
Acara Gemari Show 15 Januari 2008 pukul 19:30-21:00 wib disiarkan langsung oleh TVRI Pusat, Dradio 103,4 FM Jakarta, Dalam Rangka Ulang Tahun Yayasan Damandiri ke 12, diawali dengan doa bersama dipimpin langsung oleh Bpk Prof Haryono Suyono selaku Host, "Malam ini kita berkumpul disini untuk merayakan apa yang sudah dirintis 12 tahun yang lalu dan kita gembira karena malam hari ini, sebagian dari saudara-saudara kita yang mendapat manfaat hadir disini" ujar Pak Haryono, diantaranya dari SMAN 7 Bogor, SMA Rimba Madya Bogor, SMA Taman sari Bogor, SMA Negeri 10 Bogor, SMA AL Gazali Bogor, SMA Pandu Bogor, SMA Cilaku Cianjur, Posdaya dari Bogor, ini mewakili sekitar 200 SMA diseluruh Indonesia yang mendapatkan manfaat dari upaya pemberdayaan dari Yayasan Damandiri. Juga hadir para nasabah Pundi yang dibina oleh Bank Bukopin, mereka mewakili sekitar 300.000 nasabah keluarga pundi dari seluruh Indonesia, kemudian Ibu-Ibu PKK dari seluruh wilayah DKI Jakarta , Juga ada Ibu Ambar sebagai Ketua kelompok kerja V PKK DKI Jakarta, Aliansi Pita Putih Indonesia, Gong Perdamaian Indonesia, Instat Bpk Sugito dan Kawan-kawan. Juga Ibu-ibu dari KPI (perpustakaan), Pimpinan Surat kabar Harian Terbit, Pelita, Madina sebagai mitra media Yayasan Damandiri, juga hadir Ibu Lies dari Yayasan Siswa Terpadu yang baru saja pulang dari undangan Chief Minister terpadu di Johor baru Malaysia mereka itu terdiri dari anggota-anggota tuna rungu, tuna netra dan lainnya tetapi prestasinya mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari chief Minister. Ada juga perwakilan dari Asuransi Bumi Putera, Sebagai narasumber Kepala BKKBN Pusat Bapak Sugiri Syarif , Bapak Glen Glenardi selaku dirut Bank Bukopin dan jajaran pengurus Yayasan Damandiri.
Sesi 1
Sesi 2
Sesi 3
Sesi 4
Video Sesi 1
Video Sesi 2
Video Sesi 3
Video Sesi 4
Video Sesi 5
Video Sesi 6
Sekilas tayangan kegiatan YDSM:
Perhatian bangsa Indonesia terhadap pentingnya penduduk sebagai sumber daya pembangunan semakin menonjol. Penduduk tidak lagi dilihat sebagai masalah yang harus diselesaikan, tetapi juga dilihat sebagai faktor penentu yang juga semakin perlu dikembangkan sebagai produsen, konsumen, sumber pemikiran dan sumber motivasi pembangunan untuk menjawab tantangan masa depan yang semakin global.
Yayasan Dana Sejahtera Mandiri atau didingkat menjadi Yayasan Damandiri didirikan tanggal 15 Januari 1996, oleh mantan Presiden RI H M Soeharto, Prof Dr Haryono Suyono, Drs Subiakto Tjakrawerdaja dan tokoh-tokoh lainnya yang peduli terhadap pengentasan kemiskinan.
Maksud dan tujuan didirikannya Yayasan Dana Sejahtera Mandiri atau Damandiri adalah sebagai wadah masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan Nasional terutama dalam pemberdayaan keluarga, sehingga tujuan nasional menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dalam arti yang seluas-luasnya segera tercapai.
Pantas disukuri di usia yang ke 12 tahun Yayasan Damandiri tetap eksis dalam memperkuat upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui proses pemberdayaan keluarga, ekonomi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang pendidikan dan kesehatan dengan mengutamakan kaum perempuan sebagai titik sentral pembangunan. Yayasan Damandiri berkiprah melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat utamanya dalam bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi produktif keluarga.
Program dan kegiatan yang telah dan akan terus dilaksanakan bersama mitra kerja antara lain pemberdayaan ekonomi mikro, pemberian dukungan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bantuan biaya pendidikan atau bentuk SPP bagi pelajar dan mahsiswa dari keluarga kurang mampu. Merintis pengembangan sekolah unggul serta peningkatan kualitas bidan desa dalam rangka revitalisasi Posyandu.
Berdasarkan kekhawatiran Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tentang pertumbuhan penduduk yang meningkat, melebihi 1,3 persen pertahunnya dan angka kematian ibu hamil dan melahirkan, angka kematian bayi dan anak serta bahaya penyakit yang diakibatkan serangan virus HIV Aids dan sangat prihatinnya presiden terhadap gizi anak-anak bangsa dan masyarakat yang mengakibatkan mutu manusia Indonesia tidak kunjung maju dibandingkan dengan mutu bangsa-bangsa lain di dunia.
Oleh karena itu selama tahun 2006 Yayasan Damandiri dengan gigih telah menyambut seruan Presiden untuk merevitalisasi Posyandu atau disebut Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga).
Posdaya sebagai institusi masyarakat dalam membantu mendukung program-program pro rakyat dengan tujuan untuk pengembangan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.
Haryono Suyono :
Kalau boleh saya pertama kali kembali kepada ke DR Sugiri syarif, karena Yayasan Damandiri itu 12 tahun yang lalu itu didirikan, sekaligus biarpun saya perorangangan itu dalam kondisi sebagai menteri kependudukan, Kepala BKKBN. Barangkali pak Sugiri bisa sedikit flash back, kenapa akseptor-akseptor yang jumlahnya saat ini sudah mencapai 40 juta, itu ternyata ada yang pra sejahtera dan ada yang sejahtera I dan kalau kita biarkan terus pake spiral 30 tahun kok nggak sejahtera-sejahtera?
Sugiri Syarif :
Memang pada awal-awal program kita rasakan bahwa program KB kalau hanya pasang kontrasepsi terus kemudian apalah hanya berhenti sampai disitu, lho saya mempunyai anak dua kok tidak sejahtera. Kemudian ide di dalam program muncul kelompok-kelompok akseptor membuat kelompok serta kemudian membuat kegiatan-kegiatan usaha ekonomi produktif dan perkembangannya menjadi pesat karena akseptor KB itu bertambah terus. Tapi kemudian di protes oleh banyak orang, kok hanya yang ikut KB saja yang digerakan untuk melakukan kegiatan usaha ekonomi produktif. Akhirnya di ikut sertakan keluarga-keluarga yang tidak ikut KB juga oleh karena itu namanya yang tadinya namanya Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) diubah namanya menjadi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera(UPPKS) dan ini jumlahnya makin hari makin banyak, apalagi anggotanya keluarga-keluarga pra sejahtera, keluarga yang miskin dan keluarga yang tidak miskin bergabung menjadi satu menjadi kelompok-kelompok yang cukup besar kemudian muncul kemudian kita kekurangan modal untuk mendukung mereka. Kemudian Pak Harto seperti yang dikemukakan oleh Pak Haryono itu membuat Yayasan Damandiri ini yang awal-awalnya adalah untuk mem-backup kelompok-kelompok UPPKS untuk mendapatkan modal dengan program yang waktu itu terkenal takesra dan kukesra, tabungan keluarga sejahtera dan kelompok usaha keluiarga sejahtera. Kelompok itu waktu itu bisa mencapai 600.000 kelompok. Jadi sangat besar sekali, walaupun sekarang menurun tetapi masih cukup besar waktu di depan DPR Presiden melaporkan sekitar 282.000 kelompok dilaporkan masih hidup. Kelompok-kelompok ini masih terus dan alhamdulilah bekerjasama dengan berbagai pihak akhirnya tetap berkembang dan Yayasan Damandiri juga berkembang secara gegap gembita dan lebih gegap gembita daripada dulu dan kini saya kira produk-produknya sudah bervariasi/bermacam-macam dan ini sangat bermanfaat sekali dalam usaha-usaha kita mengentaskan kemiskinan. Jadi keluarga-keluarga pra sejahtera meningkat menjadi keluarga-keluarga sejahtera 1, keluarga sejahtera 2 dan 3 plus. Cuma sayangnya karena ada reformasi agak terhambat sedikit perkembangan ini.
Haryono Suyono :
Saya masih ingat 12 tahun yang lalu tepatnya kira-kira kita mulai pada 2 Oktober 1995, sebelumnya saya lapor kepada bapak Presiden waktu itu pak Harto, Haryono kalau cuma akseptor nanti kamu ini dipukuli oleh yang lain, jadi sekarang kamu secara pribadi cobalah ajak pak Subiakto itu Menteri Koperasi dan ajak lagi pengusaha-pengusaha yang lain. Saya di tugaskan di tugaskan keliling, sekarang saya Bantu kita bikin Yayasan Damandiri nanti kita cari yang miskin, nah sebagian di entaskan pemerintah dengan program IDT, tapi sebagaian lagi yang pemerintah belum, Yayasan Damandiri maju. Disitulah kebijaksanaan bapak Soeharto pada waktu menjadi Presiden.
Hughes:
Tadi saya dengar bahwa akseptor KBnya sekarang berkurang pak ?
