
Masalah migrasi internal dan internasional hingga saat ini terus dihadapi pemerintah Indonesia. Masalah migrasi internal adalah terkonsentrasinya arus tujuan migrasi ke Pulau Jawa, meskipun jumlah penduduk dan pengangguran di pulau tersebut cukup tinggi. Todaro menyatakan keputusan tersebut merupakan keputusan yang rasional. Para migran tetap migrasi ke daerah tujuan, meskipun pengangguran cukup tinggi di daerah tersebut. Tindakan ini dilakukan karena alasan yang kuat yaitu adanya perbedaan upah dan pendapatan antara daerah asal dan daerah tujuan. Para migran selalu membandingkan dan mempertimbangkan pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di daerah asal dan daerah tujuan. Kemudian akan memilih salah satunya jika dapat memaksimumkan keuntungan (Todaro, 1998). Sedangkan masalah migrasi internasional adalah belum berhasilnya pemerintah memenuhi tingginya permintaan tenaga kerja profesional oleh negara tujuan migran internasional Indonesia. Hingga saat ini tenaga kerja migran internasional Indonesia yang bersedia bekerja di luar negeri adalah tenaga kerja yang berpendidikan rendah.
Oleh:
SAFRIDA
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
COVER
PRAKATA
RIWAYAT
ABSTRAK
I. PENDAHULUAN
Migrasi merupakan perpindahan orang dari daerah asal ke daerah tujuan. Keputusan migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan dengan kedua daerah tersebut. Tujuan utama migrasi adalah meningkatkan taraf hidup migran dan keluarganya, sehingga umumnya mereka mencari pekerjaan yang dapat memberikan pendapatan dan status sosial yang lebih tinggi di daerah tujuan (Tjiptoherijanto, 2000).
1.1. Latar Belakang
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Kegunaan Penelitian
1.5. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Perkembangan Migrasi di Indonesia
Migrasi internal merupakan mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dalam satu negara. Migrasi internal yang terjadi di Indonesia terdiri dari transmigrasi dan urbanisasi. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu pulau ke pulau lainnya di Indonesia. Dalam analisis ini transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari pulau Jawa ke pulau-pulau lainnya di Indonesia. Sebaliknya urbanisasi yang merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota, umumnya terjadi pada penduduk pulau lain yang ingin memperoleh pekerjaan yang lebih baik di pulau Jawa.
2.1.1. Migrasi Internal
2.1.2. Migrasi Internasional
2.2. Kebijakan Migrasi
2.2.1. Migrasi Internal
2.2.1.1. Kebijakan Migrasi Internal
2.2.1.2. Intrumen Kebijakan Migrasi Internal
2.2.2. Migrasi Internasional
2.2.2.1. Kebijakan Migrasi Internasional
2.2.2.2. Instrumen Kebijakan Migrasi Internasional
2.3. Tinjauan Studi Terdahulu
2.3.1. Migrasi
2.3.2. Pasar Kerja
2.3.3. Makroekonomi
III. KERANGKA TEORI
3.1. Migrasi Penduduk
Secara sederhana migrasi didefenisikan sebagai aktivitas perpindahan. Sedangkan secara formal, migrasi didefenisikan sebagai perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain yang melampaui batas politik/negara ataupun batas administrasi/batas bagian suatu negara. Bila melampaui batas negara maka disebut dengan migrasi internasional (migrasi internasional). Sedangkan migrasi dalam negeri merupakan perpindahan penduduk yang terjadi dalam batas wilayah suatu negara, baik antar daerah ataupun antar propinsi. Pindahnya penduduk ke suatu daerah tujuan disebut dengan migrasi masuk. Sedangkan perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah disebut dengan migrasi keluar (Depnaker, 1995).
3.1.1. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Migrasi
3.1.2. Transisi Migrasi
3.1.3. Karakteristik Migran
3.1.4. Migrasi sebagai Investasi Human Capital
3.1.5. Beberapa Model Migrasi
3.1.5.1. Model Migrasi Todaro
3.1.5.2. Model Migrasi Skedul
3.1.5.3. Model Migrasi Dreher dan Poutvaara
3.2. Pasar Kerja
3.2.1. Angkatan Kerja
3.2.2. Kesempatan Kerja
3.2.3. Upah .
3.2.4. Pengangguran
3.3. Variabel Makroekonomi
3.3.1. Pendapatan Nasional
3.3.2. Konsumsi
3.3.3. Investasi
3.3.4. Pengeluaran Pemerintah
3.3.5. Ekspor Bersih
3.4. Hubungan Migrasi, Pasar Kerja dan Variabel Makroekonomi .
IV. METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Model Ekonomi Migrasi Indonesia
Model merupakan suatu penjelasan dari fenomena aktual sebagai suatu sistem atau proses (Koutsoyiannis, 1977). Model Ekonomi Migrasi Indonesia (Lampiran 3b) merupakan model yang telah mengalami beberapa kali respesifikasi model. Program model Ekonomi Migrasi Indonesia yang ideal sesuai dengan proposal dilampirkan pada Lampiran 3a. Model ini terdiri dari tiga blok, yaitu blok migrasi, blok pasar kerja dan blok makroekonomi. Secara keseluruhan model disusun dalam bentuk persamaan simultan yang terdiri dari 88 persamaan yaitu 30 persamaan identitas dan 58 persamaan struktural. Model ini merupakan model ekonometrika yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi, pasar kerja dan perekonomian Indonesia.
4.1.1. Blok Migrasi Internal dan Internasional
4.1.1.1. Migrasi Internal
4.1.1.2. Migrasi Internasional
4.1.2. Blok Pasar Kerja
4.1.2.1. Permintaan Tenaga Kerja
4.1.2.2. Penawaran Tenaga Kerja
4.1.2.3. Pengangguran
4.1.2.4. Upah
4.1.3. Blok Makroekonomi
4.1.3.1. Pendapatan Nasional
4.1.3.2. Pendapatan Disposibel
4.1.3.3. Konsumsi Rumah Tangga
4.1.3.4. Investasi
4.1.3.5. Devisa
4.2. Identifikasi dan Metode Pendugaan Model
4.3. Validasi Model
4.4. Simulasi Kebijakan
4.5. Defenisi dan Pengukuran Variabel
4.6. Jenis dan Sumber Data
V. DESKRIPSI PERKEMBANGAN MIGRASI, PASAR KERJA DAN PEREKONOMIAN INDONESIA
5.1. Migrasi Internal
Migrasi merupakan salah satu faktor dari tiga faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Peninjauan migrasi secara regional penting untuk diteliti secara khusus karena adanya kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata. Berdasarkan Sensus Penduduk dan Survei Penduduk Antar Sensus yang diperlihatkan pada Tabel 8 dan Tabel 9, tidak ada satu pulaupun yang tidak mengalami migrasi penduduk, baik migrasi masuk maupun migrasi keluar. Bab ini memaparkan arus migrasi seumur hidup di Indonesia dan melihat perkembangannya selama periode 1985-2005.
5.1.1. Arus Migrasi Masuk
5.1.2. Arus Migrasi Keluar
5.2. Migrasi Internasional
5.3. Perkembangan Migrasi Internal dan Internasional dan Angkatan Kerja Indonesia
5.4. Perkembangan Pendapatan Migran Internal, Devisa MigranInternasional dan Perekonomian Indonesia
VI. HASIL ESTIMASI MODEL EKONOMI MIGRASI INDONESIA
6.1. Blok Migrasi Internal dan Internasional
Hasil estimasi model ekonomi migrasi Indonesia yang terdiri dari 3 blok, yaitu blok migrasi, blok pasar kerja dan blok makroekonomi, dibahas secara rinci dari setiap persamaan. Estimasi model dilakukan dengan menggunakan metode 2SLS (Two State Least Square) pada program SAS melalui prosedur SYSLIN. Program estimasi model ideal yang diinginkan sesuai dengan model yang tertera pada proposal penelitian menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan kriteria ekonomi, statistik dan ekonometrik (Lampiran 3a). Oleh karena itu dilakukan beberapa kali respesifikasi model, sehingga model yang tertera dalam bab ini, dianggap sudah memenuhi ketiga kriteria tersebut. Program estimasi model yang telah direspesikasi tersebut dapat dilihat pada Lampiran 3b.
6.1.1. Migrasi Internal
6.1.1.1. Migran Masuk dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain ke Jawa
6.1.1.2. Total Migran Masuk
6.1.1.3. Migrasi Keluar dari Jawa ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain
6.1.1.4. Total Migran Keluar
6.1.2. Migrasi Internasional
6.1.2.1. Migran dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain ke Malaysia
6.1.2.2. Migran dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain ke Arab
Saudi
6.1.2.3. Migran dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain ke Singapura
6.1.2.4. Migran dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain ke
Hongkong.
6.1.2.5. Total Migrasi Internasional
6.2. Blok Pasar Kerja
6.2.1. Permintaan Tenaga Kerja di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau
Lain
6.2.2. Penawaran Tenaga Kerja di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain
6.2.3. Pengangguran di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain
6.2.4. Upah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain
6.3. Blok Makroekonomi
6.3.1. Produk Domestik Regional Bruto di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan
Pulau Lain
6.3.2. Pendapatan Disposibel di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain
6.3.3. Konsumsi Rumah Tangga di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau
Lain
6.3.4. Investasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain
6.3.5. Devisa dari Tenaga Kerja Migran Internasional asal Jawa, Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi dan Pulau Lain
VII.DAMPAK KEBIJAKAN MIGRASI TERHADAP PASAR KERJA DAN PEREKONOMIAN INDONESIA
7.1. Hasil Validasi Model
Kemampuan prediksi model ekonometrika migrasi, pasar kerja dan makroekonomi yang digunakan dalam penelitian ini divalidasi dengan suatu simulasi dasar untuk periode 2001-2006 (Lampiran 5). Validasi statistik yang digunakan adalah Root Mean Square Percent Error (RMSPE) untuk mengukur penyimpangan hasil estimasi dan nilai aktualnya. Selain itu digunakan dekomposisi RMSPE yaitu proporsi bias (UM), proporsi regresi (UR) dan proporsi varian (US), serta statistik Theil’s Inequality Coeficient (U). Hasil validasi terlihat pada Lampiran 6.
7.2. Hasil Simulasi Kebijakan Periode Peramalan 2009- 2012
7.2.1. Simulasi Peningkatan Upah Minimum Regional di Jawa 10 Persen dan Upah
Minimum Regional di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain 15 Persen
7.2.2. Simulasi Depresiasi Nilai Tukar Rupiah 5 Persen
7.2.3. Simulasi Penurunan Suku Bunga 2 Persen dan Depresiasi Nilai Tukar 5 Persen
7.2.4. Simulasi Peningkatan Pengeluaran Infrastruktur di Jawa10 Persen dan di
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain 20 Persen
7.2.5. Simulasi Depresiasi Nilai Tukar 5 Persen, Penurunan Suku Bunga 2 Persen dan
Peningkatan Pengeluaran Infrastruktur di Jawa 10 Persen dan di Luar Jawa 20
Persen
7.3. Rangkuman dan Sintesis Dampak Simulasi Kebijakan Migrasi Internal dan
Internasional terhadap Pasar Kerja dan Perekonomian Indonesia
7.3.1. Rangkuman Dampak Simulasi Kebijakan Migrasi Internal dan Internasional
terhadap Pasar Kerja dan Perekonomian Indonesia
7.3.2. Sintesis Kebijakan Ketenagakerjaan dan Migrasi di Indonesia
7.3.3. Sintesis Dampak Simulasi Kebijakan Migrasi Internal dan Internasional terhadap
Pasar Kerja dan Perekonomian Indonesia
VIII. SIMPULAN, IMPLIKASI KEBIJAKAN DAN SARAN
8.1. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis deskripsi, estimasi dan simulasi kebijakan peramalan tentang dampak kebijakan migrasi terhadap pasar kerja dan perekonomian Indonesia, dirumuskan simpulan berikut:
Daerah tujuan utama migrasi internal di Indonesia adalah Pulau Jawa. Negara tujuan utama migrasi internasional dari Pulau Jawa adalah Arab Saudi, dan negara tujuan utama migrasi dari pulau-pulau luar Jawa adalah Malaysia.
8.2. Implikasi Kebijakan
8.3. Saran Penelitian Lanjutan
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN