
Pembangunan kehutanan saat ini terus ditingkatkan dan diarahkan untuk menjamin kelangsungan tersedianya produksi hasil hutan, demi kepentingan pembangunan industri, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, tanpa mengabaikan fungsi ekologis hutan. Dimensi tegakan merupakan penduga yang akurat bagi produksi hasil hutan kayu. Namun, untuk menduga produksi hasil getah, perlu kajian lebih lanjut tentang korelasi antara dimensi tegakan dan produksi getah. Beberapa peubah tempat tumbuh diketahui juga memiliki korelasi dengan pertumbuhan dan produksi pohon.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara peubah dimensi tegakan dan peubah tempat tumbuh terhadap produksi Damar Mata Kucing (Shorea javanica K. et.V.) di Krui Lampung Barat. Berdasarkan peubah-peubah yang berkorelasi, kemudian dibuat model penduga produksi damar. Pengambilan contoh di lapangan dilakukan secara sengaja (purposive) yang didasarkan pada ketersebaran petak contoh pada: (1). tiga kecamatan di lokasi penelitian, (2). tiga kelas ketinggian tempat, dan (3). lima kelas kelerengan. Analisis yang digunakan untuk menyaring peubah-peubah berkorelasi nyata adalah analisis regresi bertatar (stepwise). Untuk membuat model penduga produksi damar berdasarkan peubah berkorelasi digunakan analisis regresi berganda.
Oleh:
DURYAT
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2006
COVER
PRAKATA
RIWAYAT
ABSTRAK
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan dibidang kehutanan saat ini terus ditingkatkan dan diarahkan untuk menjamin kelangsungan tersedianya hasil hutan, demi kepentingan pembangunan industri, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, dengan tanpa mengabaikan fungsi ekologis hutan. Hutan memiliki peran secara ekonomis dan ekologis yang sangat penting. Secara ekologis, hutan memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem, pengawetan tanah, dan pemelihara tata air. Secara ekonomis, hutan mampu menghasilkan devisa yang cukup besar bagi perekonomian nasional melaui produk hasil hutannya, baik berupa hasil hutan kayu maupun non kayu.
Tujuan Penelitian
Kerangka Pikir
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Taksonomi Damar Mata Kucing
Damar mata kucing (Shorea javanica K. et. V.) tergolong dalam keluarga Dipterocarpaceae. Kayu S. javanica di pasaran internasional dikenal sebagai meranti putih (White meranti), dan tergolong sebagai kayu daun lebar keras ringan (light hardwood).
Resin Damar dan Kegunaanya
Pertumbuhan Diameter dan Produktifitas Pohon
Faktor Tempat Tumbuh
Faktor klimatis
Fakto fisiografis
Faktor edafis
Faktor biotis
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilaksanakan di Pesisir Krui (Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir tengah, dan Pesisir Selatan) Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung. Analisis sifat tanah dilakukan di Laboratorium Fisika Tanah dan Laboratorium Kimia Tanah Universitas Lampung. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 25 Mei—25 Agustus 2006. Peta lokasi penelitian dapat dilihat pada gambar 2 berikut.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Populasi dan Contoh
Petak Contoh
Peubah yang Diamati
Pengukuran Peubah
Peubah respon
Peubah dimensi tegakan
Peubah tempat tumbuh
Analisis Data
Uji korelasi peubah penduga terhadap peubah respon
Asumsi untuk analisis regresi
Hubungan dimensi tegakan dan tempat tumbuh terhadap Produksi damar
Keterandalan model
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Umum
Kabupaten Lampung Barat dengan ibukota Liwa adalah satu dari sepuluh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 6 tahun 1991 tertanggal 16 Juli 1991, dan diundangkan pada 16 Agustus 1991.
Geografi dan Topografi
Iklim dan Geologi
Vegetasi dan Satwa
Hidrologi
Penduduk dan Mata Pencaharian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kebun damar atau biasa disebut masyarakat Krui sebagai repong adalah hutan rakyat yang dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat Krui. Repong damar Krui berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan sekaligus menjadi penyangga bagi kawasan taman nasional tersebut. Repong damar tumbuh pada lahan dengan ketinggian 0—300 m dpl., pada kemiringan 0—60 %.
Repong Damar
Kondisi tegakan
Tumbuhan penutup tanah
Kelas Diameter 20—40 cm
Kelas Diameter 40—60 cm
Kelas Diameter Diatas 60 cm
Peubah Berkorelasi
Jumlah lubang sadap
INP damar pada fase pohon
Diameter pohon
Kadar debu tanah
Ketinggian tempat
Kadar pasir tanah
Arah lereng
Kerapatan Optimum
Kerapatan optimum untuk kelas diameter 20—40 cm
Kerapatan optimum untuk kelas diameter 40—60 cm
Kerapatan optimum untuk kelas diameter diatas 60 cm
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
1. Beberapa peubah dimensi tegakan dan peubah tempat tumbuh berkorelasi nyata dengan produksi damar di Pesisir Krui Lampung Barat.
2. Pada kelas diameter 20—40 cm, peubah yang berkorelasi dengan produksi damar adalah Jumlah lubang sadap (X7); INP Damar fase pohon (X6); Diameter batang (X1); Kadar debu tanah pada horizon A (X14). Persamaan regresi yang dihasilkan dari kelima peubah berkorelasi tersebut adalah:
Y = 80 + 71.4 X7 - 3.41 X6 + 15.6 X1 - 1.13 X8 + 18.6 X14
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5
LAMPIRAN 6
LAMPIRAN 7
LAMPIRAN 8
LAMPIRAN 9
LAMPIRAN 10
LAMPIRAN 11
LAMPIRAN 12
LAMPIRAN 13
LAMPIRAN 14
LAMPIRAN 15