YAYASAN DAMANDIRI MENGABDI TANPA HENTI
PEMBELAJARAN EKONOMI KELUARGA-KELUARGA INDONESIA

Dasa Warsa. Hari Minggu Pahing, tanggal 15 Januari 2006 YAYASAN DANA SEJAHTERA MANDIRI (disingkat YDSM atau Yayasan DAMANDIRI) genap berusia 10 (sepuluh) tahun. Di-usianya yang semakin dewasa untuk sebuah organisasi kemasyarakatan atau kelembagaan yang berbentuk yayasan, Damandiri tetap setia mengabdi untuk bangsanya. Pengabdian selama sepuluh tahun tanpa henti menjadi bukti Yayasan Damandiri tetap konsisten kepada misi kelahirannya. yaitu membantu upaya pemberdayaan keluarga dan sekaligus pengentasan kemiskinan secara mandiri di negeri tercinta Indonesia.

ANAK BANGSA ADALAH PEMIMPIN MASA DEPAN
Akhir minggu ini, tepatnya tanggal 23 Juli 2010, bangsa Indonesia memperingati Hari Anak Nasional 2010. Menurut proyeksi jumlah anak-anak dibawah usia 15 tahun dewasa ini adalah 60 – 65 juta jiwa. Kalau Sensus Penduduk menghasilkan angka sampai 240 juta, maka jumlah anak-anak akan mencapai sekitar 65 – 70 juta jiwa, suatu jumlah yang tidak boleh dipandang enteng. Di masa lalu kita berhasil menekan pertumbuhan penduduk dengan baik sehingga jumlah anak-anak dibawah usia 15 tahun bisa dikurangi sehingga berbagai usaha untuk mendidik anak dan remaja menjadi calon pemimpin masa depan dapat diatur dengan baik.

PENAMPILAN REPRODUKSI INDUK IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus Blkr) DENGAN PEMBERIAN PAKAN BUATAN YANG DITAMBAHKAN ASAM LEMAK N-6 DAN N-3 DAN DENGAN IMPLANTASI ESTRADIOL-17B DAN TIROKSIN
Penelitian terdiri dari dua tahap. Percobaan tahap I bertujuan untuk menentukan kebutuhan asam lemak n-6 dan n-3. Dalam percobaan ini digunakan empat jenis pakan dengan perbedaan kadar asam lemak n-6 dan n-3 sebagai berikut. Pakan A 0.77% asam lemak n-6, 0.56% asam lemak n-3; pakan B 1.56%,0.78%; pakan C 1.74%, 1.00% dan pakan D 2.03%, 1.82%. Tujuh ekor induk dengan berat rata-rata 290-327g ditebar ke setiap jaring apung. Pakan diberikan dua kali sehari secara at satiation. Sampling dilakukan setiap dua minggu untuk mengevaluasi perkembangan gonad. Kandungan lemak dan komposisi asam lemak di hati, telur dan larva umur 0 dan 24 jam dianalisis. Berdasarkan evaluasi pada lama waktu matang gonad, fekunditas, derajat tetas telur, derajat kelangsung hidup dan persentase larva abnormal yang dihasilkan induk, dapat disimpulkan kadar asam lemak n-6 1.56% dan n-3 0.78% optimal untuk pakan induk.
Percobaan tahap II dilakukan untuk menentukan kombinasi dari hormon E2 dan T4 yang diimplant dan diberi pakan yang terbaik dari percobaan tahap I. Lima dosis kombinasi E2 dan T4 yang digunakan dalam percobaan ini berturut-turut A E2 0 µg/kg dan T4 0 mg/kg; B E2 600 µg/kg dan T4 0 mg/kg bobot induk; perlakuan C E2 400 µg/kg dan T4 10 mg/kg bobot induk; perlakuan D E2 200 µg/kg dan T4 50 mg/kg bobot induk dan perlakuan E E2 0 µg/kg dan T4 100 mg/kg bobot induk. Hormon diberikan ke induk dengan cara diimplant. Tujuh induk ditebar ke setiap jaring apung. Pakan diberikan dua kali sehari secara at satiation. Sampling dilakukan setiap dua minggu untuk mengevaluasi perkembangan gonad dan profil hormon E2. Kandungan lemak dan komposisi asam lemak di hati, telur dan larva umur 0 dan 24 jam dianalisis. Berdasarkan evaluasi pada lama waktu matang, fekunditas, derajat tetas telur, derajat kelangsungan hidup dan persentase larva abnormal yang dihasilkan induk, dapat disimpulkan bahwa kombinasi E2 dan T4 optimum adalah 400 ěg dan 10 mg per kg bobot badan.

Oleh:
ADHARTHO UTIAH
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2006


ANALISIS TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN PROSES HIRARKI ANALITIK DAN METODA VALUASI KONTINGENSI (Studi Kasus Di Jakarta Timur)
This study integrate Analytic Hierarchy Process (AHP) and Contingent Valuation Method (CVM) as a logical framework to accommodate all stakeholders’s outlook in term of analyzing municipal solid waste processing technology in East Jakarta. The AHP was used to decided what exactly suitable technology for municipal solid waste processing, while the CVM considered most society point of view on refuse tax, that indicated a willingness to pay for environment cleanness improvement.

Oleh:
INDRA PERMANA AMURWARAHARJA
ILMU PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2003


LANSIA INDONESIA SIAP MEMBANGUN BANGSA
Dua hari lagi, tepatnya tanggal 29 Mei 2013, penduduk lanjut usia di Indonesia, yang jumlahnya hampir mencapai sekitar 25 juta, akan bersama sama memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) 2013. Sejak dicanangkannya oleh Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Boediono tahun yang lalu, bahwa “Penduduk lanjut usia peduli harmonisasi dan pemberdayaan tiga generasi”, penduduk lanjut usia Indonesia tidak lagi mau dikatakan sebagai sisa pembangunan yang kebetulan tidak meninggal dunia. Penduduk lansia muda, dibawah usia 70 tahun, siap tetap aktif dalam pembangunan bangsa, penduduk lansia muda, berusia antara 70 – 80 tahun, membantu pemberdayaan generasi muda dan generasi anak-anak di pedesaan, sedangkan penduduk lansia paripurna, berusia diatas 80 tahun, mempunyai tanggung jawab ikut serta memelihara moral dan kepribadian anak cucunya di seluruh tanah air.

SELAMAT TAHUN BARU 2009
Berturut-turut kita semua, utamanya umat Islam, merayakan dua tahun baru sekaligus. Yang pertama tahun baru Hijriah 1430 H pada hari Senin lalu, dan yang kedua tahun baru Masehi 2009 pada hari Kamis lalu. Kedua peringatan Hari Besar itu mengandung harapan agar tahun 1430 H atau tahun 2009 M membawa perdamaian di dunia, dalam lingkungan keluarga, maupun dalam lingkungan keluarga besar bangsa. Harapan itu sangat penting karena di seluruh tanah air akan berlangsung pemilihan umum untuk legislatif serta untuk Presiden dan Wakil Presiden. Kita semua berharap kedua-duanya akan berlangsung penuh kekeluargaan, aman dan tertib.

Kesiapan Bidan Menghadapi Era Global
Seminar sehari tentang Kesiapan Bidan Menghadapi Era Global melalui Program Bidan Delima yang diselenggarakan di kota Semarang, Jawa Tengah, pada 19 Mei 2004, berlangsung di aula gedung Dharma Wanita Persatuan, Jl Menteri Supeno No 2 B Semarang. Acara ini dihadiri lebih dari lima ratus undangan, yang mememenuhi aula pertemuan. Peserta seminar sangat antusias mendengarkan penjelasan Wakil Ketua I Yayasan Damandiri Prof DR Haryono Suyono selaku pembicara dalam materi yang disampaikan tentang Pelayanan KB Mandiri untuk bidan praktek swasta.

Sosialisasi Program Kredit Bidan Mandiri
Seminar sehari tentang Kesiapan Bidan Menghadapi Era Global Melalui Program Bidan Delima yang diselenggarakan di kota Semarang Jawa tengah 19 Mei 2004. Bertempat di aula gedung Dharma Wanita Persatuan, Jl Menteri Supeno No 2 B Semarang dihadiri lebih dari 500 undangan seminar yang mememenuhi aula pertemuan.
Peserta seminar amat sangat antusias mendengarkan penjelasan Wakil Ketua I Yayasan Damandiri Prof DR Haryono Suyono selaku pembicara dalam materi yang disampaikan tentang Pelayanan KB Mandiri untuk bidan Praktek swasta.


Pendidikan Sepanjang Hayat
PENDIDIKAN Pramuka memiliki ciri khusus, selain menjadikan alam terbuka sebagai kampusnya. Kepramukaan memiliki masa perjuangan yang panjang. Tidak ada istilah pensiun sebagai anggota Gerakan Pramuka. Hanya saja masa pengabdiannya yang berakhir dan diteruskan dengan perjuangan lain melalui pintu-pintu yang berbeda.

ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM PERUSAHAAN BAGI KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DI PT TELKOM TBK KANTOR DIVRE V (BIDANG PERFORMANSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA) SURABAYA
Karyawan dan perusahaan merupakan dua pihak yang saling membutuhkan dan masing-masing mempunyai tujuan. Untuk mengusahakan integrasi antara tujuan perusahaan dan tujuan karyawan, perlu diketahui apa yang menjadi kebutuhan masing-masing pihak. Kebutuhan karyawan diusahakan dapat terpenuhi melalui pekerjaannya. Apabila seorang karyawan sudah terpenuhi segala kebutuhannya maka dia akan mencapai kepuasan kerja dan memiliki komitmen terhadap perusahaan. Tingginya komitmen karyawan dapat mempengaruhi usaha suatu perusahaan secara positif. Komitmen karyawan ini diperlukan oleh perusahaan dan merupakan faktor penting bagi perusahaan dalam rangka mempertahankan kinerja perusahaan. Apalagi dalam era persaingan bisnis yang makin ketat di sektor telekomunikasi dan teknologi informasi seperti dewasa ini.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemilikan saham perusahaan bagi karyawan terhadap komitmen organisasi di PT TelkomTbk Kantor Divre V Bidang Performansi dan Sumber Daya Manusia.

Oleh:

WININATIN KHAMIMAH
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2004


PARTISIPASI PEMBANGUNAN
Minggu lalu berturut-turut pemerintah mengadakan dua pertemuan besar untuk membahas program pembangunan yang ditujukan membantu masyarakat mengentaskan kemiskinan. Pertemuan pertama diadakan di Jakarta membahas pelaksanaan program PNPM yang telah diselenggarakan di seluruh Indonesia. Pertemuan ini dibuka Menko Kesra dan ditutup di Istana Negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sayang pertemuan besar yang menggelar pelaksanaan pengentasan kemiskinan yang mestinya dilaksanakan bersama masyarakat madani, yang bisa diwakili organisasi swadaya masyarakat yang melakukan upaya pemberdayaan keluarga di pedesaan, karena tidak melaksanakan PNPM, justru tidak diundang.

SASARAN DAN TARGET MDGs MAKIN DIPAHAMI
Pos pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang secara sederhana diperkenalkan kepada sasaran dan target-target MDGs atau target Indeks Pembangunan Manusia (IPM), makin memahami konsep yang rumit itu secara operasional dibandingkan pejabat pada tingkatan yang lebih tinggi. Penempatan manusia sebagai titik sentral pembangunan bukan hanya dihafal, oleh penduduk pedesaan dengan sadar dipraktekkan untuk melepaskan penderitaan saudara atau tetangganya yang miskin dengan sungguh-sungguh. Sasaran keluarga miskin itu dikeroyok untuk ikut dalam proses pemberdayaan yang ketat sampai akhirnya tidak lagi menjadi beban keluarga dan masyarakatnya.

MEMBANGUN SETELAH MDGs
Tidak lebih dari dua tahun lagi Pembangunan Abad Milenium yang dicanangkan PBB pada tahun 2000 akan berakhir. Pada saat pembangunan itu berakhir tahun 2015, bangsa Indonesia dalam waktu tigapuluh tahun berikutnya akan memasuki usia satu abad kemerdekaannya. Seluruh potensi bangsa perlu disiapkan untuk menyongsong satu abad kemerdekaan itu dengan rasa syukur dan kesiapan yang paripurna. Namun, beberapa waktu yang lalu Kabinet telah mengadakan Sidang dan diduga beberapa target MDGs masih memerlukan kerja keras agar mencapai hasil yang ditargetkan.

GOTONG ROYONG SEBAGAI AWAL KEMAJUAN
Founding fathers memberi pesan kepada kita melalui Pancasila bahwa bangsa Indonesia yang dijajah selama 350 tahun akan maju manakala mau menerapkan nilai nilai luhur bangsa bersatu dan hidup secara gotong royong. Kehidupan gotong royong bukan saja dalam membangun rumah atau ramai-ramai di kampung melakukan bersih desa, tetapi menjadikan kebersamaan, peduli dan tolong menolong sesama sebagai budaya bangsa dalam segala demensi kehidupannya. Ironisnya budaya hidup gotong royong dalam kebersamaan itu makin tipis atau sengaja dikikis dengan gencarnya pameran pola hidup individualistik yang memamerkan kehebatan individu yang bisa menjadi “Superman” dengan segala kelebihannya.

