
Pemberdayaan ekonomi umat di Persyarikatan Muhammadiyah dilaksanakan oleh Majlis Ekonomi. Pemberdayaan ekonomi umat merupakan hal yang penting bagi Muhammadiyah karena berkaitan dengan tujuannya yaitu terwujudnya masyarakat makmur, artinya terpenuhinya kebutuhan materiil. Penelitian ini berusaha mengungkap fungsi Majlis Ekonomi Muhammadiyah dalam pemberdayaan ekonomi umat di kota Metro.
Rumusan masalah adalah : pertama , apakah Majlis Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Metro berfungsi dalam pemberdayaan Ekonomi Umat di kota Metro dan bagaimana implementasi fungsi tersebut ? Kedua, bagaimanakah bentuk-bentuk pemberdayaan ekonomi umat yang dilakukan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Majlis Ekonomi kota Metro ?
Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif-analitis dan menggunakan analisa data kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner, interview, observasi dan dekumentasi. Sistem pengambilan sampel dengan purposive sampling.
Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini adalah : Pertama PDM. Majlis Ekonomi kota Metro berfungsi dalam pemberdayaan ekonomi umat di kota Metro. Hal ini dapat dilihat dari : pertama, jawaban responden karyawan PT. MSI menyatakan bahwa mereka tetah mendapat penghasilan antara Rp. 300.000,- sampai dengan Rp. 400.000,- dari yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan 67 % dan yang 33 % penghasilannya meningkat antara Rp. 100.000,- sampai dengan Rp. 200.000,- dari penghasilan sebelum di PT MSI antara Rp. 200.000,- sampai dengan Rp. 250.000,-. Dengan penghasilan tersebut 83 % dari mereka dapat mengusahakan kehidupan yang cukup untuk pendidikan dan kesehatan bagi keluarga mereka, dan 27 % karena belum berkeluarga maka penghasilan tesebut ditabung. Kedua, bagi konsumen/pembeli di toko Multi-M dapat menghemat pengeluarannya diatas Rp. 50.000,- setiap bulan 80 %, Rp 21.000,- sampai dengan Rp. 50.000,- 20 %. Ketiga, pedagang eceran, mereka diberi pinjaman modal berupa barang oleh toko Metro-M, dengan bantuan tersebut keuntungan mereka antara 15 % sampai dengan 20 %. Dan pertambahan modal mereka dalam setahun antara Rp. 1.000.000,- sampai dengan Rp. 2.000.000,-, jawaban responden 80 % dan 20 % antara Rp. 2.100.000,-.sampai dengan Rp. 3.000.000,-
Oleh:
ABDIZULKARNAIN SITEPU
PROGRAM PASCASARJANA (PPs)
PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
IAIN RADEN INTAN BANDAR LAMPUNG
1427 H/2006 M
HALAMAN JUDUL
PERNYATAAN ORISINALITAS
ABSTRAK
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN
PEDOMAN TRANSLITERASI
KATA PENGANTAR
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pemberdayaan ekonomi adalah kegiatan pemberdayaan yang menyangkut produksi, distribusi dan penggunaan (konsumsi) barang-barang material dan jasa-jasa. Pemberdayaan ekonomi umat dapat diidentikkkan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat, karena penduduk Indonesia adalah mayoritas beragama Islam. Dan yang dimaksud dengan rakyat adalah lapisan masyarakat kecil, wong cilik, yang belum berdaya . Jadi pemberdayaan ekonomi umat adalah kegiatan pemberdayaan dalam bidang produksi, distribusi, konsumsi dan jasa yang dilakukan oleh orang kecil.1
B. Identifikasi Masalah dan Pembatasan Masalah
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
C. Rumusan Masalah
D. Hipotesis
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
F. Kerangka Pemikiran
BAB II. FUNGSI LEMBAGA SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT
A. Teori Fungsional
