
Gerakan Masyarakat Mandiri Kamis 22 November 2007 Pukul 20:00 - 21:00 Wib disiarkan secara langsung oleh TVRI Pusat Jakarta. Dihadiri oleh rombongan Ibu Lies Koesbiono (Pimpinan Yayasan Siswa Terpadu), Carol, Wisnu, Ricky, Ika, sebagai Peserta musik festival penyandang cacat yang akan diselenggarakan di Malaysia. Juga Hadir dalam acara ini Ibu-ibu PKK dari RT03 RW05 Kelurahan pengasinan Kecamatan Rawalumbu Bekasi, Ibu-ibu BKB PAUD Kasih Ibu Kelapa dua Kebon Jeruk Jakarta Barat serta Ibu-ibu UPPKS kelapa Cempaka II dan Para generasi penerus kita mahasiswa dan mahasiswi dari Mahasiswa STMIK Jakarta. Selaku Host malam hari ini Bpk Prof Dr Haryono Suyono bersama Dewi Huges serta narasumber Ir Besar Sutiyoso ( Sekjen Departeman Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Bpk Siswadi MBA (Ketua PPCI), Bpk Gufron (Ketua Komite Nasional Abilimpik).
Acara ini disiarkan serta diliput oleh Majalah Gemari, D radio 103,4 fm, Harian Umum Pelita.
Cuplikan Media TVRI:
Tanggal 30 hinga tanggal 2 Nopember 2007 yang lalu, komite Nasional Abilimpik Indonesia menyelenggarakan Abilimpik ke 4 yang berlangsung di gedung Aneka Bhakti Sosial Departemen Sosial Jakarta dan di balai Besar Bina Daksa Cibinong.
Maksud diadakan Abilimpik Nasional merupakan ajang kompetisi profesional bagi penyandang cacat, agar menjadi manusia yang handal dengan tujuan sebagai ajang evaluasi rehabilitasi vokasional, memotivasi kehidupan para penyandang cacat, untuk menjadi mandiri dan sejahtera sebagai seleksi terbaik untuk dikirim ke Abilimpik Internasional. Kegiatan ini menampilkan para penyandang cacat sebagai sumber daya manusia yang handal sekaligus sebagai barometer bagi keberhasilan proses rehabilitasi vokasional dan pemberdayaan penyandang cacat di Indonesia. Disamping itu kegiatan ini juga menunjukan pada masyarakat luas bahwa para penyandang cacat sebagai bagian dari masyarakat Indonesia juga merupakan aset nasional dan sumber daya manusia yang dapat didayagunakan untuk keberhasilan pembangunan.
Abilimpik Nasional ke 4 ini diikuti 148 peserta dari 15 Provinsi di Indonesia terdiri dari provinsi Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan Jambi dan Bali. Dengan 24 jenis lomba yang dipertandingkan. Peserta yang berhasil menjadi juara akan diseleksi kembali dan nantinya akan dikirim untuk mengikuti lomba Abilimpik Internasional di Shizouka Jepang.
Prof Dr Haryono Suyono (Host):
Teman-teman kita yang biarpun ada kekurangan, barangkali pak Bpk Gufron (Ketua Komite Nasional Abilimpik) bisa menceriterakan pesertanya awalnya berapa, sampai yang dibawa ke jakarta ?
Bpk Gufron (Ketua Komite Nasional Abilimpik):
Tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2007 kemarin kami panitia Komite Abilimpik Nasional menyelenggarakan Abilimpik Nasional ke 4, jadi ini lomba keterampilan untuk para penyandang cacat dan mereka mewakili dari provinsi-provinsi di seluruh Indonesia. Mereka tentunya sudah merupakan unggulan dari daerahnya masing-masing dan berkumpul di jakarta itu sebanyak 148 peserta dari berbagai jenis kecacatan dan lombanya juga bermacam-macam mulai dari yang rumit seperti komputer dan pemrograman robotic sampai melukis, kemudian ada juga merakit sepeda, menjahit dan berbagai lomba-lomba yang lainnya. Lomba-lomba tersebut berorientasi untuk bekal-bekal mereka bekerja atau mungkin bisa membuka usaha untuk mandiri.
