KAJIAN TINGKAH LAKU, DISTRIBUSI DAN KARAKTER SUARA LUMBA-LUMBA DI PERAIRAN PANTAI LOVINA BALI DAN TELUK KILUAN LAMPUNG
Tanggal: 25 Nov 2008
Laporan: STANY RACHEL SIAHAINENIA
 
Lebih dari sepertiga jenis paus dan lumba-lumba dunia terdapat di perairan Indonesia termasuk juga beberapa jenis yang dikategorikan langka dan terancam punah. Kenyataan saat ini bahwa lumba-lumba sudah menjadi hewan buruan untuk dijadikan bahan konsumsi dan lain seperti daging paus. Pemburuan Lumba-lumba secara terus menerus dapat mengakibatkan berkurangnya populasi Cetacea di alam, meskipun dilakukan secara tradisional (Faizah et al. 2006). Untuk mengetahui keberadaan populasi lumba-lumba diperlukan suatu informasi awal yang akan berguna sebagai referensi untuk manajemen sumberdaya laut dan meningkatkan pemahaman mengenai ekologi Cetacea di habitat yang sebenarnya.

Oleh:
STANY RACHEL SIAHAINENIA
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008


COVER
PRAKATA
RIWAYAT
ABSTRAK

1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Perairan Indonesia merupakan perairan yang sangat unik karena memiliki keanekaragaman Cetacea (paus, lumba-lumba dan dugong) yang tinggi. Lebih dari sepertiga jenis paus dan lumba-lumba dunia terdapat di perairan Indonesia, termasuk beberapa jenis yang dikategorikan langka dan terancam punah. kira-kira terdapat 30 jenis Cetacea yang hidup di perairan ini. Cetacea merupakan salah satu biota yang melakukan pergerakan dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang terjadi melalui terusan Kepulauan Sunda Kecil yang membentang sepanjang 900 km dari Selat Sunda sampai dengan paparan Sahul. Cetacea yang bermigrasi menjadikan terusan tersebut sebagai tempat pergerakan lokal atau migrasi jarak jauh (Klinowska 1991).

1.2 Perumusan masalah
1.3 Kerangka pikir
1.3 Tujuan penelitian
1.4 Manfaat penelitian
1.5 Hipotesis

2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi dan morfologi Cetacea
Lumba-lumba, paus dan pesut merupakan mamalia laut yang termasuk dalam ordo Cetacea, yang mempunyai 3 (tiga) sub-ordo yaitu Archaeoceti, Mysticeti dan Odontoceti. Saat ini hanya sub-ordo Odontoceti dan Mysticeti yang masih ada dibumi, sedangkan sub ordo Archaeoceti sudah punah. Paus baleen adalah anggota dari sub-ordo Mysticeti, sedangkan paus bergigi (toothed whale) termasuk dalam sub-ordo Odontoceti (Jefferson et al. 1993). Berikut adalah klasifikasi dari lumba-lumba.

2.2 Karakteristik beberapa Cetacea
2.3 Tingkah laku Cetacea
2.4 Makanan dan cara makan
2.5 Penggunaan suara oleh lumba-lumba
2.5.1 Echolocation
2.5.2 Komunikasi

3. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
3.1 Deskripsi umum lokasi penelitian
Kawasan Lovina merupakan kawasan wisata pantai yang berada di Kabupaten Buleleng, Bali dengan daya tarik utamanya adalah pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna kehitam-hitaman, karang laut dengan ikan tropisnya. Kabupaten Buleleng terletak di belahan utara Pulau Bali dan secara geografis terletak pada posisi 80 03’40”- 8023’00’’ LS dan 114025’55”- 115027’28’’ BT. Batas utara dari Kabupaten Buleleng adalah Laut Bali, sebelah barat dengan Kabupaten Jembrana, sebelah timur dengan Kabupaten Karangasem, dan sebelah selatan berbatasan dengan empat kabupaten yaitu Kabupaten Badung, Bangli, Gianyar, dan Tabanan. Kabupaten Buleleng terdiri dari sembilan kecamatan, meliputi 146 Desa/Kelurahan dan 163 desa adat dengan luas wilayah 1.365,88 km2 atau 24,25% dari luas Pulau Bali.