MERANGSANG PENGENTASAN KEMISKINAN MODEL MDGs
Setelah Hari Raya Idul Fitri usai sebaiknya kita segera bekerja keras kembali. Hari ini banyak kantor dan usaha mulai bekerja kembali. Karena itu ada baiknya kita mulai dengan menyegarkan strategi pembangunan sosial kemasyarakatan dengan basis sasaran dan tujuan MDGs yang telah disepakati oleh banyak Kepala Negara di dunia, termasuk oleh Indonesia dalam dua Pertemuan Tingkat Tinggi Dunia pada tahun 2000 dan 2005. Target utama program itu tidak lain adalah penurunan tingkat kemiskinan menjadi separo pada tahun 2015. Indikator target MDGs untuk upaya pengentasan kemiskinan model MDGs adalah jumlah penduduk yang pendapatannya setiap hari kurang dari US$ 1.00, atau kurang dari US$ 2.00. Kedua indikator itu adalah versi PBB dan Bank Dunia. Target kedua adalah poverty gap ratio, yaitu proporsi penduduk dengan pendapatan dibawah US$ 1.00 yang makin mengecil, termasuk di dalamnya kesempatan yang lebih baik dari bagian penduduk termiskin dalam pendapatan atau proksi pengeluaran yang dianggap memadai.

BELAJAR MEMBANGUN DARI WONOGIRI
Minggu lalu Kabupaten Wonogiri menggelar sambutan berbudaya atas kunjungan Menko Kesra Agung Laksono dengan cara yang menarik. Pada jajaran pertama Menko yang lama menjabat sebagai Ketua DPR RI itu disuguhi ucapan selamat datang oleh rombongan Reyok Ponorogo, yang konon Ketua Paguyubannya dipercayakan kepada Bupati Wonogiri, H. Begug Purnomosidi. Setelah itu Menko yang didampingi oleh isteri, Deputi Menko dan staf itu diajak melihat kiprah rakyat Wonogiri berupa produk-produk koperasi primer yang jumlahnya telah mencapai hampir 7000 kelompok, atau praktis secara hukum telah ada di setiap RT di Wonogiri.

HARI KELUARGA DAN PEMBANGUNAN KELUARGA
Hari ini seyogyanya seluruh keluarga Indonesia beramai-ramai mensyukuri keberhasilan keluarga masing-masing dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional atau Hari Keluarga yang ke 16. Secara nasional peringatan resmi HKN itu diadakan di Istana Negara bersama Presiden RI dan tokoh-tokoh pejuang pemberdayaan keluarga yang berasal dari seluruh penjuru tanah air. Melalui Kepala BKKBN mereka melaporkan apa saja yang telah diperjuangkan dalam rangka pemberdayaan keluarga untuk melepaskan anggotanya dari kebodohan dan kemiskinan. Seperti nenek moyangnya kita berharap keluarga Indonesia tetap bersatu dan damai untuk bersama-sama mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara RI yang tercinta.

VISI KEPENDUDUKAN BERWAWAWASAN KEMANUSIAAN
Setiap tanggal 29 Juni Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional. Bulan berikutnya, setiap tanggal 11 Juli Indonesia juga ikut memperingati Hari Kependudukan Dunia. Dari berbagai upacara peringatan itu banyak rakyat Indonesia makin memahami makna kependudukan dan perananannya dalam pembangunan, termasuk peranan penduduk sebagai ujung tombak pembangunan yang berkelanjutan. Selama ini, bersama dengan Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Tenaga Kerja, BKKBN telah memberikan peran dan sumbangannya yang signifikan dalam membangun sumber daya manusia. Kalau masih ada yang menyangsikan peranan BKKBN khususnya, dan peranan penduduk dalam pembangunan, kita semua menjadi sedih dan haras bertanya apa makna berbagai upacara besar yang biasanya diadakan dalam berbagai hari kependudukan itu. Tulisan di atas merapakan cuplikan dari salah satu artikel dalam buku ini, yang pernah penulis buat dan beberapa waktu lalu muncul di sebuah surat kabar. Pasalnya, kependudukan memang masalah paling menarik untuk dibahas. Simak saja, misalnya, penduduk Indonesia tahun 2000 yang semula diperkirakan akan mencapai sekitar 275 juta jiwa, ternyata dengan BKKBN dan bantuan jajaran pembangunan lainnya telah berhasil membantu keluarga Indonesia menghasilkan penduduk yang jumlahnya hanya sekitar 206 juta jiwa saja.

Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (272 Halaman)
No ISBN: 979-3462-01-9
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003


MENTERI SOSIAL KUKUHKAN DNIKS SEBAGAI LEMBAGA KOORDINASI KEGIATAN SOSIAL
Menteri Sosial RI, Dr. Salim Segaf Al Jufri, MA, melalui Surat Keputusannya nomor 72/HUK/2010 tertanggal 8 September 2010, yang baru saja diterima di Sekretariat DNIKS, telah mengukuhkan DNIKS sebagai Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga sosial masyarakat. Keputusan itu didasarkan pada UU nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Seperti diketahui UU nomor 11 tahun 2009 itu disahkan oleh DPR dan Pemerintah pada tahun 2009 yang lalu.

'MEMOTONG RANTAI KEMISKINAN'
Tulisan ini disajikan sebagai catatan yang mengantar uraian tentang pokok-pokok dukungan Yayasan Damandiri terhadap Program Terpadu Pemberdayaan Keluarga Sejahtera yang sekaligus dikaitkan dengan dukungan Yayasan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Uraian ini sekaligus merupakan penyajian kronologis sesuai dengan kesepakatan terhadap rancangan tahapan pemberdayaan keluarga sejahtera, pelaksanaan dari rancangan tersebut, perkembangannya di Indonesia serta dukungan atau hambatan yang muncul dalam perspektip nasional dan global.
Dalam uraian ini akan disampaikan pula berbagai penyesuaian yang telah atau yang akan disarankan untuk dikembangkan bersama dengan langkah-langkah nyata yang telah dilakukan oleh pemerintah, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, termasuk yayasan, maupun perusahaan-perusahaan swasta untuk mendukung upaya tersebut. Uraian ini dimulai sejak tahapan awal pemberdayaan keluarga melalui program KB sekitar tahun 1970 dengan konsentrasi pada upaya pemberdayaan keluarga dalam bidang ekonomi.

Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (354 halaman)
No ISBN: 979-3462-00-0
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003


Koperasi dan Pengentasan Kemiskinan
Akhir-akhir ini kita merasa prihatin akibat masalah kemiskinan yang masih melanda sebagian besar masyarakat. Padahal setelah 59 tahun merdeka dan membangun, sudah seharusnya sebagian besar rakyat kita hidup sejahtera. Paling tidak, rakyat kita sudah tidak ada lagi yang menderita busung lapar.
Kondisi kemiskinan di Indonesia saat ini tidak sama. Ada kesan kemiskinan yang dirasakan semakin berat seiring dengan pemberlakuan pasar bebas. Bagi kelompok miskin, pasar adalah masalah baru karena menuntut persaingan yang tinggi. Kondisi ini tentu semakin memperburuk masyarakat miskin yang selama ini memang berdaya saing rendah. Saat ini jumlah rakyat miskin bertambah 16%. Menurut ukuran Bank Dunia, pertambahannya bahkan mencapai hampir 50%. Selain akibat krisis, juga disebabkan oleh lemahnya daya saing menghadapi masuknya barang-barang impor.


Membangun Keluarga Sejahtera Bersama Bidan Desa
Bidan sebagai ujung tombak pelayan kesehatan dan keluarga berencana (KB) di masyarakat, khususnya pedesaan, memiliki peran strategis. Namun, krisis multidimensional berkepanjangan mengakibatkan ‘hilangnya’ para bidan sehingga pelayanan kesehatan dan KB masyarakat terpuruk. Apa pasal bidan ‘tergusur’, sementara masyarakat membutuhkan kehadirannya? Siapa peduli bidan yang selama ini akrab dengan upaya membangun keluarga sehat sejahtera?

MEMBANGUN KEBERSAMAAN KELUARGA
Kita sangat bersyukur para sesepuh bangsa mewariskan pendidikan budaya dengan menciptakan hari-hari besar yang penuh makna. Pada tanggal 17 Agustus kita memproklamasikan kemerdekaan sebagai jembatan emas untuk memindahkan keluarga dari lembah penjajahan, kebodohan dan kemiskinan kepada dunia baru yang merdeka dan berdaulat. Dalam dunia baru yang merdeka dan berdaulat tersebut setiap orang dan keluarganya diajak melestariskan budaya bangsa yang mengedepankan sifat gotong royong melalui pembekalan Pancasila dan UU Dasar 1945. Pembekalan yang sangat bermakna dan sangat tegas itu tercantum sebagai tujuan kemerdekaan yaitu mencerdaskan kehidupan serta memelihara budaya bangsa yang menganut azas ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kehidupan yang beradab, demokratis, mengedapankan musyawarah untuk mufakat dan bekerja keras untuk sebesar-besar kesejahteraan bersama.

BANK JATIM BERIKAN BEASISWA TOTAL RP 2,5 MILYAR
Sosoknya tenang, pergaulannya sangat luas dan dekat dengan insan pers. Ia sangat paham bahwasannya tanpa bantuan dari pekerja pers sangat sulit bagi instansi tempatnya bekerja bisa menyosialisasikan sekaligus menawarkan produknya ke masyarakat. Kesadaran itu, katanya merendah, bukan saja datang dari dirinya tapi seluruh karyawan lainnya. Pantas bila pada akhirnya membawa PT Bank Jatim di tahun 2001 lalu meraih posisi ke 6 dari 500 bank terbaik di Asia dari segi Return On Equity (ROE) yang didasarkan pada hasil survey majalah Asia Week The Financial.

