
Bantuan biaya pendidikan yang diberikan oleh Yayasan Damandiri merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Disamping itu, bantuan ini juga diarahkan untuk mendorong dan memberi kesempatan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mampu mengembanbangkan kepemimpinan dan kreatifitas sebagai calon pemimpin bangsa, khususnya dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan. Sebagai calon pimpinan yang dilahirkan dan dibesarkan dari lingkungan keluarga kurang mampu mereka diberi kesempatan untuk mempunyai komitmen untuk secara dini ikut serta dalam berbagai kegiatan,fembangunan yang ada hubungannya dengan pengembangan sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu dan pengentasan kemiskinan.
Judul Buku: PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS (PMSK 25 Hal)
Buku Petunjuk Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat
Sekitar Kampus (PMSK)
Oleh Mahasiswa Penerima
Bantuan Biaya Pendidikan (BBP)
Yayasan Damandiri
Maret 2003
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan dari Yayasan Damandiri adalah mereka yang berasal dari keluarga yang secara ekonomi relatif kurang mampu namun mempunyai potensi akademis yang menonjol. Dengan bantuan dari Yayasan Damandiri diharapkan mereka mempunyai kesempatan yang lebih baik dan bisa menyelesaikan tugas-tugas akademisnya dengan lebih baik. Apabila telah selesai nanti diharapkan mereka bisa menjadi tulang punggung keluarganya dalam membangun keluarga sejahtera.
Bantuan biaya pendidikan yang diberikan oleh Yayasan Damandiri merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Disamping itu, bantuan ini juga diarahkan untuk mendorong dan memberi kesempatan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mampu mengembanbangkan kepemimpinan dan kreatifitas sebagai calon pemimpin bangsa, khususnya dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan. Sebagai calon pimpinan yang dilahirkan dan dibesarkan dari lingkungan keluarga kurang mampu mereka diberi kesempatan untuk mempunyai komitmen untuk secara dini ikut serta dalam berbagai kegiatan,fembangunan yang ada hubungannya dengan pengembangan sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu dan pengentasan kemiskinan.
Tujuan itu didasari kenyataan bahwa komitmen untuk membantu keluarga kurang mampu tersebut tidak tumbuh begitu saja. Tumbuhnya komitmen harus melalui suatu proses yang didasari nilai-nilai pribadi yang memberikan kebanggaan kepada setiap mahasiswa bersangkutan atas prestasinya dalam membantu keluarga kurang mampu. Nilai-nilai inilah yang ingin ditumbuhkembangkan pada diri para mahasiswa penerima bantuan belajar sehingga pada saatnya nanti akan tumbuh menjadi pemimpin yang mempunyai kepedulian yang tinggi kepada upaya-upaya penanggulangan kemiskinan.
Selain harapan diatas, keterlibatan para mahasiswa ini juga berdasarkan keinginan agar kalangan perguruan tinggi yang merupakan salah satu sumber pengetahuan dan teknologi dapat memberi manfaat secara maksimal guna membantu masyarakat yang memerlukan di sekitarnya.
B. Ruang Lingkup
Program Pengembangan Masyarakat Sekitar Kampus (PMSK) merupakan bagian dari Program Pembangunan Keluarga Sejahtera untuk meningkatkan tahapan keluarga sejahtera yang dilakukan melalui peningkatan potensi keluarga dalam bidang usaha ekonomi produktif meliputi antara lain usaha warung, tempat kost, catering, wartel dan 1ain-lainnya.
Buku petunjuk pelaksanaan ini memuat pokok-pokok pikiran dan langkah-langkah konkrit yang bisa dijabarkan lebih lanjut di tingkat lapangan untuk mengembangkan Usaha Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat di sekitar kampus.
II. TUJUAN, SASARAN DAN PENDEKATAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS
A. Tujuan
Program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus (PMSK) oleh mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan Yayasan Damandiri bisa merupakan bagian dari usaha serupa yang dilakukan oleh suatu civitas akademika kampus atau upaya yang berdiri sendiri. Program ini secara umum bertujuan membantu keluarga kurang mampu yang mendapatkan bantuan pinjaman modal dari Bank yang bekerja sama dengan Yayasan Damandiri. Upaya keluarga dan masyarakat sekitar kampus itu bisa menggunakan tenaga mereka sendiri atau mendayagunakan potensi tenaga mahasiswa dari kampus.
Di samping memberikan pengalaman lapangan kepada setiap mahasiswa, upaya dukungan mahasiswa kepada keluarga dan masyarakat sekitar kampus dimaksudkan pula untuk menumbuhkan kepedulian para mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu agar dapat memberikan bekal pengetahuan dan teknologi atau bantuan lain kepada keluarga yang bersangkutan sebagai berikut:
Ø Memilih jenis usaha yang sesuai dengan permintaan pasar.
Ø Menguasai pengetahuan dan teknologi sederhana yang diperlukan untuk mengembangkan usaha atau melakukan produksi.
+ Memanfaatkan bantuan modal secara efektif dan efisien untuk mengembangkan usahanya.
+ Memasarkan produk baik dalam bentuk barang maupun jasa yang dihasilkannya. Mengadministrasikan usaha ekonomi yang dilakukan untuk mengoptimalkan perolehan keuntungan dan mencegah berhagai kemungkinan bentuk kerugian.
B. Sasaran
Para mahasiswa memilih sendiri keluarga atau anggota masyarakat sekitar kampus yang dipandang kurang mampu tetapi mempunyai usaha ekonomi produktip atau ingin mengembangkan usaha ekonomi produktip dengan bantuan kredit dari Bank yang mitra kerja Yayasan Damandiri. Bank mitra kerja itu adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Bukopin, Bank BPR dan Bank BNI. Keluarga atau anggota masyarakat itu bisa dalam bentuk kelompok atau perorangan serta tinggal dalam radius tidak lebih dari 5 û 10 km dari tempat tinggal mahasiswa yang bersangkutan. Program ini pada prinsipnya dapat diikuti oleh setiap mahasiswa, khususnya mahasiswa yang telah menerima Bantuan Biaya Pendidikan (BBP SPP) dari Yayasan Damandiri.
C. Pendekatan Progrom.
Dalam upaya mengoperasionalkan kegiatan program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus (PMSK) dilakukan berbagai pendekatan sebagai berikut:
1. Pendekatan Kualitas Keluarga.
Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus diarahkan pada upaya peningkatan kemandirian dan ketahanan keluarga dalam rangka pengembangan keluarga sejahtera yang mandiri.
2. Pendekatan Kelompok
Bimbingan dan dukungan pengembangan dilakukan melalui pendekatan perorangan atau pendekatan kelompok, khususnya pada keluarga atau kelompok yang mempunyai usaha ekonomi produktif, dengan tujuan agar dapat menumbuhkan kekuatan gerak pada perorangan atau kelompok keluarga tersebut.
3. Pendekatan Kepemimpinan.
Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya pada keluarga maupun kelompok keluarga untuk mengembangkan kepemimpinan dari kalangan mereka sendiri.
4. Pendekatan Kemitraan.
Untuk memberikan dukungan terhadap peningkatan kemampuan keluarga, khususnya keluarga kurang mampu yang sudah mempunyai usaha ekonomi produktip, untuk mengembangkan kemitraan dengan usaha yang sejenis atau usaha yang dapat mendorong kemajuan usahanya.
5. Pendekatan Kewirausahaan.
Bimbingan dan dukungan lain ditekankan pada menumbuhkembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan pada keluarga dan masyarakat yang sedang berusaha mandiri.
6. Pendekatan Gotong Royong.
Bimbingan dan pengembangan usaha diarahkan untuk membantu mengembangkan jaringan usaha dari keluarga yang sejahtera dan mandiri dalam fungsinya sebagai wahana penumbuhan solidaritas antar keluarga.
