MENUJU INDONESIA
YANG AMAN, MAJU DAN SEJAHTERA

Tanggal: 16 Mar 2007
Laporan: Subiakto Tjakrawerdaja
 
Dengan lengsernya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998, bangsa Indonesia memasuki era baru, era Reformasi, yang tidak jelas ideologi, kebijakan maupun strateginya. Antara bulan Mei 1998 sampai dengan saat ini telah terjadi tiga kali pergantian Presiden, dan empat kali amandemen Undang Undang Dasar 1945. Partai politik tumbuh dari tiga buah menjadi sekitar 25, serta propinsi dan kabupaten dimekarkan. Solidaritas Nasional merosot dengan cepat dengan tercetusnya konflik horizontal antar etnik dan antar pemeluk agama di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku dengan korban harta benda dan jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Bersamaan dengan itu, gerakan separatis meningkatkan kegiatannya, terutama di Aceh. Kriminalitas bertambah banyak dan kejahatan terorganisasi meningkat. Pengangguran dan kemiskinan juga terus bertambah dengan cepat, investor kehilangan minat untuk berinvestasi bahkan tidak sedikit industrialis yang mengalihkan pabrik-pabriknya ke negeri lain.
Berbeda dengan kurun sejarah dimasa yang lalu, Indonesia dewasa ini ditandai oleh kepemimpinan nasional yang lemah yang tidak mampu memberikan arah yang jelas tentang masa depan bangsa serta kurang mampu mengendalikan aparatur negara yang berada dalam kewenangannya.
Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa dalam lima tahun terakhir ini Indonesia bagaikan kapal yang terapung di laut lepas yang dipimpin nakhoda yang lemah dengan awak kapal yang acuh dengan keluhan penumpangnya. Sementara itu, Millenium Development Goal’s telah menetapkan ada delapan target yang harus dicapai oleh Indonesia pada tahun 2015, sebagai salah satu penanda tangan kesepakatan PBB tersebut, diantaranya mengurangi kemiskinan.

Namun tampaknya bangsa Indonesia masih dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa – karena dalam Pemilihan Umum 2004 yang baru untuk pertama kalinya memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung – rakyat menjatuhkan pilihannya kepada seorang pemimpin yang baru dengan perolehan suara mayoritas. Ini berarti bahwa Presiden dan Wakil Presiden yang baru memiliki legitimasi yang kuat, sehingga dapat melaksanakan kebijakan dan strategi besar yang dapat membawa bangsa Indonesia keluar dengan cepat dari kesulitan yang sangat berat dan besar dengan dukungan kuat dari rakyat menuju kehidupan Indonesia yang aman, maju dan sejahtera.


1. Langkah Langkah Kebijakan Yang Perlu Diambil
a) Momentum yang tumbuh dari pelaksanaan Pemillihan Umum 2004 harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk menggerakkan masyarakat agar ikut berperan serta dalam membangun Indonesia yang aman, maju dan sejahtera dengan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Untuk itu perlu segera dilakukan rekonsiliasi nasional.
Melalui rekonsiliasi nasional ini, pembabakan sejarah pasca Proklamasi yang dikaitkan dengan masa jabatan kepresidenan seperti: Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi dapat dihilangkan, sehingga sifat yang personalistik dari jalannya sejarah bangsa dan upaya menegaskan kebijakan pemerintahan sebelumnya dapat ditiadakan. Sebaliknya rasa persatuan dan kesatuan akan dapat dipupuk dan ditingkatkan, stabilitas akan dapat diwujudkan dan mesin pembangunan akan dapat digerakkan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan merata.


b) Upaya melakukan rekonsiliasi nasional itu harus pula dibarengi dengan penegakan hukun, sehingga keadilan dapat benar-benar dirasakan semua fihak. Mereka yang dimasa lalu terbukti melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme agar diadili sesuai hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. Namun apabila rakyat menghendaki dan apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas, Presiden dapat memberikan amnesti. Meskipun demikian rasa keadilan masyarakat perlu benar-benar dijaga, sehingga akan menjadi pendorong pembangunan yang berkelanjutan. Tanpa keadilan yang dirasakan oleh masyarakat, sepat atau lambat pembangunan pasti akan mengalami kegagalan .

c) Sementara itu, perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kewibawaan Pemerintah, ketertiban masyarakat dan memberantas berbagai penyelewengan. Untuk itu perlu diadakan suatu gerakan untuk meningkatkan disiplin nasional.
Upaya ini penting, karena sesungguhnya sebab utama dari keterpurukan bangsa kita selama ini tidak`lain disebabkan oleh kurangnya disiplin penyelenggara negara dan masyarakat pada umumnya dalam mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang ada.
Karena itu pengawasan perlu dilakukan dengan sebaik-baiknya disemua lapisan. Karena itu gerakan ini hendaknya dipimpin dan diteladani sendiri oleh Presiden.

d) Pembangunan ekonomi pada saat ini walaupun secara makro telah menunjukkan perbaikan-perbaikan, namun sesungguhnya dalam kondisi yang sangat lemah dan rentan terhadap persaingan karena rendahnya daya saing. Beberapa indikator dapat dilihat dari APBN 2005 dan juga berbagai hasil survai lembaga-lembaga internasional tentang rendahnya daya saing kita. Untuk itu, perlu ada suatu gerakan peningkatan produktivitas dan efisiensi nasional yang diikuti dengan gerakan hidup sederhana. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu atau belum mampu dibeli baik sebagai pemerintah maupun sebagai individu. Diharapkan gerakan ini akan mengurangi gejala konsumerisme yang melanda kalangan yang kaya-raya hingga rakyat kecil yang miskin. Konsumerisme inilah yang sangat berbahaya karena akan mengurangi produktivitas dan merupakan salah satu pendorong utama kolusi-korupsi-nepotisme. Dalam kaitan ini Presiden harus berani menyatakan stop hutang dan import barang yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Presiden harus mengajak rakyat agar hidup dengan kekayaan bangsa yang ada.

