
Pemerintah kota Surabya didalam mengatasi masalah pemukiman kumuh telah melaksanakan berbagai program mulai tahun 1976, yang dari tahun ke tahun terus disempurnakan. Program perbaikan kampung yang mula-mula hanya ditujukan pada perbaikan fisik lingkungan sudah disempurnakan dengan program yang sifatnya lebih komprehensif; yaitu melalui Program Perbaikan Kampung – Komprehensif (Kampung improvement Programe- Comprehensive/KIP-K). Konsep yang digunakan dalam KIP-K ini adalah : menyeluruh dan terpadu, pemberdayaan dan kemandirian, pendekatan bottom up serta berkelanjutan. Rencana program ini sesuai dengan inti pembangunan yaitu menuju kesejahteraan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Namun banyaknya kendala yang berupa masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis, pendidikannya rendah, ketrampilan dan kondisi ekonominya terbatas, serta sulitnya mempertahankan konsekuensi serta konsistensi strategi pembangunan yang berfihak pada masyarakat miskin, menyebabkan terjadinya kesenjanagn antara rencana dengan implementasinya.
Oleh:
SITI UMAJAH MASJKURI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2007
Cover
Halaman Prasyarat
Halaman Persetujuan
Halaman Penetapan Panitia
Ucapan Terimakasih
Ringkasan
Summary
Abstract
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salah satu masalah sangat penting yang dihadapi negara-negara berkembang dewasa ini adalah pertumbuhan dan konsentrasi penduduk di kota-kota besar yang pesat. Pada tahun 1950 jumlah penduduk perkotaan di 34 negara sedang berkembang baru 275 juta (atau 38%) dari 724 juta total penduduk perkotaan di seluruh dunia. Pada tahun 2001 penduduk perkotaan di seluruh dunia meningkat menjadi 3 miliar jiwa, dan di negara sedang berkembang dua per tiga di antaranya tinggal di kota-kota metropolitan. Bahkan diperkirakan jumlah penduduk perkotaan di negara-negara yang sedang berkembang akan meningkat menjadi 4,1 miliar atau 80% dari seluruh penduduk perkotaan di dunia.(World Bank, World Development Report,2000. a.).
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan Studi
1.4. Manfaat Studi
BAB.2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.1. Teori Pembangunan
Sejak tahun 1970 pembangunan ekonomi mengalami redefinisi. Sejak tahun tersebut muncul pandangan baru yaitu tujuan utama dari usaha-usaha pembangunan ekonomi tidak lagi menciptakan tingkat pertumbuhan GNP yang setinggi-tingginya, melainkan penghapusan atau pengurangan tingkat kemiskinan, penanggulangan ketimpangan pendapatan, dan penyediaan lapangan kerja dalam konteks perekonomian yang terus berkembang (Todaro 2004: 21). Sesuai dengan tujuan pembangunan tersebut pembangunan suatu negara boleh dikatakan tidak berhasil apabila tidak dapat mengurangi kemiskinan, memperkecil ketimpangan pendapatan serta menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi penduduknya. Untuk mengukur keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya menggunakan tolok ukur ekonomi saja melainkan juga harus didukung oleh indikator-indikator sosial (non ekonomi), antara lain seperti tingkat melek huruf, tingkat pendidikan, kondisi-kondisi dan kualitas pelayanan kesehatan, kecukupan akan kebutuhan perumahan .
2.1.1.1. Tujuan Inti dan Strategi Pembangunan
2.1.2. Teori Kesejahteraan, Kriteria Keluarga Sejahtera
dan Konsep Kemiskinan
Teori Kesejahteraan Masyarakat, dan Kriteria Keluarga Sejahtera
2.1.2.2. Konsep dan Definisi Kemiskinan
2.1.3. Ciri-Ciri dan Ukuran Kemiskinan
2.1.3.1. Ciri-Ciri Kemiskinan
2.1.3.2. Ukuran Kemiskinan
2.1.4. Kualitas Hidup
2.1.5. Teori Ketenagakerjaan
2.1.5.1. Tingkat Upah
2.1.6. Teori Migrasi
2.1.6.1. Push and Pull Factor Theory
2.1.6.2. Expected Income Theory
2.1.6.3. Urbanisasi
2.1.6.4. Proses Urbanisasi
2.1.6.5. Dampak Urbanisasi Berlebih
2.1.7. Konsep Perkotaan dan Teori Penggunaan Tanah
2.1.7.1. Pengertian Kota
2.1.7.2. Asal Usul Kota
2.1.7.3. Pembangunan dan Tata Ruang Kota
2.1.7.4. Teori Konsentris
2.1.8. Pengertian Rumah dan Tipe Rumah
Perumahan dan Permukiman
2.1.8.1. Pengertian Rumah dan Tipe Rumah
2.1.8.2. Permukiman/Kampung Kumuh dan Hunian Liar
2.1.8.3. Lingkungan Permukiman
2.1.8.4. Pembangunan Kota Berkelanjutan
2.1.8.5. Usaha Perbaikan Kampung
2.1.9. Teori Kesehatan Lingkungan
2.2. Hasil Penelitian Terdahulu
BAB 3. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN
3.1. Kerangka Konseptual
Berdasarkan uraian latar belakang masalah, judul, rumusan masalah, tujuan serta kajian teori, studi ini berusaha untuk mengetahui dampak atau pengaruh dari pelaksanaan program Perbaikan Kampung Komprehensif di Kota Surabaya terhadap kesejahteraan sosial serta kemandirian masyarakat miskin pemukiman kumuh. Berangkat dari teori pembangunan dari Todaro dan Sen yang menyatakan bahwa titik berat pembangunan adalah peningkatan masyarakat untuk mandiri di dalam mencapai kesejahteraan (self-empowerment) secara berkelanjutan.
3.2. Hipotesis
BAB 4. METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Rancangan Penelitian Populasi, Sampel, Besar Sampel dan Teknik
Pengambilan Sampel
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Perbaikan Kampung Komprehensif terhadap Kesejahteraan Masyarakat serta Kemandirian Masyarakat di perkampungan kumuh. Di Kota Surabaya Tahun 2001 s.d tahun 2003
Rancangan penelitian dilakukan dengan :
pendekatan kualitatif digunakan untuk mengetahui perlunya bantuan pemerintah yang aspiratif dalam perbaikan kampung kumuh bagi masyarakatnya. Selain itu juga untuk mengetahui tingkat aksesibilitas rumah sebagai tempat tinggal, tempat bekerja, dan tempat usaha serta peningkatan kepemilikan asset masyarakat.
pendekatan Kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui signifikansi dari pengaruh variabel : Usaha Pengembangan Masyarakat, Perkembangan Fisik Lingkungan, dan variabel Perkembangan Manajemen Lahan (yang merupakan indikator Perbaikan Kampung Komprehensif) terhadap Kesejahteraan sosial Masyarakat dan Kemandirian Masyarakat.. Metode yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Modelling).
4.2.1. Populasi dan Sampel
4.2.2. Besar Sampel
4.3.3. Teknik Pengambilan Sampel
4.3. Variabel Penelitian
4.3.1. Klasifikasi Variabel
4.3.2. Definisi Operasional
4.3.3. Pengukuran Variabel
4.4. Instrumen Penelitian
4.5. Lokasi dan Waktu Penelitian
4.6. Prosedur Pengumpulan Data
4.7. Teknik Analisis
4.7.1. Analisis Deskriptif
4.7.2. Analisis Kuantitatif
4.7.3. Pengujian Model
BAB 5. ANALISIS HASIL PENELITIAN
5.1. Deskripsi Obyek Penelitian
5.1.1. Kondisi Geografis Kota Surabaya
Kota Surabaya berdasarkan astronomi terletak antara 071 210 Lintang selatan dan 1121 360 sampai dengan 1121 540 Bujur Timur. Sebagian besar wilayah kota Surabaya merupakan daratan rendah dengan ketinggian 3 sampai dengan 6 meter dari permukaan laut, kecuali wilayah kota bagian selatan ketinggiannya mencapai 25 sampai dengan 50 meter di atas permukaan laut.
5.1.2. Kondisi Demografis Kota Surabaya
5.1.3. Kondisi Fasilitas Lingkungan, Kesehatan dan
Keamanan Kota Surabaya
5.1.4. Pelaksanaan Program KIP-K Tahun 2002 dan Tahun 2003
5.2. Uji Validitas dan reliabilitas Instrumen
5.3. Deskripsi Variabel Penelitian
5.3.1. Usaha Pengembangan Masyarakat
5.3.2. Perkembangan Fisik Lingkungan
5.3.3. Perkembangan Manajemen Lahan
5.3.4. Kesejahteraan Sosial Masyarakat
5.3.5. Kemandirian Masyarakat
5.4. Uji Asumsi yang Melandasi SEM
5.4.1. Uji Data Outliers
5.4.2. Uji Normalitas Data
5.4.3. Uji Linieritas
5.5. Uji Goodness of Fit Model
5.5.1. Hasil Analisis SEM Tahap Awal
5.5.2. Hasil Analisis Tahap Akhir
5.6. Hasil Pengujian Hipotesis
BAB 6. PEMBAHASAN
Usaha pengembangan masyarakat pada Program KIP-K Tahun 2002 - 2003 di Kota Surabaya berpengaruh terhadap kesejahteraan sosial masyarakat miskin kumuh Perkembangan Fisik Lingkungan pada Program KIP-K Tahun 200 û 2003 di Kota Surabaya berpengaruh terhadap kesejahteraan social masyarakat miskin kampung kumuh
6.3. Perkembangan manajemen lahan pada Program KIP-K Tahun 2002 û 2003 di Kota Surabaya tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan sosial masyarakat miskin kampung kumuh Usaha pengembangan masyarakat miskin kampung kumuh pada Program KIP-K Tahun 2002-2003 berpengaruh positif terhadap kemandirian masyarakat miskin kampung kumuh di Kota Surabaya
6.5. Perkembangan fisik lingkungan pada Program KIP-K Tahun 2002 û 2003 berpengaruh positif terhadap kemandirian masyarakat miskin kampung kumuh di Kota Surabaya
6.6. Perkembangan manajemen lahan pada Program KIP-K Tahun 2002 -2003 di Kota Surabaya tidak berpengaruhterhadap kemandirian masyarakat miskin kumuh.
Kesejahteraan sosial masyarakat pada Program KIP-K Tahun 2002-2003 di Kota Surabaya berpengaruh Positif terhadap kemandirian masyarakat miskin kumuh.
BAB 7. PENUTUP
7.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif serta pembahasan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Usaha pengembangan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap Kesejahteraan Sosial Masyarakat Kampung adalah diterima. Koefisien jalur standardize yang diperoleh adalah sebesar 0,170 dengan p bersifat fix, dengan demikian diperoleh keputusan hasil pengujian hipotesis signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa di dalam program KIP-K, peningkatan usaha pengembangan masyarakat dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan sosial masyarakat kampung. Hal ini sesuai dengan Teori Todaro yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi harus dapat mensejahterakan masayarakat yang dibangun. Pengaruh ini utamanya dirasakan pada bantuan kredit usaha yang mampu manaikkan pendapatan secara signifikan, meskipun naiknya mendapatan ini belum mampu menaikkan kesejahteraan sampai ketingkat sejahtera.
7.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA