
Penelitian ini dilatarbelakangi Pembelajaran berbasis informasi belum dikembangkan pada sekolah secara konvensional. Tujuan umum yang hendak dicapai adalah ingin mendeskripsikan pembelajaran berbasis mencari informasi. Sedangkan tujuan khusus ingin mendeskripsikan model implementasi pembelajaran berbasis mencari informasi yang mengarah pada peningkatan kemandirian kemampuan berapresiasi, dan mendeskripsikan kondisi pengalaman pola hidup dan prestasi akademik siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia dari pelaksanaan pembelajaran berbasis mencari informasi di SMA Negeri 1 Jogonalan.
Pendekatan penelitian menggunakan etnografi. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan trianggulasi.
Hasil penelitian, Implementasi pembelajaran berbasis mencari informasi adalah pembelajaran yang menugaskan pada siswa untuk aktif memperoleh pengalaman belajar sendiri dari sumber-sumber belajar yang telah ditetapkan, seperti internet, surat kabar/ majalah, dan sebagainya. Prestasi akademik melalui pembelajaran berbasis mencari informasi dapat membantu meningkatkan prestasi siswa menjadikan siswa lebih aktif dan semangat dalam belajarnya dan juga meningkatkan kemampuan mengajar guru. Karena keterbatasan, hendaknya peneliti berikutnya untuk menindaklanjuti dan mengembangkan penelitian ini yang lebih mendalam sesuai pokok permasalahan yang belum dikaji.
Oleh :
MARIA SUGIHARYANI
MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2008
COVER
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal disebut dengan pemerolehan bahasa anak. Pemerolehan bahasa pertama (B1) anak terjadi bila anak yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Pada masa pemerolehan bahasa anak, anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk bahasanya (Pakdesota, 2008. “Pemerolehan Bahasa Pertama dan Bahasa Kedua”. www.wordpress.com)
B. Fokus dan Pertanyaan Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR
A. Kajian Teori
Itulah sebabnya, proses pembelajaran memang tidak harus dilaksanakan ibarat dengan kacamata kuda, artinya dilaksanakan tanpa melihat kiri-kanan atau hanya melihat satu disiplin ilmu tanpa mengaitkannya dengan kehiduoan dalam arti luas. Justru dalam pelaksanaannya para guru seharusnya berusaha mengaitkan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya dengan mata pelajaran atau bahan dasar lain yang kontekstual dalam kehidupan masyarakat. Tanpa mengaitkan mata pelajaran dengan konteks kehidupan yang nyata dalam masyarakat, maka proses pembelajarannya akan menjadi hambar dan kurang bermakna bagi bekal kehidupan anak dalam masyarakat (Jurnal Model Pembelajaran Terpadu. www.dikdasmen.depdiknas.go.id . 2003 ).
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu
C. Kerangka Berpikir
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar, kata-kata disusun dalam kalimat, misalnya kalimat hasil wawancara antara peneliti dengan informan.
Sesuai dengan karakter tersebut, penelitian kualitatif, yaitu berusaha mendapatkan informasi yang selengkap mungkin mengenai bagaimana pembelajaran berbasis mencari informasi. Informasi yang digali lewat wawancara mendalam terhadap informan (kepala sekolah, guru, maupun siswa), praktek atau eksperimen pembelajaran, pemberian tugas, dan dokumentasi
B.Tempat dan Waktu Penelitian
C. Subjek Penelitian
D. Objek Penelitian
E. Metode Pengumpulan Data
F. Teknik Analisis Data
G. Keabsahan Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Hasil Penelitian
Hasil wawancara dengan Nuri H., S.Pd. guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Jogonalan (Senin, 14 Januari 2008), mengemukakan bahwa
“Mencari informasi dari berbagai media sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia, misalnya menemukan artikel di surat kabar, internet, mencatat siaran berita sebagai bahan pembelajaran”.
B. Pembahasan
BAB V KSEIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Hasil penelitian dan pembahasan tentang model pembelajaran berbasis mencari informasi dalam peningkatan kemandirian kemampuan berapresiasi di SMA Negeri 1 Jogonalan Klaten dapat disimpulkan sebagai nerikut
1. Implementasi pembelajaran berbasis mencari informasi di SMA Negeri 1 Jogonalan Klaten
Implementasi pembelajaran berbasis mencari informasi di SMA Negeri 1 Jogonalan Klaten sudah dilaksanakan, mulai dari menyusun RPP sampai dengan mengevaluasinya. Hasilnya adalah sebelum menggunakan model pembelajar tersebut, terdapat 7 siswa belum tuntas mencapai criteria minimal ketuntasan 6,0. setelah menggunakan model pembelajaran berbasis mencari informasi semua siswa (100%) tuntas. Kendalanya belum semua guru mengimplementasikannya, masih terbatas guru tertentu. Di samping itu, terbatasnya fasilitas sekolah seperti internet, sarana referensi, dan sebagainya. Namun, siswa aktif memperoleh pengalaman belajar sendiri dari sumber-sumber belajar yang telah ditetapkan, seperti internet, surat kabar/ majalah, dan sebagainya.
B. Implikasi
C. Saran
Daftar Pustaka
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3