Gerakan Bantul Bangkit Inspirasi Bagi Daerah Lain
Tanggal: 16 Nov 2007
Laporan: Har/donni
 
Gempa bumi yang telah melunluhlantakan Bantul pada 26 Mei 2006 lalu, dan menelan korban meninggal 800 orang lebih itu tidak membuat masyarakat kabupaten ini larut dalam penderitaan. Bahkan sebaliknya, masyarakat bantul bangkit dengan ketegaran. Secara bersama-sama dengan penuh kesadaran untu bergerak membangun tempat tinggal dan memulai kerja baru. Kebangkitan masyarakat Bantul bisa menjdai inspirasi masyarakat Indonesia lainnya yang terkena bencana.
“Gerakan Bantul Bangkit hendaknya bisa ditiru masyarakat korban bencana alam lainnya di Indonesia. Gerakan ini menunjukkan adanya semangat untuk bangkit dan maju meskipun telah dilanda bencana alam gempa bumi yang sangat besar,” kata Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) Prof Dr Haryono Suyono.
Menko Kesra dan Taskin era Presiden BJ Habibie menilai, masyarakat Bantul begitu gigih untuk bangkit dan maju. Menurutnya, mereka tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut.


”Semangat ini sangat membanggakan kita semua," ujarnya, saat menyerahkan bantuan kepada dua kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) di Dukuh Derman Gersik RT 6/39, Kelurahan Sumber Mulyo, Bambang Lipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Apa yang dikatakan Ketua Yayasan Damandiri dibenarkan Wakil Bupati Bantul Drs H Suwarno Prodjosumantri. ”Sejak terjadinya gempa bumi pada 26 Mei 2006 lalu itu, semangat masyarakat sempat turun drastis. Apalagi di Dukuh Derman Gersik ini korban meninggal mencapai 18 orang dan korban meninggal di Kecamatan Bambang Lipuro tercatat 80 orang dan puluhan rumah warga hancur,” jelasnya.
Menurut mantan Asisten Bidang Tata Praja Kabupaten Bantul ini, kerugian akibat gempa bumi yang dirasakan kecamatan ini termasuk paling parah. Kondisi ini sempat membuat masyarakat drop.


Bantuan UPPKS
Dalam kegiatan kunjungannya Ketua Yayasan Damandiri ke Bantul Haryono Suyono menyerahkan bantuan kepada dua kelompok UPPKS. Kedua kelompok UPPKS itu adalah UPPKS Aster dan UPPKS Duku, masing-masing mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 20 juta. Penyerahan bantuan ini secara khusus diserahkan Haryono Suyono kepada ”yuniornya” DR Sugiri Syarief, MPA selaku Kepala BKKBN Pusat yang juga ”pembina” kelompok-kelompok UPPKS di seluruh Indonesia.
Selain itu, pada kesempatan itu, Haryono Suyono juga menyerahkan sebuah hand tracktor (pengolah tanah) dan oven untuk membuat roti. Penyerahan bantuan dilakukan di Dukuh Derman Gersik RT 06, Kelurahan Sumber Mulyo, Kecamatan Bambang Lipuro, Bantul.


Penyerahan bantuan disaksikan langsung Kepala BKKBN Pusat Sugiri, Dirut Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta Suharsoyo, Direktur Pemasaran BPD DIY Sulcha Prihasti, Wakil Bupati Bantul H Suwarno, dr Loet Affandi, SPOG dan Mulyono Dhanipawiro, MBA dari Yayasan Damandiri dan ibu-ibu anggota UPPKS.
”Semangat untuk bangkit yang dimiliki masyarakat inilah yang membuat Yayasan Damandiri tergerak untuk memberikan bantuan. Selain itu, masyarakat juga menyambut baik bantuan yang telah diberikan Damandiri, ini terbukti de-ngan banyaknya permintaan dari masyarakat,” ujar Haryono Suyono.
Karena tingginya permintaan itu, Menteri Kependudukan dan Kepala BKKBN era Presiden Soeharto ini menambahkan, sejak tahun 2002 hingga saat ini Damandiri telah menyalurkan bantuan pinjaman lunak kepada masyarakat DI Yogyakarta sebanyak Rp 172 miliar dengan total masyarakat penerima bantuan sebanyak 11.500 orang.


"Bantuan selama ini kami titipkan melalui BPD DI Yogyakarta. Awalnya Rp 60 miliar, kemudian menjadi Rp 100 miliar, dan saat ini telah mencapai Rp 172 miliar," terangnya.
Yayasan Damandiri, menurutnya selain memiliki program yang bertujuan mendorong dan menggerakkan keluarga korban gempa suapaya bisa kembali bangkit, juga memberi bantuan pembangunan rumah kembali kepada korban bencana yang rumahnya rusak parah. Kegiatan kepedulian tersebut dikoordinir Bray Prabu Kusumo. Setiap bulan ada 15 rumah yang dibangun, dan diharapkan hingga akhir tahun 90 unit bangunan rumah layak huni yang tersebar di Bantul sudah bisa diselesaikan.
Haryono juga mengungkapkan, saat ini Yayasan Damandiri tengah merencanakan pemberian bantuan anak asuh bagi biaya pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu korban bencana gempa bumi di Bantul. Anak-anak berprestasi itu akan disekolahkan ke sekolah unggulan dengan biaya dari Damandiri, katanya.
Pada kesempatan bertemu dengan warga binaanya pada 30 tahun silam, Haryono melemparkan seloroh candaanya. ”Pak Giri (Sugiri Syarief, red), ibu-ibu UPPKS meski telah bergiat lebih sekitar 30 tahun tapi tetap nampak cantik-cantik bahkan semakin cantik. Hal ini tidak lain karena ikut program KB (Keluarga Berencana),” ujarnya yang serta merta disambut tepuk tangan meriah.


Sedangkan ke Wakil Bupati, Ketua Yayasan Damandiri ini menginformasilkan bila pihaknya telah menyampaikan rencana garapan barunya tentang program pos pemberdayaan dalam bidang yang lebih luas. ”Maka dengan sendirinya, ibu-ibu harus memegang peranan yang paling utama,” tandas Haryono seraya menambahkan agar jangan lupa mengajak para suaminya sehingga suaminya pun bisa ikut aktif. B4







 
 
   
 
>> Acara Buka Puasa Bersama Hipprada 03 Oktober 2007
>> Sosialisasi Program Posdaya kerjasama dengan UNIMUH dan Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online