
Ruang lingkup penelitian ini adalah perancangan kemasan yang berbahan baku pelepah salak untuk transportasi buah salak. Perancangan kemasan dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan yaitu pengukuran dimensi dan uji sifat mekanis buah dan pelepah salak sebagai tahap I, perancangan dimensi kemasan yang optimal sebagai tahap II, dan uji beban tekan maksimum dan simulasi transportasi kemasan hasil rancangan sebagai tahap III. Simulasi transportasi menggunakan meja getar berfrekuensi 3.34 Hz dan amplitudo 4.85 cm selama 3 (tiga) jam atau setara dengan transportasi sejauh 500 km pada jalan luar kota menggunakan truk yang berfrekuensi 1.4 Hz dan amplitudo 1.74 cm. Perlakuan dalam penelitian adalah 3 (tiga) jenis kapasitas kemasan, yaitu 10, 15, dan 20 kg. Buah salak disusun dengan pola susun face centered cubic (fcc) yang dikembangkan oleh Peleg (1985). Fcc adalah suatu pola susun buah berdasarkan jumlah buah dalam suatu kapasitas kemasan.
WIYANA LEVI SANTI SIREGAR
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007
DAFTAR SIMBOL
DAFTAR ISI
DAFTARTABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
Latar belakang
Buah salak (Salacca edulis), sebagaimana mangga, pepaya dan manggis, termasuk buah tropik yang eksotik dan memiliki rasa khas yang menjadi kelebihannya dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Buah asli Nusantara ini juga termasuk buah yang populer di masyarakat Indonesia dan cukup banyak pula varietas yang telah dikembangkan, di antaranya salak pondoh (Sleman, Yogyakarta), manonjaya (Tasikmalaya), condet (Jakarta), bali (Bali), dan sidimpuan (Sumatera Utara). Tingkat harga eceran buah salak yang relatif terjangkau konsumen dari semua golongan dan ketersediaannya sepanjang tahun (Gambar 1) menempatkan buah salak sebagai salah satu mata dagangan yang berprospek baik.
Tujuan
TINJAUAN PUSTAKA
Penanganan panen dan pasca panen (segar) buah salak
Buah salak dipanen dengan cara memotong tangkai tandan dengan menggunakan sabit, pisau yang tajam atau gergaji. Buah salak termasuk buah non klimaterik sehingga hanya dapat dipanen jika benar-benar telah matang di pohon, yang ditandai dengan sisik yang telah jarang, warna kulit buah merah kehitaman atau kuning tua, bulu-bulu di kulit telah hilang, bila dipetik mudah terlepas dari tangkai dan beraroma salak.
Pengemasan buah-buahan
PENDEKATAN MASALAH
Pendekatan geometri buah salak
Kerugian akibat kerusakan pasca panen setelah transportasi pada buah salak masih cukup besar. Besarnya kehilangan ini tidak hanya disebabkan oleh sifat buah salak yang mudah rusak (perishable), tetapi dipengaruhi oleh kondisi transportasi, seperti kemasan yang digunakan dan sarana transportasi serta penanganan yang kurang tepat selama pengangkutan. Kemasan transportasi yang layak adalah kemasan yang mampu meminimalisir kerusakan sehingga dapat mempertahankan mutu buah salak yang diangkut. Akan lebih baik lagi bila kemasan transportasi tersebut tidak menelan biaya yang besar sehingga membantu mereduksi biaya yang ditanggung produsen. Dalam hal ini, pembuatan kemasan yang berprinsip kepada teknologi tepat guna menjadi suatu pilihan. Tujuan ini dapat dicapai dengan pembuatan kemasan dari pelepah salak sebagai bahan baku.
Perancangan kemasan
Pengujian (simulasi) transportasi
BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan - bahan penelitian ini terdiri atas pelepah salak, kawat, paku dan buah salak. Dalam penelitian tahap I digunakan 3 (tiga) varietas buah salak, yaitu manonjaya, pondoh, dan sidimpuan pada 3 (tiga) hari umur panen. Pada penelitian tahap III digunakan buah salak manonjaya yang berumur panen 2 (dua) hari. Adapun alat - alat yang digunakan terdiri atas alat - alat pertukangan, jangka sorong (vernier caliper), oven pengering, timbangan digital, Universal Testing Machine, meja getar (vibrator), rheometer dan refractometer.
Tempat dan Waktu
Metode Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dimensi buah salak
Pengukuran dimensi buah salak dilakukan pada 3 (tiga) varietas buah salak yaitu salak pondoh, salak manonjaya dan salak sidimpuan. Sampel pengukuran pada ketiga varietas tersebut dibatasi pada buah salak kelas mutu ukuran besar (bobot buah salak D61 gram) sesuai SNI 01 - 3167 - 1992.
Sifat mekanis buah salak
Sifat fisik dan mekanis pelepah salak
Perancangan kemasan
Pembuatan kemasan hasil rancangan
Pengujian beban
Simulasi transportasi
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Pelepah salak dapat digunakan sebagai bahan baku kemasan dengan metode penjemuran hingga mencapai kadar air kering udara (10 - 20%).
• Pola fcc yang menitik - beratkan pada jumlah buah dalam tiap kemasan dapat dijadikan sebagai pola susun buah salak karena dimensi diameter dan tinggi buah salak relatif lebih seragam dibandingkan bobot buah salak.
• Semakin besar kapasitas dari kemasan hasil rancangan maka makin besar pula persentase kerusakan fisik memar dan pecah kulit buah salak setelah disimulasi. Penambahan kapasitas juga meningkatkan persentase luas memar pada tiap buah salak. Adapun persentase busuk, jumlah spot memar, kekerasan, dan TPT daging buah salak tidak mengalami peningkatan meskipun kapasitas bertambah, nilai parameter - parameter tersebut kemungkinan dipengaruhi juga oleh infeksi cendawan.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Penggolongan (grading) buah salak bali berdasarkan kelas mutu
Kelas mutu salak berdasarkan SNI01-3167-1992
Formulir hasil uji kekerasan buah salak
Formulir hasil uji transportasi
Formulir analisis kehilangan secara ekonomi
Hasil pengukuran bobot dan dimensi 3 (tiga) varietas buah salak
Kekerasan buah salak
Sifat fisik pelepah salak
Sifat mekanis pelepah salak
Hasil perancangan dimensi dalam kemasan hasil rancangan
Dimensi dan berat kemasan hasil rancangan
Hasil uji beban kemasan rancangan
13Jumlah spot memar pada tiap buah salak setelah simulasi
14Analisis ekonomi
DAFTAR GAMBAR
Produksi buah salak di Indonesia
Karung anyaman pandan (sumpit)
Keranjang bambu
Keranj ang bambu yang diberi penahan pada bagian atas
Pengaturan posisi buah di dalam kemasan bantalan
Polapenyusunanbuahjeruk dalam kemasan
Ilustrasi pola penyusunan/cc
Ilustrasi asumsi bentuk spheroid buah salak
Diagram alir penelitian
lOPengukuran dimensibuah salak
Ilustrasi luas memar buah salak
Ketiga kapasitas kemasan rancangan dalam berbagai sudut pandang.... Pelepah - pelepah salak yang dijepit dengan kawat
Susunan/cc buah salak dan pengisian kertas dalam kemasan
Kerusakan kemasan saat diberi uji beban
Susunan kemasan sebelum simulasi transportasi
Berbagai kondisi tumpukan setelah simulasi
Kondisi kemasan setelah simulasi
Susunan buah sebelum dan setelah simulasi
Berbagai kerusakan buah salak setelah simulasi
Persentase kerusakan fisik buah salak setelah simulasi
Persentase luas memar dan jumlah spot memar buah salak
Kekerasan buah salak setelah simulasi transportasi
Total padatan terlarut buah salak setelah simulasi transportasi
DAFTAR LAMPIRAN
Perhitungan pilihan - pilihan KA, KB, kc pada metode/cc
Rumus penghitungan nilai MOE dan MOR pelepah salak
Contoh penghitungan sifat mekanis buah salak
Penghitungan sifat fisik dan mekanis pelepah salak
Contoh penghitungan dimensi kemasan hasil rancangan
Dimensi kemasan hasil rancangan
Berat kemasan hasil rancangan
Hasil uji beban (tekan), ansira dan uji BNT kemasan hasil rancangan...
Perhitungan kesetaraan jarak tempuh simulasi transportasi kemasan
hasil rancangan menggunakan truk pada jalan luar kota
Hasil uji lanjut Duncan kerusakan fisik total buah salak
Hasil uji lanjut Duncan kerusakan fisik busuk buah salak
Hasil uji lanjut Duncan kerusakan fisik pecah kulit buah salak
Hasil uji lanjut Duncan persentase luas memar buah salak
Hasil uji lanjut Duncanjumlah spot memar buah salak
Hasil uji lanjut Duncan kekerasan buah salak
Hasil uji lanjut Duncan TPT buah salak
Analisis ekonomi kemasan hasil rancangan