
The objectives of this study are to know the determinant affecting female workers from East Java villages deciding to join short term immigration both legally and illegally, and how the process of migration is, as well as the effect of the so called migration to the migrants’ family’s prosperity in their homeland. This study will examine weather theory of “Voluntaristic Action” can be accepted as the theory of migration decision making in the level of individual.
To ask the questions and achieve the objectives of the study, the writer has interviewed 300 return migrant - female workers divided into two sample groups, which are 150 legal and 150 illegal female workers, using “Availability sampling”, from 15 villages in the areas of Malang, Blitar, and Tulungagung districts.
Oleh:
IDA BAGUS WIRAWAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
Sampul Luar
Sampul Dalam
Kata Pengantar
Susunan Organsasi Tim Peneliti
Ringkasan
Abstract
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Di dalam kepustakaan demografi sosial, ( juga dikenal dengan studi kependudukan atau population studies), disebutkan bahwa, perubahan jumlah, komposisi, distribusi dan pertumbuhan penduduk dalam suatu daerah, dipengaruhi oleh sedikitnya lima komponen demografi, yaitu ; (1) kelahiran , (2) kematian, (3) migrasi, (4) mobilitas sosial dan (5) perkawinan (lihat : Bogue, 1969 : 4)
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum.
1.3.2. Tujuan Khusus
1.4. Manfaat Penelitian.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
2.1. Penelitian Migrasi Internasional di Indonesia
Beberapa penelitian migrasi terdahulu yang pernah dikerjakan -- menyangkut perpindahan tenaga kerja ke luar negeri yang bersifat sementara -- juga berupaya menjelaskan salah satu persoalan tenaga kerja diantara tiga isue besar migrasi sebagaimana telah disebutkan di atas (Hugo, 1975; Effendi, 1986; Hugo, 1992b; 1995a; 1995b; 1995c; Nasution, 1997; 1998; Spaan, 1994; 1999; Ananta, 1996; Bandiyono, 1997; Keban, 1998; Tirtosudarmo dan Romdiati, 1998; Mantra, Kasto dan Yeremias, 1999; dan Eki, 2002).
2.2. Teori-Teori Pengambilan Keputusan Migrasi
2.3. Teori Struktural Fungsional
2.4. Teori Struktural Konflik.
2.5. Teori Sosiologi Pilihan Rasional.
2.5.1. Teori Voluntaristic Action
2.5.2..Transformasi Grand Theory ke Middle Range Theory
2.6. Instrumentalisasi Teori untuk Penelitian.
2.7. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian
2.7.1. Kerangka Konseptual Penelitian
2.7.2. Hipotesis Penelitian.
BAB 3. METODE PELAKSANAAN PENELITIAN.
3.1. Konsep Variabel Penelitian
Konsep (variabel) penelitian yang tergolong sentral dalam penelitian ini adalah; konsep Tenaga Kerja Wanita Indonesia ilegal, dan legal yang selanjutnya disingkat TKW ilegal, dan TKW legal. Untuk memudahkan identifikasi variabel pokok ini dalam pengamatan, maka de facto yang dimaksud dengan TKW ilegal dalam penelitian ini adalah; “Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang memasuki wilayah dan bekerja di negara lain, tanpa dilengkapi ijin tinggal dan visa kerja yang sah di negara tujuan, serta bekerja tanpa surat kontrak kerja dan dokumen lain yang sah menurut hukum di negara tujuan”.
3.1.1. Konsep TKWI legal dan ilegal
3.1.2. Pendidikan Individu TKW (X1).
3.1.3. Luas Pemilikan Lahan di Desa Asal (X2)
3.1.4. Pendapatan di Desa Asal (X3)
3.1.5. Perolehan Pekerjaan di Desa Asal (X4)
3.1.6. Dorongan Keluarga (X5)
3.1.7. Lingkungan TKW (X6)
3.1.8. Peran Jaringan Migrasi (X7).
3.1.9. Hambatan Migrasi (X8)
3.1.10 Pengambilan Keputusan Migrasi (Z).
3.1.11 Peningkatan Pendapatan atau Kesejahteraan (Y).
3.2. Metode dan Prosedure Penelitian.
3.2.1. Penentuan Lokasi dan Sampel Penelitian
3.2.2. Batasan Populasi Sebelum Penelitian
3.2.3. Cara Memilih Responden
3.2.4. Cara Pengumpulan Data
3.2.5. Uji Validitas dan Reliabilitas
3.2.6. Uji Validitas Instrumen
3.2.7. Uji Reliabilitas Instrumen
3.3. Metode Analisis Data
3.4. Jangka Waktu Penelitian
BAB 4. TEMUAN STUDI DAN ANALISIS DATA
4.1. Kondisi Makro Daerah Sebagai Dasar Rasionalitas
Gambaran makro kemiskinan di tiga Kabupaten lokasi penelitian, di Propinsi Jawa Timur, sengaja ditampilkan secara garis besar, untuk menunjukkan ‘setting’ daerah studi yang mendasari rasionalitas mengapa sebagian penduduk bermigrasi (sementara) ke luar negeri untuk melawan kemiskinannya.
4.2. Setting Sosial,Ekonomi dan Demografi Penelitian
4.3. Deskripsi Umum Daerah Penelitian Kabupaten Malang
4.3.1. Letak Geografis dan Luas Wilayah
4.3.2. Batas Administratif Wilayah
4.3.3. Jumlah dan Kepadatan Penduduk
4.3.4. Agama dan Mata PencaharianPenduduk
4.3.5. Struktur Penduduk dan Angkatan Kerja
4.4. Deskripsi Umum Daerah Penelitian Kabupaten Blitar
4.4.1. Letak Geografis dan Luas Wilayah
4.4.2. Iklim dan Curah Hujan
4.4.3. Jumlah Penduduk dan Kepadatan
4.4.4. Agama dan Mata Pencaharian Penduduk
4.4.5. Angkatan Kerja
4.5. Deskripsi Umum Daerah Penelitian Kabupaten Tulungagung
4.5.1. Letak Geografis dan Luas Wilayah
4.5.2. Jumlah Penduduk dan Kepadatan
4.5.3. Agama dan Mata Pencaharian Penduduk
4.5.4. Angkatan Kerja
4.6. Deskripsi Temuan Penelitian.
4.6.1. Karakteristik Demografi Responden
4.6.2. Status Perkawinan Responden
4.6.3. Tingkat Pendidikan Responden
4.6.4. Pemilikan Lahan Pertanian
4.6.5. Pendapatan Responden Di Desa Asal
4.6.6. Perolehan Pekerjaan di Desa Asal
4.6.7. Dorongan Keluarga di Desa Asal
4.6.8. Lingkungan TKW di Desa Asal
4.6.9. Peranan Jaringan Migrasi
4.6.10 Keputusan Bermigrasi
4.6.11 Peningkatan Kesejahteraan Keluarga
4.6.12. Perbandingan Temuan Antara TKW Legal dan Ilegal
4.7. Analisis Data
4.7.1. Uji Validitas dan Reliabilitas
4.7.2. Analisis Jalur (Path Analysis)
4.7.3. Pengujian Hipotesis dan Hubungan Kausal
5. Uji Perbedaan (Uji T) Variabel untuk TKW Legal dan Ilegal
BAB 5. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
5.1. Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Migrasi
Uraian-uraian di dalam Bab 5 ini, akan difokuskan pada pembahasan hasil penelitian, sebagai upaya untuk menemukan kaitan antara hasil temuan lapangan dan analisis data di satu pihak dengan implikasi teori di pihak lain. Pembahasan akan meliputi ketiga issue besar (pokok) dalam studi-studi migrasi yang diteliti dalam kesempatan ini, yakni ; pertama, issue tentang determinan migrasi, kedua, issue tentang proses migrasi dan ketiga issue tentang dampak migrasi bagi keluarga migran di daerah asalnya.
5.1.1. Dasar Rasionalitas Pilihan Cara Migrasi
5.2. Proses Migrasi Menjadi TKW
5.2.1. TKW Kategori Legal
5.2.2. TKW Kategori Ilegal
5.3. Dampak Migrasi Bagi Daerah Asal
BAB 6. K E S I M P U L A N
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis sebagaimana dipaparkan di dalam Bab 4, dan pembahasan hasil penelitian dalam Bab 5, maka dalam Bab 6 ini ada 2 (dua) hal pokok yang dapat disimpulkan. Pertama, adalah kesimpulan umum yang merupakan temuan empirik sebagai hasil pengujian hipotesis untuk menjawab pertanyaan penelitian; sedangkan hal kedua, merupakan saran-saran untuk tindak lanjut.
6.2. Keterbatasan Studi
BAB 7. IMPLIKASI TEORITIK TEORI TINDAKAN VOLUNTARISTIK
Paparan dalam Bab terakhir (Bab 7) berikut ini, bermaksud untuk menguraikan hal paling penting dari disertasi ini, yakni; mencoba memposisikan realitas (gejala) pengambilan keputusan bermigrasi oleh wanita pedesaan di Jawa Timur, untuk memperbaiki kesejahteraan keluarganya itu -- di dalam konstruksi sosial “emansipasi wanita” tani di pedesaan. Dengan kata lain, pada bagian akhir Bab ini akan dipaparkan implikasi dari adanya pergeseran struktur relasi kekuasaan antara laki-laki dan wanita dalam keluarga migran pedesaan sebagai wujud emansipasi wanita dalam menghadapi tekanan hegemoni patriarchi ,norma syari’at dan Fatwa Haram dari MUI .
7.1. Pengambilan Keputusan Bermigrasi Dalam
Voluntaristic Theory of Action
7.2. Posisi Teori Pilihan Rasional Dalam Teori Sosiologi Makro
7.3. Teori Tindakan Voluntaristik Dalam Perspektif
Teori Migrasi
7.4. Posisi Teori Tindakan Voluntaristik Dalam Teori
Pengambilan Keputusan Migrasi
7.5. Implikasi Temuan Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5
LAMPIRAN 6