
Pemahaman tentang biologi ikan sangatlah penting dimulai dengan pengetahuan yang baik tentang perkembangan awal daur hidup ikan, baik ekologi maupun kehidupannya. Pentingnya aspek ini karena mempunyai keterkaitan dengan fluktuasi ikan, bahkan kelangsungan hidup dari spesies itu sendiri. Seperti diketahui pada tahap awal daur hidup ikan mempunyai mortalitas yang tinggi karena kepekaan terhadap predator, ketersediaan makanan, dan juga perubahan lingkungan yang terjadi di alam (critical period). Kondisi perairan sangat menentukan kelimpahan dan penyebaran organisme di dalamnya, akan
tetapi setiap organisme memiliki kebutuhan dan preferensi lingkungan yang berbeda untuk hidup yang terkait dengan karakteristik lingkungannya.
Penelitian ini bertujuan mengetahui kaitan antara karakter habitat dengan distribusi larva yang didasarkan pada parameter fisika kimia perairan dan pola distribusi larva ikan secara spasial dan temporal di perairan Teluk Pelabuhan Ratu. Dengan penelitian ini, akan diketahui sejauh mana kondisi ekologis larva ikan di Teluk Palabuhan Ratu.
Oleh:
NURMILA ANWAR
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
HP 081355827211
Email niar_luv_all@yahoo.co.id
COVER
ABSTRAK
PRAKATA
RIWAYAT HIDUP
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Jaminan stok berbagai komoditas perikanan umumnya tergantung pada keberadaan fase larva. Perikanan pantai tergantung pada keberadaan biota-biota muda yang hidup di areal pasang surut, tempat mereka berlindung dan memperoleh makanan diawal masa hidupnya. Pemahaman tentang biologi ikan sangatlah penting dimulai dengan pengetahuan yang baik tentang perkembangan awal daur hidup ikan, baik ekologi maupun kehidupannya. Pentingnya aspek ini karena mempunyai keterkaitan dengan fluktuasi ikan, bahkan kelangsungan hidup dari spesies itu sendiri. Seperti diketahui pada tahap awal daur hidup ikan mempunyai mortalitas yang tinggi karena kepekaan terhadap predator, ketersediaan makanan, dan juga perubahan lingkungan yang terjadi di alam (critical period). Dengan terganggunya tahap-tahap awal dari kehidupan ikan maka hal ini memberi dampak negatif bagi populasi ikan.
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan dan Manfaat
1.4. Hipotesis
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kondidi Umum Teluk Palabuhan Ratu
Perairan Teluk Palabuhan Ratu terletak pada posisi geografis 6o57’- 7o07’ LS dan 106o22’-106o23’ BT dengan panjang pantai lebih kurang 105 km. Perairan tersebut merupakan perairan pantai selatan Jawa Barat yang memilliki hubungan dengan Samudra Hindia. Sistem sungai yang bermuara di perairan teluk diketahui ada 7 buah yaitu 2 buah golongan besar: S. Cimandiri dan S. Cibareno dan 5 buah lainnya tergolong sungai kecil: S. Cimaja, CiPalabuhan, Cidadap, Cibutun dan Ciletuh (LON-LIPI 1975)
2.2. Biologi larva ikan
2.3. Distribusi larva ikan
2.4. Parameter Fisika
2.4.1. Suhu perairan
2.4.2 Salinitas
2.4.3 Arus
2.5. Parameter Kimia
2.5.1 Derajat Keasaman (pH)
2.5.2 Oksigen Terlarut (DO)
2.5.3. Nitrat
2.5.4. Fosfat (PO4).
III. METODE PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Teluk Palabuhan Ratu Kecamatan Palabuhan Ratu, Jawa Barat. Studi pendahuluan dilaksanakan pada Bulan September 2007 untuk survey dan penetapan stasiun penelitian. Pengambilan sampel dan pengukuran di lapangan dilaksanakan pada malam hari dimusim barat satu kali dalam setiap bulan mulai Bulan November 2007 hingga Bulan April 2008.
3.2. Penentuan stasiun penelitian
3.3. Bahan dan Alat
3.4. Pengumpulan Data dan pengukuran parameter Fisika Kimia Perairan
3.5. Analisis Data
3.5.1. Struktur Komunitas Larva Ikan
3.5.2. Pola Pemencaran/distribusi Populasi
3.5.3. Kelimpahan Larva Ikan
3.5.4. Kepadatan Populasi
3.5.5. Pengelompokan Stasiun Penelitian Berdasarkan Indeks
Similaritas Canberra
3.5.6. Keterkaitan antara Parameter Lingkungan
dengan Kelimpahan Larva ikan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Kondisi Umum Teluk Palabuhan Ratu.
4.1.1. Kondisi Oseanografi
4.1.1.1. Gelombang
Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan (Lampiran 1) terlihat keadaan oseanografi Bulan November 2007 – April 2008. keadaan laut disemua stasiun penelitian tergolong sama yaitu sekitar 0.2 hingga 0.7 meter, kecuali di stasiun 6 dan 7 yang menunjukkan bahwa di stasiun tersebut gelombangnya selalu lebih tinggi dibanding stasiun lainnya, dan pengukuran gelombang tertinggi di dapatkan pada Bulan November yaitu masa peralihan menjelang musim barat yaitu sekitar 1.3 meter.
