
Program magang dengan model lesson study antara SMA 2 Playen dan SMA 1 Karangmojo di SMA 8 Yogyakarta yang berlangsung selama September-Oktober 2006, kegiatan ini sangat bermanfaat sekali dalam meningkatkan kualitas pengetahuan serta kemampuan, dan keterampilan para peserta magang.
Yayasan Damandiri bersama Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa serta LPM Universitas Diponegoro Semarang, bekerjasama membantu membina guru dan siswa SMA agar tercapai peningkatan mutu Sumber Daya Manusia serta kualitas SMA untuk menjadi “Sekolah Unggul” dengan melakukan penyelenggaraan magang kepada Kepala Sekolah, para Guru dan siswa.
Motivasi dan semangat para peserta magang sangat tinggi untuk senantiasa belajar dan berkembang ke arah yang lebih baik, dan menambah wawasan dan kemampuan masing-masing untuk meningkatkan kualitas pengabdian mereka di dunia pendidikan.
Sejarah Pendidikan Tamansiswa (video)
Kerjasama LPM Yayasan Damandiri dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (video)
Pengarahan Pimpinan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (Video)
Persiapan kegiatan magang (Life Skills) (Video)
Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Life Skill (Video)
Evaluasi hasil kegiatan pelatihan (Video)
Persentasi Guru magang (pdf)
Persentasi Siswa magang (pdf)
Tim Pelaksana: Ki Drs. Widodo Budhi, M.Si., Nyi Dra. Siti Rochmiyati, Ki Drs. Hazairin Eko Prasetyo, M.S., Ki Drs. Sudartomo Macaryus, M.Hum.
Didukung Oleh:
Yayasan Damandiri
LPM Universitas Diponegoro Semarang
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Mitra Pelatihan Life Skills
Dinas Pendidikan Kabupaten Gn Kidul
Dinas Pendidikan Yogyakarta
Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan magang Kepala Sekolah dan Guru :
-Memperluas wawasan dan kualitas pengetahuan guru/kepala sekolah target tentang
penyusunan program persekolahan dan praktik persekolahan berbasis teknologi
informasi dan komunikasi.
-Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menyusun perangkat persiapan
kegiatan belajar secara berhasil-guna dan berdaya-guna.
-Memahami dan mendalami dengan lebih baik cara-cara pengelolaan kelas yang efektif.
-Menambah wawasan dan kemampuan dalam penyusunan alat evaluasi untuk mengukur
kemampuan siswa secara individual dan klasikal.
-Memahami lebih jauh tentang hasil analisis kegiatan evaluasi hasil belajar dan
penentuan skala prioritas tindak lanjut bagi para siswa, misalnya perancangan kegiatan
pengayaan dan/atau remedial.
-Meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan siswa dalam rangka kegiatan belajar-
mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas.
-Perubahan kualitas suasana kelas menjadi semakin kondusif untuk kegiatan belajar
mengajar.
Untuk meningkatkan peran Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) dari Perguruan Tinggi dalam pengembangan SDM Kepala Sekolah dan Guru serta mengembangkan “Sekolah Unggul” dengan penyelenggaraan magang.
Perguruan Tinggi (LP3M) yang didukung oleh Yayasan Damandiri membantu serta membina guru dan siswa SMA agar tercapai peningkatan mutu manajemen Sekolah Berbasis Teknologi Informasi dan komunikasi, Administrasi Sekolah, Monitoring dan Evaluasi Persekolahan, Pengembangan Program Sekolah, Persiapan Perangkat pembelajaran, Proses Kegiatan Belajar Mengajar, Pengelolaan Kelas, Penyusunan Alat Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar, Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran, Analisis Hasil Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar, Kegiatan Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar, Berbagi Pengalaman (sharing of experience) Dalam Hal Penetapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Diskusi Pembinaan Siswa Secara Individual dan Klasikal.
SMA 2 Playen dan SMA 1 Karangmojo Kabupaten Gunungkidul untuk dikembangkan menjadi “Sekolah Unggul” melalui kegiatan magang bagi Kepala Sekolah dan Guru.
Perguruan Tinggi (LP3M) untuk membantu membina guru dan siswa SMA agar tercapai peningkatan mutu pendidikan SMA.
1. Sekolah target
a) SMA 2 PLAYEN Logandeng, Playen, Gunungkidul Telp. (0274)391176
b) SMA 1 KARANGMOJO Coyudan, Ngipak, Karangmojo Telp. (0274)7494175
2. Sekolah sumber
SMA 8 YOGYAKARTA Jl. Sidobali 1 Muja Muju, Yogyakarta Telp. (0274)513943
Yayasan Damandiri serta instansi terkait lainnya mendukung sarana dan prasarana dalam kegiatan magang ini, seluruhnya tersedia dalam jumlah dan kualitas yang cukup, sehingga kegiatan pemagangan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Berikut ini tersusun kesepakatan jadwal pemagangan antara guru target dan guru sumber pada acara ”Orientasi Program ke Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan oleh LP3M-UST tanggal 1 September 2006.