7. Pengembangan Masyarakat.
Bimbingan dan dukungan pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga untuk mengenali masalah dan potensi yang dimiliki serta memecahkan masalah-masalah sesuai dengan potensi yang dimiliki.
III. MEKANISME OPERASIONAL
Dukungan pengembangan oleh mahasiswa dilakukan dalam suatu tim yang terdiri dari 2-3 orang mahasiswa. Setiap tim dapat diserahi pembinaan minimal 2 kelompok nasabah yang berdekatan. Jumlah kelompok dapat ditambah atau dikurangi tergantung dari jumlah anggota kelompok dan atau jenis usaha yang dikembangkan. Untuk kelompok yang anggotanya besar dengan variasi usaha perorangan yang cukup tinggi dapat dipertimbangkan sebagai dasar guna mengurangi jumlah kelompok yang diserahkan pengemhangannya kepada mahasiswa.
Dalam melaksanaan pengembangan usaha kelompok mahasiswa diharapkan bisa memperoleh bantuan bimbingan dan pengawasan dari pihak Perguruan Tinggi dimana mereka belajar. Bantuan itu diharapkan dapat dikembangkan bersama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat atau bagian lain yang ditunjuk oleh pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan. Dalam melakukan bimbingan bersama para mahasiswa LPM atau bagian lain yang ditunjuk dapat menugaskan beberapa Dosen Pembimbing yang akan membimbing mahasiswa dalam persiapan program, atau pada saat para mahasiwa melaksanakan tugas pengembangan di lapangan. Setiap selesai melakukan dukungan pengembangan para mahasiswa melaporkan pelaksanaan tugasnya yang ditulis dalam "Buku Pelaksanaan Pengembangan" dan diserahkan kepada Dosen Pembimbingnya sesuai kesepakatan dengan lembaganya.
Masa dukungan pengembangan kelompok oleh Mahasiswa berlangsung selama I tahun sesuai dengan masa pemberian hantuan biaya pendidikan. Selama 1 tahun setiap tim diharapkan dapat bertemu dengan kelompoknya minimal dalam 10 kali pertemuan. Jadwal pelaksanaan dapat diatur berdasarkan kesepakatan antara kelompok dengan mahasiswa.
Agar tujuan dukungan pengembangan usaha yang dilakukan oleh para mahasiswa ini mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan maka para mahasiswa disarankan melakukan langkah-langkah pengembangan usaha menurut pola yang dirangkai dalam "Sepuluh Langkah Pengembangan Usaha".
"Sepuluh Langkah Pengembangan Usaha" adalah suatu pola pengembangan usaha kelompok Taskin untuk usaha ekonomi produktif mulai dari tingkat awal sampai dengan tingkat yang lebih berkembang.
Pola tersebut diformulasikan dalam urutan kegiatan sebagai berikut.
a. Kenali kelompok anda
b. Kenali kebutuhan pasar
c. Sosialisasikan peluang pasar
d. Tentukan jenis usaha
e. Pelatihan teknologi produksi
f. Galang permodalan
g. Lakukan proses produksi
h. Pasarkan hasil produksi
i. Administrasi pembukuan
j. Bina Dinamika Kelompok
Langkah 1 : Mengenali Kelornpok Anda
Tujuan :
Untuk mengetahui potensi, hambatan, dan peluang yang dimiliki oleh kelompok dan mengembangkan hubungan antar manusia (HAM) yang akrab dengan anggota kelompok yang bersangkutan.
Hasil yang diharapkan:
1. Mengenal dengan akrab pengurus dan anggota kelompok sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah yang terbuka.
2. Mengetahui kekuatan dan sumber-sumber yang ada dalam kelompok yang dapat didayagunakan untuk memajukan kelompok.
3. Mengetahui hambatan-hambatan yang dapat menghalangi kemajuan kelompok.
4. Mengetahui peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha kelompok
5. Membangun kesepakatan untuk bekerjasama memajukan kelompok.
Hal-hal yang perlu diketahui antara lain:
1. Susunan pengurus.
2. Kemampuan pengurus untuk mengorganisasikan kegiatan kelompok.
3. Jumlah anggota
4. Berapa keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I yang menjadi anggota?
5. Apakah kelompok ini sudah pernah mendapatkan Kukesra atau kredit lain yang sejenis?.
6. Kalau sudah, apakah pernah menunggak ?
7. Kegiatan usaha apa yang sudah pernah dilakukan ?
8. Bagaimana kemajuan usahanya ?
9. Apakah usaha tersebut masih dapat dikembangkan ?
10. Usahakan diantara anggota kelompok ada satu atau beherapa yang mampu untuk menjadi ketua/pimpinan kelompok, dan dapat menjadi pengagun dalam kredit Bank.
Langkah 2 : Mengenali Peluang Pasar
Tujuan:
Mencari peluang untuk memasarkan produk kelompok secara berkesinambungan.
Hasil yang diharapkan:
1. Informasi tentang jenis barang yang laku dijual, besarnya kebutuhan pasar, dan harga jual di pasar.
2. Kesepakatan dengan calon pemheli produk kelompok
Kegiatan yang dilakukan antara lain:
1. Datangilah warung, toko, pengusaha yang ada di sekitar tempat kelompok
2. Tanyakan jenis produk yang laku dijual
3. Tanyakan berapa jumlah kebutuhan produk yang laku dijual beserta persyaratan kualitas dan kemasan serta harganya
4. Negosiasikan kemungkinan produk tersebut dapat dipasok oleh kelompok. Kalau setuju, buatlah kesepakatan.
Langkah 3 : Sosialisasikan Peluang Pasar
Tujuan:
Agar anggota kelompok mengetahui jenis usaha yang mempunyai prospek menguntungkan.
Hasil yang diharapkan:
1. Kelompok mengetahui produk-produk yang mempunyai peluang pasar yang menguntungkan beserta dengan persyaratan spesifikasinya
2. Kelompok memilih beberapa alternatif jenis usaha yang akan dikembangkan
Kegiatan yang dilakukan:
1. Adakan pertemuan kelompok Taskin
2. Sampaikan hasil pendataan peluang pasar
3. Tawarkan kemungkinan kelompok memilih jenis usaha yang sesuai dengan peluang pasar dengan potensi yang ada di dalam kelompok
Lungkah 4: Menentukan Jenis Usaha
Tujuan:
Agar kelompok dapat memilih jenis usaha yang paling memungkinkan dilakukan oleh kelompok dan menguntungkan.
Hasil yang diharapkan:
1. Kelompok dapat megetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing alternatif jenis usaha
2. Kelompok dapat menentukan jenis usaha yang akan dikembangkan yang dinilai paling memungkinkan dan menguntungkan
Kegiatan yang dilakukan:
Bersama-sama dengan pengurus dan anggota kelompok melakukan scoring untuk menentukan urutan prioritas kegiatan yang akan dikembangkan. Pertimbangan yang dapat digunakan dalam memilih jenis usaha ini antara lain adalah:
1. Kemudahan untuk mendapatkan bahan haku
2. Penguasaan teknologi yang diperlukan
3. Resiko kegagalan, kerusakan, tambahan usaha yang dihadapi untuk menghasilkan produk ybs.
4. Prospek pengembangan masa depan yang lebih menjanjikan
Langkah 5 : Pelatihan Teknologi
Tujuan:
Agar kelompok menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan produksi barang atau penyediaan jasa sesuai dengan permintaan pasar.
Hasil yang diharapkan:
Kelompok dapat membuat barang atau melakukan pelayanan jasa sesuai dengan permintaan calon pembeli.