Prof Dr Haryono Suyono (Host):
Jadi ini adalah moto pak Bpk Siswadi MBA (Ketua PPCI) bahwa adik-adik kita , anak-anak kita itu yang penyandang cacat tidak boleh disembunyikan oleh orang tuanya. Jika disembunyikan oleh orang tuanya nanti akan sengsara.tapi harus di latih.. silahkan Siswadi komentarnya sebagai ketua PPCI
Bpk Siswadi MBA (Ketua PPCI):
Memang Abilimpik ini sasaran teknisnya adalah lomba menguji tingkat keterampilan, tapi ada sasaran strategis adalah bagaimana mengembangkan suatu konsepsi wacana kewirausahaan bagi penyandang cacat.
Kenapa kewirausahaan?, karena boro-boro jadi buruh itu sulit pak, diamana mana tidak diterima. BUMN yang secara explisit dalam undang-undang disebutkan quota 1 persen sampai sekarang belum ada realisasinya. Oleh sebab itu dengan mengembangkan nilai-nilai dan jiwa kewirausahaan agar menjadi mandiri.
Itu adalah sasaran strategis yang akan dikembangkan agar lebih mandiri, berjiwa wirausaha tidak sebagai peminta-minta tapi semangat juang yang tinggi.
Prof Dr Haryono Suyono :
Pak Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans) Bagaimana komentar bapak pada waktu kami menghadap pak menteri beliau memberi semangat "Teruskan Perjuangan ini"
Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans):
Pertama kami menyampaikan penghargaan yang tinggi bagi teman-teman penyandang cacat agar tidak mempunyai rasa rendah diri itu penting dan keberadaan penyandang cacat itu dilindungi oleh undang-undang. UU No 4 tahun 1997/PP No 43 tahun 1998 dan yang lebih utama bagi yang tidak penyandang cacat adalah mari kita bangun rasa kesetiakawanan sosial kita dan sikap sukarelawan kita untuk ikut membantu teman-teman kita yang cacat, agar bisa lebih mandiri. Memang ada PP No 43 itu menyebutkan bahwa setiap perusahaan yang karyawannya 100 minimal harus 1 orang bisa menerima penyandang cacat. Kami menghimbau kepada para pejabat Departemen yang mengurusi ketenagakerjaan di daerah, tolong diberikan atau di tegakkan peraturan pemerintah ini sehingga perusahaan bisa memberikan kontribusinya untuk menampung saudara-saudara kita yang penyandang cacat. Dari survey yang kami lakukan dari 79 perusahaan di pulau jawa dan beberapa di sumatera, itu ada sekitar 709 penyandang cacat yang bekerja di perusahaan. Sebagian Besar yang bekerja itu adalah tuna rungu sebanyak 75 persen. kemudian tuna daksa itu ada 15 persen, tuna netra itu 6 persen kemudian tuna wicara itu 4 persen, jadi yang terbesar yang bekerja di perusahaan-perusahaan itu adalah tuna rungu.
Prof Dr Haryono Suyono:
Bisa bapak beri alasan kenapa tuna rungu lebih banyak diserap?
Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans):
Ini dari data lapangan tuna rungu itu lebih banyak diserap perusahan menerima dari fisik mereka tidak ada masalah dan tidak ada kendala serta dengan pelatihan-pelatihan khusus dalam kondisi industri yang bising , maka mereka bisa masuk kesana. Tetapi angka ini belum memuaskan, artinya bagi pemerintah daerah, kabupaten dan kota dalam kerangka otonomi daerah ini tolong jangan membedakan warga negara cacat atau tidak cacat. Hak mereka sama untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Prof Dr Haryono Suyono (Host):
Bagaimana rancangan untuk tahun 2008 PPCI DNIKS dan lain sebagainya ?
Bpk Siswadi MBA (Ketua PPCI):
Memang PPCI bekerja sama dengan DNIKS untuk mengembangkan hal-hal yang sifatnya riil dilapangan dalam bentuk pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar yang salah satu diantarnya yang kita ingin kembangkan adalah pelatihan untuk pemeliharaan ikan hias berikutnya pemeliharaan poho-pohon hias itu yang tidak memerlukan mobilitas yang tidak begitu tinggi tapi hampir bisa dilakasanakan itu hal-hal yang kita ingin kita lakukan yang menyentuh konkret kepada realitas yang ada di lapangan. Untuk bidang kesenian juga berkat dukungan dari gemari ini nantinya akan banyak calon-calon artis yang akan dimunculkan di media seperti gemari ini. Karena dari setiap even ini selalu muncul penyanyi-penyanyi penyandang cacat dengan tidak bermaksud menyaingi mas Choki. Kesenian juga salah satu yang akan kami kembangkan termasuk yang ibu Lies pimpin dan sebetulnya ibu Lies bukan hanya ke malaysia tapi sudah melanglang buana ke seluruh penjuru Dunia.
Prof Dr Haryono Suyono(Host):
Pak Bpk Gufron (Ketua Komite Nasional Abilimpik) Bagaimana persiapan untuk tahun depan Abilimpik?
Bpk Gufron (Ketua Komite Nasional Abilimpik):
Abilimpik ini diselenggarakan oleh internasional 4 tahun sekali pelaksanaan 4 tahun yang lalu di India dan tahun ini akan dilaksanakan di Shizuoka Jepang, saya menyesal sekali bahwa tahun ini kita tidak bisa mengikuti di even Internasional itu, untuk kedepannya pesiapannya akan lebih matang lagi terutama bagi mereka yang telah melihat even Nasional ini akan training di berbagai lembaga pelatihan baik itu yang dimiliki swasta maupun pemerintah seperti Depsos, Depnakertrans, Lembaga-lembaga dan Yayasan-yayasan juga ada mereka sedang siap-siap untuk even berikutnya
Penelpon:
Syamsul dari Bandung
Ada tiga pertanyaan pak pertama dari Bpk Gufron (Ketua Komite Nasional Abilimpik) kenapa Abilimpik itu tidak jadi ikut? itu memalukan kita karena tidak komunikasi dengan daerah daerah lain. Kedua kenapa yang sudah pensiun ini seperti pak Prof Dr Haryono Suyono sangat akrab sekali dengan penyandang cacat, waktu bapak jadi menko wah, itu kurang akrab itu pak seharusnya yang akrab itu yang masih aktif dari menteri atau pejabat lainnya … yang Ketiga saya mau keliling Indonesia pada hari penyandang cacat dunia mungkin jadi di lepas oleh Presiden SBY, lalu konferensi Asia Afrika 2008 harus terjadi dengan konferensi Asia Afrika untuk penyandang cacat
Penelpon:
Mahmud
Cempaka Putih Jakarta
Yang pertama kepada pak sekjen Menakertrans UU ketenagakerjaan itu sudah lengkap pak jadi mungkin bukan saat nya untuk himbauan karena didalam undang-undang itu sudah ada sangsi tapi belum pernah kita dengar bahwa Menteri Tenaga Kerja menjatuhkan sangsi kepada perusahaan yang tidak mempekerjakan satu persen dari UU tersebut. Saya mohon komentar. Yang kedua ketua Abilimpik Nasional saya kira untuk kedepan agar lebih baik, merekrut beberapa departemen terutama departemen tenaga kerja sehingga kedepan untuk Abilimpik Internasional dapat ikut serta. Bendera Indonesia di tingkat Internasional turun pak, tidak dinaikan , ternyata karena tidak mengirim peserta. Untuk itu saya mohon kepada instansi terkait terutama Depnaker ini untuk memberi dukungan yang sangat besar terutama dalam masalah pendanaan untuk mendukung keikutsertaan ditingkat Internasional.
Penelpon
Syaiful Palembang
Ini memotivasi orang-orang sehat yang meminta minta itu , mustinya malu. Harapan rakyat itu beginilah mestinya. Tapi sekarang pejabat-pejabat daerah kalau kampanye itu dia menawarkan hanya membangun ini membangun itu dan lain sebagainya. Mestinya harapan rakyat seperti inilah, dibina seperti petani dibeli hasil padinya , jangan begitu panen malah impor beras dari luar negeri bagaimana masyarakat mau maju pedagang saja digusur mestinya dikasi fasilitas.