Sugiri Syarif:
Kalau Akspetor KB nya bertambah terus cuma kelompok yang berusaha itu menurun, mungkin karena sebagian besar itu sudah menjadi sejahtera1 dan sejahtera 2 sehingga sudah merasa tidak perlu berkelompok lagi.
Hughes:
Kita tetap berharap KB sekarang tetap dilakukan pak
Haryono Suyono:
Bahkan saya tadi pagi dibisiki oleh pak Gubernur Fauzi Bowo, Pak Haryono saya bertekat bahwa Jakarta ini KB nya akan saya lebih galakkan lagi. Kemudian tadi pagi di declare itu ada sekitar 4000-5000 kader PKK ibu Ambar mungkin bisa cerita sedikit apa yang terjadi tadi pagi?
Ambar:
Tadi pagi memang ada ulang tahun hari kesatuan gerak PKK, dimana kita menghadirkan sekitar 5000 kader dan disini akan saya kemukakan bahwa PKK juga dibantu oleh Yayasan Damandiri dalam pembentukan pra koperasi, dimana semula itu PKK banyak pengusaha atau kelompok, perorangan atau kelompok itu jumlahnya sekitar 1466 kelompok dimana saya memang sangat kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal. Karena pada awalnya sejak tahun 1991-1998 itu ada bantuan modal dari pemda DKI atau APBD itu sekitar 500.000 rupiah per kelurahan, tetapi sejak tahun 1998 itu sudah tidak ada, kemudian dari tahun 2001 kami punya dana untuk seluruh DKI Jakarta yang besar ini hanya seratus juta rupiah yang saya bagikan untuk seluruh pengusaha-pengusaha di seluruh DKI.
Kemudian saya sering mengadakan temu bisnis dengan perbankan seperti Bank DKI, Bank Muamalat itu selalu mentok dengan agunan, kami sangat sulit karena kami ibu-ibu dari PKK itu pengusaha kecil. Kemudian saya berusaha untuk mendirikan koperasi pada awalnya dari arisan ibu-ibu kemudian adanya program 100 hari Gubernur Fauzi Bowo kami mencanangkan bahwa kami ingin membuat koperasi yang berbadan hukum, agar dengan terbentuknya koperasi itu kita bisa mengakses modal dari mana saja. Kemudian masih ada kendala juga pak untuk mendirikan koperasi berbadan hukum, itu kita membutuhkan sekarang ada akte notarisnya, karena dengan akte notaris itu ibu-ibu juga berkeberatan karena ini koperasinya masih koperasi arisan. Kemudian Yayasan damandiri melalui pak Haryono tertarik dengan PKK, kami diberikan bantuan untuk membuat koperasi yang berbadan hukum itu dan mendapatkan subsidi akte notarisnya dari Yayasan Damandiri.
Haryono Suyono:
Bagaimana rencananya ini kok kemudian ada tim penggerak PKK RW apakah di DKI Jakarta itu ada sekitar ratusan kelurahan, mau dibangun koperasi di seluruh kelurahan dengan ibu-ibu sebagai pelopor begitu ?
Ambar:
Memang dengan adanya PKK RW yang dahulu PKK RW sekarang namanya tim PKK RW jadi naik derajatnya, dimana di PKK RW itu ada pokja-pokjanya (Kelompok kerja) jadi disitu adanya pokja 5, jadi untuk mencari pengusaha-pengusaha yang ada disitu dan untuk bergabung dalam satu kelompok yang nanti di kelurahan dibentuk dalam kelurahan satu koperasi.
Haryono Suyono:
Kalau tadinya hanya gotongroyong perkelompok dan lain sebagainya kemudian kita mantapkan dalam kelembagaan, makanya kita undang pak Glen. Pak Glen ini kita jadikan tokoh untuk mewakili Bank-Bank dan dana itu kemudian disalurkan dengan sistim dan mekanisme perbankan, silahkan pak Glen
Glen :
Memang kita sadari bahwa perbankan memang paling sulit menembus sektor yang paling mikro, banyak hal dalam kendalanya, karena saya pikir dahulu koperasi adalah wadah yang paling tepat, karena kebutuhan-kebutuhan anggota itu bisa diwakili oleh koperasi.
Bagaimana dengan Bank Bukopin kini banyak membina banyak koperasi kita membuat lembaga keuangan yang dimiliki oleh koperasi dimana manjemennya dibantu oleh Bank Bukopin, SDM nya oleh Bank Bukopin kemudian teknologinya juga kita bangun disana, sehingga kami memang betul-betul mengharapkan komunitas koperasi itu di setiap komunitas ada mempunyai lembaga keuangan yang dimiliki oleh masyarakat, nah disitulah peranan Bank Bukopin. Tadi ibu Ambar menyinggung ada beberapa koperasi yang sulit mengakses, maka kalau memang sudah terakses dengan Bank Bukopin maka rasanya akan menjadi mudah.
