PEMBERDAYAAN PENYANDANG CACAT MELALUI PROGRAM REHABILITASI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (Studi Kasus Pelaksanaan Pemberdayaan Terhadap 7 Penyandang Cacat Melalui Program RBM di Kecamatan Rantepao Tana Toraja)
Tanggal: 26 Jul 2007
Laporan: ETTY PAPAYUNGAN
 
Secara umum penelitian ini mencoba meneliti implementasi, mekanisme, bentuk dan hasil pendekatan dalam RBM dalam memberdayakan penyandang cacat dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang tersedia di masyarakat yang dirinci dalam tujuan penelitian sebagai berikut :
-Memberikan gambaran mengenai latar belakang dan karakteristik kecacatan penyandang cacat.
-Mendeskripsikan kondisi ketidakberdayaan yang dihadapi penyandang cacat.
-Mendeskripsikan pelaksanaan pemberdayaan penyandang cacat yang dilakukan di dalam keluarga dan masyarakat.

Oleh:
ETTY PAPAYUNGAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASAR
2006

COVER
ABSTRAK


BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Indonesia dalam melaksanakan pembangunan nasionalnya selalu dilandasi oleh tujuan untuk penciptaan keadilan dan kemampuan bagi seluruh rakyat. Penciptaan tujuan dimaksud diwujudkan melalui berbagai proses pembangunan di segala bidang yang saling terkait dan saling menunjang satu sama lain sebagai bagian dari pembangunan nasional. Salah satu diantaranya adalah “Pembangunan Kesejahteraan Sosial”.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pemahaman Pemberdayaan terhadap Penyandang Cacat melalui Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat
Pengertian dan kategori penyandang cacat
Coleridge melalui WHO mengemukakan defenisi kecacatan yang berbasis pada model sosial sebagai berikut :
Impairment (kerusakan/kelemahan): Ketidaklengkapan atau ketidaknormalan yang disertai akibatnya terhadap fungsi tertentu. Misalnya, kelumpuhan di bagian bawah tubuh disertai ketidakmampuan untuk berjalan dengan kedua kaki.
Disability/handicap (cacat/ketidakmampuan): adalah Kerugian/ keterbatasan dalam aktivitas tertentu sebagai akibat faktor-faktor sosial yang hanya sedikit atau sama sekali tidak memperhitungkan orang-orang yang menyandang "kerusakan/ kelemahan" tertentu dan karenanya mengeluarkan orang-orang itu dari arus aktivitas sosial. (1997:132)

Proses Pemberdayaan

BAB III METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlangsung selama dua bulan yaitu pada bulan Juli hingga bulan September tahun 2006. Lokasi penelitian yaitu Kabupaten Tanatoraja. Penunjukan wilayah tersebut sebagai lokasi penelitian didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
Wilayah tersebut merupakan lokasi tempat pembinaan penyandang cacat yang penanganannya dilakukan oleh kelompok masyarakat.
Wilayah ini merupakan salah satu pusat pembinaan penyandang cacat dengan model baru di Sulawesi Selatan.


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Kondisi Umum dan Geografis
Tana Toraja sebuah nama daerah dengan status Daerah Tingkat II di kawasan Provinsi Sulawesi Selatan, terbentang mulai dari Kilometer 280 sampai dengan Kilometer 355 dari sebelah utara ibukota Provinsi Sulawesi Selatan (Makassar.) Tepatnya pada 2° - 3° LS dan 199° - 120° BT, dengan luas sekitar 3.205,77 Km2 atau sekitar 5% dari luas Provinsi Sulawesi Selatan.
Tana Toraja berbatasan dengan wilayah:
Sebelah utara: Kabupaten Mamuju dan Kab. Luwu
Sebelah timur: Kab. Luwu
Sebelah Selatan: Kab. Enrekang dan Kab. Pinrang
Sebelah Barat: Kab. Polewali Mamasa

