
Penelitian ini bertujuan menggambarkan, menganalisis dan menjelaskan keadaan bagaimana peran perempuan tani dalam pemberdayaan ekonomi keluarga petani miskin baik perempuan tani yang memiliki lahan sawah pertanian yang digarap sendiri, maupun yang memiliki sawah tetapi juga menjadi buruh sawah orang lain, dan juga perempuan tani yang sama sekali tidak memiliki sawah tetapi hanya sebagai buruh tani sawah orang lain pada pertanian sawah tadah hujan yang menjadi kasus dalam penelitian ini.
Penelitian ini dilakukan di daerah yang keseluruhan lahan sawah pertaniannya dengan sistem sawah tadah hujan, yaitu di Desa Bonto Mate’ne Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Penelitian ini berpendekatan Kualitatif, dengan metode Studi Kasus, pengambilan dan penentuan informan secara Purposive. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan perempuan tani sangat besar baik dalam tugasnya sebagai ibu rumah tangga maupun dalam pemberdayaan ekonomi keluarga.
Oleh:
IDA RAHMY CHALID
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2006
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
PRAKATA
ABSTRAK
ABSTRACT
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
BAB I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sejarah pembangunan di Indonesia memperlihatkan bahwa pembangunan sektor pertanian telah memberi kontribusi yang besar terhadap perubahan dalam perekonomian Indonesia. Pertanian juga memegang peranan penting dalam menyediakan lapangan pekerjaan sebagian penduduk, menyediakan bahan baku bagi sektor yang berkembang, menghemat devisa negara maupun sebagai tempat pasar bagi industri yang berkembang. Beberapa program pembangunan pertanian yang umumnya diprakarsai pemerintah meningkat dengan pesat serta menyebar keseluruh pelosok desa. Disektor pertanian, penggunaan teknologi baru seperti bibit unggul, Bimas, PIR, pupuk disertai dengan perbaikan irigasi telah mampu meningkatkan produktivitas serta meningkatkan penerimaan nyata rumah tangga petani.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Peranan dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah suatu yang mewujudkan bagian yang memegang pimpinan terutama dalam terjadinya suatu hal atau peristiwa (W.J.S. Poerwadarminta. 1976).
Peranan dalam pengertian Sosiologi adalah perilaku atau tugas yang diharapkan dilaksanakan seseorang berdasarkan kedudukan atau status yang dimilikinya. Dengan lain perkataan, peranan ialah pengejawantahan jabatan atau kedudukan seseorang dalam hubungannya dengan sesama manusia dalam suatu masyarakat atau organisasi.
Peranan Perempuan Tani
Pemberdayaan Ekonomi
Kemiskinan dan Keluarga Miskin
Petani Sawah Tadah Hujan
Kerangka Pikir
BAB III. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Menurut Yin (2002) bahwa penggunaan studi kasus disesuaikan dengan bentuk pertanyaan berupa “bagaimana atau “mengapa” dan diarahkan serangkaian peristiwa kontemporer, dimana penelitinya hanya memiliki peluang yang kecil atau tak mempunyai peluang sama sekali untuk melakukan kontrol terhadap peristiwa tersebut.
Jenis Penelitian
Waktu dan Lokasi Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengolaan Data
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
Desa Bontomate’ne merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Jarak Desa Bontomate’ne ke ibukota Kecamatan Mandai sejauh 3 Km dengan waktu tempuh 10 menit, jarak ke ibukota Kabupaten Maros 5 Km dengan waktu tempuh 15 menit, sedangkan jarak ke ibukota Propinsi sejauh 26 Km, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Secara administratif, Desa Bontomate’ne terbagi atas 4 Dusun, 19 Rukun Tetangga (RT), dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Kelurahan Adatongeng Kecamatan Turikale
- Sebelah Timur : Desa Allere Kecamatan Tanralili
- Sebelah Barat : Kelurahan Taroada Kecamatan Turikale
- Sebelah Selatan : Desa Tenrigangkae Kecamatan Mandai
Desa Bontomate’ne memiliki luas wilayah kurang lebih 1231 Ha. Keadaan topografi wilayah pada umumnya datar dengan ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Secara fisik wilayah Desa Bonto Mate’ne terbagi atas 4 bagian yaitu : (1) pemukiman (2) kolam ikan (3) persawahan (4) perkebunan. Khusus persawahan, keseluruhan berlahan sawah tadah hujan seluas 331,40 Ha.
B. Deskripsi Kasus Keluarga Petani Miskin
1. Karakteristik Perempuan Tani
2. Peranan Perempuan Tani Dalam Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
C. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Petani Miskin
1. Luas Lahan
2. Tingkat Pendidikan
3. Jumlah Anggota Keluarga dan Umur
4. Jumlah Pendapatan
D. Implementasi Program Pemerintah Terhadap
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
BAB V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Karakteristik Perempuan tani yaitu :
a. Berdasarkan umur , umumnya responden adalah berusia muda dan termasuk usia produktif yaitu yaitu rata-rata berusia 36-55 tahun yang cukup memiliki potensi untuk dikembangkan.
b. Tingkat pendidikan, karena pendidikan merupakan sarana utama bagi kemajuan pembangunan dan adanya kenyataan bahwa perempuan dengan pendidikan rendah akan mengalami banyak keterbatasan dalam mengakses dan mengontrol sumber daya dilingkungannya.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN- LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
1. Luas Lahan dan Penggunaannya Tahun 2005
2. Jumlah Penduduk Desa Bonto Matene Menurut Usia dan Jenis Kelamin
3. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
4. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
5. Jumlah Prasarana Pendidikan
6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
7. Karakteristik Responden berdasrkan Umumr
8. Tingkat Pendidikan Perempuan tani 10 Keluarga
9. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan
10. Kepemilikan Lahan Responden Berdasarkan Luas
11. Komposisi Anggota Keluarga Responden
12. Data Kemiskinan Desa Bonto Mate’ne Tahun 2005
13. Jumlah Pendapatan Responden dan Keluarga