SINERGI BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA
Tanggal: 27 Mar 2007
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono
 
Adalah menarik dan bijak para pejuang pendiri negeri ini menuangkan cita-cita kemerdekaan bangsa dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang bersemangatkan falsafah bangsa Pancasila. Untuk mensejahterakan rakyatnya ditulis tegas dalam naskah pembukaan UUD 45 yang kemudian dirinci dalam pasal-pasal berikut penjelasannya. Karena itu sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Pemerintah dan Rakyat Indonesia menaruh perhatian yang sangat tinggi terhadap masalah terkait upaya peningkatan kesejahteraan seluruh warga bangsa. Kesemuanya tidak terlepas dari persoalan kependudukan di negeri ini. Ide dan cita gagasannya memang indah. Namun untuk mencapainya tidak semudah membalik telapak tangan.






Oleh :
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Induk SINERGI BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA (328 Halaman)
No ISBN : 979-3462-06-X
Penerbit: Yayasan Damandiri
Cetakan : I Desember 2005

Bab 1 MEMBANGUN MANUSIA INDONESIA YANG BERMUTU, MAJU,BERBUDAYA DAN MANDIRI
Pada suatu hari nanti, apabila komitmen dan perhatian pemerintah serta seluruh rakyat benar-benar ditujukan pada pemberdayaan keluarga dan manusia Indonesia, terutama yang miskin atau kurang mampu, dan berhasil, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai akan menjadi suatu negara besar yang bermartabat, terhormat, dan disegani oleh kawan maupun lawan. Rakyat akan makmur dalam keadilan, dan adil dalam kemakmuran, sehingga bisa merasakan hidup dalam kedamaian, persatuan dan kesatuan yang kokoh bersama keluarga dan masyarakatnya, mampu menciptakan kehidupan berbudaya yang dinamis. Manusia Indonesia akan tampil sebagai bangsa yang maju, mempunyai kreatifitas tinggi, mandiri dan berbudaya, utamanya iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bab 2 SUMBER DAYA MANUSIA HARUS MENJADI TITIK SENTRAL PEMBANGUNAN
Reformasi telah lima tahun berjalan.Namun kemajuan yang kita damba-dambakan belum dapat kita wujudkan. Bahkan sebaliknya, kemerosotan hampir terjadi disegala bidang. Dibidang politik kita melihat adanya gejolak yang berkelanjutan. Hal ini antara lain disebabkan oleh perilaku elit politik yang berorientasi kepada kepentingan pribadi dan kelompok sempitnya. Mereka jauh dari empati terhadap penderitaan dan keprihatinan masyarakat.
Dibidang ekonomi, kita menyaksikan krisis berkepanjangan dan recovery ekonomi yang berjalan sangat lamban. Dari empat negara di kawasan Asia, yang sama-sama terguncang krisis ekonomi pada paruh kedua tahun 1998 - Indonesia, Korea, Malaysia dan Thailand - Indonesia merupakan negara paling lambat dalam mengatasi krisis tersebut. Dibidang sosial kita melihat, bertambah banyaknya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, meningkatnya kejahatan, maraknya premanisme dan seterusnya.

Bab 3 PEMBERDAYAAN KAWASAN TIMUR INDONESIA
Selama tujuh tahun terakhir ini Yayasan Damandiri telah berusaha membantu upaya pemberdayaan masyarakat kecil, keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I, di seluruh Indonesia. Pada tingkat awal, sejak tahun 1995 yang lalu, upaya itu dilakukan bekerja sama dengan lembaga pemerintah di tingkat pusat seperti BKKBN, lembaga pemerintah lain di tingkat daerah, dan berbagai lembaga atau organisasi swadaya masyarakat dan swasta. Mulai tahun 1999 upaya tersebut, khususnya di kawasan timur Indonesia, diperluas dengan bantuan pembinaan dan kredit pemberdayaan usaha mandiri atau PUNDI melalui beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bukopin.

Bab 4 STRATEGI BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA
Beberapa waktu lalu di kantor BKKBN Pusat diadakan pertemuan untuk membahas hasil Survey Demografi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003. Pembahasan itu bertepatan waktunya dengan roadshow yang diselenggarakan oleh Yayasan Damandiri, BKKBN dan berbagai instansi, lembaga dan pihak swasta terkait untuk mengembangkan strategi baru pemberdayaan keluarga di Indonesia. Roadshow diadakan di Purwokerto dan Magelang untuk Propinsi Jawa Tengah. Pertemuan semacam diadakan juga di Propinsi DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.

Riwayat Singkat Prof dr Haryono Suyono
Haryono Suyono dilahirkan di Pacitan, Jawa Timur pada tanggal 6 Mei 1938. Semasa kecilnya, Haryono diasuh kedua orang tuanya, Bapak Alimoeso dan Ibu Padmirah Alimoeso. Ayahnya adalah seorang guru SD yang kemudian berpindah-pindah dari satu desa pegunungan ke desa pegunungan lainnya di kawasan kabupaten Pacitan. Karena itu, Haryono semasa kecilnya banyak diasuh oleh ibunya yang ulet, Ny. Padmirah, yang mendidik anak-anaknya kerja keras dengan membuka warung kecil keperluan sehari-hari bagi keluarga sekitamya dirumahnya di Pucang sewu, Pacitan.
 
 
   
 
>> MENYEGARKAN GERAKAN KELUARGA SEJAHTERA MANDIRI
>> GONG PERDAMAIAN DUNIA
Sarana persaudaraan dan pemersatu umat manusia di seluruh planet bumi
>> REVITALISASI SISTEM EKONOMI PANCASILA
Teori dan Praktek Pengentasan Kemiskinan
>> REPUBLIK YANG MENUNGGU
>> KOPERASI SEBAGAI SOKOGURU EKONOMI
>> TRIAS EKONOMIKUS
Pembagian Tata Peran dan Tata Kelola BUMN-Koperasi-Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Nasional
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online