4.1.1.2. Arus
4.1.2. Parameter Fisika Kimia
4.1.2.1. Suhu Permukaan
4.1.2.2. Salinitas
4.1.2.3. Oksigen terlarut
4.1.2.4. Tingkat Keasaman (pH)
4.1.2.5. Tingkat Kekeruhan
4.1.3. Variabilitas Nutrien antar Stasiun
4.1.3.1. Nitrat
4.1.3.2. Fosfat
4.1.3.3. Silika
4.2. Pengelompokan habitat
4.3. Struktur Komunitas larva Ikan
4.3.1. Komposisi Jenis larva Ikan
4.3.2. Kepadatan Individu dan Distribusi larva Ikan
4.4. Keanekaragaman dan Dominansi
4.5. Keterkaitan Struktur komunitas dengan Karakteristik habitat
4.5.1. Habitat Muara
4.5.1.1. Komposisi Larva Ikan Habitat Muara
4.5.1.2. Kelimpahan larva Ikan Muara
4.5.1.3. Stadia larva Ikan Muara
4.5.2. Habitat Transisi
4.5.2.1. Komposisi Larva Ikan Habitat Transisi
4.5.2.2. Kelimpahan larva Ikan Transisi
4.5.2.3. Stadia larva Ikan Transisi
4.5.3. Habitat Laut Lepas
4.5.3.1. Komposisi Larva Ikan Habitat Laut Lepas
4.5.3.2. Kelimpahan larva Ikan Laut Lepas
4.5.3.3. Stadia larva Ikan Laut Lepas
4.6. Struktur Komunitas dan Kepadatan Larva Ikan Temporal
V. SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Perbedaan karakter fisika kimia perairan di Teluk Palabuhan Ratu berkorelasi erat terhadap kelimpahan dan distribusinya dan dibagi atas tiga bagian yaitu: habitat muara, transisi dan laut lepas. Perbedaan karakter lingkungan antar habitat memberikan pengaruh terhadap komposisi larva yang tertangkap selama bulan pengamatan. Kelimpahan setiap spesies relatif lebih besar dan jumlahnya berfluktuasi setiap bulan.
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5
LAMPIRAN 6
LAMPIRAN 7
LAMPIRAN 8
DAFTAR TABEL
1. Pengukuran parameter fisika kimia perairan
2. Komunitas Ikan dan kepadatan individu selama bulan pengamatan di Teluk Palabuhan Ratu
3. Data Hasil perhitungan indeks keanekaragaman dan dominansi larva ikan di Teluk Palabuhan Ratu setiap bulan pengamatan.
4. Data hasil perhitungan kelimpahan larva ikan setiap bulan pengamatan (ind/m3).
5. Hasil regresi kelimpahan larva dengan nutrien perairan Teluk Palabuhan Ratu.
DAFTAR GAMBAR
1. Kerangka pemikiran
2. Arah kecepatan arus dan pasang surut dalam periode 24 jam di Teluk Palabuhan Ratu
3. Peta Teluk Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
4. Grafik fluktuasi suhu permukaan setiap bulan pengamatan
5. Grafik nilai rata-rata suhu setiap stasiun pada bulan pengamatan
6. Grafik fluktuasi salinitas permukaan setiap bulan pengamatan
7. Grafik konsentrasi nitrat perstasiun pengamatan
8. Grafik rata-rata sebaran jumah nitrat setiap bulan pengamatan
9. Grafik konsentrasi fosfat setiap stasiun pengamatan
10. Grafik rata-rata sebaran jumah fosfat setiap bulan pengamatan
11. Grafik konsentrasi silika perbulan pengamatan
12. Grafik rata-rata sebaran jumlah silika (Si) setiap bulan pengamatan
13 Dendrogram similaritas antar stasiun pada Bulan November, Desember dan Januari
14. Dendrogram similaritas antar stasiun pada Februari, Maret dan April
15. Hubungan antara Kelimpahan dengan kecepatan arus perbulan pengamatan
DAFTAR LAMPIRAN
1. Tabel data sampling parameter fisika kimia perairan Teluk Palabuhan Ratu 6 bulan pengamatan
2. Tabel komposisi dan frekuensi kehadiran larva ikan setiap stasiun pengambilan sampel di Teluk Palabuhan Ratu
3. Tabel distribusi komposisi dan stadia larva berdasarkan kelompok habitat
4. Tabel hasil perhitungan pola pemencaran populasi Morisita (Iä)
5. Tabel koordinat dan kedalaman stasiun pengambilan sampel di Teluk Palabuhan Ratu
6. Hasil analisis klaster observasi parameter fisika-kimia
7. Gambar dan deskripsi morfologi larva/juwana ikan yang tertangkap di stasiun peneitian
8. Gambar Jaring larva untuk pengambilan sampel