PEMBAHASAN
Berdasarkan gambaran hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab empat diatas, maka dari fakta-fakta atau hasil penelitian tersebut selanjutnya dilakukan pembahasan berdasarkan kerangka pemikiran yang digunakan. Untuk mempermudah dalam pembahasan maka, peneliti mengelompokkan keadaan point-point sebagai berikut :
Penyandang cacat dan ketidakberdayaan yang dihadapi.
Berdasarkan hasil penelitian tentang latar belakang dan Kondisi ketidakberdayaan yang dialami oleh peyandang cacat, terlihat adanya keadaan yang dihadapi sebagai dampak dari kecacatan baik yang dirasakan oleh penyandang cacat, keluarga dan masyarakat. Penyandang cacat dalam konsep yang dikemukakan oleh Ife (bab 2, hal 54-56), merupakan kelompok yang mengalami ketidakberdayaan yang termasuk kedalam other disadvantage yaitu kelompok lemah/kurang beruntung secara khusus. Kelompok ini timbul disebabkan karena dua hal yaitu pertama permasalahan ketidakberuntungan sebagai permasalahan individu yang bersumber dari individu itu sendiri, meliputi patologi individu seperti manula, anak da remaja, penyandang cacat, gay, lesbian, dan suku terasing (Individual perspective). Sebab kedua, permasalahan ketidakberdayaan sebagai akibat dari pandangan yang lebih memusatkan pada pengalaman subjektif terhadap power daripada eksistensi objektifnya, dengan mekanisme pengendalian yang utama memusatkan pada ide-ide, bahasa dan penjelasan pengetahuan yang digunakan. Dalam perspektif ini (Post structural perspective) permasalahan penyandang cacat tidak dilihat secara objektif tapi lebih kepada pemahaman-pemahaman subjektif, sehingga upaya penumbuhan kemampuan kurang mendukung kebutuhan sebenarnya yang diharapkan penyandang cacat. Penggunaan berbagai istilah bagi penyandang cacat lebih mengarah kepada diskriminasi dan penempatan penyandang cacat sebagai sumberdaya yang tidak produktif, semakin mengarah kepada Kondisi ketidakberdayaan penyandang cacat.

KESIMPULAN DAN SARAN
Latar belakang kecacatan yang dihadapi informan penyandang cacat disebabkan karena sejak lahir (informan Rs, Sn, Rc, An, dan Jr) dan diluar kelahiran yang disebabkan karena kecelakaan (Mk), penyakit (informan Lt) Kondisi kecacatan yang dihadapi selanjutnya menghadirkan tantangan, hambatan dan gangguan didalam pencapaian tugas-tugas kehidupan penyandang cacat.

DAFTAR PUSTAKA
 
 
   
 
>> PERAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA
>> PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SAGA, SAMBILOTO DAN PARE TERHADAP DIFERENSIASI SEL-SEL LEUKOSIT, KANDUNGAN Fe, Zn dan HORMON TESTOSTERON DALAM PLASMA BURUNG PERKUTUT (Geopelia striata L.)
>> PERANCANGAN KEMASAN TRANSPORTASI BUAH SALAK (Salacca edulis) BERBAHAN BAKU PELEPAH SALAK
>> EKSTRAKSI VANILI SECARA ENZIMATIK DARI BUAH VANILI (Vanilla planifolia ANDREWS) SEGAR
>> PENGARUH MOTIVASI KERJA APARAT TERHADAP KUALITAS LAYANAN CIVIL
>> ANALISIS EKONOMI MANFAAT EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PULAU TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA
>> PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN LINDUNG JOMPI KABUPATEN MUNA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
>> PENGARUH FAKTOR INTERNAL KONSUMEN DAN KINERJA BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOMODITAS TEH OLEH KONSUMEN RUMAH TANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT
>> MODEL PELATIHAN KETERAMPILAN USAHA TERPADU BAGI PETANI SEBAGAI UPAYA ALIH KOMODITAS
>> EVALUASI MUTU DAN NILAI GIZI NUGGET DAGING MERAH IKAN TUNA (Thunnus sp) YANG DIBERI PERLAKUAN TITANIUM DIOKSIDA
>> EKSTRAKSI VANILI SECARA ENZIMATIK DARI BUAH VANILI (Vanilla planifolia ANDREWS) SEGAR
>> PENGARUH SYSTEM PENYAMPAIAN JASA TERHADAP CITRA RUMAH SAKIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPERCAYAAN PELANGGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI SUMATERA BARAT
>> Optimasi Pengembang Usaha Perikanan Mini Purse Seine di Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan
>> Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pekanbaru
>> Karakteristik Karaginan Rumput Laut eucheuma cottonii Pada Berbagai Umur Panen, Konsentrasi Koh dan Lama Ekstraksi
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online