Subiakto Tjakrawerdaja :
Disini ada 20 orang pengusaha merupakan nasabah swamitra dari kredit pundi, terutama disebelah saya ini ada ibu murdayati dari kalibaru cilincing, ibu usahanya apa bu ?
Murdayati:
Nasi Uduk
Subiakto Tjakrawerdaja :
Ibu sudah berapa tahun usaha nasi uduk?
Murdayati:
Enam tahun ketika suami saya tidak bekerja , tadinya usaha kayu di kalibaru , terus waktu itu tidak ada kegiatan lalu saya jualan nasi uduk untuk membantu keluarga
Subiakto Tjakrawerdaja :
Kapan mulai mendapatkan kredit dari swamitra?
Murdayati:
Sudah empat tahun jalan sekarang, saya mendapatkan kredit sebesar 5 juta rupiah, usaha saya di pasar kalibaru dan saya bukan anggota koperasi.
Subiakto Tjakrawerdaja :
Apakah kredit itu untuk usaha nasi uduk saja?
Murdayanti:
Selain usaha nasi uduk juga menjual kelapa parut, kan sekarang beras mahal dan minyaknya susah pak jadi saya jual nasi uduk pakai telor Rp 4000, kalau pake tempe sekarang susah tempenya.
Subiakto Tjakrawerdaja :
Penghasilan ibu per harinya berapa?
Murdayati:
Waktu belum naik harga minyak pak sekitar 300 ribu , sekarang ini sekitar 230 ribu per hari. Sekarang ini agak sulit untuk ongkos anak sekolah aja dan makan sehari-hari dan saat ini suami saya tugasnya mengupas telor pak dan Bantu cuci piring jadi kerjasama sama suami sebab suami saya punya penyakit darah tinggi.
Subiakto Tjakrawerdaja :
Ibu berapa putranya ?
Murdayati:
Tiga pak, dahulu saya pakai KB suntik, tapi kalau sekarang pake itulah…
Sekarang yang paling kecil kelas enam.
Subiakto Tjakrawerdaja :
Waktu proses kreditnya bagaimana bu?
Murdayati:
Mudah pak dengan jaminan BPKB motor, Insya allah saya sehat dan bisa mengembalikan kredit dengan baik
Subiakto Tjakrawerdaja :
Harapan Ibu apa bu untuk mengembangkan usahanya?
Murdayati:
Kepinginnya anak saya bisa melanjutkan sekolah lagi karena hambatan biaya jadi tertunda , kemarin itu pernah ikut test di STAN tapi tidak lulus, sekarang kerja di tambun dan nanti insya allah kalau sehat ikut kembali test lagi. Juga kalau bisa kepingin menambah kredit tapi nggak punya jaminannya itu kurang.
Haryono Suyono:
Bagaimana ibu kalau kita menjamin dengan asuransi, apakah sanggup bekerja keras?
Murdayanti:
Sanggup pak jika sehat jasmani dan rohani saya
Subiakto Tjakrawerdaja :
Asuransi apa bu yang bisa di perankan oleh Asuransi bumi putera didalam ikut juga membantu nasabah-nasabah pundit ini bisa diceritakan sedikit?
Perwakilan Bumiputera:
Yang paling utama saya kira asuransi kredit, kalau misalnya para nasabah sudah mengambil kredit di sebuah Bank, kita memback up supaya kalau ada sesuatu resiko yang barangkali diluar keinginan kita itu tidak menjadi tanggungan dari si kreditur sendiri, Jadi dengan adanya Bumiputera membackup asuransi kalau terjadi resiko maka seluruh kredit yang sudah diambil itu akan di backup atau dibayarkan oleh bumiputera. Jadi orangnya yang di asuransikan jadi bila terjadi sesuatu terhadap orangnya maka kreditnya akan di backup, jadi yang mengambil kredit bisa tidur tenang pak. Kalau selama ini kita sudah bekerjasama dengan Yayasan Damandiri dalam banyak hal termasuk satu tadi asuransi kredit kemudian ada yang kita sebut sebagai saving plan itu antara jaminan dengan tabungan ketika habis kontrak nanti itu bisa itu bisa memberikan semacam modal usaha kepada nasabah yang secara ekonomi mungkin belum mampu. Karena selama diasuransikan, premi yang dibayarkan itu juga dikembangkan, Jadi kita juga menanamkan dalam outlet investasi dan nanti hasil investasinya itu dikembalikan kepada nasabah.
Haryono Suyono:
Disamping saya ini adalah DR Illa Sahillah dari IPB, salah satu wakil dari pimpinan lembaga pemberdayaan universitas di IPB, Coba buk Ceritakan , mengapa ibu datang kesini dengan membawa banyak rombongan ?