PANDU SENIOR SIAP MEMANDU MASYARAKAT
Minggu lalu, dalam suasana prihatin yang mendalam terhadap kondisi negara dan anak bangsa yang menghadapi krisis yang berat, bahkan sudah mencapai krisis multi dimensi, krisis ekonomi, sosial, dan budaya, sekitar 500 Pengurus dan anggota HIPPRADA, Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda, yang beranggotakan pandu dan pramuka senior serta warga yang berjiwa kepanduan, berkumpul di Jakarta. Dalam kesepakatan yang tinggi mereka sepakat, bahwa bangsa ini berada di tengah-tengah, bahkan kadang-kadang menjadi pusat munculnya akibat kemajuan tehnologi yang pesat, tehnologi informasi, yang membawa dampak yang sangat heterogen kepada seluruh anak bangsa. Segala kemajuan diterima dan dicerna dalam demensi yang bervariasi dan membawa pengaruh yang kompleks. Budaya asing masuk melalui informasi yang terbuka dan karena kurangnya sarana filter atau saringan untuk memilah yang baik dan yang negatif, yang tak sesuai dengan budaya kita sendiri, lambat laun yang kurang baik mengikis budaya adi luhung warisan nenek moyang dan selanjutnya, kalau tidak waspada, bisa merubah jati diri bangsa.

BUPATI BANJARNEGARA SELESAIKAN WAJAR SEMBILAN TAHUN
Berita diatas pasti tidak dimuat sebagai headline halaman satu karena kalah menarik dibandingkan berita gizi buruk atau anak bangsa yang mati kelaparan. Atau karena Desk Editor atau Pemimpin Redaksi beranggapan banyak Bupati atau Kabupaten yang bisa menyelesaikan Wajar Sembilan Tahun pada waktunya. Tetapi sesungguhnya apa yang dilakukan Bupati Banjarnegara, Drs. Ir. H. Djasri, MM, MT, jajaran serta masyarakatnya merupakan terobosan unik dan jauh lebih maju dibandingkan harapan banyak orang. Mungkin saja melebihi “target” yang telah diperintahkan oleh Menteri Pendidikan Nasional atau bahkan Presiden RI. Cara unik itu sederhana tetapi sekaligus mampu memotong rantai kemiskinan dan menemukan jalan bagaimana mengatasi hambatan anak manusia yang berada jauh dari sekolah untuk berpartisipasi secara aktif dalam perjuangan kemanusiaan yang sangat berat tersebut.



MENGGALANG KOMITMEN PEMBANGUNAN MANUSIA
Sementara calon anggota legislatif Indonesia sedang menunggu nasib apakah betul-betul dicontreng dalam jumlah cukup untuk mengantarnya ke Senayan, lebih dari seratus mantan anggota legislatif atau anggota legislatif dari berbagai negara Asia Pasifik, yaitu dari Australia, China, India, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Korea, Laos, Malaysia, Maldives, Mongolia, Nepal, New Zealand, Pakistan, Filipina, Samoa, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Vietnam, dan berbagai organisasi International maupun Komite National lainnya, yang bergabung dalam APDA, berkumpul mulai hari Sabtu menghadiri pertemuan para Anggota Parlemen yang ke 25 di Jakarta untuk menggalang komitmen pembangunan manusia yang berkualitas.

PENGARUH KEJELASAN PERAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP EFEKTIFITAS PELAKSANAAN TUGAS JABATAN KEPALA SUB BAGIAN DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR
Perubahan paling signifikan yang terjadi pada tubuh pemerintah daerah di seluruh Indonesia setelah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat Daerah beserta peraturan-peraturan pendukungnya yaitu terjadinya penataan kembali terhadap Organisasi Perangkat Daerah (ORKATDA). Terjadinya perubahan dalam suatu unit organisasi pasti akan menimbulkan perubahan-perubahan yang mendasar dan menyeluruh dalam organisasi tersebut, baik terhadap personil, pembiayaan, maupun dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.
Akibat pertama yaitu sering terjadinya tumpang-tindih (overlapping) atau yang lajim disebut dengan terjadinya ketidakjelasan peran dalam melaksanakan tugas yang telah diberikan sesuai dengan wewenang dan haknya. Sedangkan akibat yang kedua yaitu bahwa untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektif diperlukan pemaduan antara kebutuhan organisasi dengan kebutuhan personil, sehingga tidak akan menimbulkan ketegangan (konflik). Pemaduan kebutuhan inilah yang lajim disebut dengan motivasi. Dari diindikasi dua akibat tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa ketidakefektifan pelaksanaan tugas lebih banyak disebabkan oleh ketidakjelasan peran dan motivasi kerja.

