
Muara Sungai Kampar merupakan gabungan dari beberapa aliran sungai besar dan anak sungai yang terdapat di Provinsi Riau. Aliran air yang masuk ke muara Sungai Kampar mengindikasikan banyak mengandung bahan pencemar. Hal ini terjadi karena di sepanjang sungai yang mengalir ke muara Sungai Kampar terdapat banyak pabrik-pabrik atau kegiatan industri yang beroperasi dan membuang limbahnya ke sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kandungan bahan pencemar dari berbagai aktivitas manusia yang berada di sekitar perairan Sungai Kampar, khususnya bahan pencemar yang ditimbulkan dari aktifitas industri terhadap organisme perairan.
Oleh:
ERLANGGA
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007
HP:085281060954
COVER
PRAKATA
RIWAYAT
ABSTRAK
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kawasan pesisir dikenal sebagai ekosistem perairan yang memiliki potensi sumberdaya yang sangat besar. Wilayah tersebut telah banyak dimanfaatkan dan memberikan sumbangan yang berarti, baik bagi peningkatan taraf hidup masyarakat maupun sebagai penghasil devisa negara yang sangat penting. Aktifitas perkonomian yang dilakukan di kawasan pesisir diantaranya adalah kegiatan perikanan (tangkap dan budidaya), industri dan pariwisata.
Perumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Hipotesis
Kerangka Pemikiran
II. TINJAUAN PUSTAKA
Muara Sungai (Estuaria)
Estuaria adalah perairan yang semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar (Pickard, 1967). Kombinasi pengaruh air laut dan air tawar tersebut akan menghasilkan suatu komunitas yang khas, dengan kondisi lingkungan yang bervariasi, antara lain 1. tempat bertemunya arus sungai dengan arus pasang surut, yang berlawanan menyebabkan suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi, pencampuran air, dan ciri-ciri fisika lainnya, serta membawa pengaruh besar pada biotanya. 2. pencampuran kedua macam air tersebut menghasilkan suatu sifat fisika lingkungan khusus yang tidak sama dengan sifat air sungai maupun sifat air laut. 3. perubahan yang terjadi akibat adanya pasang surut mengharuskan komunitas mengadakan penyesuaian secara fisiologis dengan lingkungan sekelilingnya. 4. tingkat kadar garam di daerah estuaria tergantung pada pasang-surut air laut, banyaknya aliran air tawar dan arus-arus lain, serta topografi daerah estuaria tersebut.
Parameter Fisika dan Kimia Kualitas Air
Pencemaran
Ikan Baung (Hemibagrus nemurus}
2.4 Histopatologi
III. BAHAN DAN METODE
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Kampar Provinsi Riau (Gambar 6), laboratorium parasit dan penyakit dan laboratorium lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - September 2006.
Bahan dan Alat
Metode Penelitian
Titik Pengambilan Sampel
Metode Parameter Kualitas Air
Pembuatan Preparat Histologis
Pengukuran Kandungan Logam Berat
Pengukuran Kandungan Logam Berat untuk Ikan
Pengukuran Kandungan Logam Berat dalam Air
Pengukuran Kandungan Logam Berat dalam Sedimen....
Pengukuran Koefisien Distribusi (Kd) dan
Biokonsentrasi Faktor
3.4 Analisa Data dan Penyajian Data
Analisa Deskriptif
Analisa Histopatologi
IV Gambaran Umum Lokasi Penelitian
4.1 Gambaran Umum
Provinsi Riau terdiri dari daerah daratan dan perairan. Di daerah perairan terdapat 3.214 pulau besar dan kecil. Sebanyak 743 pulau telah memiliki nama dan sisanya belum. Mayoritas pulau-pulau kecil yang tersebar di perairan laut Cina Selatan belum berpenghuni dengan luas sekitar 329.867,61 km2, sebesar 71,33 % merupakan daerah perairan/lautan. Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut Cina Selatan, terletak antara 1°15' Lintang Selatan sampai 4°45' Lintang Utara.
Keadaan Geografis dan Demografis
Struktur Ekonomi
Kondisi Sosial Budaya
4.2. Kabupaten Kampar
Informasi Umum
Fasilitas dan Infrastruktur
Beberapa Potensi Daerah
4.3. Kabupaten Pelelawan
Informasi Umum
Fasilitas dan Infrastruktur
Beberapa Potensi Daerah
V Hasil dan Pembahasan
Pengambilan titik sampel ditentukan berdasarkan karakteristik perairan, yakni Stasiun 1 bagian hulu sungai, Stasiun 2 bagian tengah sungai dan stasiun 3 bagian hilir sungai. Stasiun 1 dan 2 tergolong kepada perairan tawar, sedangkan untuk stasiun 3 tergolong ke pada perairan estuaria. Estuaria merupakan badan air yang kompleks dan aktivitasnya dipengaruhi oleh pergerakan air tawar dan air laut. Pergerakan kedua massa air yang berbeda ini mempengaruhi konsentrasi dan pola penyebaran salinitas serta menentukan tipe estuaria. Estuaria dengan salinitas tinggi menandakan adanya pengaruh air laut yang kuat, sehingga massa air laut mendominasi estuaria, sedangkan estuaria yang memiliki salinitas rendah mengindikasikan pengaruh air tawar yang lebih dominan.
S.l.KualitasAir
Suhu
pH
Salinitas
5.1.4.TSS
5.2. Logam Berat
Kandungan Logam Berat dalam Air dan Sedimen
Hubungan Kandungan Logam Berat dengan Parameter
Kualitas Air
5.2.3. Kandungan Logam Berat pada Insang dan Ginjal Ikan
5.3. Analisis Histopatologi
Analisis Histopatologi Ginjal Ikan Baung (Hemibagrus nemurus)
Analisis Histopatologi Insang Ikan Baung (Hemibagrus nemurus)
Distribusi Logam Berat
Korelasi Logam Berat pada Sedimen, Air dan Organ Ikan
Pengelolaan Wilayah Sungai Kampar
VI Kesimpulan dan Saran
Kandungan logam berat pada organ tubuh (insang dan ginjal) pada kan yang ditangkap di bagian hulu sungai lebih tinggi dibanding stasiun 2 dan 3 (tengah dan muara Sungai Kampar). Interaksi kandungan Pb dengan objek perlakuan (air, sedimen, insang dan ginjal ikan) antara stasiun pengamatan (hulu, tengah dan muara Sungai Kampar) berbeda sangat nyata. Kandungan logam pada insang dan ginjal ikan mengakibatkan terjadinya kerusakan jaringan pada kedua organ tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5
LAMPIRAN 6
LAMPIRAN 7
LAMPIRAN 8
LAMPIRAN 9
LAMPIRAN 10
LAMPIRAN 11