
 
>> MEMPERSIAPKAN SARJANA MASA DEPAN
>> GEBRAKAN EKONOMI POSDAYA
>> KETAWA MEMPERPANJANG USIA
>> MEMBUKTIKAN KEMAMPUAN BANGSA
>> MENTERI SOSIAL KUKUHKAN DNIKS SEBAGAI LEMBAGA KOORDINASI KEGIATAN SOSIAL
>> GEGAP GEMPITA MEMBANGUN DESA
>> MERENUNG KESAKTIAN PANCASILA
>> MEMPERBAIKI PELAKSANAAN KOMITMEN
>> PULANG MUDIK SEBAGAI PEMICU PEMBANGUNAN
>> PULANG KAMPUNG MENCERDASKAN BANGSA
>> SILATURAHMI PEMBANGUNAN DALAM IDUL FITRI
>> PRAMUKA PEDULI GELAR BHAKTI SOSIAL
>> PENDUDUK INDONESIA BISA LEBIH 240 JUTA
>> PENDUDUK INDONESIA 237,556,353 ORANG
>> PULANG MUDIK MEMBANGUN KEBERSAMAAN DALAM KEPEDULIAN
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online