3.1.1 Perairan Pantai Lovina
3.1.2 Perairan Teluk Kiluan
3.2 Kondisi oseanografi lokasi penelitian

4 METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Tempat dan waktu penelitian
Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yang berbeda yaitu di Perairan Pantai Lovina Kabupaten Buleleng Bali dan di Perairan Teluk Kiluan Kabupaten Tanggamus Lampung. Di Perairan pantai Lovina dilaksanakan pada tanggal 18-20 Oktober 2007. Sedangkan di Perairan Teluk Kiluan dilaksanakan pada tanggal 12-15 November 2007 yang merupakan bagian dari survei potensi pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi berbasis ekowisata di Kabupaten Tanggamus kerjasama Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Lampung dan PT. Sumaplan Adicipta Persada. Lokasi penelitian ditunjukkan pada Gambar 14.

4.2 Alat dan bahan
4.3 Prosedur penelitian
3.3.1 Identifikasi Cetacea
3.3.2 Pengamatan tingkah laku lumba-lumba
3.3.3 Pengambilan sampel suara lumba-lumba
4.4 Analisis data
3.4.1 Proses perbaikan suara latar (noise reduction)
3.4.2 Proses perbaikan suara desah (hiss reduction)
3.4.3 Pemotongan data suara (cropping)
3.4.4 PSD (power spectral density)
3.4.5 FFT (fast fourier transform)

5 HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil pengamatan lumba-lumba
Hasil pengamatan lumba-lumba ditunjukkan dalam Tabel 9. Dari pengamatan lumba-lumba di dua lokasi, total waktu yang dibutuhkan per hari adalah ± 6 jam untuk pengamatan di Perairan Pantai Lovina dan ± 8 jam untuk pengamatan di Perairan Teluk Kiluan. Jumlah pemunculan lumba-lumba selama pengamatan di Perairan Pantai Lovina sebanyak 967 individu dan Perairan Teluk Kiluan sebanyak 541 individu.

5.2 Tingkah laku lumba-lumba di permukaan air
5.3 Distribusi lumba-lumba
4.3.1 Perairan Pantai Lovina
4.3.2 Perairan Teluk Kiluan
5.4 Distribusi lumba-lumba berdasarkan waktu pertemuan
5.4.1 Perairan Pantai Lovina
5.4.2 Perairan Teluk Kiluan
5.5 Karakter suara lumba-lumba
5.5.1 Tipe suara lumba-lumba
5.5.1.1 Potongan suara B1
5.5.1.2 Potongan suara B2
5.5.1.3 Potongan suara B3
5.5.1.4 Potongan suara B4
5.5.1.5 Potongan suara B5
5.5.1.6 Potongan suara B6
5.5.1.7 Potongan suara B7
5.5.2 Tipe suara dan tingkah laku lumba-lumba

6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Terdapat 3 (tiga) jenis spesies lumba-lumba di Perairan Pantai Lovina antara lain Spinner dolphin (Stenella longirostris), Spotted dolphin (Stenella attenuata) dan Bottlenose dolphin (Tursiop truncatus). Sedangkan di Perairan Teluk Kiluan teridentifikasi 2 (dua) jenis spesies antara lain Spinner dolphin (Stenella longirostris) dan Bottlenose dolphin (Tursiop truncatus). Tingkah laku yang sering dilakukan oleh lumba-lumba di Perairan Pantai Lovina dan di Perairan Teluk Kiluan adalah melakukan travelling atau membentuk kelompok dalam kegiatan mencari mangsa dan pergerakan untuk migrasi. Gerakan lain yang teramati adalah aerials yang merupakan gerakan salto, bowriding dan feeding juga sering terlihat selama pengamatan.