Kegiatan yang dilakukan:
1. Mendapatkan informasi tentang standarisasi produk yang diinginkan oleh calon pembeli.
2. Menjabarkan persyaratan standarisasi produk ke dalam bentuk kebutuhan pengetahuan dan ketrampilan yang Harus dimiliki oleh kelompok
3. Mempersiapkan kurikulum pelatihan sesuai dengan tujuan pelatihan dan tingkat kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti pelatihan
4. Pelatihan dapat dilakukan dengan cara magang pada perusahaan sejenis yang telah berjalan atau dengan Mendatangkan pelatih
Langkah 6 : Penggalangan Permodalan
Tujuan:
Agar kelompok mempunyai modal yang cukup untuk memproduksi barang atau mempersiapkan pelayanan jasa yang akan dijual.
Hasil yang diharapkan:
1. Kelompok dapat mengenali sumber-sumber permodalan yang dapat dimanfaatkan
2. Kelompok dapat memilih dan memanfaatkan sumber permodalan yang paling menguntungkan
3. Kelompok mempunyai modal yang cukup untuk memulai produksi
4. Kelompok dapat pinjaman kredit dari bank
Kegiatan yang dilakukan:
1. Mengenalkan sumber-sumber permodalan yang dapat dimanfaatkan, kelebihan dan kekurangannya beserta dengan prosedurnya:
a. luran anggota
b. Simpanan anggota yang belum dimanfaatkan
c. Kredit dari bank/ koperasi/ lembaga keuangan lain
d. Perusahaan/pengusaha yang bersedia menjadi mitra usahanya
2. Bersama-sama kelompok memilih sumber permodalan yang paling efektif dengan resiko paling kecil
3. Mengajukan usulan kepada pihak-pihak yang bersangkutan untuk mendapatkan modal sesuai dengan kebutuhan
Langkah 7 : Proses Produksi
Tujuan:
Agar kelompok dapat membuat barang atau mempersiapkan jasa sesuai dengan permintaan pasar.
Hasil yang diharapkan:
1. Kelompok dapat memilih bahan baku yang berkualitas
2. Kelompok dapat mengolah bahan baku menjadi barang jadi sesuai dengan cara yag benar
3. Kelompok dapat mempersiapkan barang-barang yang siap dijual sesuai permintaan pasar
Kegiatan yang dilakukan:
1. Penyediaan bahan baku.
2. Pilih bahan baku yang berkualitas dan hindari pemborosan pengunaan bahan baku
3. Pengolahan bahan baku. Jaga mutu produk dengan prosedur pengolahan yang benar. Produk yang cacat/rusak jangan ikut dijual
4. Pengemasan barang jadi. Kemas dengan baik dan menarik (jangan asal-asalan). Berikan label produk dan keterangan perizinan (izin Depkes untuk makanan dan Dep Perindustrian untuk non makanan)
Langkah 8 : Pemasaran
Tujuan:
Kelompok dapat menjual barangnya sesuai dengan rencana dan menguntungkan.
Hasi1 yang diharapkan:
Kelompok dapat menjual barangnya tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu, tepat harga dan menguntungkan.
Kegiatan yang dilakukan:
1. Penetapan harga yang rasional dan bersaing
2. Penyediaan barang dalam kemasan sesuai dengan selera pasar. (bentuk, ukuran, warna, rasa, pembungkus)
3. Promosi (komunikasi produk, potongan harga, pemberian hadiah, dll)
4. Pengiriman barang. Berikan jaminan bahwa barang yang rusak akan diganti. Berorientasilah kepada kepuasan pelanggan.
5. Menjaga kontinuitas produksi
Langkah 9 : Administrasi Pembukuan
Tujuan:
Agar kelompok dapat mencatat semua kegiatan dan transaksi jual beli yang dilakukan.
Hasil yang diharapkan:
1. Kelompok mempunyai buku catatan kegiatan dan transaksi yang dilakukan
2. Kelompok dapat melakukan kegiatan pencatatan dan pemhukuan dengan benar dan mandiri
Kegiatan yang dilakukan:
1. Memberikan contoh format buku-buku yang diperlukan.
Paling tidak kelompok mempunyai buku/ catatan sebagai berikut:
a. Buku kegiatan
b. Buku pembelian
c. Buku penjualan
d. Buku keluar masuk barang
e. Buku keluar masuk keuangan
2. Memberikan bimbingan cara mengisi buku tersebut
3. Memantau cara pengisian buku-buku tersebut
Langkah 10 : Dinamika Kelompok
Tujuan:
Agar hubungan dalam kelompok tetap terjaga serta semakin intensif dan produktif.
