MENCINTAI PRODUKSI DALAM NEGERI
Tanggal: 28 Mar 2007
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono
 
Kita mempunyai penduduk tidak kurang dari 215 juta jiwa, jumlah ini merupakan pasar domestic yang sangat besar, yang bias menjadi basis kekuatan industri, terutama industri makanan dnegan basis produksi pertanian itu. Namun demikian, tidak ada pilihan lain kecuali harus ada kemampuan untuk meningkatkan daya saing yang diikuti dengan gerakan cinta produksi dalam negeri. Gerakan itu tentunya harus merupakan gerakan politik dengan keteladanan yang utama dari para pemimpin, elit politik dan lapisan masyarakat yang umumnya menjadi panutan masarakat luas.
Gerakan ini harus pula didukung oleh lembaga birokrasi yang memihak dan memberikan dukungan administrasi yang mudah dan cekatan sehingga para industrialis kecil dan mikro, utamanya koperasi di pedesaan, lidak mendapat hambatan dan beban ongkos yang tidak perlu. Bahkan harus ada kepemimpinan visioner yang berorientasi pengusaha kecil dan petani pedesaan, yang tidak saja memberikan kemudahan, tetapi lebih penting dari itu memberikan dukungan pemberdayaan, masukan tehnis dan kalau perlu pendampingan sumber daya manusia bermutu untuk menggenjot peningkatan mutu produk dan daya saing yang memadai.

Oleh :
Prof Dr Haryono Suyono
Buku dua : Mencintai Produksi Dalam Negeri (383 Halaman)
No ISBN : 979-3462-06-X
Penerbit: Yayasan Damandiri
Cetakan : I Desember 2005

Bab 1 Pemberdayaan Keluarga Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan
Pada tahun 1990-an, program pemberdayaan keluarga yang dimulai sejak tahun 1970-an, yang dilakukan melalui berbagai kegiatan, utamanya K6, kesehatan, pendidikan dan pembelajaran, serta dilakukan secara terpadu dengan berbagai program pembangunan sosial, ekonomi dan sosial lainnya, telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara bermakna. Menurut BPS, tingkat kemiskinan di Indonesia telah menurun dari sekitar 60 persen di tahun
1970 menjadi sekitar 14 -15 persen pada tahun 1990.

Bab 2 Bangkitkan Nasabah Mikro
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai mempunyai seorang Presiden dan Wakil Presiden yang baru, Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusut Kalla. Dengan rasa syukur kita menyambut kedua anak bangsa terbaik itu dengan harapan bahwa
kepercayaan yang telah ditumpahkan oleh rakyat diterima dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai amanah untuk tetap ingat dan siap mengantarkan serta mendampingi rakyat banyak membangun bangsa. Lebih khusus lagi mendampingi rakyat yang terbelakang
berpartisipasi membangun keluarga dan bangsanya secara mandiri.

Bab 3 Melanjutkan Pemberdayaan Masyarakat Penuh Harapan
Untuk melanjutkan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, di tahun 2003, Yayasan Damandiri mengadakan Rapat Kerja dengan rekan-rekan mitra kerja Bank pelaksana dari seluruh Indonesia. Mitra kerja itu terdiri dari Bank BNI, Bank Bukopin, Bank-bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan, BPR Nusamba, BPR Artha
Huda Abadi, BPR YIS, dan beberapa lembaga keuangan lainnya. Disamping itu diundang pula beberapa pakar yang diharapkan dapat membantu mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu dari kawasan timur Indonesia.

Bab 4 Menyapu Kemiskinan
Selama tujuh tahun terakhir ini Yayasan Damandiri telah berusaha membantu upaya pemberdayaan masyarakat kecil, keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I, di seluruh
Indonesia. Pada tingkat awal, sejak tahun 1995 yang lalu, upaya itu dilakukan bekerja sama dengan lembaga pemerintah di tingkat pusat seperti BKKBN, lembaga pemerintah lain di
tingkat daerah, dan berbagai lembaga atau organisasi swadaya masyarakat dan swasta. Mulai tahun 1999 upaya tersebut, khususnya di kawasan timur Indonesia, diperluas dengan
bantuan pembinaan dan kredit pemberdayaan usaha mandiri atau PUNDI melalui beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bukopin.