Oleh:
S U W A N D I
PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA 2004


Delapan Tahun Kiprah Yayasan Damandiri Membantu Masyarakat Wujudkan Kesejahteraa
Memasuki tahun 2004 ini, kondisi perekonomian Indonesia tampaknya belum ada tanda-tanda untuk segera bangkit. Krisis keuangan yang menerpa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang kemudian berlanjut menjadi krisis ekonomi dan berkepanjangan menjadi krisis multidimensi, belum sepenuhnya dapat diatasi.

INDUKSI VARIAN SOMAKLON MELALUI IRADIASI SINAR GAMMA DAN SELEKSI IN VITRO UNTUK MENDAPATKAN TANAMAN NILAM TOLERAN TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN
Tanaman nilam umumnya dibudidayakan pada lahan kering, sehingga salah satu resiko pengembangannya adalah masalah kekeringan. Sempitnya keragaman genetik dan terbatasnya jumlah klon yang tersedia merupakan salah satu kendala dalam melakukan seleksi untuk memperoleh klon unggul yang adaptif terhadap cekaman kekeringan. Penggunaan iradiasi sinar gamma pada kalus nilam yang telah mengalami subkultur berulang merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan variasi somaklonal, dan melalui seleksi in vitro menggunakan agen penyeleksi Polyethilene Glycol (PEG), diharapkan diperoleh tanaman nilam yang toleran terhadap cekaman kekeringan sebagaimana tujuan dari penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Lab.Biologi Sel dan Jaringan Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Bogor. Iradiasi sinar gamma dilaksanakan di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) Badan tenaga Atom Nasional (BATAN) Jakarta. Penelitian berlangsung dari Juli 2004 s/d Januari 2007. Bahan tanaman yang digunakan adalah klon nilam Tapak Tuan (TT75) hasil perbanyakan secara in vitro dan merupakan salah satu klon harapan yang dikoleksi Balitbiogen. Penelitian ini terdiri atas empat percobaan yaitu, Percobaan 1: Induksi dan perbanyakan populasi kalus, regenerasi tanaman serta uji respon kalus terhadap konsentrasi PEG dan dosis iradiasi sinar gamma, betujuan untuk mendapatkan komposisi media kultur in vitro yang terbaik dalam menginduksi dan memperbanyak populasi kalus embriogenik menggunakan komposisi BA dan 2,4-D dalam media dasar MS serta untuk mendapatkan media regenerasi terbaik menggunakan berbagai komposisi auksin dan sitokinin, juga untuk mempelajari respon kalus embriogenik dalam media selektif PEG dan dosis iradiasi sinar gamma dalam menekan pertumbuhan kalus.

Oleh:
Abdul Kadir
Sekolah Pascasarajana Institut Pertanian Bogor
2007
hp: 081316342520


PEDOMAN PELAKSANAAN KKN
POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA)

KATA PENGANTAR
Diiringi puji syukur kehadirat Allah S.W.T. kami mengucapkan terima kasih atas semua saran sehingga Buku Pedoman Pelaksanaan KKN Tematik Posdaya ini bisa kami sajikan. Buku ini merupakan catalan umum berisi penjelasan tata cara mambangun dan mengembangkan Posdaya melalui KKN. Karena sifatnya umum maka setiap Perguruan Tinggi bisa menyesuaikan program KKN-nya sesuai kebijakan praktek dan pengalaman KKN, misalnya lamanya, jumlah SKS dan cara penilaian.
Buku ini disusun berdasarkan bahan-bahan tertulis yang tarsedia, masukan yang diperoleh dari pengalaman Yayasan Damandiri serta mitra kerja berbagai Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang diundang pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi Pangembangan SDM dan Posdaya tanggal 16 - 20 Mei 2009 di Jakarta. Pertemuan itu dibuka dan diarahkan oleh Prof. Dr. Fasli Jalal, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas dan dihadiri oleh wakil-wakil dari 20 Perguruan Tinggi tarkemuka di Indonesia.

Oleh:
Prof, Dr, Haryono Suyono
Drs, Rohadi Haryanto. Msc
Download PDF...

"Posdaya Kaswari Bantul Muncul Pasca Gempa Bumi"
Pada tanggal 22 Juli 2008 lalu, rombongan Observasi Study Tour (OST) Pemerintah Kabupaten Bekasi berkunjung ke Posdaya Kaswari di Desa Pundung, Mukiswari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Bekasi HM Darip Mulyana, Sos, Msi dan istri Hj. Ratna Nursiah selaku Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Bekasi bersama segenap jajarannya yang disambut oleh Wakil Bupati Bantul Drs H Sumarno beserta jajaran dinas terkait.