Hasil yang diharapkan:
1. Adanya kepemimpinan kelompok
2. Tumbuhnya rasa saling memiliki diantara anggota kelompok
3. Peningkatan kualitas kerja sama dalam kelompok
4. Peningkatan kualitas hasil kerjasama kelompok
Kegiatan yang dilakukan:
Mengusahakan pertemuan dan kunjungan berikut ini dapat berjalan secara teratur dengan agenda-agenda yang menarik.
1. Pertemuan pengurus
2. Pertemuan pengurus dengan anggota
3. Latihan untuk pengurus/anggota
4. Kunjungan pengurus kepada anggota
5. Kunjungan antar anggota
Namun demikian jika para mahasiswa dengan bantuan perguruan tinggi yang bersangkutan dapat mengembangkan modul bimbingan usaha yang lebih tepat maka mereka dapat menggunakan modul yang dikembangkan tersebut setelah disepakati oleh Tim Pembimbing.
Kerjasama bimbingan terhadap keluarga penerima kredit dari Bank yang bekerja sama dengan Yayasan Damandiri itu sebaiknya dilangsungkan dalam waktu yang relatif lama, misalnya selama 1 tahun, dan kalau perlu diperpanjang lagi jika berdasarkan penilaian nanti pihak-pihak yang bersangkutan menunjukan minat dan kinerja yang baik. Sebagai perangsang keterlibatan mahasiswa dlm pembinaan usaha keluarga ini Yayasan Damandiri memberikan bantuan untuk membayar SPP selama 1 tahun.
Pada akhir masa bimbingan, kegiatan mahasiswa ini akan dievaluasi oleh suatu Tim yang terdiri dari unsur Perguruan Tinggi, Bank dan dari pihak Yayasan Damandiri. Penilaian itu didasarkan atas data laporan yang diambil dari Buku Pelaksanaan Bimbingan dan Catatan Kelompok atau dari studi tersendiri yang disiapkan untuk ini.
IV. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
A. Persiapan
1. Pendataan Mahasiswa
Mahasiswa penerima dukungan biaya SPP yang berminat mengikuti kegiatan ini dapat mendaftarkan diri kepada Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) atau bagian lain yang ditunjuk oleh pihak Perguruan Tinggi untuk menangani program tersehut. Dalam daftar tersebut minimal sudah dapat diketahui nama mahasiswa, fakultas tempat belajar, alamat tempat tinggal, bidang usaha yang paling diminati. Atas dasar daftar tersebut kemudian pihak LPM akan mengajukan kepada bank penyalur kredit (BPD, dan Bukopin) terdekat untuk mendapatkan alokasi kelompok/ nasahah yang dapat dipilih untuk mendapat bantuan pengembangan.
2. Persiapan Mahasiswa
Sebelum diterjunkan ke lapangan para mahasiswa diberikan pembekalan terlehih dahulu oleh pihak LPM.
Pembekalan meliputi materi:
a. Tugas dan fungsi mahasiswa selama memberikan dukungan pengembangan
b. Langkah-langkah pembinaan usaha kelompok
c. Mekanisme operasional pelaksanaan dilapangan
d. Pengetahuan dan ketrampilan khusus yang diperlukan untuk pengembangan
e. Sistem pelaporan dan pertanggungan jawab tugas
B. Pelaksanaa
1. Bimbingan Oleh Mahasiswa
Dukungan pengembangan oleh mahasiswa pada keluarga penerima bantuan kredit dilakukan secara tim yang terdiri 2-3 orang mahasiswa. Pendekatan tim ini digunakan dengan maksud untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa dan memudahkan mereka melakukan tugas-tugas pengembangan kepada anggota kelompok. Pelaksanaan tugas dilakukan melalui strategi 10 1angkah pembinaan usaha. Agar kegiatan dan substansi pembinaan masih dapat diingat oleh kelompok dan juga untuk memudahkan monitoring dan evaluasinya, maka setiap selesai pembinaan para mahasiswa diwajibkan menulis hal-hal yang dilakukan dalam:
a. Buku Catatan Kegiatan di kelompok/ nasabah.
b. Buku Pelaksanaan Pengembangan yang ada pada masing-masing Tim mahasiswa.
