
Logam krom (Cr) adalah salah satu jenis polutan logam berat yang bersifat toksik, dalam tubuh logam krom biasanya berada dalam keadaan sebagai ion Cr3+. Krom dapat menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati (liver) dan ginjal. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi kadar pencemar pada perairan biasanya dilakukan melalui kombinasi proses biologi, fisika dan kimia. Pada proses fisika, dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam bak penampung yang telah diisi campuran pasir, kerikil serta ijuk. Hal ini lebih ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan kotoran-kotoran kasar dan penyisihan lumpur. Pada proses kimia, dilakukan dengan menambahkan bahanbahan kimia untuk mengendapkan zat pencemar misalnya persenyawaan karbonat. Beberapa bahan lain yang telah digunakan sebagai penjerap adalah karbon aktif, lempung, dan batu cadas. Namun, bahan-bahan tersebut relatif sulit diperoleh dan karbon aktif mempunyai harga yang cukup mahal. Oleh karena itu, penelusuran terhadap material baru yang lebih murah, mudah didapat serta mempunyai daya adsorpsi besar sangat perlu diupayakan.
Oleh:
I NYOMAN SUKARTA
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
COVER
PRAKATA
RIWAYAT
ABSTRAK
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Limbah cair sebagai hasil samping dari aktivitas industri sering menimbulkan permasalahan bagi lingkungan (Krim et al. 2006). Limbah cair tersebut mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun yang keberadaannya dalam perairan dapat menghalangi sinar matahari menembus lingkungan akuatik, sehingga mengganggu proses-proses biologi yang terjadi di dalamnya, di samping itu juga mengganggu estetika badan perairan akibat munculnya bau busuk. Pencemaran air oleh logam-logam berat dapat berasal dari proses-proses industri seperti industri metalurgi, industri penyamakan kulit, industri pembuatan fungisida, industri cat dan zat warna tekstil (Redhana 1994). Zat pencemar berupa logam-logam berat merupakan masalah yang lebih serius dibandingkan dengan polutan organik karena ion-ion logam berat merupakan racun bagi organisme serta sangat sulit diuraikan secara biologi maupun kimia.
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komponen Kimia Kayu
Kayu sebagian besar tersusun atas tiga unsur yaitu unsur C, H dan O. Unsur-unsur tersebut berasal dari udara berupa CO2 dan dari tanah berupa H2O. Namun, dalam kayu juga terdapat unsur-unsur lain seperti N, P, K, Ca, Mg, Si, Al dan Na. Unsur-unsur tersebut tergabung dalam sejumlah senyawa organik, secara umum dapat dibedakan menjadi dua bagian (Fengel danWegener 1995) yaitu:
1. Komponen lapisan luar yang terdiri atas fraksi-fraksi yang dihasilkan oleh kayu selama pertumbuhannya. Komponen ini sering disebut dengan zat ekstraktif. Zat ekstraktif ini adalah senyawaan lemak, lilin, resin dan lain-lain.
2. Komponen lapisan dalam terbagi menjadi dua fraksi yaitu fraksi karbohidrat yang terdiri atas selulosa dan hemiselulosa, fraksi non karbohidrat yang terdiri dari lignin.
2.2 Adsorpsi
2.2.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi
2.2.2 Persamaan Isoterm Adsorpsi Langmuir
2.2.3 Persamaan Isoterm Adsorpsi Freundlich
2.3 Logam Kromium dan Keberadaannya
2.4 Spektrofotometer dan Keberadaannya
III. METODE PENELITIAN
3.1 Rencana Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif mengenai daya adsorpsi dari serbuk gergaji kayu albizia yang tidak diaktivasi dan yang diaktivasi menggunakan pelarut campuran etanol-toluena (1:1). Serbuk gergaji kayu albizia diambil dari industri penggergajian kayu yang berlokasi di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Secara garis besarnya tahapan penelitian ini dapat disajikan dalam rancangan penelitian pada Gambar 6.
3.2 Subyek dan Obyek Penelitian
3.3 Prosedur Penelitian
3.3.1 Tahap Persiapan
3.3.1.1 Penyediaan Alat dan Bahan
3.3.1.2 Pencucian Serbuk Gergaji Kayu Albizia
3.3.1.3 Aktivasi Serbuk Gergaji Kayu Albizia
3.3.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian
3.3.2.1 Penentuan Waktu Kontak Maksimum Adsorpsi
Ion Cr3+ oleh Serbuk Gergaji Kayu Albizia.
3.3.2.2. Penentuan Adsorpsi maksimum Ion Cr3+ oleh Serbuk
Gergaji Kayu Albizia
3.4 Analisis Data
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Waktu Optimal yang Diperlukan untuk Adsorpsi Ion Cr3+ Oleh Serbuk Gergaji Kayu Albizia
Data konsentrasi Cr3+ yang teradsorpsi oleh serbuk gergaji kayu albizia yang diaktivasi menggunakan campuran etanol-toluena (1:1) pada berbagai waktu kontak disajikan pada Tabel 2, sedangkan data secara lengkap disajikan pada
Lampiran 5.
4.2. Karakteristik Adsorpsi Ion Cr3+
Oleh Serbuk Gergaji Kayu Albizia
4.2.1. Uji Linearitas Langmuir dan Freundlich Adsorpsi Ion Cr3+
Oleh Serbuk Gergaji Kayu Albizia Sebelum Diaktivasi
4.2.2. Uji Linearitas Langmuir dan Freundlich Adsorpsi Ion Cr3+
Oleh Serbuk Gergaji Kayu Albizia Setelah Diaktivasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Tabel Halaman
1 Asam dan basa beberapa senyawa dan ion menurut prinsip HSAB dari Pearson.
2 Data konsentrasi Cr3+ yang teradsorpsi oleh serbuk gergaji kayu albizia yang diaktivasi pada berbagai waktu kontak
3 Data konsentrasi Cr3+ yang teradsorpsi oleh serbuk gergaji kayu albizia yang tidak diaktivasi pada berbagai waktu kontak
4 Data adsorpsi ion Cr3+ oleh serbuk gergaji kayu albesia yang tidak diaktivasi pada berbagai konsentrasi
5 Data adsorpsi ion Cr3+ oleh serbuk gergaji kayu albesia yang telah diaktivasi pada berbagai konsentrasi
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1 Kurva isoterm adsorpsi Langmuir
2 Kurva isoterm adsorpsi Freundlich
3 Diagram masuknya kromium dalam tubuh
4 Pembentukan atom-atom dalam keadaan dasar yang dilakukan dalam proses atomisasi menggunakan nyala.
5 Kurva kalibrasi
6 Rancangan penelitian
7 Kurva hubungan antara konsentrasi Cr3+ yang teradsorpsi oleh serbuk gergaji kayu albizia yang diaktivasi dengan berbagai waktu kontak
8 Kurva hubungan antara konsentrasi Cr3+ yang teradsorpsi oleh serbuk gergaji kayu albizia yang tidak diaktivasi dengan berbagai waktu kontak
9 Kurva linearitas Langmuir : hubungan antara konsentrasi Cr3+ setimbang terhadap c/(x/m) pada adsorpsi ion Cr3+ oleh serbuk gergaji kayu albizia yang tidak teraktivasi
10 Kurva linearitas Freundlich: hubungan antara log [Cr(III)] setimbang terhadap log (x/m) pada adsorpsi ion Cr3+ oleh serbuk gergaji kayu albizia yang tidak teraktivasi
11 Kurva linearitas Langmuir : hubungan antara konsentrasi Cr3+ setimbang terhadap c/(x/m) pada adsorpsi ion Cr3+ oleh serbuk gergaji kayu albizia yang tidak teraktivasi 12 Kurva linearitas Freundlich: hubungan antara log [Cr(III)] setimbang terhadap log (x/m) pada adsorpsi ion Cr3+ oleh serbuk gergaji kayu albizia yang tidak teraktivasi
DAFTAR LAMPIRAN
1 Perhitungan dan Pembuatan Larutan Cr3+
2 Kurva Kalibrasi Larutan Standar Cr3+
3 Kurva Kondisi Spektrofotometer Serapan Atom (AAS SHIMADZU AA-6300)
4 Data Hasil Pengukuran SSA Terhadap Konsentrasi Awal Larutan Ion Cr3+ Sebelum Adsorpsi Berlangsung
5 Data Hasil Pengukuran SSA Terhadap Adsorpsi Ion Cr3+ Oleh Serbuk Gergaji Kayu Pada Konsentrasi Awal 60 ppm Pada Selang Waktu Kontak Yang Berbeda
6 Perhitungan Konsentrasi Ion Cr3+ yang Teradsorpsi oleh Serbuk Gergaji kayu Albizia dengan konsentrasi awal 60 ppm pada Berbagai Waktu Kontak
7 Data Hasil Pengukuran SSA Terhadap Adsorpsi Ion Cr3+ Oleh Serbuk Gergaji Kayu dengan Berbagai Konsentrasi Pada Waktu Kontak 60 Jam
8 Data Hasil Pengukuran pH Larutan Sebelum dan Sesudah Diadsorpsi oleh Serbuk Gergaji Kayu Albizia Menggunakan pH Meter
9 Foto serbuk gergaji kayu albizia
10 Foto Adsorpsi Ion Cr3+ Oleh Serbuk Gergaji Kayu Albizia
11 Foto Seprangkat Alat AAS
12 Foto Seprangkat Alat pH Meter