e) Disamping itu untuk menciptakan kemampuan daya saing produk-produk Indonesia, skala ekonomi merupakan faktor kunci. Mengingat bahwa kita
memiliki pasar dalam negeri sebesar 210 juta orang, maka pasar dalam negeri harus menjadi basis kekuatan industri kita untuk meningkatkan daya saingnya. Untuk itu disamping gerakan peningkatan produktivitas dan efisiensi nasional serta gerakan hidup sederhana, harus diikuti dengan gerakan cinta produk dalam negeri.
Gerakan tersebut adalah merupakan langkah strategis untuk bersama-sama
gerakan efisiensi nasional secara bertahap meningkatkan daya saing produk Indonesia. Apabila 210 juta rakyat Indonesia bersedia untuk berkorban dengan cara menggunakan produk dalam negeri, maka berarti merupakan pasar yang sangat besar yang akan menciptakan lapangan kerja baru yang sangat besar juga dan mengurangi pengangguran dalam waktu singkat. Dengan pasar sebesar 210 juta, juga akan meningkatkan skala ekonomi produk-produk Indonesia, yang pada gilirannya akan meningkatkan efisiensi dan daya saingnya.
Gerakan cinta produk dalam negri tidak berarti anti produk asing. Produk asing boleh masuk dan dipergunakan, asal sebagian besar bahan bakunya dibuat di Indonesia. Gerakan ini memang berat untuk dilaksanakan, karena memerlukan pengorbanan terutama dari elit dan pemimpin-pemimpin bangsa. Namun, sebaliknya akan menjadi mudah kalau elit dan pemimpin, dimulai dari Presiden, memberikan contoh nyata untuk melaksanakannya. Cinta produk dalam negeri dan hidup sederhana adalah bentuk semangat nasionalisme baru dalam menghadapi era globalisasi.

f) Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru maka kebijakan insustri harus diarahkan untuk membangun industri yang berbasis ekspor. Dalam hal ini pendekatan yang harus dilakukan adalah dengan membangun keunggulan komparatif bangsa menjadi keunggulan kompetitif. Sebagai negara agraris maka dengan menggunakan pendekatan tersebut diharapkan pada tahun 2015 Indonesia akan menguasai pasar makanan dan minuman di Asia Pasifik.

g) Usaha kecil yang pada sa’at ini berjumlah sekitar 40 juta dan 60 % nya adalah petani , dalam proses industrialisasi diatas harus diberdayakan dengan kebijakan untuk menciptakan lapangan kerja baru. Mereka didorong untuk berkoperasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saingnya.
Dalam hubungan ini koperasi sebagai wahana yang strategis tersebut harus segera diberdayakan agar menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan berdaya saing tinggi. Untuk ini, pemerintah harus segera menugaskan

BUMN untuk berperan sebagai trading house sehingga secara cepat memberdayakan koperasi dibidang pemasaran input dan output serta permodalan yang menjadi hambatan utama usaha kecil dan koperasi.
Dalam hal ini sebagai contoh, BULOG harus ditugaskan untuk membantu memperkuat koperasi dan bersama-sama menjaga ketahanan pangan. Disamping itu, Bank Rakyat Indonesia ditugaskan sebagai lembaga perbankan khusus untuk membantu permodalan usaha kecil dan koperasi.

h) Dalam suasana persaingan global yang sangat cepat dan tajam, maka Indonesia sebagai negara besar akan terus menghadapi kemungkinan terjadinya ketidak stabilan harga bahan-bahan kebutuhan pokok dan bertambahnya jumlah pelaku ekonomi yang tidak siap menghadapi persaingan global; terutama pengusaha kecil dan koperasi.
Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan tersebut dan menjaga kemandirian bangsa, dibidang ekonomi perlu adanya kebijakan untuk menetapkan BUMN yang menguasai usaha-usaha yang vital dan strategis menjadi BUMN yan gbesar, kuat dan sehat. Sebagai contoh, Pertamina, BULOG, INDOSAT. BUMN tersebut berfungsi terutama sebagai lembaga bisnis yang ditugaskan untuk menjadi pelopor dan menjaga kestabilan harga bahan-bahan kebutuhan pokok sekaligus memberdayakan pengusaha kecil dan koperasi yang belum siap bersaing.
 
 
   
 
>> Catatan Akhir Tahun
MEMEDULIKAN INDONESIA
>> LAMPU KUNING MASYARAKAT SEJAHTERA
>> TRIAS EKONOMIKUS
Ekonomi Pancasila Sebagai Ekonomi Indonesia
>> Pak Harto
>> Koperasi dan Pengentasan Kemiskinan
>> DUKUNGAN MEDIA MASSA dan ORGANISASI PENELITI
>> PERAN PERS MENDUKUNG SUKSES DAMANDIRI
>> Membangun Kualitas Manusia Seluruhnya
>> Mutu Pelajar Paripurna
>> Mutu Manusia Indonesia Sangat Rendah
>> Membangun Manusia Sehat dan Kekuatan Ekonomi
>> Mendongkrak Mutu Sekolah Menengah
>> Meratakan Kualitas Pembangunan Manusia
>> Manusia Sehat Jadi Prasyarat
>> Memberdayakan Ekonomi Desa
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online