
Pembangunan wilayah adalah suatu proses perubahan terencana ke arah semakin tersedianya alternatif-alternatif bagi setiap orang untuk memenuhi tujuan-tujuan yang paling humanistik sesuai dengan perkembangan tata nilai dan norma-norma yang dijunjung tinggi di dalam masyarakat.Tolok ukur kinerja pembangunan wilayah : a. Pemerataan, b.Pertumbuhan, c. keterkaitan, d. keberimbangan, e. kemandirian, dan f. keberlanjutan. Konsep Pembangunan wilayah dengan basis pengembangan kota-kota pertanian atau yang lebih dikenal dengan agropolitan, menjadi pilihan utama Pemerintah Daerah, dalam melaksanakan otonominya.
Oleh:
SULISTIONO
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
COVER
PENGANTAR
RIWAYAT
ABSTRAK
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penekanan pembangunan pada sektor modern perkotaan telah terbukti meningkatkan pertumbuhan di sektor dan lokasi yang hanya memiliki tingkat produktifitas tinggi. Laju pertumbuhan investasi dan akumulasi modal hanya terpusat di sektor modern tersebut. Konsep tersebut menginspirasikan terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan di perkotaan (growth pole economy). Diharapkan dengan terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan tersebut akan terjadi proses penetesan pembangunan ke daerah-daerah belakang (trickle down process) dan pemerataan akan terjadi secara "otomatis" dari kutub-kutub pertumbuhan ke daerah belakang tersebut (hinterland).
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Teori Pengembangan Wilayah
Dalam Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur yang terkait kepadanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional. Menurut Rustiadi, et al. (2006) wilayah dapat didefinisikan sebagai unit geografis dengan batas-batas spesifik tertentu dimana komponen-komponen wilayah tersebut satu sama lain saling berinteraksi secara fungsional. Sehingga batasan wilayah tidaklah selalu bersifat fisik dan pasti tetapi seringkali bersifat dinamis.
Tata Ruang Wilayah dan Tata Guna Tanah
Pariwisata
METODE PENELITIAN
Kerangka Pemikiran
Konsep pembangunan nasional secara komprehensip meliputi pembangunan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahan dan keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM). Pembangunan tersebut secara umum dapat dikelompokkan sebagai pembangunan daerah perkotaan dan daerah perdesaan. Daerah perkotaan selama ini telah diarahkan sebagai pusat industri dan perdagangan, disamping sebagai pusat pemerintahan. Hal ini dapat dilihat dari pesatnya pembangunan sarana dan prasarana perdagangan, perkantoran dan industri.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Analisis Data
Analisis Potensi Pengembangan Pariwisata
Analisis Pengembangan Pariwisata Terhadap Pengembangan Wilayah
Arahan Strategi Pengembangan Kawasan
HASIL dan PEMBAHASAN
Gambaran Umum Wilayah Penelitian
Proses analisis komponen utama terhadap kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Banyumas yang didasarkan pada data Potensi Desa (PODES) tahun 2003 yang sudah distandarisasi dengan PODES tahun 2006 dan sensus pertanian tahun 2006 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), susenas tahun 2006, kabupaten dalam angka tahun 2006. Pada mulanya variabel indikator yang digunakan (hasil dari analisis rasio, indek diversitas entropy, pangsa, LQ, persentase) sebanyak seratus dua puluh variabel indikator yang selanjutnya disederhanakan menjadi tiga puluh enam indeks komposit. Semua variabel-variabel dasar yang digunakan dalam menganalisis tipologi wilayah berdasarkan karakteristik khas yang dimiliki wilayah Kabupaten Banyumas. Dalam proses analisis dilakukan seleksi variabel berdasarkan pertimbangan kelengkapan data dan kemampuan variabel tersebut dalam menjelaskan keragaman karakteristik wilayah, yang dalam hal ini unit wilayah kecamatan.
PEMBAHASAN UMUM DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN PENDEKATAN AGROPOLITAN
Pemerintah Kabupaten Banyumas pada tahun 2008 akan mencanangkan pengembangan wilayah dengan pendekatan agropolitan sebagai program unggulan dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas menyadari bahwa kondisi saat ini menunjukkan ketersediaan sumberdaya di Kabupaten Banyumas yang paling cocok untuk membangun daerah adalah dengan membangun pertanian. Hal ini di dukung oleh kondisi wilayah Kabupaten Banyumas, dimana : (a) sebagian besar penduduknya bekerja dan mendapatkan kehidupan dari sektor pertanian atau yang terkait dengan sektor pertanian, (b) sebagian besar pendapatan kotor daerah Kabupaten Banyumas masih didominasi sektor pertanian.