Bpk Siswadi MBA (Ketua PPCI):
Jadi ada empat pertanyaan yang secara langsung nanti dengan pak Bpk Gufron kenapa kok sudah dilaksanakan di tingkat Nasional kok malah tidak berangkat ke Internasional itu dampak nya sangat luar biasa pak. Karena saya sangat sedih bendera merah putih tidak bisa berkibar di dunia Internasional.
Yang kedua Pak Syamsul akan melaksanakan keliling Indonesia dalam rangka mensosialisasikan UU No 4 tentang Penyandang cacat pada prinsipnya kami dukung. Dan pak syamsul juga punya Inisiatif untuk mewujudkan Konferensi Asia Afrika Penyandang cacat. Ini evenya Internasional tentunya tidak bisa kerjakan sendiri dan harus mengadakan kordinasi dan persiapannya sangat matang, karena ini taruhannya juga kembali ke bangsa indonesia sehingga penyandang cacat Indonesia go Internasional
Bpk Gufron (Ketua Komite Nasional Abilimpik):
Untuk Abilimpik Nasional ke 4 kita sudah mengirim surat ke semua stake holder seperti DPD PPCI kemudian BK3S serta Organisasi Sosial Kecacatan semuanya sudah kami kirim dan responnya sangat baik sekali sehingga dari data 148 peserta ini membuktikan bahwa informasi ini sudah menyebar ke seluruh stake holder. Kalau mungkin pak samsul ada miss komunikasi mohon maaf kalau memang mungkin disana belum menerima surat.
Karena untuk daerah daerah lainnya telah menerima surat itu melalui email Fax dan di web juga sudah ada serta sarana komunikasi lainnnya semua kita pakai…
Prof Dr Haryono Suyono(Host):
Terpaksa gagal untuk ke Shizuoka Jepang, tapi ngga apa apa pak, jadi ada alasan pak tapi untuk 4 tahun lagi tidak boleh gagal lagi pak
Kalau perkara menko itu terlalu pendek jadi Menkonya
Buat pak samsul mungkin ada komentar dari pak Besar Sutiyoko silahkan..
Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans):
Buat pak Mahmud tadi ya ini juga pada kesempatan ini kami melanjutkan masukan dari pak Mahmud, bahwa sistim sekarang desentralisasi otonomi daerah ini , urusan ketenagakerjaan adalah urusan wajib pemerintah daerah kabupaten, kota. Tugas ini untuk pengawasan pengaturan urusan ketenagakerjaan adalah tugas pengawas ketenagakerjaan .
Untuk itu saya juga menyampaikan atau meneruskan pesan pak Mahmud, kita yang perlu adalah penegasan hokum dan tindakan konkret. Oleh karena itu para pengawas ketenagakerjaan di kabupaten, kota hendaknya melihat kembali UU No 4 1997 dan PP 43 tahun 1998 ini sebagian dari upaya kita membantu teman-teman penyandang cacat untuk bisa mengisi kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan di daerah. Itu pak Mahmud urusan pusat Propinsi, kabupaten dan kota Depnaker sebelumnya tidak sebagai pelaksanaan langsung, Depnakertrans lebih banyak ke regulasi dan fasilitasi, oleh karena itu kepada pemerintah daerah khususnya kelembagaan ketenagakerjaan serta infrastruktur ketenagakerjaan harus ada pengawasnya dan jangan dipindahin. Dipindahin jadi kepala pemakaman atau lainnya, Jangan! Ini yang utama itu begitu. Pengawas ketenagakerjaan itu di fungsikan, kalau sudah tidak ada di didik lagi. Depnakertrans akan membantu mendidik mereka untuk pengawas pengawas di daerah. Kemudian untuk kegiatan bantuan-bantuan Depnaker, Depnaker mengalokasikan dana APBN untuk pelatihan. Ini adalah terbuka dan sangat terbuka bai teman teman penyandang cacat, karena fokus Depnaker adalah membangun kualitas sumber daya manusia. Human Capital menjadi sasaran utama karena kekuatan kita hanya ada dua yaitu human capital dan resources capital. Kalau kita tidak memiliki kualitas sumber daya manusia yang bagus itu sumber daya alam yang melimpah tidak akan ada artinya.
Semangat dari rekan-rekan penyandang cacat untuk mandiri, untuk menciptakan lapangan kerja sendiri itu lebih luhur dari pada kita ingin sekolah tinggi-tinggi tapi hanya menjadi buruh. Itu yang menjadi kebanggaan kita semua.
Prof Dr Haryono Suyono(Host):
Jadi mungkin organisasi kita ini tahun depan kita bisa ikut dilatih di pusat-pusat pelatihan tenaga kerja Depnaker itu bagaimana pak?
Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans):
Itu sangat terbuka untuk UPT pusat ada di beberapa lokasi misalkan di Aceh, Medan Bandung, Serang, Solo Semarang dan sebagainya itu sudah kami instruksikan untuk memberi peluang kepada rekan-rekan kita penyandang cacat untuk mengikuti pelatihan dengan biaya APBN dan tidak ada diskriminasi, dan penyandang cacat mempunyai hak yang sama untuk memanfaatkannya
Prof Dr Haryono Suyono:
Jangan sama pak sebab kalau sama kalah pak !
Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans):
Memang untuk penyandang cacat ada hal-hal kusus dalam pendanaan artinya unuk mengikuti pelatihan itu haknya sama sedangkan untuk pendanaannya akan mengikuti kebutuhan riil. Dan di BLK Solo sudah banyak yang dilatih, dan ditempatkan karena kami fokus di BLK solo itu kami fokuskan kerjasama denga rumah sakit di Solo yang penyandang cacat ini kami kerjasama terus dan saling mengisi dan kita menyalurkan. Konsep BLK adalah konsep 3 in 1 yaitu Pelatihan Sertifikasi dan Penempatan. Jangan di latih untuk menjadi penganggur baru, ini yang menjadi pedoman kita di lapangan untuk membangung kualitas SDM kita melalui program 3 in 1. Kalau Jakarta adalah 3 in 1 untuk kendaraan kalau Depnakertrans adalah kita latih diberi sertifkat dan ditempatkan ini menjadi suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan.
Huges (Host):
Sekaligus juga dari pertanyaan bapak Saiful di palembang, meminta untuk di fasilitasi hasil-hasil karyanya atau hasil kerjanya mungkin mau ditanggapi?
Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans):
Ya memang kalau kita memproduksi tapi tidak ada yang membeli itu percuma, jadi utamanya kita mohon pada pemerintah daerah untuk menjadi perhatian dan bagi kita semua tolong beli produksi dalam negeri, sehingga masyarakat kita bisa hidup termasuk produk dari rekan-rekan kita penyandang cacat. Kalau kita membeli produk mereka berarti kita membangun bangsa kita, mari kita prioritaskan untuk membeli produk dalam negeri.
Floor
Denny dari STMIK Jakarta
Pemerintah melalui Departemen tenaga kerja menghimbau kepada berbagai perusahaan untuk memberikan kesempatan bagi saudara-saudara kita yang memiliki kekurangan, pertanyaannya adalah apakah di Depnakertrans sendiri sudah memberikan fasilitas bagi mereka soalnya pada setiap lembaran penerimaan pegawai baru selalu tercantum sebagai salah satu syarat administrasi adalah sehat jasmani dan rohani
Floor:
Ibu Titin dari kelompok PKK Rw 05 kelurahan pengasinan Kec Rawalumbu Kota Bekasi
Saya ingin tanyakan kepada penyandang cacat yang berprestasi: Siapa yang memotivasi yang berperan dalam hal ini sangat berperan penting sehingga saudara saudari semua bisa sukses dalam hal ini
Arif Rahman Hakim (Penyandang Cacat)
Yang memotivasi kita untuk dapat bekerja adalah melalui Yayasan Mitra Netra. Yayasan Mitra Netra dahulu bekerja sama dengan Kayu Manis Group perusahaan milik Pak Bob Hasan dan kemudian saya bekerja disana selama kurang lebih 13 tahun. Dan saat ini saya sudah bekerja di salah satu Oil Company yang ada di kawasan Sudirman Jakarta. Posisi saya saat ini tidak hanya sebagai telefonis tetapi juga saya melakukan entry data untuk mengupdate nomor telepon keluar masuk sesuai kebutuhan pada masing-masing karyawan yang berjumlah sekitar 3000 orang. Aktifitas saya diluar bekerja saya sudah cukup lama ikut dengan ibu Lies Koesbiono ini sejak tahun 1974 dan sampai saat ini saya masih bergabung dengan beliau. Untuk diperusahaan Oil Company ditempat saya bekerja saat ini tidak terlalu berat dan juga tidak terlalu ringan karena kita menyambungkan permintaan telepon tidak dari orang-orang dikantor tetapi juga dari karyawan lainnya yang bekerja dilepas pantai, mereka kesehari-hariannya adalah melakukan pengeboran minyak dilepas pantai dan setiap mereka minta sambungkan telepon keluar itu selalu memberikan nomor telepon dan saya mencatatnya dalam huruf braile.
Prof Dr Haryono Suyono (Host):
Pak Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans) mohon dikomentari tentang pak Arif
Ir Besar Sutiyoko (Sekjen Depnakertrans):
Ini suatu yang luar biasa karena didalam suatu jabatan itu selain syarat pendidikan ada syarat kerja. Syarat kerja itu meliputi antara lain kemampuan melaksanakan tugas jabatan, resiko, bahaya dan lingkungan kerja ada bakat, minat dan tempramen dan pak Arif ini bisa mengisi itu. Yang ini biasanya diisi oleh tenaga kerja yang normal.
Saya sambung dengan pertanyaan mas Denny tadi. Di Depnakertran ada yang cacat fisik menduduki jabatan eselon 2. Tapi yang utama didalam merekrut suatu pegawai khususnya yang dikaitkan dengan saudara-saudara kita penyandang cacat harus kita lihat derajat kecacatanya dan bagaimana syarat jabatan itu?
Kalau itu tidak menimbulkan resiko bahaya bagi para saudara-saudara kita yang cacat kenapa tidak? Jadi sehat jasmani dan rohani itu namanya sehat itu penjabarannya bukan berarti fisiknya lengkap. Sehat yang berarti keterangan dari dokter itu sehat tetapi kejadian di Depnaker ada dan bukan hanya di Depnaker saja tetapi di berbagai perusahaan lain juga ada.
Oleh karena itu melalui mas Denni mari kita suarakan semangat kita untuk membantu ikut mengingatkan kalau sempat dimana kita berada kita ingatkan mari kita ingatkan rasa kesetiakawanan sosial, jiwa kesukarelawan kita untuk membantu para penyandang cacat.
Huges:
Kemana Informasi yang bisa didapatkan tentang penyandang cacat?
Bpk Siswadi MBA (Ketua PPCI):
PPCI sekarang itu memiliki 30 perwakilan di tingkat provinsi tetapi kami juga memiliki website dengan alamat www.inklusi.com sebagai arti bebas hambatan sehingga tadi sehat jasmani dan rohani itu dilapangan hambatan. Oleh sebab itu saya menyarankan untuk rekrutmen pegawai itu hapus saja persyaratan sehat jasmani dan rohani, karena dengan sehat jasmani dan rohani pun banyak rekrutmen yang tidak sukses tetapi ketika sehat jasmani dan rohani itu dimasukan itu dibaca untuk penyandang cacat tidak boleh ngelamar. Ini bahasa stigmanisasi yang ada di lapangan sehingga saya mengusulkan di coret saja persyaratan sehat jasmani dan rohani.
Prof Dr Haryono Suyono(Host):
Kalau www,inklusi.com itu agak macet, bisa dengan mudah untuk akses ke www.dniks.org dan jangan curiga karena PPCI itu bernaung di dalam DNIKS dan juga sebagai penutup bahwa saudara-saudara para penonton jika ada minat untuk membantu, apakah Abilimpik yang akan berlangsung 4 tahun lagi ataukah saudara-saudara kita yang akan berangkat ke Malaysia jangan lupa kirim ceknya ke DNIKS
Huges:
Kita Tutup perbincangan kita malam hari ini, terima kasih atas kedatangan tamu-tamu kami dan adik-adik semua dari Yayasan Siswa Terpadu. Selamat dan sukses untuk perjuangan di festival nanti.
Gemari……
Audio Sesi 1
Audio Sesi 2
Audio Sesi 3
Audio Sesi 4