STRATEGI PENGEMBANGAN "DANGKE" SEBAGAI PRODUK UNGGULAN LOKAL DI KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN
Tanggal: 23 May 2005
Laporan: MUH. RIDWAN
 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kinerja produk industri kecil dangke, faktor-faktor kunci pengembangan serta alternative strategi pengembangan sebagai produk unggulan lokal di kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di sentra pengembangan industri kecil dangke di kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, selama 7 (tujuh) bulan terhitung bulan Maret-September 2004, menggunakan analisis integrasi Quality Function Deployment dan Analisis Prospektif.






Oleh:
MUH. RIDWAN
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2005

COVER
PRAKATA
RIWAYAT
DAFTAR ISI
ABSTRAK
TABEL
GAMBAR
MATRIKS
DAFTAR LAMPIRAN

1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Keberhasilan sektor industri dan perdagangan telah memberikan konstribusi yang besar dalam menciptakan struktur ekonomi nasional. Industri kecil di Indonesia merupakan bagian penting dari sistem perekonomian nasional, karena berperan dalam mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi melalui misi penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat dan berperan dalam peningkatan perolehan devisa serta memperkokoh struktur industri nasional (Jumhur 2001).
Tujuan Penelitian
Ruang Lingkup
Kegunaan Penelitian

2. TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Dasar Industri Kecil
Di Indonesia, belum ada batasan mutlak tentang industri kecil yang dapat dijadikan sebagai pedoman umum. Winardi (1994) mendefenisikan industri kecil adalah usaha produktif, terutama dalam bidang produksi atau perusahaan tertentu yang menyelenggarakan jasa-jasa misalnya transportasi, atau jasa perhubungan yang menggunakan modal dan tenaga kerja dalam jumlah yang relatif kecil.
Deskripsi Umum Tentang Dangke dan Produk Sejenis
Quality Assesment System (QAS) untuk Peningkatan Kualitas
Konsep Bauran Pemasaran Untuk Peningkatan Daya Saing
Strategi Pemberdayaan Industri Kecil
Strategi Pengembangan Industri Kecil

3. METODOLOGI PENELITIAN
Kerangka Pemikiran
Pembangunan peternakan di Indonesia berakar pada paradigma pembangunan dengan orientasi peningkatan produksi hasil peternakan primer yang identik dengan pembangunan usaha peternakan (on-farm) dan terkesan cenderung menyepelekan subsistem lainnya.
Pemilihan Responden
Metode Pengumpulan Data
Analisis Data

4. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
Distribusi Penduduk
Kabupaten Enrekang merupakan salah satu dari 21 kabupaten di Sulawesi Selatan dengan luas wilayah sebesar 1.786,01 Km2, jumlah penduduk pada akhir tahun 2002 sebanyak 174.764 jiwa, kepadatan penduduk rata-rata sekitar 97,85 jiwa per Km2 dan tingkat pertumbuhan rata-rata penduduknya sebesar 1,96% periode 2000-2002 (BPS Kabupaten Enrekang, 2003).
Perkembangan Sektor Industri
Produk Domestik Regional Bruto
Potensi Sumber Daya Manusia
Potensi Sumber Daya Alam

5. POTENSI PENGEMBANGAN PRODUK DANGKE
Karakteristik Produk Dangke
Makanan tradisional merupakan makanan khas suatu daerah yang diolah secara tradisional turun temurun dari bahan yang tersedia di daerah tersebut. Makanan tradisional umumnya diolah secara tradisional dengan peralatan sederhana dalam industri rumah tangga yang lingkungannya kurang menunjang.

Potensi Wilayah Pengembangan Industri Kecil dangke

6. ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK
Perilaku konsumen dalam mengkonsumsi dangke dipengaruhi oleh faktor budaya masyarakat setempat. Konsumsi dangke sudah menjadi kebiasaan masyarakat dan bersifat turun temurun, bahkan ada kecenderungan bahwa dangke sudah merupakan bagian penting dari menu makan sehari-hari.
Customer Competitive Assesment
Engineering Competitive Assesment
Strategi Operasi

7. STRATEGI PENGEMBANGAN "DANGKE" SEBAGAI PRODUK UNGGULAN LOKAL
Arah dan Kebijakan Pengembangan
Setidaknya terdapat dua faktor utama yang harus mendapat perhatian khusus dalam pengembangan produk industri kecil dangke menjadi produk unggulan lokal di kabupaten Enrekang yaitu bahan baku dan penanganan bahan baku itu sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa untuk pengembangan industri dangke di masa mendatang tidak boleh hanya terfokus sisi produk, karena kualitas produk sangat tergantung pada bahan baku dan penanganannya. Pengembangan harus dimulai dari aspek produksi bahan baku yang tidak lain adalah pengembangan industri peternakan sapi perah sebagai produsen bahan baku.
Arah dan Kebijakan Pengembangan
Faktor Kunci Pengembangan
Analisis Skenario dan Alternatif Strategi Pengembangan

8. SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Kinerja produk industri kecil dangke di kabupaten Enrekang berada pada kategori cukup memuaskan pada dangke sapi dan kategori memuaskan pada dangke kerbau. Atribut harga dan kemasan adalah yang paling kritis dan perlu pengembangan dan penanganan yang serius.

Saran-saran

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
1. Komposisi Kimia Dangke dan Produk Lainnya
2. Tanggapan 4Ps Penjual Terhadap 4Cs Pembeli
3. Kebutuhan Dasar Industri Kecil Pada Setiap Fase
4. Responden Pakar Yang Terlibat Langsung Dalam Penelitian
5. Skala Penilaian Perbandingan
6. Perkembangan Investasi, Nilai Tambah Sektor Industri di Kabupaten Enrekang
Periode 2001 - 2002
7. Kontribusi Sektor Industri Pengolah Dalam Pembentukan PDRB di Kabupaten
Enrekang Periode 1998 - 2003
8. Pertumbuhan Ekonomi (atas dasar harga konstan 1993) Menurut Sektor Ekonomi
Tahun 1999-2002
9. Populaasi Sapi Perah Berdasarkan Kecamatan di Kabupaten Enrekang
10. Jumlah Produksi Industri Kecil Makanan Khas Tradisional Dangke Berdasarkan
Kecamatan di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan
11. Atribut yang Menjadi Elemem-Elemen VOC
12. Penilaian Tingkat Kinerja Produk Industri Kecil Makanan Khas Tradisional Dangke
di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan.
13. Faktor-faktor Teknis yang Berpengaruh
14. Penilaian Karakteristik Proses Produksi
15. Faktor-faktor Berpengaruh Dalam Pengembangan Industri Kecil Dangke di
Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan.
16. Keadaan Faktor-faktor Pengembangan Industri Kecil Dangke di Kabupaten Enrekang
Sulawesi Selatan.
17. Rangking Skenario Pengembangan Industri Kecil Dangke di Kabupaten Enrekang
Sulawesi Selatan.

DAFTAR GAMBAR
1. Diagram Alir Pengolahan Dangke Oleh Masyarakat
2. Strategi Perbaikan Kualitas Mengikuti Siklus Deming PDCA
3. Rantai Deming Dalam Manajemen Kualitas
4. Empat P (4P) Dalam Bauran Pemasaran
5. Peran Promosi Dalam Bauran Pemasaran
6. Penerapan Strategi Pengembangan Industri Kecil
7. Pembinaan Industri Kecil
8. Diagram Alir Kerangka Pemikiran Penelitian
9. Matriks House Of Quality
10. Matriks Tingkat Kepentingan Faktor
11. Matriks Hubungan Atribut Produk Dengan Karakteristik Proses
12. House Of Quality Produk Industri Kecil Dangke
13. Tingkat Kepentingan Faktor Pengembangan Industri Kecil Dangke Di Kabupaten
Enrekang Sulawesi Selatan.

DAFTAR LAMPIRAN
1. Peta Administratif Lokasi Penelitian
2. Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Atribut Produk
3. Hasil Penilaian Responden Pada Atribut Produk
4. Standar Penilaian Karakteristik Proses
5. Rekapitulasi Hasil Penilaian Komponen Karakteristik Proses Produk Dangke Sapi
6. Rekapitulasi Hasil Penilaian Komponen Karakteristik Proses Produk Dangke Kerbau.
7. Matriks Penilaian Tingkat Hubungan Antar Atribut Produk Dengan Karakteristik Proses Produksi.
8. Penilaian Tingkat Hubungan Antar Karakteritik Proses Produksi
9. Rekapitulasi Umum Penilaian Atribut Produk Dangke
10. Penilaian Pengaruh Langsung Antar Faktor Kunci Pengembangan
11. Proses Produksi Dangke
12. Kuisioner Bagian I "Quality Function Deployment"
Kuisioner 1
Kuisioner 2
Kuisioner 3
Kuisioner 4
Kuisioner 5
Kuisioner 6
Kuisioner 7

13. Kuisioner Bagian II " Skenario Pengembangan Industri Kecil Dangke
Kuisioner 8
Kuisioner 9
Kuisioner 10
Kuisioner 11
Kuisioner 12
 
 
   
 
>> PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DIFERMENTASI, Azospirillum sp., DAN PUPUK NITROGEN DI PANGALENGAN DAN CISARUA
>> PERTUMBUHAN DAN HASIL RAMI (Boehmeria nivea (L.) Gaud.) YANG DIBERI RAW MIX SEMEN DAN MIKROORGANISME EFEKTIF M-BIO PADA TANAH GAMBUT
>> PERSEPSI ANGGOTA TENTANG PERAN PEMIMPIN KELOMPOK PADA MASYARAKAT MISKIN KOTA DI KECAMATAN BOGOR TIMUR, KOTA BOGOR
>> PEMANFAATAN DANA INPRES DESA TERTINGGAL PASCA PROGRAM STUDI DI DESA KOPEN KECAMATAN TERAS KABUPATEN BOYOLALI
>> PENGARUH LINGKUNGAN BISNIS EXTERNAL DAN PERENCANAAN STRATEGI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
>> POTENSI DAN DAYA DUKUNG LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN
>> ANALISIS TIPOLOGI DAN PENGEMBANGAN DESA-DESA PESISIR KOTA BANDAR LAMPUNG
>> PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PT. CHEIL JEDANG INDONESIA DI JOMBANG JAWA TIMUR
>> POLA HUBUNGAN HUKUM PADA PROGRAM KEMITRAAN USAHATANI TEMBAKAU DI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT
>> ANALISIS JALUR HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI BERDASARKAN KECERDASAN, STRATEGI-STRATEGI METAKOGNITIF, DAN PENGETAHUAN AWAL
>> Pengaruh Locus of Control, Orientasi Tujuan Pembelajaran dan Lingkungan Kerja Terhadap Self Efficacy dan Transfer Pelatihan Karyawan PT. Telkom Kandatel Surabaya Timur
>> Analisis Kebijakan Pengembangan Marikultur di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Propinsi DKI Jakarta
>> PENGEMBANGAN MODEL REMUNERASI BERBASIS KOMPETENSI DI PT. PAL INDONESIA
>> ANALISIS TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN PROSES HIRARKI ANALITIK DAN METODA VALUASI KONTINGENSI (Studi Kasus Di Jakarta Timur)
>> ANALISIS SOSIAL-EKONOMI RUMAHTANGGA INDUSTRI PRODUK JADI ROTAN DI KOTA PEKANBARU
  
 
 


DRadio 103.4 FM Online

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online