
Perempuan diciptakan sebagai mahluk agung yang paling kuat dalam segala hal. Meski dalam setiap perjalanan waktu selama ini seringkali perempuan dipinggirkan hanya karena dinilai tidak memiliki daya juang memadai dibanding kaum pria. Maka dalam berbagai sektor dan bidang kaum perempuan niscaya selalu dinomorduakan.
Namun perjalanan waktu pula yang mengubah penilaian kurang menguntungkan bagi kaum perempuan tersebut, maka ketika ruang dan kesempatan dibuka, kaum perempuan sanggup menunjukkan jati diri sesungguhnya. Jika diberi kesempatan kaum perempuan sanggup membuktikannya kualitas dan potensi dirinya.
Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (276 Halaman)
No ISBN: 979-3462-035
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003
Kata Pengantar (Prof.DR.Haryono Suyono ) :
Kata Sambutan (Menteri Negara Koperasi dan UKM H Ali Marwan Hanan SH ) :
Kata Sambutan (Direktur Utama BNI Saifudien Hasan ) :
Bab I ( PENDAHULUAN) : Membangkitkan Pilar Ekonomi Keluarga
Indonesia adalah negeri yang kaya. Kaya akan sumber daya alam, sumber daya manusia, adat, budaya, dan sebagainya. Aneka ragam kekayaan yang dimiliki tak akan berarti apa-apa jika tak ada yang mengolahnya. Dalam mengolah kekayaan alam tersebut juga perlu sumber daya manusia berkualitas yang selalu mengedepankan asas manfaat dan memperhatikan kesejahteraan lingkungan, baik masyarakat maupun lingkungan hidup sekitarnya.
Bab II (BELAJAR, BERUSAHA DAN BERKARYA) : Membangun Koperasi Yang Dinamis
Hari Kamis tanggal 12 Juli 2001 silam kita memperingati Hari Koperasi 2001. Peringatan Hari Koperasi itu hampir bersamaan dengan peringatan Hari Kependudukan
Dunia tanggal 11 Juli 2001, satu hari sebelumnya. Kedua hari yang penting itu mempunyai kesamaan ideal pada tujuan dan sasarannya, yaitu memberdayakan setiap
penduduk, setiap orang, agar menjadi sesosok yang berkualitas untuk dapat
berpartisipasi dalam pembangunan secara penuh dan akhirnya ikut menikmati hasil
pembangunan secara adil sesuai dengan sumbangannya.
Bab III (MANDIRI MEMBANGUN KESEJAHTERAAN MELALUI PUNDI) : Membangun Asrama “Mahasiswa Berbasis Masyarakat”
Upaya menjadikan kampus atau pusat pendidikan sebagai pusat pembangunan atau pusat
pengembangan wilayah dapat ditempuh dengan berbagai cara. Salah satu syaratnya
adalah perlunya dikembangkan upaya untuk menyatukan masyarakat kampus dengan
masyarakat sekitarnya. Karena setiap cara mempunyai kelebihan dan kekurangannya,
terlebih dulu perlu disatukan manusia-manusia kampus dengan masyarakat sekitarnya.
Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan membangun koperasi atau usaha
ekonomi kampus berbasis masyarakat atau sebaliknya yang salah satu usahanya adalah
membangun asrama mahasiswa berbasis kemasyarakatan.
Bab IV(SANG MATAHARI MEMBUKA CAKRAWALA ) : Monumen Becak Di Kendal
Untuk menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2002 yang lalu, Televisi Pendidikan Indonesia, TPI, menggelar beberapa acara yang menarik. Acara menarik itu yang digelar itu adalah pengalaman ibu-ibu yang semula sangat sederhana dan menderita, yang karena
ketekunannya beribadah dan berusaha, dengan limpahan rahmat dan karuniaNya, akhirnya bisa terlepas dari penderitaannya. Mereka adalah orang-orang yang sabar, selalu
tawakal dan bekerja keras. Umumnya mereka sangat giat beribadah dan tidak pernah putus asa atau mengeluh. Mereka berusaha apa adanya dengan tekun dan selalu bersikap
baik terhadap para tetangganya.
*( Komentar) :
Ir Hadi Sunarno
Ahmad Nadjib Zabidi, SH
Drs Agus Sulaksono, MBA
Achmad Nur Chasan
Abdul Mdjib, SE
Hermani Abdurrachman
Brig Jend TNI Kartini Hermanus
Bambang Djoko PO
H Glen Glenardi, SE MM
Andi Djuarzah
Drs H Muhadjir Efendy, MAP
Fleming Harun, SE
Dra Inne EA Soekaryo, SIP
Prof Dr Ir Bambang Guritno
Sugiarsi
Kardi
Joko Suyanto, SE
Hj Sunarti Satimin
*( Riwayat Hidup) :
*( KLIPPING) :
* (Bahan Bacaan) :