ANALISIS EKONOMI MANFAAT EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PULAU TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA
Tanggal: 21 May 2007
Laporan: ERNI SISCA DEWI
 
Nelayan pancing merupakan kelompok nelayan yang sangat tergantung kepada keberadaan ekosistem terumbu karang. Di Pulau Ternate terdapat 729 nelayan pancing yang diantaranya menjalankan praktek penangkapan ikan karang secara destruktif.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi nilai manfaat dari ekosistem terumbu karang dengan menggunakan pendekatan efek produktivitas. Pendekatan ini menggunakan perbedaan hasil produksi perikanan karang sebelum dan sesudah praktek penangkapan ikan karang secara destruktif.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai estimasi ekonomi aktual dari ekosistem terumbu karang di Pulau Ternate berdasarkan data primer adalah Rp 21.027.933.840,00. Sementara itu estimasi dari nilai manfaat sekarang adalah Rp 384.542.778,79. Sedangkan nilai estimasi manfaat bersih sekarang adalah Rp 239.081.334,38.

Oleh:
ERNI SISCA DEWI
PASCA SARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2006

Cover
Riwayat Hidup
Prakata
Abstrak


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan panjang garis pantai lebih dari 81.000 km serta lebih dari 17.508 pulau dan luas sekitar 3,1 juta km2 sehingga wilayah pesisir lautan Indonesia dikenal sebagai Negara dengan kekayaan dan keaneka ragaman hayati (biodiversity) laut terbesar di dunia dengan memiliki ekosistem pesisir seperti mangrove, terumbu karang (coral reefs) dan padang lamun (sea grass bed) (Dahuri et al 1996.
Untuk ekosistem terumbu karang World Resource Institute (WRI) (2002) mengestimasi bahwa luas terumbu karang di indonesia adalah sekitar 51.000 km2. Angka ini belum mencakup terumbu karang di wilayah terpencil yang belum di petakan atau berada di perairan agak dalam (inland water). Jika estimassi ini akurat maka 51% terumbu karang di Asia Tenggara atau 18% terumbu karang di dunia berada diperairan Indonesia.

TINJAUAN PUSTAKA
Ekosistem Terumbu Karang
Terumbu karang (coral Reef) merupakan masyarakat organisme yang hidup di dasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur (CaCO3) yang cukup kuat menahan gelombang laut. Sedangkan organisme-organisme yang dominant hidup disini adalah binatang-binatang karang yang mempunyai kerangka kapur, dan lagae yang banyak diantaranya juga mengandung kapur. Berkaitan dengan terumbu karang diatas dibedakan antara binatang karang atau karang (reef coral) sebagai suatu ekosistem (sorokin, 1993).
Terumbu karang (coral Reef) sebagai ekosistem dasar laut dengan penghuni utama karang batu mempunyai arsitektur yang mengagumkan dan dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut polip.

KERANGKA PENDEKATAN STUDI
Sember daya alam yang berperan sangat penting bagi kehidupan dalam pemanfaatanya sering menggunakan cara-cara yang kurang bijaksana. Hal ini tercermin dari sikap dan perilaku dalam mengekstraksi dengan menggunkan pola pemanfaatan tidak ramah lingkungan. Akibat perilaku destruktif tersebut tidak dapat dihindari terjadi degradasi sumberdaya alam yang tak terkendali. Salah satu sumber daya alam yang berada dalam kondisi ini adalah terumbu karang. Saat ini terjadi perubahan pada pemanfaatan ekosistem terumbu karang. Umumnya perubahan pola pemanfaatan bukan kearah yang lebih baik tetapi pola pemanfaatan yang destruktif dengan tidak berdasarkan kepada keberlanjutan ekosistem tersebut seperti penangkapan berlebih, penggunaan bom, penggunaan obat bius, pemasangan perangkap dan penambangan karang.

METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu
Penelitian ini telah dilaksanakan di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara pada bulan September 2005 sampai Desember 2005.

Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Tujuan studi kasus untuk memeberikan gambaran tentang latar belakang, sifat-sifat sera karakter yang khas dari kasus, tipe pendekatan dan penelaahannnya terhadap satu kasus dilakukan secara intensif, mendalam,mendetail dan konperhensif (Faisal 2001). Dalam hal ini metode studi kasus digunakan untuk mengkaji lebih dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan menggunakan teknik survey dalam pengambilan responden, akan memungkinkan model yang digunakan dapat diadopsi untuk penelitian di daerah lainnya.

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Kondisi Geografis
Pulau Ternate merupakan wilayah kepualauan yang terletak disisi barat pulau Halmaheradan merupakan bagian dari provinsi Maluku Utara. Luas Wilayah Pulau ternate adalah 5.681,30 km2, dengan perairan lautnya sekitar 5.457,55 km2 dari keseluruhan wilayah yang ada, luas daratannya 133,74 km2. Wilayah pulau-pulau kecil di kepualauan Ternate terletak pada kordinat 126.20.- 128.05 Bujur Barat serta 0.50-2.10 Lintang Utara.

HASIL PEMBAHASAN
Pendekatan Data (Cross Section)
Nilai Ekonomi Aktual (Net Benefit Income Approach)
Ekosistem terumbu karang mempunyai nilai ekonomi yang didasarkan atas perhitungan manfaat dan biaya pemanfaatan. Berdasarkan tipologi nilai ekonomi total ekosistem ini mempunyai nilai manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat langsungyang dapat dinilai dari keberadaan ekosistem terumbu karang adalah perikanan karang. Jumlah panenan ikan, kerang dan kepiting dari terumbu karang secara lestari di seluruh dunia dapat mencapai 9 juta ton atau sedikitnya 12 % dari jumlah tangkapan perikanan dunia.

SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan pemanfaatan ikan karang konsumsi dengan menggunakan data cross section maka nilai ekonomi aktual ekosistem terumbu karang di kepualauan Ternate adalah sebesar Rp 21.027.933.840,00 sedangkan nilai manfaat sekarang dari ekosistem terumbu karang di Pulau Ternate sebesar Rp 384.542.778,79 dan nilai ekonomi sekarang ekosistem terumbu karang di Pulau Ternate sebesar Rp 239.081.334,38

DAFTAR PUSTAKA
 
 
   
 
>> PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN LINDUNG JOMPI KABUPATEN MUNA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
>> PENGARUH FAKTOR INTERNAL KONSUMEN DAN KINERJA BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOMODITAS TEH OLEH KONSUMEN RUMAH TANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT
>> MODEL PELATIHAN KETERAMPILAN USAHA TERPADU BAGI PETANI SEBAGAI UPAYA ALIH KOMODITAS
>> EVALUASI MUTU DAN NILAI GIZI NUGGET DAGING MERAH IKAN TUNA (Thunnus sp) YANG DIBERI PERLAKUAN TITANIUM DIOKSIDA
>> EKSTRAKSI VANILI SECARA ENZIMATIK DARI BUAH VANILI (Vanilla planifolia ANDREWS) SEGAR
>> PENGARUH SYSTEM PENYAMPAIAN JASA TERHADAP CITRA RUMAH SAKIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPERCAYAAN PELANGGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI SUMATERA BARAT
>> Optimasi Pengembang Usaha Perikanan Mini Purse Seine di Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan
>> Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pekanbaru
>> Karakteristik Karaginan Rumput Laut eucheuma cottonii Pada Berbagai Umur Panen, Konsentrasi Koh dan Lama Ekstraksi
>> AGED CARE IN SURABAYA
A Case Study Of Best Practices In Care For Old Aged
>> FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN ORANG LANJUT USIA (Studi Kasus di Kelurahan Jambangan)
>> PENDEKATAN AKUSTIK DALAM STUDI TINGKAH LAKU IKAN PADA PROSES PENANGKAPAN DENGAN ALAT BANTU CAHAYA (THE ACOUSTIC APPROACH TO FISH BEHAVIOUR STUDY IN CAPTURE PROCESS WITH LIGHT ATTRACTION)
>> ANALISIS DIMENSI PENILAIAN PRESTASI KERJA KARYAWAN BANK SYARIAH MANDIRI DI WILAYAH JAWA TIMUR
>> PEMBERDAYAAN SEKTOR INFORMAL : STUDI TENTANG PENGELOLAAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENERIMAAN PAD DI KOTA MANADO
>> ANALISIS SIKAP IKLIM ORGANISASI, ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA DALAM MENENTUKAN EFEKTIVITAS KINERJA ORGANISASI DI GARNISUN TETAP III SURABAYA
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online