Fungsi memiliki arti kegunaan lembaga. Dan dapat pula diartikan sebagai tiap-tiap bagian struktur untuk memelihara keutuhan struktur . Istilah fungsi dapat pula menunjuk kepada sumbangan yang diberikan oleh lembaga sosial untuk mempertahankan keutuhan masyarakat sebagai usaha-usaha yang aktif dan berjalan terus-menerus. Menurut Morton fungsi ada dua yaitu ftmgsi nyata (manifes) dan ftmgsi tersembunyi (lateni). Fungsi nyata adalah fungsi yang diharapkan, sedangkan fungsi yang tersembunyi adalah fungsi yang tidak diharapkan.23
B. Pemberdayaan Ekonomi Umat
C. Ekonomi Islam dan Prinsip - prinsipnya
D. Bentuk-bentuk Pemberdayaan Ekonomi Umat
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan obyek penelitian sebagai sumber data yang memiliki karekteristik tertentu di dalam suatu penelitian.101 Dalam penelitian ini populasinya adalah : - Anggota Himpunan Pengusaha Muhammadiyah kota Metro 30 Orang ; - Pengurus Koperasi Muhammadiyah 20 orang (Koperasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Batanghari 5 orang , Koperasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Trimurjo 5 orang, Koperasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Metro Utara 5 orang, Koperasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonosari 5 orang ) ; - Pimpinan Cabang Muhammadiyah/ Pimpinan Cabang Muhammadiyah bagian Ekonomi 60 orang (Pimpitiitn Cabang Muhammadiyah bagian Ekonomi Batanghari 6 oratig, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Metro Utara 12 Orang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Metro Raya 10 orang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bantul/ Metro Selatan 13 orang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonosari 13 orang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah bagian Ekonomi Trimurjo 6 orang) ;
B. Metode Pengumpulan Data
C. Metode Analisa Data
BAB IV. PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
A. Pimpnan Daerah Muhammadiyah dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Metro adalah daerah binaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung. Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Metro murupakan hasil pemekaran Pimpinan Daearah Muhammadiyah Lampung Tengah. Hal ini seiring dengan pemekaran wilayah pemerintahan kabupaten Lampung Tengah menjadi dua kabupaten yaitu kabupaten Lampung Timur, kabupaten Lampung Tengah dan satu kota yaitu kota Metro.
B. Analisis Fungsi Pimpinan Daerah Majlis Ekonomi Muhammadiyah Kota Metro
C.Tingkat Keberdayaan Ekonomi Umat
BAB V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian Fungasi Majlis Hkonomi Muhammadiyah Dalam Pemberdayaan Ekonomi Uniat di Kota Metro, maka diambil kesimpulan sebagai bcrikut:
1. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majlis Ekonomi kota Metro berfungsi dalam pemberdayaan ckonomi umat di kota Metro. Hal ini dapat dilihat dengan tingkat keberdayaan ekonomi umat adalah sebagai berikut: pertama, karyawan PT. MSI telah mendapat penghasilan antara Rp. 300.000,- -Rp. 400.000,- 67 %, yang sebelumnya belum mendapatkan penghasilan, dan 33 % dari mereka meningkat penghasilannya antara Rp.100.000,- - Rp. 200.000,- yang sebelum di PT. MSI penghasilan mereka antara Rp. 200.000,-- Rp. 300.000,- . Dengan penghasilan tersebut 83 % dari rnereka dapat mengusahakan kehidupan yang cukup untuk pendidikan dan kesehatan bagi kelurga mereka, dan yang 27 % belum berumah tanggga sehinggga penghasilannya ditabung untuk masa depan. Kedua, bagi konsumen/pembeli di toko Multi-M, salah satu unit PT. MSI, dapat menghemat pengeluarannya diatas Rp. 50.000,- setiap bulan 80 %, Rp 31.000,- sampai dengan Rp. 50.000,- 20 %. Ketiga, pedagang eceran, mereka diberi pinjaman modal berupa barang dan dengan bantuan tersebut keuntungan bereka bertambah
B. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN