‘MEMOTONG RANTAI KEMISKINAN’
Tanggal: 27 Mar 2007
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono
 
Tulisan ini disajikan sebagai catatan yang mengantar uraian tentang pokok-pokok dukungan Yayasan Damandiri terhadap Program Terpadu Pemberdayaan Keluarga Sejahtera yang sekaligus dikaitkan dengan dukungan Yayasan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Uraian ini sekaligus merupakan penyajian kronologis sesuai dengan kesepakatan terhadap rancangan tahapan pemberdayaan keluarga sejahtera, pelaksanaan dari rancangan tersebut, perkembangannya di Indonesia serta dukungan atau hambatan yang muncul dalam perspektip nasional dan global.
Dalam uraian ini akan disampaikan pula berbagai penyesuaian yang telah atau yang akan disarankan untuk dikembangkan bersama dengan langkah-langkah nyata yang telah dilakukan oleh pemerintah, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, termasuk yayasan, maupun perusahaan-perusahaan swasta untuk mendukung upaya tersebut. Uraian ini dimulai sejak tahapan awal pemberdayaan keluarga melalui program KB sekitar tahun 1970 dengan konsentrasi pada upaya pemberdayaan keluarga dalam bidang ekonomi.

Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (354 halaman)
No ISBN: 979-3462-00-0
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003



Sekapur Sirih(Yayasan Damandiri ) :

Kata Sambutan (Menko Kesra Yusuf Kalla ) :

Bab I (Pendahuluan) : TAHAPAN PEMBERDAYAAN KELUARGA
Pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia memerlukan komitmen yang sangat tinggi dan jangka waktu yang panjang. Proses pengembangan itu merupakan proses pemberdayaan yang sangat sulit, harus dilakukan secara bertahap dan diikuti oleh semua yang terlibat, terutama para peserta yang dibangun, tanpa bisa diwakilkan. Karena kualitas keluarga Indonesia yang relatip rendah, maka pemberdayaan SDM itu dilakukan dengan pertama-tama, atau minimal sekaligus, memberdayakan keluarga sebagai lembaga yang pertama dan utama dari setiap insan anggotanya. Dalam proses pengembangan anggota keluarganya, maka keluarga akan memegang peranan Yang sangat menentukan.

Bab II (Pendidikan) : “MEMOTONG RANTAI KEMISKINAN”
Pertengahan minggu lalu, Vniversitas Sahid, salah satu perguruan tinggi swasta di
Jakarta yang makin maju, melakukan wisuda para sarjananya dengan megah. Menteri
Negara Koperasi dan UKM, Bapak H. Ali Marwan Hanan, SH. mendapat kesempatan
menyampaikan Orasi Ilmiah dihadapan para anggota Senat Universitas Sahid, tamu,
wisudawan, orang tua, saudara dan kerabatnya. Kesempatan itu beliau pergunakan untuk
membawakan tema yang menarik, tentunya sambil promosi bidang tugas beliau, yaitu
"Pemberdayaan Koperasi dan UKM dalam Pembangunan Nasional Berwawasan
Kewirausahaan ".

Bab III (Pemberdayaan Ekonomi Keluarga) : "DARI PENERIMA TITIPAN SAMPAI TOSERBA”
Untuk meningkatan kesempatan membangun, menambah lapangan kerja, biasanya kita
mulai dari jalur produksi dengan membuka kesempatan kerja baru. Kita berusaha
meningkatkan kemampuan mengolah bahan baku dengan tehnologi olahan menjadi
produk yang canggih dan laku jual. Pendekatan ini biasanya mengalami hambatan
karena kita biasanya tidak terlalu peduli menggarap pasar, aksesnya, dan penelitian
tingkah laku konsumen yang membutuhkan barang produksi tersebut. Untuk mengatasi
kesulitan, biasanya segera dipelajari tingkah laku konsumen dan mencoba menjual
produk dengan tehnik-tehnik pemasaran yang cocok dengan tingkah laku tersebut.
Gagasan untuk memperhatikan konsumen melalui segala pendekatannya biasanya
membawa hasil yang lumayan, sehingga kedua pendekatan itu biasanya menjadi andalan
untuk mencapai sukses.

