GERAKAN KKN TEMATIK YANG CANTIK
Tanggal: 18 Jan 2010
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono
 
Minggu lalu sesudah Pertemuan Kemitraan antara Yayasan Damandiri dengan mitra kerjanya dari seluruh Indonesia, salah satu perguruan tinggi yang memulai KKN Tematik Posdaya, Universitas Jenderal Soedirman, mengundang Yayasan Damandiri untuk menyaksikan persiapan KKN di Purwokerto. KKN yang akan digelar di tujuh kabupaten di daerah Jawa Tengah itu tidak dibiayai oleh Yayasan Damandiri tetapi memperoleh sumbangan dari PT Holcim dari dana CSR yang diarahkan untuk membentuk Posdaya. Posdaya itu akan menjadi forum di pedesaan dan pedukuhan dimana masyarakatnya bisa bermusyawarah untuk membangun dan menuntaskan sasaran dan target MDGs secara mandiri.
Seperti diketahui Posdaya adalah pusat kegiatan pemberdayaan yang mandiri dan berkelanjutan. Posdaya menjadi lembaga masyarakat yang menjadi wadah pengembangan perencanaan dan kegiatan bersama yang dinamis. Masyarakat desa, melalui Posdaya akan memilih pemimpinnya, bukan sebagai komandan, tetapi sebagai fasilitator menggerakkan kebersamaan dan dinamika masyarakat untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Manusia yang cerdas, sehat, mandiri serta mau mempersiapkan dirinya untuk bekerja keras demi masa depan yang sejahtera. Manusia Indonesia seutuhnya itu dipersiapkan oleh setiap keluarga dengan pendampingan mahasiswa KKN dan dosen pembimbingnya.
Para mahasiswa KKN dan dosen pembimbing meyakinkan setiap orang tua agar sejak dalam kandungan, lebih-lebih pada masa balita anak-anaknya, setiap orang tua membangun suasana keluarga yang harmonis sehingga anak balitanya tumbuh dalam kedamaian dan penuh kasih sayang kepada kedua orang tuanya. Para mahasiswa KKN, disamping menganjurkan dikembangkannya suasana yang kondusif, mempergunakan kesempatan masa balita anak-anak desa itu untuk mengembangkan dinamika anak balita melalui kebersamaan. Untuk itu dianjurkan agar di setiap wilayah yang ada Posdayanya dikembangkan pendidikan anak usia dini dan kemampuannya bergaul dengan anak sebaya lainnya, baik melalui kegiatan Bina Keluarga Balita atau PAUD. Persiapan untuk anaknya melalui PAUD itu memungkinkan kedua orang tuanya untuk siap melatih diri, mengikuti pelatihan ketrampilan dan bekerja. Dengan bekerja keras maka kedua orang tuanya mempunyai kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang memadai dan memberikan makanan yang bergizi kepada anaknya agar tumbuh kembang dengan baik.
Senada dengan perhatian kepada anak-anak balita itu maka KKN Tematik Posdaya yang akan diikuti oleh sekitar 1500 mahasiswa tersebut dianjurkan agar di setiap Posdaya setiap keluarga untuk menghijaukan halaman rumahnya menjadi Kebun Bergizi, ditanami dengan tanaman yang mudah tumbuh dan berguna untuk menambah gizi anak-anak balita atau anggota keluarga lainnya. Kebun Bergizi itu dilengkapi dengan pemeliharaan ayam, ikan dalam keramba sederhana, atau keperluan makan sehari-hari lainnya. Kemudahan itu memungkinkan setiap keluarga menambah gizinya setiap hari sehingga tidak menunggu adanya pertemuan Posyandu yang biasanya memberikan percontohan makanan bergizi sebulan satu kali.
