
Penambahan bahan organik berupa kompos dapat memperbaiki sifat-sifat tanah, akan tetapi banyak ditinggalkan penggunaannya padahal perannya sangat besar bagi perbaikan tanah. Selain itu, penggunaan bahan yang tidak ditemukan di lapang pun sering terjadi. Penggunaan bahan organik yang mudah diperoleh setempat dipandang efektif sebagai bahan pembuat kompos.
Penelitian ini menggunakan lima macam bahan organik in situ, dengan tujuan mengetahui kandungan hara dari kompos yang digunakan, melihat pengaruh penambahan kompos terhadap perubahan sifat-sifat tanah dan pertumbuhan tanaman, dan mencari jenis kompos yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman jeruk. Penelitian ini menganalisis sifat kimia, biologi tanah, dan fisika, dan analisis kadar hara tanaman.
Oleh:
ANI SURYANI
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007
COVER
PENGANTAR
RIWAYAT HIDUP
ABSTRAK
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Jeruk merupakan salah satu jenis komoditas hortikultura yang banyak disukai masyarakat dan pemasarannya cukup baik. Upaya pengembangan jeruk ini banyak dilakukan oleh petani. Salah satu daerah sentra produksi jeruk adalah di Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas yang dikenal sebagai sentra jeruk pontianak.
Dalam sejarahnya, jeruk pontianak pernah mencapai masa keemasan pada tahun 1992 di mana luas pertanaman mencapai sekitar 21.000 ha, tanaman produktif sekitar 15.000 ha dan produksi total mencapai 234.059 ton/tahun (Azri, 2004). Produksi jeruk yang melimpah ini didistribusikan sampai ke Pulau Jawa. Akan tetapi, setelah beberapa tahun, jeruk pontianak mengalami kehancuran produksi. Penyebab hancurnya perdagangan jeruk pontianak menurut beberapa pendapat di antaranya adalah: 1) praktik monopoli perdagangan, 2) harga jeruk yang rendah mengakibatkan petani tidak mampu membiayai perawatan kebun jeruk, dan 3) tidak adanya pemeliharaan yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Tanaman yang sudah tua akibat tidak adanya peremajaan sehingga produktivitas tanaman menurun juga menyebabkan hancurnya perdagangan jeruk. Namun jika dihubungkan dengan karakteristik tanah di lokasi sentra jeruk tersebut, kami berpendapat hal itu lebih disebabkan oleh faktor fisika kimia tanah yang tidak cukup menunjang pertanaman jeruk.
Tujuan
TINJAUAN PUSTAKA
Bahan Organik Tanah
Bahan organik adalah bagian dari tanah yang merupakan suatu sistem kompleks dan dinamis, yang bersumber dari sisa tanaman dan atau binatang yang terdapat di dalam tanah yang terus menerus mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika, dan kimia (Kononova, 1961). Menurut Stevenson (1994), bahan organik tanah adalah semua jenis senyawa organik yang terdapat di dalam tanah, termasuk serasah, fraksi bahan organik ringan, biomassa mikroorganisme, bahan organik terlarut di dalam air, dan bahan organik yang stabil atau humus.
Pengaruh Bahan Organik terhadap Tanaman
Pengomposan
Tanaman Jeruk
METODOLOGI
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di lapang pada bulan Februari hingga Desember 2006 di Desa Senyawan, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Gambar 3). Analisis di laboratorium dilakukan hingga bulan Maret 2007. Analisis Kimia, Fisika, dan Biologi tanah dilaksanakan di Lab Pengembangan Sumberdaya Fisik Lahan, Lab. Kimia dan Kesuburan, Lab. Fisika dan Konservasi Tanah, dan Lab. Biologi, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Sebagian analisis juga dilakukan di Lab. Kimia Tanah, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
Bahan dan Alat
Metode Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengomposan
Berdasarkan pengamatan setelah melaksanakan penelitian, diperoleh hasil yang disusun dengan sistematika hasil pengomposan, kualitas kompos dari berbagai bahan organik, pengaruh kompos terhadap sifat kimia, biologi dan fisika tanah, pengaruh kompos terhadap kadar hara dan pertumbuhan tanaman. Selain itu, dilihat pula peluang bisnis untuk mengembangkan kompos.
Kualitas Kompos dari Berbagai Bahan Organik
Pengaruh Kompos terhadap Sifat Kimia Tanah
Pengaruh Kompos terhadap Sifat Biologi Tanah
Pengaruh Kompos terhadap Sifat Fisika Tanah
Pengaruh Kompos terhadap Kadar Hara dan Pertumbuhan Tanaman
Peluang Bisnis Kompos
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:
Kandungan hara kompos tergantung dari jenis bahannya, kompos jerami padi banyak mengandung unsur nitrogen, kotoran ayam kandungan fosfor yang tinggi dan kompos batang pisang dominan mengandung kalium.
Pengaruh baik penggunaan kompos terhadap ketersediaan hara sudah mulai terlihat setelah tiga bulan hingga enam bulan aplikasi, demikian juga terhadap sifat biologi. Aplikasi kompos sangat mempengaruhi aktivitas cacing yang berpengaruh pula terhadap sifat fisik, yaitu mampu meningkatkan porositas tanah.
Pengamatan pertumbuhan tanaman selama enam bulan belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar hara tanaman jeruk. Namun jelas terlihat dari jumlah buah, kompos kotoran sapi dan kompos batang pisang yang memberikan hasil buah terbanyak. Selain ketersediaan hara setelah aplikasi kompos kotoran sapi, kecukupan hara akibat aplikasi kompos batang pisang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan buah.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN