COVER
ABSTRAK
PRAKATA
RIWAYAT HIDUP PENULIS
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan panjang garis pantai 81.000 km merupakan kawasan pesisir dan lautan yang memiliki berbagai sumberdaya hayati yang sangat besar dan beragam. Berbagai sumberdaya hayati tersebut merupakan potensi pembangunan yang sangat penting sebagai sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru (Dahuri 2000).
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Hasil Penelitian
1.5 Hipotesis Penelitian
1.5 Kerangka Pemikiran
2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Deskripsi Eucheuma cottonii
Menurut Doty (1985), Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut merah (Rhodophyceae) dan berubah nama menjadi Kappaphycus alvarezii karena karaginan yang dihasilkan termasuk fraksi kappa-karaginan. Maka jenis ini secara taksonomi disebut Kappaphycus alvarezii (Doty 1986).
2.2 Karaginan
2.3 Sifat Dasar Karaginan
2.3.1 Kelarutan
2.3.2 StabilitaspH
2.3.3 Viskositas
2.3.4 Pembentukan gel
2.4 Umur Panen
2.4.1 Suhu
2.4.2 Arus
2.4.3 Salinitas
2.4.4 pH
2.5 Metode Ekstraksi
2.6 Proses Pembuatan Karaginan
2.7 Manfaat Karaginan
2.8 Standar Mutu Karaginan
3 METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan mulai bulan Oktober 2005 sampai bulan Maret 2006. Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu penelitian lapang dan dilanjutkan dengan analisis laboratorium.
Lokasi penelitian lapang di Desa Punagaya, Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, sedangkan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST CENTER) dan Laboratorium Agricultural Product Processing Pilot Plant (AP4) IPB.
3.2 Bahan dan Alat
3.3 Metode Penelitain
3.3.1 Budidaya rumput laut
3.3.2 Ekstraksi karaginan
3.4 Pengamatan
3.5 Rancangan Percobaan dan Analisa Data
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud adalah kondisi oseanografi dan meteorologi perairan. Faktor oseanografi adalah kondisi perairan yang berpengaruh langsung terhadap makhluk hidup di perairan, misalnya suhu dan salinitas. Faktor meteorologi adalah keadaan iklim atau cuaca yang mempengamhi interaksi terhadap lautan secara langsung dan akan mempengaruhi kehidupan di laut termasuk rumput laut, misalnya jumlah curah hujan yang mempengaruhi tinggi rendahnya salinitas di laut.
4.1.1 Suhu permukaan laut
4.1.2 Salinitas
4.1.3 Kecepatan arus
4.1.4 pHair
4.2 Bahan Baku
4.3 Ekstraksi Karaginan
4.3.1 Rendemen karaginan
4.3.2 Viskositas
4.3.3 Kekuatan gel
4.3.4 Kadar air
4.3.5 Kadarabu
4.4 Karakteristik Karaginan Terbaik dengan Komersial
4.4.1 Sifat fisik karaginan
4.4.1.1 Kekuatan gel
4.4.1.2 Viskositas
4.4.1.3 Derajatputih
4.4.1.4 Titik gel dan titik leleh
4.4.2 Sifat kimia karaginan
4.4.2.1 Kadar air
4.4.2.2 Kadar abu
4.4.2.3 Kadar abu tidak larut asam
4.4.2.4 Kadar sulfat
4.6 LogamBerat
5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
(1) Kombinasi perlakuan terbaik (optimum) yang dihasilkan adalah umur panen 50 hari, konsentrasi KOH 9 % dan lama ekstraksi 4 jam (A3B3C2) berdasarkan parameter viskositas sebesar 33,28 cP, kekuatan gel 435,54 g/cm2, rendemen 34,63 %, kadar abu 17,02 % dan kadar air sebesar 9,98 %.
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5
LAMPIRAN 6
LAMPIRAN 7
LAMPIRAN 8
LAMPIRAN 9
LAMPIRAN 10
LAMPIRAN 11
LAMPIRAN 12