Dalam membangun Kebun Bergizi atau mengirim anak balita ke PAUD, diharapkan tanggung jawab mengantar dan pemeliharaannya diserahkan kepada kakek dan nenek yang biasanya tinggal bersama dalam satu rumah. Jangan dibiarkan kedua orang tua sangat sibuk dan kedua lansia dibiarkan tidak ada tanggung jawabnya karena dianggap sudah tua atau tidak berguna lagi. Kesegaran usia lansia adalah kalau mereka mendapatkan kesempatan tetap berkarya dan berguna untuk keluarga, nusa dan bangsanya.
Pada tatanan lainnya para mahasiswa diharapkan mengembangkan pendidikan ketrampilan untuk anak usia sekolah yang karena alasan kemiskinan dan lainnya tidak lagi sekolah. Mereka diharapkan secara rajin mengikuti kursus-kursus ketrampilan, termasuk paket A, B atau C. Bahkan kalau tidak lagi bisa baca dan menulis, mereka diharapkan ikut serta secara rajin dalam acara pemberantasan buta aksara fungsional yang langsung bisa praktek dalam kegiatan usaha yang membawa keuntungan.
Berbagai upaya pendidikan dan pelatihan tadi diarahkan agar setiap warga bisa bekerja dan berkarya yang menghasilkan pendapatan yang memadai. Mereka diharapkan bekerja dan memperoleh keuntungan, bukan sekedar bekerja dan berkeringat tetapi justru bertambah capai dan tetap miskin. Para mahasiswa diharapkan memberikan pendampingan agar setiap usaha atau kerja yang dianjurkan kepada penduduk untuk diikuti itu menghasilkan keuntungan yang memadai, keuntungan yang secara kumulatif membebaskan setiap keluarga dari kebodohan, ketidak pedulian dan akhirnya mengantar mereka menjadi keluarga sejahtera dalam keadilan.
Karena itu para mahasiswa hendaknya mencari dari hasil penelitian tehnologi tepat guna yang bisa menolong rakyat desa menjadi pekerja yang makin efisien dan dengan tenaga dan modal yang terbatas memperoleh keuntungan yang sangat memadai. Kalau perlu peralatan sederhana itu dicarikan sponsornya, seperti misalnya di Purwokerto, PT Holcim, untuk perkenalan dan pengadaan dengan harga yang terjangkau. Apabila mereka bertambah maju maka subsidi harus segera ditarik agar tidak menimbulkan perhitungan ekonomi yang tidak wajar.
Kegiatan belajar dan bekerja itu harus didukung dan dilindungi dengan budaya dan pola hidup sehat yang bermakna. Pelayanan kesehatan dasar dan KB harus sampai ke tingkat pedesaan. Pelayanan KB di Posyandu harus makin sempurna sehingga ibu-ibu bisa ikut KB, suntik atau mengambil supply pil KB-nya pada saat tidak lagi sibuk dengan pekerjaannya. Para ibu yang dinamis dan anak balita yang bersekolah di PAUD bisa dilayani setelah mereka pulang kerja atau setelah anak balita pulang dari kegiatan PAUD tersebut. Pendekatan pelayanan kesehatan melalui Posyandu sesuai dengan kebutuhan keluarga yang ada. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri).
 
 
   
 
>> KELUARGA BALITA DAN KEBUN BERGIZI
>> DIALOG PELAKSANA PEMBANGUNAN DARI DESA
>> JAMBORE PANTI ASUHAN MENGANTAR PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT
>> MENYONGSONG ULANG TAHUN DAMANDIRI
>> MENDIDIK ANAK BANGSA
>> SELAMAT TAHUN BARU 2010
>> MEMBANGUN MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA
>> LANGKAH NYATA MEMBUMIKAN PANCASILA SEBAGAI JATIDIRI BANGSA
>> MENGAKHIRI TAHUN DENGAN SEMANGAT SOSIAL
>> Semangat Pahlawan dalam Pemberdayaan Keluarga
>> UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA
>> PAMERAN PEMBANGUNAN DI PEDUKUHAN
>> SEMANGAT JUANG BARU UNTUK TAHUN 2010
>> MEMPERSIAPKAN PAHLAWAN MASA DEPAN
>> MELUNCURKAN GERAKAN PEMBANGUNAN BUDAYA HIDUP SEHAT
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online