Motivasi dan semangat para guru/kepala sekolah peserta magang sangat tinggi untuk senantiasa belajar dan berkembang ke arah yang lebih baik, dan menambah wawasan dan kemampuan masing-masing untuk meningkatkan kualitas pengabdian mereka di dunia pendidikan.
Menjadikan Kompetisi yang sehat antar sekolah dengan tujuan utama menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas di masa mendatang.
Dukungan pejabat daerah terkait yang secara tidak langsung telah mendorong para guru/kepala sekolah target untuk melaksanakan kegiatan magang secara bertanggung jawab dan berhasil guna.
Program magang dengan model lesson study antara SMA 2 Playen dan SMA 1 Karangmojo di SMA 8 Yogyakarta yang berlangsung selama September-Oktober 2006 sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan para peserta magang.
Pada masa mendatang, kegiatan seperti ini perlu diperluas dengan melibatkan lebih banyak sekolah yang memiliki ciri khas dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kegiatan magang seperti ini kemungkinan akan lebih baik jika dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru dengan melibatkan lebih banyak lagi bidang studi
Koordinasi, monitoring, dan evaluasi oleh seluruh komponen baik sekolah sumber, sekolah target, Tim Pelaksana, dan Tim Koordinator perlu lebih lebih giat lagi demi perbaikan pembinaan pada masa yang akan datang.
Tujuan diadakan pelatihan Life skills Siswa SMA
Meningkatkan peran Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) dari Perguruan Tinggi dalam pengembangan SDM khususnya siswa SMA agar memiliki semangat dan jiwa kewirausahaan.
Mendorong siswa SMA, terutama yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, untuk mengikuti pelatihan dengan teknik pemagangan agar memiliki bekal pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan wirausaha dalam bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Pelatihan Life Skill Siswa SMAN 2 Playen dan SMAN 1 Karangmojo Kabupaten Gunungkidul, masing masing diberikan kesempatan untuk 20 siswa, diberi pelatihan melalui pemagangan siswa agar memiliki keterampilan (life skills).
Mengembangkan peran serta masyarakat dalam mendidik dan mengembangkan keterampilan siswa melalui kegiatan pemagangan. Adapun syarat untuk mengikuti pelatihan melalui proses:
Seleksi Siswa untuk mengikuti minat pelatihan life skills meliputi bidang Komputer, menjahit, Tata Rias, Otomotif dan Penyiar Radio.
Pelatihan Komputer melatih siswa untuk dapat (word, excel, office, corel draw, photoshop, grafis, mengetik surat, makalah, tabel, dan kolom, menjilid buku)
Pelatihan Menjahit meliputi latihan (pengenalan alat, pengukuran, pola, penggabungan pola, menyambung, menggabungan, menjahit bahan, memasang saku, ban, ritsleting, membuat blus, rok, daster, gaun, hem, dan celana pendek).
Pelatihan bidang Akuntansi meliputi materi (persamaan dasar akt., buku besar, jurnal, dan penyusunan lap. keuangan)
Pelatihan Keterampilan Salon meliputi (pengenalan alat, make up wajah, mengecat rambut, cuci dan mengeringkan rambut, wiru kain Jogja-Solo (putra-putri), sasak dan pasang sanggul Jawa dan modern, blow, massage conditioner, hair tonic, keriting, dan potong rambut).
Pelatihan Penyiar meliputi tentang (pengenalan alat, cara mengoperasikan, dan pemeliharaannya, menyiarkan berbagai acara, pengelolaan radio komunitas)
Pelatihan Bengkel Otomotif meliputi (pengenalan mesin, bongkar dan pasang kaburator, mesin, kampas kopling, stang piston, roda, menghidupkan dan menyetel mesin)
Hasil yang dicapai dalam pelatihan Life Skills ini anatara lain :
Peserta Pelatihan Life Skills memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk membuka usaha sendiri atau bekerja di bidang usaha sesuai dengan keterampilan yang diperolehnya.
Peserta Pelatihan Life Skills memiliki bekal pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kepercayaan diri, dan keberanian untuk membuka usaha sendiri.
Peserta Pelatihan Life Skills Memiliki wawasan yang lebih luas mengenai dunia kerja yang semakin kompetitif.
Peserta Pelatihan Life Skills Mendapatkan kemudahan biaya dalam menambah keterampilan karena siswa magang berasal dari gol. ekonomi menegah kebawah.
PROGRAM PENINGKATAN SDM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI POLA KEMITRAAN sangat membantu para peserta magang, Oleh karena itu, mereka berharap ada tindak lanjutnya untuk menambah wawasan pengajar dan juga untuk membekali siswa dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang cepat dapat dimanfaatkan masyarakat.
Program ini sangat bermanfaat bagi siswa karena memunculkan semangat dan keberanian untuk membuka usaha baru (menjahit, salon, pengetikan komputer, bengkel sepeda motor) untuk sebagai tambahan bekal dalam memasuki dunia kerja.