2. Bimbingan Pengawasan
Bimbingan pengawasan dilakukan oleh Dosen Pembimbing dan unsur Perbankan: Dosen Pembimbing bertanggungjawab dlm aspek pengembangan motivasi, pengetahuan, dan ketrampilan teknis kelompok. Sedangkan unsur Perbankan bertanggung jawab dalam aspek pengelolaan kredit yang diterima oleh kelompok. Bimbingan pengawasan dapat dilakukan bersamaan pada saat para mahasiswa melakukan bimbingan dilapangan atau melalui forum tersendiri yang diadakan khusus untuk maksud tersebut. Pelaksanaan bimbingan dan pengawasan ini diharapkan dapat dicatat pula dalam Buku Pelaksanaan Bimbingan.
V. MONITORING DAN EVALUASI
Keberhasilan progam Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus (PMSK) akan dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut:
1. Tingkat Cakupan program.
Prosentase jumlah keluarga kurang mampu yang ikut dalam program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar kampus.
2. Tingkat perkembangan usaha.
Ratio antara jumlah keluarga yang ikut dalam program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus dalam suatu waktu (misalnya, bulan ini) dengan jumlah keluarga yang ikut dalam program PMSK dalam kurun waktu sebelumnya (misalnya bulan lalu).
3. Tingkat perkembangan hasil usaha.
Ratio antara jumlah unit hasil usaha yang dapat dijual pada waktu tertentu (misalnya bulan ini) untuk suatu jenis produk/komoditi tertentu dengan jumlah unit hasil usaha yang dapat dijual untuk barang/komoditi yang bersangkutan pada kurun waktu sebelumnya (misalnya bulan yang lalu).
4. Tingkat efektifitas program.
Prosentase keluarga yang ikut dalam program PMSK yang mengalami tingkat perkembangan hasil usahanya meningkat.
5. Tingkat efektifitas dampak program.
Prosentase keluarga yang mengalami tingkat perkembangan hasil usaha yang dapat meningkatkan tahapan keluarga sejahtera atau makin mampu mandiri.
Untuk melihat perkembangan program PMSK, indikator-indikator program tersebut akan dimonitor melalui berbagai kegiatan, yaitu:
a. Pencatatan pelaporan khusus untuk kegiatan PMSK.
b. Kunjungan lapangan.
c. Penelitian.
Evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh Tim Yayasan Damandiri, mitra Bank atau pihak Universitas (Tim/LPM yang ditunjuk) untuk masing-masing tingkatan guna melihat hasil usaha yang telah dilakukan pada kurun waktu yang ditentukan.
VI. PENUTUP
Program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus (PMSK) memiliki potensi besar untuk meningkatkan tahapan keluarga sejahtera. Program ini akan membantu menciptakan kesempatan kerja dan kesempatan peningkatan pendapatan keluarga.
Agar program ini dapat dikembangkan dengan baik, diharapkan pedoman yang masih bersifat umum ini dapat dijabarkan lebih lanjut dalam pedoman-pedoman yang lebih terinci pada jajaran lapangan sesuai dengan potensi dan keperluan yang ada dimasing-masing daerah. Dengan demikian, para mahasiswa dan pendukung Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus (PMSK) lain yang terlibat didalamnya dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan sebaik-baiknya.
Dengan dukungan dan informasi tambahan dari seluruh peserta, pedoman ini bisa dan akan senantiasa disempurnakan agar dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.
Maret 2003