
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran persepsi keharmonisan keluarga dan konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa SMPN 20 Surakarta Jawa Tengah. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 orang, tetapi angket yang kembali lengkap dan sesuai dengan karakteristik yang telah ditentukan hanya 117 set. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik subjek (1) Remaja awal berusia 13-16 tahun, (2) tinggal dengan kedua orangtua, (3) berjenis kelamin laki- laki dan perempuan, dan (4) bukan anak tunggal. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: skala kecenderungan kenakalan remaja, skala persepsi keharmonisan keluarga, dan skala konsep diri. Ketiga skala ini menggunakan model skala likert yang terdiri dari 4 alternatif pilihan jawaban, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil hipotesis menunjukkan, keharmonisan keluarga dan konsep diri secara bersama-sama memberikan peran terhadap kecenderungan kenakalan remaja.
Oleh:
Ulfah Maria
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
JOGJAKARTA
2007
COVER
PERNYATAAN
LEMBARAN PENGESAHAN
MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTARISI
DAFTARTABEL
DAFTAR LAMPIRAN
INTISARI
ABSTRACT
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa remaja awal merupakan masa transisi, dimana usianya berkisar antara 13 sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia belasan yang tidak menyenangkan, dimana terjadi juga perubahan pada dirinya baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial (Hurlock, 1973). Pada masa transisi tersebut kemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Pada kondisi tertentu perilaku menyimpang tersebut akan menjadi perilaku yang mengganggu (Ekowarni, 1993). Melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat yang biasanya disebut dengan kenakalan remaja.
B. Rumusan Masalah
C. Keaslian Penelitian
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Kecenderungan Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah Juvenile berasal dari bahasa Latin juvenilis, yang artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda, sifat-sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinguent berasal dari bahasa latin "delinguere" yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, nakal, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau peneror, durjana dan lain sebagainya. Juvenile delinguency atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Istilah kenakalan remaja mengacu pada suatu rentang yang luas, dari tingkah laku yang tidak dapat diterima sosial sampai pelanggaran status hingga tindak kriminal.(Kartono, 2003).
Definisi Kenakalan Remaja
Bentuk dan Aspek-aspek Kenakalan Remaja
Karakteristik Remaja Nakal
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecenderungan Kenakalan Remaja
B. Persepsi Keharmonisan Keluarga
Definisi Persepsi
Keharmonisan Keluarga
Aspek-aspek Keharmonisan Keluarga
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keharmonisan Keluarga
C. Konsep Diri
Definisi Konsep Diri
Pembentukan Konsep Diri
Aspek-aspek Konsep Diri
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri
D. Remaja
Definisi Remaja
Ciri-ciri Remaja
E. Landasan Teori
F. Hipotesis
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Identifikasi Variabel Penelitian
B. Definisi Operasional
1. Kecenderungan Kenakalan Remaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang dilakukan remaja di bawah umur 17 tahun. Aspek kecenderungan kenakalan remaja didasarkan pada aspek-aspek kenakalan remaja yang dikemukakan oleh Hurlock, (1973) & Jensen (dalam Sarwono, 2002). Aspek-aspeknya terdiri dari aspek perilaku yang melanggar aturan atau status, perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, perilaku yang mengakibatkan korban materi, dan perilaku yang mengakibatkan korban fisik. Skala kecenderungan kenakalan remaja ini berbentuk cerita tentang seorang atau beberapa tokoh yang melakukan tindakan kenakalan remaja. Makin tinggi skor yang diperoleh subjek berarti semakin tinggi kecenderungan kenakalan remaja dari remaja tersebut, demikian juga
sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh subjek berarti semakin rendahkecenderungan kenakalan remaja.
C. Subjek Penelitian
D. Metode Pengumpulan Data
XI
E. Uji Coba Instrumen Penelitian
F. Prosedur Penelitian
G. Metode Analisis Data
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji normalitas sebaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah dalam variabel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Hal ini berarti bahwa uji normalitas diperlukan untuk menjawab pertanyaan apakah syarat sampel yang representatif terpenuhi atau tidak, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi pada populasi (Hadi, 2000). Uji normalitas sebaran ini menggunakan teknik one sample Kolmogorov-Smirnov testyang dikatakan normal jika p = 0,05.
A. Hasil Uji Asumsi
B. Deskripsi Data Penelitian
C. Hasil Pengujian Hipotesis
D. Pembahasan
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Ada peran persepsi keharmonisan keluarga dan konsep diri terhadap
kecenderungan kenakalan remaja, dengan sumbangan efektif sebesar
37,7%.
Ada peran persepsi keharmonisan keluarga terhadap kecenderungan
kenakalan remaja. dengan sumbangan efektif sebesar 7,2%.
Ada peran konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja, dengan
sumbangan efektif sebesar 30,5%.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
PERAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA (pdf)