DR ILLA Sahilah :
Sebenarnya kami datang kesini ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Yaaysan Damandiri , luar biasa sekali kiprahnya dalam pengembangan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. Jadi kami bukan hanya dari bogor disini juga ada guru-guru dari cilaku Cianjur, itu adalah binaan bapak juga. Jadi disini ada guru-guru dan kepala sekolah keudian ada juga dari IBI, dan juga dari Posdaya kemudian siswa dan mahasiswa itu yang ada di ruangan ini sebanyak 61 orang. Kemudian dalam rangka pengembangan masyarakat ini kami melakukan apa yang sudah disepakati, karena kami juga menyambut baik kegiatan Yayasan Damandiri ini mengingat sangat tepat sekali sasarannya karena ada tiga hal yaitu, pengembangan ekonomi, pendidikan dan kesehatan itu adalah titik sentra yang bisa meningkatkan IPM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Disini juga ada mahasiswa-mahasiswa tidak hanya berikan beasiswa yang dari Yayasan Damandiri ini sebagai charity atau pengganti SPP tapi harus harus kerja keras. Jadi kami disini meminta kepada mahasiswa, ayo kita bersama-sama untuk mengembangkan masyarkat ini, oleh karena itu nanti bapak bisa berbincang dangan salah satu orang bahwa mereka itu telah membantu kita dalam membina UKM di sekitar kampus kemudian juga langsung membina kepada siswa yang diberi lifeskill oleh Yayasan Damandiri.
Haryono Suyono:
Jadi Ibu tidak sendiri bergandengan dengan mahasiswa, apakah mahsiswa yang baru masuk atau mahasiswa yang sudah sekian semester begitu?
DR ILLA Sahilah :
Untuk Tahun pertama kami hanya semester 5 dan semester 7, kemudian ternyata yang memiliki enterprenurship itu bukan hanya semester 7 dan semester 5 ternyata dari semester awal dan lebih banyak diperuntukan yang memerlukan bantuan dan memiliki kepedulian kepada masyarakat sekitarnya.
Haryono Suyono:
Jadi sejak mahasiswa sudah diajar peduli terhadap masyarakat sekitarnya, jadi nanti kalau jadi presiden pasti pro keluarga yang ada
DR ILLA Sahilah :
Mereka tidak tanggung-tanggung dan bahkan ada yang membina sampai ke ujung genteng pak itu disekitar sukabumi atau dari Jakarta sekitar 5 jam.
Haryono Suyono:
Pak Glen Punya Bank di Ujung Genteng apa tidak ?
Glen:
Baru denger namanya pak
Haryono Suyono:
Kalau pak Sugiri Apa Punya Kantor cabang disana ?
Sugiri Syarif:
Belum Punya pak, kalau daerah sukabumi ada tapi kalau di ujung genteng tidak punya.
DR ILLA Sahilah :
Untuk tahun ini mahasiswa kita arahkan untuk membantu kita dalam membina Posdaya
Haryono Suyono:
Mas Namanya siapa? Dan ceritakan apa yang dikerjakan ?
Roy (Mahasiswa):
Nama saya Roy
Kebetulan saya dapat di SMA lewiliang Bogor, disana kita sebagai konselor, apa sih permasalahan mereka yang sulit dilaksanakan sebagai menjembatani ternyata mereka itu punya semangat berirausaha tapi kendalanya di modal lagi. Lalu kita menyakan ke mereka apa permasalahannya dan kita Bantu sebisanya, ya mereka buat proposal dan lain sebagainya kita sebatas membantu membuatnya. Kita hanya menjembatani dari siswa ke p2sdm dan p2sdm ke yang lebih berhak untuk mendapatkan dana tersebut.
Perwakilan kepala Sekolah:
Saya mewakili kepala-kepala sekolah yang hadir pada saat ini, juga mungkin yang mendapat bantuan dari Yayasan Damandiri, melalui P2SDM LPPM IPB. Kami diberikan kesempatan untuk meningkatkan kopetensi kepala sekolah dan para guru langsung kepada sekolah yang kami anggap mempunyai kelebihan. Saya di SMA Bina Insani Bogor, kemudian kami diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh P2SDM IPB, kemudian kami diberikan kesempatan pada waktu KPI mengadakan work shop dan sempat mendapat unit computer, sehingga perpustakaan kami sudah komputerisasi.
Haryono Suyono:
Sekali lagi para bapak ibu para sesepuh, kalau kebetulan dianugerahi putra putrid yang penyandang cacat, jangan disembunyikan karena itu adalah titipan dari Allah SWT. Sejak kecil sekolahkan dan berikan kesempatan berlatih berikan kesempatan bergaul dengan masyarakat dan kalau sudah besar seperti ini kita lihat siapa sangka pemegang gitar pemegang segala-galanya yang nyanyi dengan penuh kemerduan itu tidak disangka adalah penyandang cacat tetapi dengan binaan orang-orang seperti ibu Lies ini yang banyak di seluruh Indonesia, mari kita angkat mereka-mereka ini.
Haryono Suyono:
Tadi ibu Ambar cerita bersama ibu Fauzi bowo pada waktu di Jakarta sudah mulai membina koperasi pengusaha, coba ibu interview perwakilan pengusaha, kita serahkan kepada ibu untuk interview silahkan.
Ibu Ambar :
Ini disebelah saya ada Ibu Harianti Subekti seorang pengusaha yang sudah memasarkan hasil karyanya itu ke supermarket. Ibu Harianti, bisa diceritakan usaha ibu itu mulai dari modal berapa, tahun berapa ibu memulai usaha dan sekarang telah mempunyai karyawan berapa bu tolong diceritakan
Harianti Subekti:
Mulanya saya hanya hobi sebagai ibu PKK, itu yang biasa suka ikut keterampilan pernak pernik di kelurahan, kemudian dari hobi itu saya pertama kali membuat hair accessories seperti yang saya pakai saat ini, kemudian saya menawarkan ke departemen store. Modal awal saat belasan tahun yang lalu sangat kecil sekali kurang lebih sekitar lima ratus ribuan sekitar tahun 1989. Itu tiba-tiba begitu saya mendapat order banyak saya bingung. Terus ada ide dari suami saya, kata suami saya kamu kan aktifis PKK, kenapa tidak merekrut ibu-ibu PKK untuk mengerjakannya dan sejak saat itu saya mengumpulkan ibu-ibu PKK membuat kelompok jadi ibu-ibu PKK mengerjakan order-order saya. Begitu sejarahnya sampai sekarang seperti itu, pegawai dirumah hanya sedikit tapi ibu-ibu PKK sekitar 30 orang yang mengerjakan pesanan dengan penghasilan cukuplah untuk dapurnya begitu dan mereka mengerjakan sambil mengerjakan pekerjaan dirumahnya masing-masing .
Andi Samudra (Penelpon):
Salam Gemari, Selamat Ulang Tahun untuk Yayasan Damadiri, Mari kita doakan agar mantan Presiden Soeharto diberikan kesembuhan karena berkat beliau Yayasan-Yayasan Soeharto bisa berkembang saat ini. Untuk Pak Haryono tolong kembangkan Yayasan Damandiri ini karena banyak orang Indonesia tidak mendapatkan perlindungan hanya dari bukopin atau dari Haryono cs berikan solusi disini pak, selamat berjuang semoga sukses.
Sanusi (Pamulang):
Selamat Ulang Tahun ke 12 Yayasan Damandiri, saya berdoa dari jauh supaya pak Harto sekeluarga semoga sehat wal afiat semoga pak Harto diberikan energi yang besar. Begini pak Glen , saya ini penabung dari bank Bukopin sejak tahun 1990an dengan deposito tetapi sudah saya ambil pak glen, jadi mohon maaf pak glen saya pengen nabung lagi ke gatot subroto ini. Saya berharap Bank Bukopin ini tetap saja menjalin pada sektor informal.
H Abdul Kadir (Tanjung Priok):
Selamat Ulang Tahun Yayasan Damadiri, saya juga sebagai kepengurusan koperasi. Koperasi dan UKM-UKM ini tentu terikat untuk memperkuat ekonomi rakyat, kalau ekonomi rakyat kuat tentunya pendidikan dan sumber daya manusia akan maju, mudah-mudahan ada menteri yang duduk seperti menteri koperasi UKM, tapi dalam penjajagan kita ini berusaha koperasi angkutan barang yang bergerak di tanjung priok yang mempekerjakan supir dan kenek itu ribuan, setelah kita mengembangkan permodalan ternyata itu berliku-liku dengan jaminan dengan apa lagi bagaimana untuk mengembangkan ekonomi kita ini menjadi tolak ukur kekuatan. Selamat dan sukses untuk pak haryono yang telah sukses menjalankan program keluarga berencana, saya inget dan saya pernah berdialog dan saya itu ikut mngembangkan di Jakarta utara itu alhamdulilah berhasil. Sedikit menyentil kepada pemerintah karena ada keluhan dari salah satu koperasi yang disebut koperasi angkutan barang.
Haryono Suyono:
Tadi pagi bersama-sama pak fauzi bowo saya juga telah bertemu dengan bapak Walikota Jakarta Utara, jadi setelah bu Ambar dan sebagainya barangkali nanti dalam waktu singkat saya bersama-sama pak glen ke Jakarta utara, kita bangun koperasi-koperasi silahkan pak glen lomentarnya
Glen (Dirut Bukopin):
Sebetulnya memang masyarakat mikro itu kadang-kadang sulit untuk mengakses perbankan, karena perbankan itu di design karena hati-hatinya memang kadang-kadang tidak menyentuh oleh karena itu sebaiknya perbankan kerjasama dengan lembaga keuangan mikro.
