
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh kombinasi ascorbyl phosphate magnesium sebagai sumber vitamin C dan implantasi estradiol-17â pada kecepatan pematangan gonad, kualitas telur, dan larva ikan lele (Clarias gariepinus). Dalam percobaan ini ikan diberikan beberapa kombinasi perlakuan yang terdiri atas 2 faktor, yaitu penambahan ascorbyl phosphate magnesium pada pakan dengan dosis 0, 600, 1200, dan 1800 mg/kg pakan dan implantasi estradiol 17-â dengan dosis 00, 250, dan 500 ìg/kg induk ikan, sehingga jumlah kombinasi perlakuan adalah 12. Delapan belas ekor induk dengan berat 250–328 gr ditebar ke dalam jaring apung (3X2X2m) untuk satu perlakuan sehingga terdapat 12 buah jaring apung dengan total induk ikan berjumlah 216 ekor. Pakan diberikan dua kali sehari secara at satiation.
Pemeriksaan kematangan gonad dilakukan dua minggu sekali dengan menggunakan metode kanulasi, bersamaan waktunya dilakukan pengambilan sampel darah dengan menggunakan spuit 2.5 ml yang berheparin untuk keperluan analisis kandungan estradiol plasma darah. Induk yang telah matang gonad diinjeksi dengan ovaprim sebanyak 2 kali untuk memacu ovulasi.
Oleh:
HENGKY JULIUS SINJAL
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007
Contact Address:
Bogor Baru Blok B2 No 3-4 Bogor
COVER
ABSTRAK
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu usaha yang mutlak dibutuhkan untuk mengembangkan budi daya ikan adalah penyediaan benih yang bermutu dalam jumlah yang memadai dan waktu yang tepat. Selama ini usaha ke arah tersebut telah dilakukan, namun belum berhasil dengan baik. Kekurangan persediaan benih yang bermutu dalam jumlah dan waktu yang tepat disebabkan oleh belum optimalnya penanganan induk dan larva yang dihasilkan. Perbaikan kualitas dan kuantitas telur melalui perbaikan kualitas pakan induk merupakan alternatif dalam upaya mengatasi masalah tersebut. Kandungan nutrisi pakan ikan adalah salah satu faktor penentu dalam perkembangan oosit, terutama pada awal perkembangan telur.
Perumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat
Hipotesis
TINJAUAN PUSTAKA
Kematangan Gonad Ikan
Kematangan gonad adalah tahapan tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah memijah. Selama proses reproduksi, sebagian energi dipakai untuk perkembangan gonad. Bobot gonad ikan akan mencapai maksimum sesaat ikan akan memijah kemudian akan menurun dengan cepat selama proses pemijahan berlangsung sampai selesai. Menurut Effendie (1997), umumnya pertambahan bobot gonad ikan betina pada saat stadium matang gonad dapat mencapai 10-25 persen dari bobot tubuh dan pada ikan jantan 5-10 persen. Lebih lanjut dikemukakan bahwa semakin rneningkat tingkat kematangan gonad, diameter telur yang ada dalam gonad akan menjadi semakin besar. Pendapat ini diperkuat oleh Kuo et al. (1974) bahwa kematangan seksual pada ikan dicirikan oleh perkembangan diameter rata-rata telur dan melalui distribusi penyebaran ukuran telurnya.
Vitelogenesis
Peranan Vitamin C pada Reproduksi Ikan
Peranan Estradiol-17? pada Reproduksi Ikan
Kualitas Telur Ikan
Kerangka Teoretis
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Bahan dan Alat
Pakan uji
Selama penelitian, jenis pakan yang digunakan adalah pakan dalam bentuk pelet dengan komposisi berdasarkan komposisi pakan buatan untuk induk ikan lele (Khoironi, 2002), kemudian ditambahkan vitamin C yang berupa ascorbyl phosphate magnesium (Showa Denko Jepang) dengan bobot molekul 379,61 serta kandungan asam askorbat 46%. Komposisi pakan uji dan proksimat pakan dapat dilihat pada Tabel 2 dan 3.
Metode Penelitian
Pelaksanaan Penelitian
Analisis Data.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil.
Pemberian kombinasi pakan uji yang ditambahkan ascorbyl phosphate magnesium (APM) dan implantasi estradiol-17â pada ikan lele (Clarias gariepinus) yang dipelihara dalam jaring apung ternyata mempengaruhi penampilan reproduksi hasil pengamatan, yang terdiri atas indeks kematangan gonad, derajat tetas telur, ketahanan hidup larva dan larva abnormal (Tabel 5).
Kecepatan Pematangan Gonad, Indeks Gonad Somatik, dan Diameter Telur
Kecepatan Pematangan Gonad, Indeks Gonad Somatik, Diameter
Telur
Fekunditas, Daya Tetas Telur, Ketahanan Hidup Larva, dan
Keabnormalan Larva.
Kadar Estradiol-17? dalam Plasma Darah
Kandungan Vitamin C Ovarium, Telur, dan Larva
Kandungan Protein Telur, dan Larva
Kandungan Lemak, Telur dan Larva
Rasio Hidroksiprolin/Prolin Ovarium dan Larva
Pembahasan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan :
1. Kombinasi penambahan ascorbyl phosphate magnesium 1200 mg/kg pada pakan dan implantasi dengan 250 ìg/kg pada induk ikan merupakan kombinasi yang terbaik karena mampu memberikan pengaruh tertinggi pada kecepatan pematangan gonad, indeks gonad somatik, daya tetas telur, ketahanan hidup larva, dan larva abnormal.
2. Kombinasi penambahan ascorbyl phosphate magnesium pada pakan dan implantasi estradiol-17â pada ikan lele memperlihatkan respons berbeda nyata dengan kontrol dan efektif untuk peningkatan kinerja penampilan reproduksi ikan lele.
3. Dengan semakin meningkatnya penambahan ascorbyl phosphate magnesium pada pakan induk ikan diketahui dapat meningkatkan kandungan vitamin C telur sehingga menghasilkan ketahanan hidup larva yang tinggi dan mengurangi larva abnormal.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN