
Pembangunan ekonomi pada dasarnya dicerminkan oleh terjadinya perubahan dalam aliran-aliran yang menyangkut, arus, pendapatan dan manfaat (benefit) kepada masyarakat lokal, wilayah maupun nasional. Keberadaan kampus IPB Darmaga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah keberadaan kampus IPB Darmaga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar kampus dan Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi untuk melihat kontribusi keberadaan kampus IPB terhadap masyarakat sekitar serta analisis I-O untuk melihat peran keberadaan IPB dalam menunjang perekonomian wilayah Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi keberadaan kampus IPB, khususnya kampus Darmaga, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan Kabupaten Bogor sangat dirasakan sekali. Oleh karena itu pengembangan wilayah perlu dikelola secara terpadu dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan, terutama masyarakat sekitar IPB, institusi IPB dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Oleh:
ARYS SUHARYANTO
SEKOLAH PASCA SARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2007
COVER
PRAKATA
RIWAYAT HIDUP
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan ekonomi pada dasarnya dicerminkan oleh terjadinya perubahan dalam aliran-aliran baru yang menyangkut arus pendapatan dan manfaat (benefit) kepada masyarakat lokal, regional bahkan sampai tingkat nasional. Program pembangunan dapat mendatangkan dampak berupa manfaat-manfaat yang positif atau juga berupa kemudharatan (kebanyakan) negatif kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang tinggal di dekat sekitar kegiatan ekonomi sebagai penerima akibat (dampak) dari program pembangunan yang bersangkutan. Komunitas lokal harus mencari/mendapat peluang agar terjadi penyesuaian terhadap perubahan karena keadaan baru tersebut (Anwar 1995).
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kegunaan Penelitian
1.5 Ruang Lingkup dan Limitasi Studi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Peran Masyarakat pada Sektor Informal
Pertumbuhan penduduk suatu negara yang diiringi dengan pertambahan angkatan kerja telah menimbulkan permasalahan tersendiri. Hal ini antara lain disebabkan belum berfungsinya semua sektor kehidupan masyarakat dengan baik serta belum meratanya pembangunan disegala bidang sehingga ketersediaan lapangan pekerjaan tidak seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk yang cepat dan dinamis. Sektor formal tidak mampu memenuhi dan menyerap pertambahan angkatan kerja secara maksimal yang disebabkan adanya ketimpangan antara angkatan kerja yang tumbuh dengan cepat dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Karena itu sektor informal menjadi suatu bagian yang penting dalam menjawab permasalahan lapangan kerja dan angkatan kerja.
2.2 Peran Perekonomian Masyarakat Sekitar Kampus Darmaga bagi Perekonomian Wilayah / Pengembangan Wilayah
2.3 Input-Output Model
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka Pemikiran
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan-perubahan yang terus menerus ke arah yang dikehendaki. Tjokroamidjojo dan Mustofadidjaja (1980) menyatakan bahwa pembangunan merupakan suatu kegiatan/orientasi usaha yang tidak berakhir. Kemudian dijelaskan bahwa proses pembangunan sebenarnya merupakan perubahan sosial budaya. Suatu proses pembangunan yang dapat bergerak maju atas kekuatan sendiri sangat tergantung kepada manusia dan struktur sosialnya.
3.2 Hipotesis
3.3 Metode Penelitian
3.3.1 Lokasi Penelitian
3.3.2 Jenis dan Sumber Data
3.3.3 Analisis Data
3.3.4 Definisi Operasional
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Kabupaten Bogor
4.1.1 Sejarah Singkat
Pada tahun 1745, cikal bakal masyarakat Bogor semula berasal dari sembilan kelompok pemukiman yang digabungkan oleh Gubernur Baron Van Inhof menjadi inti kesatuan masyarakat Kabupaten Bogor. Pada waktu itu Bupati Demang Wartawangsa berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat yang berbasis pertanian dengan menggali terusan dari Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer sampai ke Kalibaru/Kalimulya. Penggalian untuk membuat terusan kali dilanjutkan di sekitar pusat pemerintahan, namun pada tahun 1754 pusat pemerintahan yang terletak di Tanah Baru kemudian dipindahkan ke Sukaati (Kampung Empang sekarang). Terdapat berbagai pendapat tentang lahirnya nama Bogor itu sendiri. Salah satu pendapat menyatakan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bahai atau Baqar yang berarti sapi dengan alasan terdapat bukti berupa patung sapi di Kebun Raya Bogor.
4.1.2 Geografi dan Pemerintah
4.1.3 Visi dan Misi
4.1.4 Klimatologi
4.1.5 Kesejahteraan Sosial
4.1.6 Perekonomian
4.1.7 Prasarana Wilayah
4.1.8 Sosial, Seni dan Budaya
4.2 Gambaran Umum Responden
4.3 Gambaran Umum Institut Pertanian Bogor
4.3.1 Kondisi Geografis
4.3.2 Sejarah Ringkas IPB
4.4 Analisis Regresi
4.4.1 Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pendapatan
4.5 Analisis I-O
4.5.1 Struktur I-O
4.5.2 Keterkaitan ke Depan (Forward Linkage) dan Keterkaitan ke Belakang
(Backward Linkage)
4.5.3 Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion=CD) dan Kepekaan
Penyebaran (Sensitivity of Dispersion= SD)
4.5.4 Pengganda Output dan Pengganda Pendapatan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Bahwa Ekonomi masyarakat sekitar Kampus mempunyai keterkaitan dengan keberadaan IPB. Faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian masyarakat sekitar Kampus IPB Darmaga adalah faktor pendidikan dan lokasi usaha di dalam kampus IPB. Tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap pendapatan pelaku usaha, artinya pendidikan mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan pelaku usaha sektor informal. Jika tingkat pendidikan pelaku usaha sektor informal meningkat 1 tahun maka pendapatan akan bertambah sebesar Rp.1.199.797. Sedangkan lokasi dalam IPB yang berarti lokasi usaha sektor informal dilakukan di dalam kampus IPB dan berkaitan langsung dengan aktivitas IPB berpeluang lebih besar untuk meraih keuntungan yang besar dari pada pelaku usaha yang usahanya atas alasan yang berasal dari faktor lain.
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN