
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah faktor kesehatan, ekonomi dan kondisi sosial berpengaruh terhadap kemandirian orang lanjut usia? Dan Faktor yang manakah yang berpengaruh secara dominan terhadap kemandirian orang lanjut usia ?. Penelitian dilakukan di kelurahan Jambangan kecamatan Jambangan. Sampel dalam penelitian ini orang lanjut usia berumur 56 tahun sebanyak 104 orang. Variabel penelitian meliputi kemandirian sebagai variabel terikat, kondisi kesehatan, kondisi sosial sebagai variabel bebas. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara langsung pada masing-masing responden dengan menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian kemudian ditampilkan dalam bentuk tabulasi silang untuk mengetahui distribusi frekwensi dan proporsi. Untuk menganalisis pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat diuji dengan menggunakan uji regresi logistik, dengan tingkat kebermaknaan p # 0,05
RATNA SUHARTINI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2004
Sampul Depan
Prasyarat Gelar
Persetujuan
Penetapan Panitia
Penetapan Panitia
Ucapan Terima Kasih
Ringkasan
Summary
Abstract
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penduduk Lanjut Usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup. Pada tahun 1980 penduduk lanjut usia baru berjumlah 7,7 juta jiwa atau 5,2 persen dari seluruh jumlah penduduk. Pada tahun 1990 jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi 11,3 juta orang atau 8,9 persen. Jumlah ini meningkat di seluruh Indonesia menjadi 15,1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7,2 persen dari seluruh penduduk. Dan diperkirakan pada tahun 2020 akan menjadi 29 juta orang atau 11,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia meningkat secara konsisten dari waktu ke waktu. Angka harapan hidup penduduk Indonesia berdasarkan data Biro Pusat Statistik pada tahun 1968 adalah 45,7 tahun, pada tahun 1980 : 55.30 tahun, pada tahun 1985 : 58,19 tahun, pada tahun 1990 : 61,12 tahun, dan tahun 1995 : 60,05 tahun serta tahun 2000 : 64.05 tahun (BPS.2000)
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Lanjut Usia
Tinjauan Lanjut usia akan dikaji tentang pengertian lanjut usia dan kebutuhan-kebutuhan hidup orang lanjut usia.
2.1.1 Pengertian Lanjut Usia
2.1.2 Kebutuhan Hidup Lanjut Usia
2.2 Faktor Kesehatan
2.2.1 Kesehatan Fisik
2.2.2 Kesehatan Psikis
2.3 Faktor Ekonomi
2.3.1 Pendapatan
2.3.2 Kesempatan Kerja
2.4 Faktor Sosial
2.4.1 Sosialisasi Pada Masa Lanjut Usia
2.4.2 Tradisi di Indonesia
2.4.3 Pola Tempat Tinggal
2.4.4 Dukungan Keluarga dan Masyarakat
2.5 Kemandirian
BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN
3.1 Kerangka Konseptual Penelitian
Hal yang lebih penting dari berlangsungnya proses menua adalah respon atau reaksi seseorang terhadap kondisi pribadinya agar mereka dapat mandiri. Seorang lanjut usia sering masuk dalam masalah-masalah kehidupan karena mereka tidak mandiri, sehingga harus dikaji secara menyeluruh beberapa faktor yang menyebabkan lanjut usia tidak mandiri, yaitu faktor kondisi kesehatan, kondisi ekonomi, dan kondisi sosial mereka. Dengan harapan setelah diketahui faktor yang menyebabkan mereka tidak dapat mandiri pemerintah, keluarga , masyarakat atau lembaga sosial lainnya dapat memberikan treatment yang sesuai yang dibutuhkan oleh mereka sehingga dapat menimbulkan semangat baru di usia senja.
3.2 Hipotesis
BAB 4 METODE PENELITIAN
4.1 Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode observasional , yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti. Sedangkan desain penelitian menggunakan desain cross sectional yaitu pengambilan data variabel bebas dan variabel terikat dilakukan pada satu waktu/bersamaan waktunya
4.2 Populasi
4.3 Variabel Penelitian
4.3.1 Kemandirian Usia Lanjut
4.3.2 Faktor Kondisi Kesehatan
4.3.3 Faktor Kondisi Ekonomi
4.3.4 Faktor Kondisi Hubungan Sosial
4.4 Instrumen Penelitian
4.4.1 Validitas Instrumen Penelitian
4.4.2 Reliabilitas Instrumen Penelitian
4.5 Waktu Penelitian
4.6 Prosedur Pengambilan/Pengumpulan Data
4.7 Teknik Analisis Data
BAB 5 ANALISIS HASIL PENELITIAN
5.1 Gambaran Umum Penelitian
Dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran umum penelitian yang meliputi lokasi penelitian dan aktivitas orang lanjut usia di kelurahan Jambangan. Adapun hasil penelitian tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut :
5.1.1 Lokasi Penelitian
5.1.2 Aktivitas Lanjut Usia
5.2 Karakteristik Responden
5.2.1 Umur Responden
5.2.2 Jenis Kelamin
5.2.3 Pendidikan
5.2.4 Pekerjaan
5.2.5 Penghasilan
5.2.6 Kondisi Kesehatan
5.2.7 Kondisi Ekonomi
5.2.8 Kondisi Hubungan Sosial
5.2.9 Kemandirian
5.3. Hubungan Variabel Bebas dan Variable Terikat
5.3.1 Hubungan Variabel Kesehatan Dengan Kemandirian
5.3.2 Hubungan Variabel Kondisi Ekonomi Dengan Kemandirian
5.3.3 Hubungan Variabel Hubungan Sosial dengan Kemandirian
5.4 Analisis Regresi Logistik Berganda
BAB 6 PEMBAHASAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian orang lanjut usia meliputi faktor kondisi kesehatan, faktor kondisi ekonomi, dan faktor kondisi sosial. Dalam bab ini dibahas tentang karakreristik responden, hubungan antara variabel kesehatan dengan kemandirian, hubungan variabel kondisi ekonomi dengan kemandirian, hubungan variabel kondisi sosial dengan kemandirian, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian orang lanjut usia.
6.1 Karakteristik Responden
6.2 Kondisi Fisik Responden .
6.3 Kondisi Ekonomi Responden
6.4 Kondisi Sosial Responden
6.5 Kemandirian Responden
6.6 Hubungan Kondisi Kesehatan Dengan Kemandirian
6.7 Hubungan Kondisi Ekonomi Dengan Kemandirian
6.8 Hubungan Kondisi Sosial Dengan Kemandirian
6.9 Pengaruh Kondisi Kesehatan Dengan Kemandirian
BAB 7 PENUTUP
7.1 Kesimpulan
Ada pengaruh secara signifikan faktor kesehatan terhadap kemandirian orang lanjut usia, berdasarkan hasil uji regresi logistik diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Pada kelompok mandiri sebagian besar responden mempunyai kondisi kesehatan baik 87,7%, dan pada kelompok tidak mandiri berada pada kesehatan sedang sebanyak 17 0rang. Responden yang memiliki kesehatan baik akan dapat melakukan aktivitas apapun tanpa minta pertolongan orang lain. Sedangkan responden yang tidak mandiri cenderung berada pada kondisi kesehatan sedang. Dalam melakukan aktivitas masih memerlukan bantuan orang lain.
7.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA