
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya pengasuhan orang tua authoritarian dengan kemandirian emosional remaja siswa SMA Negeri I Punggaluku Konawe Selatan.
Subyek penelitian adalah remaja siswa SMA Negeri I Punggaluku Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara kelas 2. Ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan simple random sampling, 100 siswa terpilih. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner yang telah diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya. Kemudian data dianalisis dengan uji korelasi statistik non parametric Rank-Spearman melalui program komputer SPSS versi 13.
Oleh:
A S P I N
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PADJAJARAN BANDUNG
2007
HALAMAN PENGESAHAN
ABSTRACT
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Latar Belakang
Abad XXI ini dikenal dengan era globalisasi dan era informasi. Dalam era ini laju informasi berjalan dengan sangat cepat. Segala sesuatu yang terjadi di seantero dunia dapat diakses dan diketahui dalam hitungan detik. Begitu juga masalah-masalah budaya, ilmu pengetahuan, teknologi berkembang pesat, dan persaingan hampir dalam seluruh segmen kehidupan terjadi dan terbuka lebar. Dalam zaman atau era seperti ini dibutuhkan pribadi-pribadi yang tangguh dan mempunyai kemandirian tinggi dalam rangka mengarungi kehidupannya. Dari sinilah dibutuhkan sebuah keluarga yang mampu membimbing dan mendidik anak atau remaja yang mandiri dan bertanggungjawab atas masa depannya. Sebab keluarga sebagai unit terkecil merupakan entitas pertama dan utama dimana anak tersebut tumbuh, dan dibesarkan, dibimbing dan diajarkan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan harapan sosial (social expectacy) dimana keluarga tersebut tinggal. Hingga nantinya sang anak atau remaja siap menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan mampu mengemban amanat besar sebagai penerus estafet perjuangan bangsa.
1.2. Rumusan Masalah 8
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
1.3.2 Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1. Kajian Pustaka
2.1.1 Pengertian Gaya Pengasuhan Orang Tua
Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak atau remaja. Dalam keluarga pulalah anak dibesarkan, berkembang dan mengalami proses “menjadi”. Dari sudut perkembangan anak atau remaja, keluarga memiliki banyak fungsi. Selama masa bayi dan kanak-kanak fungsi-fungsi dan tanggung jawab keluarga adalah mengasuh/memelihara, melindungi dan sosialisasi. Seiring dengan terjadinya perubahan progresif pada remaja, maka bergeser atau bertambah pulalah fungsi-fungsi keluarga. Misalnya pada masa remaja lebih membutuhkan dukungan (support) daripada hanya pengasuhan (nurturance), lebih membutuhkan bimbingan (guidance) daripada hanya perlindungan (protection), dan remaja lebih membutuhkan pengarahan (direction) daripada sosialisasi (socialization) (Steinberg, 1993, Rice, 1996, Conger, 1977).
2.1.2 Jenis-jenis Gaya Pengasuhan Orang Tua
2.1.3 Pengertian Kemandirian
2.1.4 Kemandirian Pada Remaja
2.2. Kerangka Pemikiran
2.2.1 Hubungan Gaya Pengasuhan Authoritarian dengan Kemandirian Emosional
Remaja
2.3. Asumsi
2.4. Hipotesis
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian psikologi perkembangan yang memfokuskan pada gaya pengasuhan authoritarian dengan kemandirian emosional remaja. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan variabel gaya pengasuhan orang tua authoritarian dan kemandirian emosional remaja yang terdiri dari tiga dimensi kemandirian. Dan hasilnya akan diinterpretasikan dengan analisis deskriptif.
Penelitian ini juga dapat digolongkan ke dalam jenis penelitian ex post facto, karena peneliti tidak memberikan perlakuan atau memanipulasi perubahan khusus terhadap subjek penelitian. Keterangan-keterangan yang dihimpun adalah keterangan yang berdasarkan kejadian atau pengalaman yang telah berlangsung baik itu menyangkut gaya pengasuhan orang tua sebagaimana dialami remaja selama ini, maupun kemandirian yang nampak dalam perilaku yang ditunjukkan remaja dalam melaksanakan tugas-tugas pada umumnya selama ini. Dalam upaya menjelaskan pola hubungan antar variabel tersebut, digunakan metode korelasional dengan teknik analisis inferensial yang relevan. Berdasarkan data yang diperoleh, maka dengan menggunakana metode tersebut diharapkan dapat dijelaskan mengenai makna dan pola hubungan antar variabel yang diteliti, kemudian dibuat prediksi dan implikasinya.
3.2 Variabel Penelitian dan Operasionalisasi
3.2.1 Variabel Penelitian
3.2.2 Definisi Operasional Pariabel
3.3. Populasi Dan Sampel Penelitian
3.3.1 Populasi Penelitian
3.3.2 Sampel Penelitian
3.4. Teknik Pengumpulan Data
3.4.1 Kuesioner Gaya Pengasuhan Orang Tua
3.4.2 Kuesioner Kemandirian Emosional Remaja
3.5. Uji Coba Alat Ukur Penelitian
3.6. Teknik Analisa Data
3.6.1 Analisis Korelasi
3.6.2 Analisis Deskriptif
3.7. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel gaya pengasuhan authoritarian (X1) yang diterima oleh remaja sehari-hari di rumah dengan kemandirian emosional remaja (X2) di SMA Negeri I Punggaluku Sulawesi Tenggara. Tujuan-tujuan tersebut seperti terumus dalam hipotesis penelitian seperti tertera di Bab II. Selanjutnya untuk melihat hasil hubungan dari kedua variabel penelitian, maka peneliti menggunakan perhitungan dengan statistik nonparametric, yakni korelasi “Rank Spearman”. Seluruh perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 13.
4.1. Gambaran Subyek Penelitian
4.2. Hasil Pengujian Hipotesis
4.3. Gambaran tentang gaya pengasuhan orang tua authoritarian
4.4. Gambaran Tentang Kemandirian Emosional Remaja
4.5. Hubungan Gaya Pengasuhan Orang Tua Authoritarian dengan Kemandirian
Emosional Remaja
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian maka dapat disusun kesimpulan penelitian sebagai berikut :
Gaya pengasuhan orang tua authoritarian yang diterima oleh responden di rumah sehari-hari berhubungan erat dengan peningkatan kemandirian emosional remaja pada SMA Negeri I Punggaluku Kabupaten Konawe Selatan.
Keeratan hubungan kemandirian emosional remaja pada SMA Negeri I Punggaluku Kabupaten konawe Selatan, tampak terlihat secara berurutan pada dimensi-dimensi kemandirian emosional individualized, kemudian non dependency, disusul kemudian dengan kemandirian emosional dimensi de idealized dan terakhir adalah dimensi parent as people.
5.2. Saran-saran
5.2.1. Aspek Kegunaan Praktis
5.2.2. Aspek Kegunaan Ilmiah
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran I (Kisi-Kisi Kuesioner).
Lampiran II (Uji Validitas dan Reliabilitas)
Lampiran III (Daftar Pertanyaan/Kuesioner)
Lampiran IV (Data Ordinal Gaya Pengasuhan)
Lampiran V (Data Ordinal Kemandirian Emosional)
Lampiran VI (Data Kategorisasi Gaya Pengasuhan)
Lampiran VII (Data Kategorisasi Kemandirian Emosional)
Lampiran Uji Validitas Variabel Gaya Pengasuhan Orang Tua
Lampiran Data Ordinal Pengasuhan 1
Lampiran Data Ordinal Pengasuhan 2
Lampiran Data Ordinal
Tabel 3.1. Tabel indikator variabel penelitian
Tabel 3.2. Gambaran Siswa Kelas II
Tabel 3.3. Distribusi penyebaran item kemandirian remaja
Tabel 4.4. Karakteristik responden berdasarkan usia
Tabel 4.5. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Tabel 4.6. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan orang tua
Tabel 4.7 Hasil pengujian hipotesis penelitian
Tabel 4.8. Gambaran tentang gaya pengasuhan orang authoritarian responden
Tabel 4.9. Gambaran tentang kemandirian emosional
Tabel 4.10. Tabulasi gaya pengasuhan orang tua dengan kemandirian Emosional
Remaja
Tabel 4.11. Hubungan antara gaya pengasuhan orang tua dengan dimensi
Kemandirian emosional remaja
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Skema hubungan antar variabel
Gambar 3.1 Skema rancangan penelitian