
Meski saat ini jumlah penduduk Indonesia sebanyak 203,5 juta jiwa yang menunjukkan bahwa program-program yang disiapkan untuk membantu keluarga Indonesia merencanakan fertilitasnya dan mengerem pertumbuhan penduduk, terutama mereka yang masih dalam kategori usia subur dengan memberikan pengetahuan kepada mereka akan pentingnya kesehatan reproduksi, diharapkan mampu menekan angka kematian ibu, serta pengaruh buruk narkoba bagi perkembangan HIV/AIDS di Indonesia.
Sejak endemik HIV beberapa tahun lalu, secara kumulatif tidak kurang tidak kurang dari 20 juta orang telah meninggal dunia karena AIDS. Seperti halnya peperangan yang masih menjadi tontonan terbuka, pada waktu itu penyebaran virus itu masih tetap berlanjut dengan mengkhawatirkan. Karena peristiwa itu, jutaan anak-anak dari berbagai penjuru dunia telah menjadi yatim piatu yang terlantar. Bahkan tidak sedikit dari anak-anak itu yang meninggal dunia.
Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (270 Halaman)
No ISBN: 979-3462-04-3
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003
Kata Pengantar (Prof.DR.Haryono Suyono ) :
( Kata Sambutan Menkes RI ) : Dr Ahmad Sujudi
Bab I ( Pendahuluan) : Strategi Tingkatkan Kesadaran Pola Hidup Sehat Masyarakat
Indonesia dengan penduduk sekitar 211-212 jutajiwa telah mengalami kemajuan yang cukup lumayan. Namun begitu masyarakatnya masih perlu mendapat dukungan bagaimana memelihara dirinya untuk tetap hidup sehat. Tiga puluh tahun lalu Indonesia masih berada dalam suasana masyarakat pedesaan yang tradisional, berubah dengan kecepatan yang tinggi.
Bab II ( Selamatkan Nyawa Ibu Melahirkan ) : Menurunkan Kematian Ibu
Indonesia dewasa ini menghadapi era globalisasi yang sangat dahsyat. Masyarakat menjadi makin urban dan modern. Kalau tigapuluh tahun yang lalu masyarakat urban baru mencapai sekitar 20 persen dari seluruh penduduk Indonesia, dewasa ini sudah mendekati 50 persen. Namun, Indonesia masih sangat terkenal dengan sebutan negara dengan tingkat kematian ibu hamil dan melahirkan paling tinggi di dunia. Salah satu sebabnya adalah karena masyarakat masih miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tingkah laku masyarakat umumnya dicerminkan oleh keadaan sumber daya manusia yang rendah mutunya itu.
Bab III ( Menghadapi Teror HIV/Aids ) : Yang Muda Yang Bercinta
Tanggal 1 Desember 2001, kita yang peduli terhadap penyebaran Virus HIV memperingati Hari AIDS Sedunia. Menurut catatan PBB jumlah penduduk yang mengidap HIV telah meningkat dari 34,3 juta jiwa diakhir tahun 1999 menjadi 36,1 juta jiwa di tahun 2001. Melihat jumlah tersebut, peringatan hari ini seakan-akan merupakan tanda kemenangan yang membanggakan dari Virus HIV di seluruh dunia.
Mereka tidak boleh segera bertepuk tangan. Sejak peringatan Hari HIV/AIDS sedunia dicanangkan beberapa tahun terakhir ini, kita, umat manusia, makin berada pada posisi yang waspada. Kita makin kompak, makin sadar, makin gegap gempita mengembangkan sikap dan tingkah laku anti HIV untuk menyelamatkan umat manusia dari kepunahan karena serangan yang maha dahsyat itu.
Bab IV( Upaya Menyelamatkan Generasi Muda ) : Bahaya Reproduksi Yang Mengerikan
Dengan sangat serius Afrika melakukan serangan balik yang sangat dahsyat. Mereka mengejar sahabatnya di Asia dengan dinamika kependudukan yang tinggi dan gangguan masalah-masalah reproduksi yang sangat mengerikan. Berkat revolusi dan kemerdekaan yang dengan cepat menjalar dari satu negara ke negara lain, Afrika segera dikejar oleh arus meng-kota-nya masyakarat yang tinggi serta ledakan generasi muda yang dinamis. Tingkat kesehatan, pendidikan, serta kondisi ekonomi yang porak poranda karena tidak terurus sebelumnya menjadikan generasi muda Afrika tergoda budaya negatif perkotaan yang bebas dan permisif. Akibatnya banyak anak muda dari beberapa negara di Afrika terserang virus HID/AIDS yang mematikan.
Bab V ( Pentingnya Pola Hidup Sehat ) : Waspadai Gangguan Terhadap Anak Muda dan Orang Tua
Untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, sekaligus mengisi Hari
Kesehatan Nasional 2001, kita patut merenung dan menyiapkan diri dengan sungguh-
sungguh. Kita harus sadar akan gangguan dan bahaya yang mengancam, belajar mengisi
diri dengan pengetahuan yang benar dan mengambil langkah-langkah konkrit dengan
sungguh-sungguh. Anak muda sebagai harapan bangsa tidak boleh mengecewakan.
Orang tua sebagai aset nasional tidak boleh lengah. Kedua-duanya harus mengetahui
dengan tepat gangguan kesehatan apa yang harus mereka hadapi.
*( Komentar) :
Nurul Arifin
Henry Yosodiningrat
Prof Dr Umar Fahmi Achmadi
Dr Abdulah Cholil
Dr Syamsurizal Djauzi
Baby Jane Aditia
* (Bahan Bacaan) :
* (KLIPPING ) :