PERBEDAAN BUDAYA DAN ADAPTASI ANTAR BUDAYA DALAM RELASI KEMITRAAN INTI-PLASMA (Studi tentang Komunikasi Antar Budaya: Kasus Kemitraan antara Perusahaan Inti dan Petani Plasma di Perusahaan Teh PT Pagilaran)
Tanggal: 21 Jan 2008
Laporan: NINIK SRI REJEKI
 
Perbedaan budaya adalah karakteristik khas dari komunikasi antarbudaya. Dari perbedaan tersebut muncul perilaku komunikasi yang berbeda, sehingga dapat memunculkan berbagai masalah komunikasi yang solusinya memerlukan kompetensi komunikasi tertentu agar komunikasi dapat mencapai tujuannya.
Perbedaan budaya dalam sistem perkebunan di Indonesia diawali dengan adanya realitas ekonomi dualistik yang pada gilirannya memunculkan adanya dualisme budaya dalam kehidupan perkebunan. Di satu pihak adalah perkebunan besar yang berorientasi kapitalisme modern, di lain pihak petani kecil pra-kapitalis yang tradisional. Pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dipandang merupakan solusi yang dapat mengatasi masalah perbedaan di antara dua komunitas tersebut. Dengan kata lain Pola PIR yang kemudian berlanjut dengan istilah kemitraan antara perusahaan inti dan petani plasma dipandang sebagai sebuah sistem yang dapat memadukan dua komunitas berbeda budaya, yaitu pengusaha besar dan petani kecil.

Oleh:
NINIK SRI REJEKI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS INDONESIA


ABSTRAK
ABSTRACT
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR

BAB I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Permasalahan
Perbedaan budaya adalah karakteristik khas dari komunikasi antar budaya, hal ini seperti yang dikemukakan oleh Samovar dkk. (1984:16), komunikasi antar budaya adalah komunikasi dengan ciri sumber dan penerima pesan berasal dari budaya yang berbeda. Komunikasi merupakan fungsi dari budaya. Oleh karena itu, perilaku komunikasi adalah cerminan budaya asal dari partisipannya.
Komunikasi bersifat simbolik. Pada saat seseorang menggunakan simbol-simbol, baik berupa kata-kata atau gestura, diasumsikan bahwa orang lain juga menggunakan sistem simbol yang sama. Hal ini bermasalah ketika komunikasi itu dilakukan dengan pasangan yang berbeda, karena masing-masing budaya mengembangkan sistem simbol yang berbeda dengan budaya lainnya. Dengan demikian, perbedaan budaya menyebabkan adanya penggunaan simbol berbeda dan persepsi berbeda atas pesan yang disampaikan, sehingga komunikasi tidak dapat mencapai tujuannya. Sebagai contoh, ketika ada perbedaan budaya dalam komunikasi untuk merubah perilaku, maka dapat menyebabkan perubahan perilaku itu tidak dapat tercapai atau tidak sesuai dengan maksud penyampai pesan. Oleh karena itu dalam komunikasi antar budaya diperlukan kompetensi tertentu sebagai solusi atas masalah komunikasi karena perbedaan budaya.

I.2. Pokok Permasalahan dan Rumusan Masalah
I.3. Tujuan Penelitian
I.4. Signifikansi Studi

BAB II. KERANGKA KONSEPTUAL
II.1. Konstruktivisme sebagai Paradigma Penelitian
Dalam Guba dan Lincoln (1994:107) dikemukakan bahwa paradigma adalah basic belief system atau sistem keyakinan dasar. Sistem keyakinan, dalam “Encyclopedia of Cultural Anthropology” (Levinson dan Ember, 1996:125) merupakan segala sesuatu yang tertanam secara dalam, meliputi kepercayaan, gagasan, pemahaman, dan harapan yang mendasari dan memotivasi beroperasinya suatu budaya. Sistem keyakinan ini memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mengarahkan perilaku.
Sebagai sistem keyakinan dasar, paradigma memiliki implikasi metodologis atas penelitian. Selain itu paradigma berperan sebagai representasi world view atau pandangan dunia peneliti. Asumsi yang tumbuh dalam sebuah paradigma mengandung kualitas yang menentukan dan mampu beroperasi dengan kekuatan moral. Adapun asumsi-asumsi yang ada dalam paradigma meliputi asumsi-asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis (Guba dan Lincoln, 1994:105).

II.2. Perspektif Fenomenologi untuk Memahami Pengalaman Komunikasi
II.3. Adaptasi dalam Kawasan Studi Komunikasi Antar Budaya
II.4. Teori Adaptasi Antar Budaya
II.5. Dimensi-dimensi Keragaman Kultural untuk Mengkaji Perbedaan Budaya
II.5.1. Karakter Peasant-Farmer
II.5.2. Orientasi Nilai dari Klukchohn-Strodbeck
II.5.3. Individualisme-Kolektivisme
II.5.4. Variabilitas Budaya Hofstede
II.5.5. Pola-Pola Parsons
II.5.6. Keketatan Struktural

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian merupakan implikasi logis dari nilai-nilai, asumsi-asumsi, aturan-aturan, dan kriteria yang menjadi bagian tak terpisahkan dari paradigma. Oleh karena itu penjelasan posisi metodologis dapat dipandang sebagai sebuah penegasan tentang nilai-nilai, asumsi-asumsi, aturan-aturan, dan kriteria dari paradigma keilmuan yang mendasari sebuah penelitian.
Setidaknya ada tiga manfaat dari penjelasan ini, pertama, membantu peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian agar sesuai dengan paradigma. Peneliti dalam kerangka ini akan memiliki pegangan yang jelas tentang sesuatu yang seharusnya dilakukan, dan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Kedua, membantu peneliti dalam merumuskan goodness atau kriteria kulitas penelitan. Ketiga, membantu pihak lain dalam menanggapi rencana maupun hasil penelitian. Hal ini karena dengan mengetahui posisi metodologis secara jelas dapat diberikan saran dan kritik yang tepat atas penelitian yang dilakukan.

III.1. Tipe Penelitian
III.2. Metode Penelitian
III.3. Subjek Penelitian
III.4. Teknik Pengumpulan Data
III.5. Teknik Analisis Data
III.6. Kriteria Kualitas Penelitian

BAB IV. TEMUAN STUDI
IV.1. Deskripsi tentang PT Pagilaran
Bagian ini diawali dengan deskripsi tentang sejarah PT Pagilaran, diikuti dengan deskripsi visi, misi, dan tujuan perusahaan. Kemudian dipaparkan struktur organisasi. Setelah itu dipaparkan deskripsi tentang perusahaan inti sebagai farmer.
IV.1.1. Sejarah PT Pagilaran
IV.1.2. Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan
IV.1.3. Struktur Organisasi
IV.2. Deskripsi Komunitas Perusahaan Inti
IV.2.1. Budaya Komunitas Perusahaan Inti
IV.2.1.1. Standarisasi
IV.2.1.2. Orientasi
IV.2.1.3 Relasi Kuasa Sebagai Simbol Maskulinitas
IV.2.2. Perilaku Komunikasi Komunitas Perusahaan Inti
IV.2.2.1. Persepsi Perusahaan Inti terhadap Proyek PIR dan Kemitraan
IV.2.2.2. Persepsi Terhadap Petani Plasma
IV.2.2.3. Perilaku Komunikasi Dilihat dari Elemen Sumber, Pesan, dan Saluran
IV.3. Deskripsi tentang Petani Plasma
IV.3.1. Budaya Komunitas Petani Plasma
IV.3.1.1. Budaya Subsisten
IV.3.1.2. Kolektivitas: Urip Bareng, Makan Bareng, Sokong-sokongan, dan Gethok Tular
IV.3.1.3. Feminitas sebagai Simbolisasi Komunitas Petani Plasma
IV.3.1.4. Mobilitas Ke Luar yang Rendah
IV.3.2. Perilaku Komunikasi Komunitas Petani Plasma
IV.4. Adaptasi dalam Perilaku Komunikasi Komunitas Perusahaan Inti terhadap Petani Plasma
IV.4.1. Adaptasi dalam Strategi Konvergensi
IV.4.2. Adaptasi dalam Strategi Divergensi

BAB V. PENUTUP

V.1. Diskusi Temuan Studi
V.1.1. Budaya Komunitas Perusahaan dan Komunitas Petani
V.1.2. Perilaku Komunikasi Komunitas Perusahaan dengan Komunitas Petani
V.1.3. Strategi Adaptasi
V.2. Kesimpulan
V.3. Implikasi Studi

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
1. Pedoman Wawancara Mendalam
2. Transkrip Wawancara
3. Curriculum Vitae

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR
Tabel I. Penelitian-penelitian tentang Relasi antara Perusahaan Inti dan Petani Plasma
Tabel II.1 Asumsi-asumsi Ontologis, Epistemologis, dan Metodologis dari Paradigma Konstruktivisme
Tabel II.2 Karakteristik Peasant- Farmer
Tabel II.3.Orientasi Nilai Kluckhohn-Strodbeck
Tabel II.4 Budaya Individualistik dan Budaya Kolektivistik
Tabel II.5Tiga Dimensi Variabilitas Budaya Hofstede
Tabel II.6 Pola-pola Parsons
Tabel II.7Budaya Ketat dan Budaya Longgar

Gambar II.1Tingkatan Keanggotaan Komunikator dalam Kelompok Budaya
Gambar II.2Beberapa Konteks Sosial Komunikasi Antar Budaya
Gambar II.3Posisi Masyarakat Peasant dalam Evolusi Masyarakat Manusia
Gambar II.4Kerangka Konseptual Komunikasi Antar Budaya Orang Perusahaan dan Petani
Gambar III.1. Proses Wawancara Fenomenologis
Gambar III.2Model Analisis Data Kualitatif

Tabel IV.1Tingkat Pendidikan Pekerja di Tingkat Struktural PT Pagilaran
Tabel IV.2Tingkat Pendidikan Mandor

Gambar IV.1Struktur Organisasi PT Pagilaran
Gambar IV.2Struktur Organisasi Unit Produksi Kaliboja

Gambar V Model Komunikasi Antar Budaya: Kasus Komunitas Perusahaan Inti dan Komunitas Petani Plasma
 
 
   
 
>> CIRCULAR MIGRATION OF FEMALE WORKERS TO ABROAD: A STUDY ON MIGRATION DECISION MAKING PROCESSES BY FEMALE FROM EAST JAVA VILLAGES
>> PENGARUH ECONOMIC CONTENT, RESOURCE CONTENT DAN SOCIAL CONTENT TERHADAP KEPERCAYAAN, KEPUASAN, DAN KOMITMEN SERTA RELATIONSHIP INTENTION DEBITUR BANK SUMUT DI SUMATERA UTARA
>> DIMENSI TEGAKAN DAN PENGARUH PEUBAH TEMPAT TUMBUH TERHADAP PRODUKSI DAMAR MATA KUCING (Shorea javanica K. et. V.) DI KRUI LAMPUNG BARAT
>> EFEK PENCEMARAN PERAIRAN SUNGAI KAMPAR DI PROVINSI RIAU TERHADAP IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus)
>> PENAMPILAN REPRODUKSI INDUK IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus Blkr) DENGAN PEMBERIAN PAKAN BUATAN YANG DITAMBAHKAN ASAM LEMAK N-6 DAN N-3 DAN DENGAN IMPLANTASI ESTRADIOL-17B DAN TIROKSIN
>> PERBAIKAN TANAH MEDIA TANAMAN JERUK DENGAN BERBAGAI BAHAN ORGANIK DALAM BENTUK KOMPOS
>> DAMPAK KEBERADAAN IPB TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN BOGOR
>> IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA NASIONAL ERA DESENTRALISASI DI PROVINSI SUMATERA UTARA
>> KAJIAN PENAMPILAN REPRODUKSI IKAN LELE (Clarias gariepinus) BETINA MELALUI PENAMBAHAN ASCORBYL PHOSPHATE MAGNESIUM SEBAGAI SUMBER VITAMIN C DAN IMPLANTASI DENGAN ESTRADIOL-17B
>> PENAPISAN GENOTIPE DAN ANALISIS GENETIK KETAHANAN PEPAYA TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA
>> MODEL PENGENDALIAN PENCEMARAN PERAIRAN DI DANAU MANINJAU SUMATERA BARAT
>> INDUKSI VARIAN SOMAKLON MELALUI IRADIASI SINAR GAMMA DAN SELEKSI IN VITRO UNTUK MENDAPATKAN TANAMAN NILAM TOLERAN TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN
>> IMPLEMENTASI KEBIJAKAN NASIONAL DAN PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGHAPUSAN PERDAGANGAN ANAK (Studi Di Kabupaten Karawang)
>> PENGARUH PEMBERIAN SUSU BERKALSIUM TINGGI TERHADAP KADAR KALSIUM DARAH DAN KEPADATAN TULANG REMAJA PRIA
>> EKSTRAK BENALU TEH (Scurrula oortiana) SEBAGAI IMUNOMODULATOR DAN ANTITUMOR INFEKSI Marek’s Disease Virus (MDV) SEROTIPA 1 ONKOGENIK PADA AYAM
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online