Lembaga keuangan mikro bisa koperasi salah satunya, Nah Bank bukopin punya produk bisa berkembang sama-sama dengan koperasi tersebut tadi disebut dengan swamitra tadi. Jadi Koperasi bekerjasama dengan Bank Bukopin mendirikan sebuah lembaga keuangan mikro. Nah disitulah dia masyarakat mikro bisa bertransaksi. Karena Sebetulnya keputusan sebuah jaminan tidak semata-mata diputuskan dari bank Bukopin tetapi ditentukan oleh komunitas itu sendiri dari koperasinya sendiri atau swamitranya sendiri, Kita hanya bersifat policys kemudian penasehat dan kemudian kita hanya bantuan teknis didalamnya. Kalau memang Yayasan Damandiri yang selama ini bekerja sama dengan kita kurang lebih 40 swamitra maka Yayasan Damandiri lah yang menempatkan dana di Bank Bukopin dan bank Bukopin menyalurkannya kepada Swamitra. Jadi Bank Bukopin sebagai channeling untuk secara bersama-sama mengembangkan ekonomi mikro. Jadi kalau tadi pak Haryono mengajak Bank Bukopin untuk mengembangkan ke Jakarta Utara kita siap, karena kalau tidak salah di Jakarta Utara sudah ada koperasi nelayan yang mempunyai swamitra disana yang bekerjasama dengan Bank Bukopin. Saya belum tahu persis Yayasan Damandiri sudah mengakses atau tidak barangkali itu bisa kembangkan.
Sugiri Syarif:
Apakah itu secara otomatis menjadi nsabah Bank Bukopin?
Glen (Dirut Bukopin):
Sebetulnya bukan nasabah Bank Bukopin pak tetapi Nasabah Swamitra yang di Link dengan Bank Bukopin.
Sugiri Syarif:
Nggak Dapat Undian BMW dong kalau begitu ?
Glen (Dirut Bukopin):
Bisa saja kalau swamitranya mau menyediakan atau patungan dengan swamitra-swamitra yang lain membuat suatu produk hadiah bersama, tetapi iru kita harus pikirkan kedepan.
Haryono Suyono:
Apalagi dengan PKK DKI karena setelah berkumpul tadi pagi sekitar 4000 RW-RW silahkan komentar bu Ambar
Ambar:
Tadi memang ada suatu even yaitu hari kesatuan gerak PKK biasanya itu tanggal 27 Desember namun karena kita menunggu perayaan dari PKK pusat maka PKK DKI agak dimundurkan, dan memang tadi diproklamirkan adanya pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis RW, jadi kita memang ujung tombaknya itu ada di RW. Jadi dengan adanya PKK RW itu kita lebih mudah menyentuh masyarakat atau dasa wisma yang paling bawah. Karena di Dasa wisma itukan ada berbagai kegiatan disitu kita bisa mengambil atau memilih dari pokja-pokja itu. Kalau dari segi kesehatannya kita berada di pokja 4, untuk ekonominya pokja 5, jadi dari situ kita bisa angkat ke kelurahan apa kebutuhan masyarakat. Jadi dari kelompok itu kita bisa adakan pelatihan, apa yang dibutuhkan kemudian nanti PKK provinsi kerja sama dengan instansi terkait. Jadi kita saling membantu atau PKK adalah mitra kerja pemda DKI.
Haryono Suyono:
Pak Giri mungkin bisa menyambung bagaimana peran BKKBN di kabupaten biarpun linknya sekarang lebih spiritual.
Sugiri Syarif:
BKKBN Kabupaten dan kota itu sebetulnya masih ada karena menurut PP yang terbaru PP38 dan 41 itu memang Kabupaten/Kota diwajibkan menjalankan keluarga berencana jadi setiap Kabupaten dan kota BKKBN nya harus ada. Nah Kabupaten dan kota ini mempunyai PLKB atau petugas lapangan yang nanti bisa jadi pendamping-pendamping gerakan PKK gerakan-gerakan koperasi dan gerakan-gerakan lainnya sehingga Posdaya yang akan dikembangkan dikawasan itu bisa menjadi motor penggerak dari PLKB, dan tentunya PLKB-PLKB ini harus mendapatkan pelatihan yang memadai.
H Ajang (Cianjur)
Saya selaku pelaku koperasi dan terkesan sekali dengan tayangan ini, yamg barusan dengan ibu-ibu PKK dan bisa memberdayakan ibu-ibu PKK dan lingkungan sekitar. Dan saya juga tertarik dan mudah-mudahan bisa menirunya begitu pak dan semoga para pengusaha di Jakarta kebetulan saya bergerak di koperasi serba usaha dimana anggotanya ada pelakunya ada pembuat makanan olahan juga kerajinan dan juga produsen garmen. Barangkali ada yang ingin kerjasama dengan kami silahkan menghubungi kami di cianjur ini.
Subiakto Tjakrawerdaja :
Untuk pak H Ajang, Saya kira hubungan antar koperasi ini diusahakan dan diupayakan tetapi keliatannya ini memang harus didorong oleh pemerintah karena memang koperasi sendiri dalam kondisi yang sangat lemah sehingga memang ada fasilitasi dari pemerintah untuk kerjasama antar koperasi. Disamping itu koperasi tadi dihimpun oleh pak ajang untuk bekerjasama denga perusahaan-perusahaan besar di Jakarta. Saya kira memang sangat baik sekali dalam persaingan yang sangat ketat ini kerjasama menjadi sangat penting, oleh karena itu kerjasama itu harus terus ditingkatkan dan di upayakan. Dan pemerintah disini memang harus memfasilitasi, karena memang jaringan-jaringan pasar ini tidak mudah untuk di jangkau apalagi oleh koperasi-koperasi pedesaan dalam hal ini mungkin sistim informasi dan sistim komunikasi di Indonesia ini harus digerakan sampai ke desa-desa dan kita sangat mendukung sekali dari menteri komunikasi dan informasi yang menginginkan seluruh wilayah Indonesia ini menjadi satu kesatuan dengan jaringan fibre optic infrastruktur. Dan saya kira ini sangat membantu pengusaha kecil, pengusaha mikro di pedesaan maupun koperasi di pedesaan
Glen (Dirut Bukopin):
Kalau dari sisi Bank Bukopin sendiri di Cianjur sudah ada tetapi saya fikir tadi kerjasama Bank Bukopin dengan lembaga keuangan mikro atau koperasi dalam membentuk swamitra pada dasarnya kita bisa melakukan itu. Kalau memang koperasi pak Ajang itu membutuhkan sebuah dana sebaiknya bekerja sama dengan Bank Bukopin menyalurkan ke lembaga keuangan mikro tersebut, kan kita punya cabang Bank bukopin di bogor atau di bandung jadi bisa kita masuk melalu bogor atau bandung ke cianjur, nah kita sama-sama membina dari sisi permodalannya jadi kita ingin menjadikan koperasinya pak Ajang bekerjasama. Saya Jamin bahwa lembaga yang bekerjasama dengan Bank Bukopin itu proses kerjanya seperti Bank, karena online system. Saya kalau memang pak Ajang ingin bekerja sama silahkan pak kami siap untuk membantu pak Ajang.
Hughes:
Baik, ini pembicaraan kita dan pertemuan kita malam hari ini istimewa, hangat dan pasti puas karena ngobrolnya lama ya pak, tapi mengingat lagi ini adalah hari ulang tahunnya Yayasan Damandiri, maka kami perlu mendengarkan sekelumit renungan dari Bpk Haryono suyono kemudian kita harus bersama-sama harus potong tumpeng pak
Haryono Suyono:
Saudara-Saudara sekalian, Malam hari ini adalah malam yang penuh dengan kenangan, 12 tahun yang lalu saya ditanya oleh pak Harto selaku Presiden “Pak Haryono bagaimana akseptornya ? “
Sudah banyak pak sekarang mereka bergabung dengan mereka yang bukan akseptor karena menjadi akseptor KB itu tidak bisa dipakasakan, tidak bisa disuruh tetapi harus dengan penuh kesadaran, sehingga para akseptor bergabung tetapi mereka juga mulai bertanya-tanya. Dengan spiral dengan suntikan kapan saya menjadi sejahtera, kita ini pra sejahtera dan sejahtera 1 lalu kita harus bekerjasama dan bekerja keras dan anak-anaknya pada waktu itu dikatakan sudah diberikan sekolah dengan Inpress, sudah diberikan kesehatan dengan Inpres tetapi yang seperti dikatakan pak glen tadi, modal dan kegiatan-kegiatan ekonomi itu belum!
Oleh karena itu marilah kita sekarang menyekolahkan anak kita, menyehatkan anak kita, dan kita bekerja keras membangun ekonomi keluarga. (Donni)
Selamat Ulang Tahun Yayasan Damandiri !
Gerakan Masyarakat Mandiri
Gemari
Sesi 1
Sesi 2
Sesi 3
Sesi 4
Video Sesi 1
Video Sesi 2
Video Sesi 3
Video Sesi 4
Video Sesi 5
Video Sesi 6