6.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


DAFTAR TABEL
Halaman
1 Kisaran frekuensi suara pada beberapa mamalia
2 Perkembangan penduduk di Kabupaten Buleleng (1999-2005)
3 Luas wilayah Pekon Kiluan Negeri
4 Jenis mata pencaharian penduduk Teluk Kiluan
5 Arus, salinitas dan suhu saat pengukuran di lapangan
6 Alat, bahan dan kegunaannya
7 Deskripsi tingkah laku lumba-lumba
8 Kisaran skala kondisi permukaan laut (skala beaufort)
9 Hasil pengamatan lumba-lumba
10 Spesies lumba-lumba teramati selama pengamatan

DAFTAR GAMBAR
Halaman
1 Alur kerangka pikir
2 Morfologi mamalia laut ordo Cetacea
3 Delphinus delphis (Linnaeus 1758)
4 Tursiop truncatus (Carwardine 1995)
5 Sousa chinensis (Osbeck 1765)
6 Stenella longirostris (Carwardine 1995)
7 Stenella attenuata (Carwardine 1995)
8 Steno bredanesis (Lesson 1828)
9 Grampus griseus (G.Cuvier 1812)
10 Lagenodelphis hosei (Fraser 1956)
11 Mekanisme produksi dan penerimaan suara pada lumba-lumba
(Evans 1987)
12 Suasana pagi dan keindahan atrakasi lumba-lumba di Pantai Lovina
13 Suasana pagi dan keindahan alam Teluk Kiluan
14 Lokasi penelitian
15 Alur pengambilan data di lapangan
16 Posisi pengamat pada metode single observer
17 Perhitungan jarak tegak lurus (perpendicular distance)
18 Alur pengambilan sampel suara
19 Data suara sebelum perbaikan
20 Data suara setelah perbaikan
21 Spektrum suara lumba-lumba per satu pulsa suara setelah dilakukan
cropping
22 Alur analisis data suara lumba-lumba
23 Jenis spesies yang ditemukan selama pengamatan
24 Pemunculan lumba-lumba berdasarkan waktu pengamatan
di Perairan Pantai Lovina
25 Jumlah pemunculan lumba-lumba yang teramati di perairan
Pantai Lovina
26 Pemunculan lumba-lumba berdasarkan waktu pengamatan
di Perairan Teluk Kiluan
27 Jumlah pemunculan lumba-lumba yang teramati di perairan Teluk
Kiluan
28 Tingkah laku traveling (a), aerials (b), feeding (c), bowriding (d) di
Perairan Pantai Lovina
29 Gerakan lumba-lumba yang sering dilakukan di Perairan
Pantai Lovina
30 Tingkah laku traveling (a), aerials (b), feeding (c), bowriding (d) di
Perairan Teluk Kiluan
31 Gerakan lumba-lumba yang sering dilakukan di Perairan
Teluk Kiluan
32 Distribusi lumba-lumba selama pengamatan lapangan di Perairan
Pantai Lovina
33 Distribusi lumba-lumba selama pengamatan lapangan di Perairan
Teluk Kiluan
34 Distribusi lumba-lumba berdasarkan waktu pengamatan di perairan
Pantai Lovina
35 Distribusi lumba-lumba berdasarkan waktu pengamatan di Perairan
Teluk Kiluan
36 Lokasi perekaman suara lumba-lumba
37 Potongan suara B1
38 Potongan suara B2
39 Potongan suara B3
40 Potongan suara B4
41 Potongan suara B5
42 Potongan suara B6
43 Potongan suara B7
44 Karakter suara hubungannya dengan tingkah laku

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1 Hasil pengamatan lumba-lumba di Perairan Pantai Lovina Bali tanggal
17-20 September 2007
2 Hasil pengamatan lumba-lumba di Perairan Teluk Kiluan Lampung
tanggal 12-15 November 2007
3 Potongan suara lumba-lumba yang terekam di Perairan Pantai Lovina,
Bali
4 Nilai FFT per 5 ms potongan suara B1 dengan durasi 85 ms di
Perairan Pantai Lovina, Bali
5 Nilai FFT per 5 ms potongan suara B2 dengan durasi 215 ms di
Perairan Pantai Lovina, Bali
6 Nilai FFT per 5 ms potongan suara B3 dengan durasi 245 ms di
Perairan Pantai Lovina, Bali
7 Nilai FFT per 5 ms potongan suara B4 dengan durasi 95 ms di
Perairan Pantai Lovina, Bali
8 Nilai FFT per 5 ms potongan suara B5 dengan durasi 65 ms di
Perairan Pantai Lovina, Bali
9 Nilai FFT per 5 ms potongan suara B6 dengan durasi 60 ms di
Perairan Pantai Lovina, Bali
10 Nilai FFT per 5 ms potongan suara B7 dengan durasi 70 ms di
Perairan Pantai Lovina, Bali
11 Intensitas suara lumba-lumba di Perairan Pantai Lovina, Bali
 
 
   
 
>> ADSORPSI ION Cr3+ OLEH SERBUK GERGAJI KAYU ALBIZIA (Albizzia falcata): Studi Pengembangan Bahan Alternatif Penjerap Limbah Logam Berat
>> ARAHAN STRATEGI KEBIJAKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN NIKEL PADA LAHAN KONSESI PT. ANEKA TAMBANG TBK UNIT BISNIS PERTAMBANGAN NIKEL DAERAH OPERASI MALUKU UTARA KABUPATEN HALMAHERA TIMUR PROVINSI MALUKU UTARA
>> KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA PERAIRAN DAN KAITANNYA DENGAN DISTRIBUSI SERTA KELIMPAHAN LARVA IKAN DI TELUK PALABUHAN RATU
>> ISOLASI DAN KARAKTERISASI FRAGMEN cDNA DARI GEN PENYANDI METALLOTHIONEIN DARI KEDELAI KULTIVAR SLAMET
>> ANALISIS WILAYAH PERAIRAN TELUK PELABUHAN RATU UNTUK KAWASAN BUDIDAYA PERIKANAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG
>> PENGARUH IMPLEMENTASI TOTAL OUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP BUDAYA KUALITAS (Studi Pada PT. Hari Terang Industry - Surabaya)
>> KAJIAN KLOROFIL-A DAN NUTRIEN SERTA INTERELASINYA DENGAN DINAMIKA MASSA AIR Dl PERAIRAN BARAT SUMATERA DAN SELATAN JAWA - SUMBAWA
>> KAJIAN EKOLOGIS DAN BIOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR
>> KAJIAN KETERKAITAN ANTARA KEMANTAPAN CADANGAN OKSIGEN DENGAN BEBAN MASUKAN BAHAN ORGANIK DI WADUK IR. H. JUANDA PURWAKARTA, JAWA BARAT
>> ANTIGEN EKSKRETORI/SEKRETORI STADIUM L3 Ascaridia galli SEBAGAI PEMICU PEMBENTUKAN IMUNOGLOBOLIN YOLK (IgY) PADA AYAM PETELUR
>> PEMANFAATAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN BUBU DI PERAIRAN MEMPAWAH HILIR, KABUPATEN PONTIANAK
>> PURIFIKASI DAN KARAKTERISASI PROTEASE DARI EKSKRETORI/SEKRETORI STADIUM L3 Ascaridia galli DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTAHANAN DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI USUS HALUS AYAM PETELUR
>> PENGARUH KEMAMPUAN PEMBELAJARAN ORGANISASI TERHADAP KOMPETENSI, TINGKAT DIVERSIFIKASI DAN KINERJA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI SUMATERA UTARA
>> PERBAIKAN KAMPUNG KOMPREHENSIF DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL SERTA KEMANDIRIAN MASYARAKAT MISKIN KAMPUNG KUMUH DI KOTA SURABAYA
>> PERBEDAAN BUDAYA DAN ADAPTASI ANTAR BUDAYA DALAM RELASI KEMITRAAN INTI-PLASMA (Studi tentang Komunikasi Antar Budaya: Kasus Kemitraan antara Perusahaan Inti dan Petani Plasma di Perusahaan Teh PT Pagilaran)
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online