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Berdasarkan analisis tipologi gabungan kinerja sistim agropolitan dan kinerja pembangunan ekonomi daerah di wilayah Kabupaten Banyumas dapat dikelompokkan berdasarkan :
Tipologi I : keberadaa sektor industri dan keuangan yang tinggi kurang mampu menyerap angkatan kerja menganggur
Tipologi II: Keberadaan institusi sosial petani yang tinggi kurang optimal dalam mendorong perkembangan sektor pertanian , peternakan, perkebunan & kehutanan. Akibat lebih lanjut sektor industri , keuangan & persewaan kurang berkembang
Tipologi III : keberadaan penyuluh pertanian dan taruna tani yang tinggi kurang optimal dalam meningkatkan intensitas populasi ternak, produksi perikanan dan intensitas pertanam tanaman pangan. Angkatan kerja menganggur rendah
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5-6-7
LAMPIRAN 8
LAMPIRAN 9
LAMPIRAN 10
LAMPIRAN 11
LAMPIRAN 12
LAMPIRAN 13
LAMPIRAN 14
LAMPIRAN 15
LAMPIRAN 16
LAMPIRAN 17
LAMPIRAN 18
LAMPIRAN 20
LAMPIRAN 21-34
Teknik analisis dan output yang diharapkan
Kriteria nilai Indek Kepuasan Konsumen (CSI/IKK)
Pembobotan setiap unsur SWOT
Matrik Analisis SWOT dan Penentuan Strategi
Rangking Alternatif Strategi
Luas wilayah penelitian
Pola distribusi kelas lereng pada kawasan wisata Kandi-Tanah Hitam
Klasifikasi tanah di kawasan bekas tambang Kandi-Tanah Hitam
Susunan kimia tanah asli dari kawasan Kandi-Tanah Hitam
Data kesuburan tanah di kawasan bekas tambang Kandi-Tanah Hitam
Status dan kondisi lahan reklamasi di Kawasan Kandi-Tanah Hitam
Data pemantauan kualitas air di Batang Ombilin sesudah pertemuan dengan Batang Tandikat
Data kondisi jalan eksisiting
Laju pertumbuhan dan distribusi PDRB Kota Sawahlunto
Persentase penduduk berumur 15 tahun keatas yang bekerja menurut lapangan usaha
Perkembangan jumlah penduduk Kota Sawahlunto
Jumlah dan distribusi penduduk di wilayah penelitian
Penggunaan lahan eksisting (sekarang) wilayah penelitian
Kesesuaian penggunaan lahan menurut RTRW
Luas kepemilikan lahan kawasan bekas tambang Kandi-Tanah Hitam
Jumlah kunjungan wisatawan di Kota Sawahlunto
Data kontribusi Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah
Jenis kesenian rakyat di sekitar Kawasan Kandi-Tanah Hitam
Faktor internal Kekuatan /Strength (S) dan Kelemahan/Weakness (W)
Faktor eksternal Peluang/Opportunity (O) dan Tantangan/Threath (T)
Strategi silang unsur SWOT
Pemberian bobot untuk setiap unsur Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman
Penentuan strategi prioritas pengembangan pariwisata pada kawasan bekas tambang Kandi-Tanah Hitam
Sustainable Tourism
Aspek dan Dimensi Pengembangan Pariwisata
Diagram Alir Kerangka Pemikiran
Peta Lokasi Wilayah Penelitian
Diagram Kartesius Importance-Performance Analysis
Diagram Alir Tahapan Penelitian
Peta Formasi Geologi Kawasan Bekas Tambang Kandi-Tanah Hitam
Peta Kelas Lereng Kawasan Bekas Tambang Kandi-Tanah Hitam
Peta Distribusi Lokasi Reklamasi Kawasan Bekas Tambang Kandi-Tanah Hitam
Peta Sebaran Infrastruktur Penunjang Kawasan Bekas Tambang Kandi-Tanah Hitam
Peta Jenis dan Lokasi Objek yang Ada pada Tambang Kandi-Tanah Hitam
Objek Wisata Pacuan Kuda Kandi
Objek Breeding farm Kandi
Objek Wisata Taman Satwa Kandi
Objek Wisata Rekreasi Air Danau Tandikat
Objek Wisata Dermaga Danau Kandi
Objek Wisata Sirkuit Road Race Kandi
Objek Wisata Motocross Tanah Hitam
Pencapaian Kawasan Bekas Tambang Kandi-Tanah Hitam dalam Konstelasi Regional
Peta Penggunaan Lahan Eksisting (Sekarang) Kawasan Bekas Tambang Kandi-Tanah Hitam
Peta Kepemilikan Lahan Kawasan Bekas Tambang Kandi-Tanah Hitam
Kontribusi Kelompok Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Persen)
Alokasi Anggaran Kantor Pariwisata Kota Sawahlunto
Jumlah Kunjungan Wisatawan pada Objek Taman Satwa (per Juli 2007)
Lampiran
Karateristik pengunjung
Tahapan Pengambilan Keputusan
Hasil analisis kuadran
Plot Kinerja û Harapan (analisis kuadran)
Perhitungan selisih bobot antara kinerja û harapan (gap)
Plot selisih rata-rata kinerja û harapan (gap)
Plot selisih bobot kinerja û harapan (gap)
Hasil perhitungan Indeks Kepuasan Konsumen
Hasil analisis Friedman dan jumlah ranking fasilitas tambahan
Data curah hujan Kota Sawahlunto 1996-2002
Formulir kuesioner kepuasan pengunjung