Bab IV (Kependudukan) : “AWAS LEDAKAN BOM GENERASI MUDA”
Otonomi Daerah, BKKBN Dan Keluarga Berkualitas
Akhir Januari 2002 lalu para tokoh gerakan KB Nasional berkumpul di Jakarta untuk
merancang pengembangan program KB dan kelanjutan program pemberdayaan keluarga
untuk tahun 2002. Presiden Republik Indonesia, Ibu Megawati Soekarnoputri, telah
membuka pertemuan itu dengan memukul gong disertai lima petunjuknya yang jelas
bahwa keberhasilan pemberdayaan keluarga dimasa lalu harus lebih ditingkatkan.
Penurunan pertumbuhan penduduk yang meyakinkan, yang diiringi dengan
membudayanya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera dalam kebanyakan keluarga
Indonesia, harus dilanjutkan dengan upaya peningkatan kualitas penduduk secara
terpadu, konsisten dan berkelanjutan.

Bab V (Kesehatan Reproduksi) : “YANG MUDA YANG BERCINTA”
Indonesia dewasa ini menghadapi era globalisasi yang sangat dahsyat. Masyarakat
menjadi makin urban dan modern. Kalau tigapuluh tahun yang lalu masyarakat urban
baru mencapai sekitar 20 persen dari seluruh penduduk Indonesia, dewasa ini sudah
mendekati 50 persen. Namun, Indonesia masih sangat terkenal dengan sebutan negara
dengan tingkat kematian ibu hamil dan melahirkan paling tinggi di dunia. Salah satu
sebabnya adalah karena masyarakat masih miskin dan tingkat pendidikannya rendah.
Tingkah laku masyarakat umumnya dicerminkan oleh keadaan sumber daya manusia
yang rendah mutunya itu.

Bab VI (Komentar) :
1. Priyono Tjiptoherjianto
Bisa Menjual Program KB Ke Negara Lain.
Sebagai seorang ahli kependudukan dan sosiolog yang pemah menjabat Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN, Prof DR Haryono Suyono sudah sepantasnya menulis buku berkaitan dengan masalah kependudukan. Oleh karena itu, berkenaan dengan hari ulang tahunnya yang ke-65 pada 6 Mei 2003 ini, saya menyambut hangat peluncuran buku Buku "Memotong Rantai Kemiskinan" dan Seri "Visi Kependudukan Berwawasan Kemanusiaan" Melalui kepiawaiannya sebagai seorang demograf, sekaligus sebagai sosiolog, saya memang rnengharapkan beliau sempat menuliskan pemikiran- pemikirannya yang cemerlang.
2. Drs Ali Marwan Hanan
3. Dr Abdulah Cholil, MPH
4. Dr Sri Hartati P Pandi MPH
5. DR Rohadi Haryanto, MSC
6. Ny Inneke Soekaryo, Apt
7. Bambang Sadono

* (Riwayat Hidup) :

* (Bahan Bacaan) :
 
 
   
 
>> SINERGI BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA
>> MENYEGARKAN GERAKAN KELUARGA SEJAHTERA MANDIRI
>> GONG PERDAMAIAN DUNIA
Sarana persaudaraan dan pemersatu umat manusia di seluruh planet bumi
>> REVITALISASI SISTEM EKONOMI PANCASILA
Teori dan Praktek Pengentasan Kemiskinan
>> REPUBLIK YANG MENUNGGU
>> KOPERASI SEBAGAI SOKOGURU EKONOMI
>> TRIAS EKONOMIKUS
Pembagian Tata Peran dan Tata Kelola BUMN-Koperasi-Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Nasional
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online