Bab 5 Akar Keladi membawa Berkah
Alhamdullilah kita telah mengambil langkah bijaksana memilih calon Presiden dan calon Wakil Presiden secara langsung. Pilihan ini menghasilkan dua pasang calon yang
akan bertanding untuk memperebutkan kursi kepemimpinan nasional pada tanggal 20 September yang akan datang. Kalau kepada para calon ini beberapa minggu yang lalu kita berikan bekal konsep pembangunan dengan paradigma baru, yaitu menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan, mulai hari ini kita akan memberikan kepada dua calon
unggulan itu hal-hal konkrit di lapangan yang memerlukan keberpihakan yang sungguh-sungguh.

Bab 6 Pengrajin Lilin Menerangi Dunia
Marianingsih yang dilahirkan di Kampung Karangdesa, Desa Tanjung, Kabupaten Lombok Barat, sejak kecil sadar betul bahwa kampung halamannya adalah suatu daerah yang tidak saja letaknya strategis dekat pantai Senggigi dan Giri Tawangan, tetapi juga indah, subur dan mempunyai prospek masa depan yang sangat menjanjikan. Di sebelah selatan kampung ini terpampang pegunungan yang indah dan bisa mengundang detak jantung para pengunjung yang mencari ketenangan dan keindahan.

Bab 7 Mengantar Juragan Usaha Mandiri
Eliawati yang lahir di Lampung 29 tahun yang lalu sejak tahun 1994 merantau dan bekerja di perusahaan property di Jakarta. Sedangkan Suyuti, suaminya, yang lahir di Pati, Jawa Tengah, 32 tahun yang lalu, setelah lulus Sarjana Hukum dari Universitas Muhamadiyah Surakarta, sejak tahun 1994 juga merantau ke Jakarta dan bekerja di perusahaan
yang sama. Suyuti bekerja di bagian hukum, sedangkan Eliawati yang lulusan SMA ditempatkan di bagian keuangan.

Bab 8 Produk Makanan Bergizi Datangkan Rejeki
Eliawati yang lahir di Lampung 29 tahun yang lalu sejak tahun 1994 merantau dan bekerja di perusahaan property di Jakarta. Sedangkan Suyuti, suaminya, yang lahir di Pati, Jawa Tengah, 32 tahun yang lalu, setelah lulus Sarjana Hukum dari Universitas Muhamadiyah Surakarta, sejak tahun 1994 juga merantau ke Jakarta dan bekerja di perusahaan yang sama. Suyuti bekerja di bagian hukum, sedangkan Eliawati yang lulusan SMA ditempatkan
di bagian keuangan.

Bab 9 Orang Kecil Masuk TV
Beberapa waktu lalu Pengurus Yayasan Damandiri bekerja sama dengan TPI dan pemerintah daerah melakukan syuting sinetron "Bukan Hanya Mimpi" di Sukabumi. Seri sinetron yang hampir dua tahun ini ditayangkan setiap hari Sabtu jam 16.00 di stasiun TPI bukan sinetron yang terpaksa harus diputar tengah malam karena adanya adegan buka-bukaan. Sinetron ini, yang sesungguhnya penuh dengan adegan buka-bukaan, justru bisa ditayangkan kapan saja. Sinetron yang tidak menyembunyikan selembar benangpun bisa ditonton siapa saja dan dimana saja.
 
 
   
 
>> MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN KELUARGA KURANG MAMPU
>> LANGKAH TEPAT SELAMATKAN NYAWA
>> EKONOMI KELUARGA PILAR UTAMA KELUARGA SEJAHTERA
>> PENDIDIKAN PEREMPUAN ASET BANGSA
>> VISI KEPENDUDUKAN BERWAWAWASAN KEMANUSIAAN
>> ‘MEMOTONG RANTAI KEMISKINAN’
>> SINERGI BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA
>> MENYEGARKAN GERAKAN KELUARGA SEJAHTERA MANDIRI
>> GONG PERDAMAIAN DUNIA
Sarana persaudaraan dan pemersatu umat manusia di seluruh planet bumi
>> REVITALISASI SISTEM EKONOMI PANCASILA
Teori dan Praktek Pengentasan Kemiskinan
>> REPUBLIK YANG MENUNGGU
>> KOPERASI SEBAGAI SOKOGURU EKONOMI
>> TRIAS EKONOMIKUS
Pembagian Tata Peran dan Tata Kelola BUMN-Koperasi-Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Nasional
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online