Yayasan Damandiri Sangat Membantu Keluarga Miskin
Tanggal 15 Januari 2004 ini, genap delapan tahun Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melangkah, membantu keluarga-keluarga miskin melalui berbagai skim kredit murah untuk permodalan wong cilik tersebut. Selain membantu pengentasan kemiskinan, yayasan ini memberikan pula bantuan SPP kepada sejumlah mahasiswa dari keluarga tidak mampu, termasuk memberikan bantuan belajar mandiri (BBM) kepada siswa SMU/SMK/MA di sejumlah provinsi.

Yayasan Damandiri Gaet IBI Bangun Pelayanan KB Mandiri
Masalah Keluarga Berencana (KB) erat kaitannya dengan keberadaan bidan di desa-desa maupun di perkotaan. Karena keterkaitan itulah, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Damai Sejahtera (Indra) belum lama ini mencoba membuat terobosan baru dengan membangun jaringan pelayanan KB secara mandiri bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan pengusaha-pengusaha farmasi.

SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI
Dua hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Pada hari itu keluarga dan bangsa Indonesia memperoleh kesempatan untuk saling maaf memaafkan. Suasana Idul Fitri itu merupakan kesempatan yang sangat langka karena hanya terjadi satu kali setiap tahun. Karena itu peristiwa penting tersebut menjadi pertemuan keluarga, antar sesama sahabat, sesama kenalan, dan sekaligus merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi bagi mereka yang terganggu persahabatannya. Suasana itu kiranya dapat dikembangkan menjadi wadah silaturahmi nasional, sekaligus awal dari suatu tekad baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit menjadi bangsa yang dinamis, bangsa yang mandiri, bangsa yang sejahtera dalam sudana damai karena semua warganya bekerja keras untuk bersama-sama mencapai cita-cita nasional suatu bangsa yang adil dan makmur.

Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Rektor Universitas Brawijaya
Yayasan Damandiri Sangat Peduli Dunia Pendidikan

Yayasan Damandiri bekerja sama dengan Universitas Brawijaya sudah sekitar 7 tahun, terutama pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu. Selain itu juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang meneliti, terutama kepada S1 dan S2 di dalam penyelesaian tugas akhir. Tentunya tesis atau skripsinya terkait dengan pengentasan kemiskinan.
Jumlah beasiswa yang diberikan Yayasan Damandiri kepada Universitas Brawijaya sampai saat ini adalah untuk 200 mahasiswa. Dan tentunya kami dalam bekerja sama dengan Yayasan Damandiri merasa sangat bahagia karena Yayasan Damandiri sangat peduli dengan dunia pendidikan, terutama kepada para mahasiswa yang berprestasi tetapi dari keluarga kurang mampu. Sehingga, dengan demikian, beasiswa ini akan mempercepat masa studi mahasiswa untuk menyelesaikan studinya di Universitas Brawijaya.


PENGEMBANGAN MANUSIA TIDAK DAPAT DITUKAR DENGAN PEMBANGUNAN LAIN.
Menjawab tantangan masa depan bangsa menghadapi Era Global adalah terujudnya keluarga berkualitas yang berarti derajat kesehatan masyarakat terpenuhi. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta “Menuju Indonesia Sehat Tahun 2010” bertekad menekan dan menurunkan Angka Kematian Maternal Perinatal, serta mengatur keberlangsungan kehidupan keluarga melalui Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Oleh karena itu, bidan sebagai tenaga kesehatan terdepan serta ujung tombak dalam pelayanan kebidanan kepada individu, kelompok dan masyarakat harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan secara profesional serta mampu bersaing di era pasar bebas baik secara nasional maupun internasional.

Mendongkrak Mutu Sekolah Menengah
YAYASAN Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) bekerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi di beberapa daerah untuk memberdayakan sekolah menengah. Sekolah unggul diharapkan membantu memberdayakan sekolah yang sama dengan kualitas rata-rata.

Baiq Evi Kusrini UD Arafah
Bangkit Dengan Usaha Baru Berkat Kredit Pundi

Saya merasa dana kredit Pundi dari Yayasan Damandiri yang disalurkan BPD NTB sangat bermanfaat dalam upaya bangkit dari usaha awal yaitu warung telekomunikasi (wartel) yang telah menurun akibat maraknya penggunaan telepon genggam bahkan usaha yang baru yakni produk roti ini justru mampu berkembang dengan dengan pesat.

Dengan Kredit Bidan Mandiri Bidan Bisa Lanjutkan Kuliah D3
Profesionalitas bidan menjadi tuntutan yang mutlak dipenuhi. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tentunya harus senantiasa meningkatan kompetensi para anggotanya agar mereka mampu menyesuaikan diri sesuai dengan standar pelayanan di masyarakat.

UNIVERSITAS PADJADJARAN GELAR KERJA SOSIAL
Minggu lalu, dalam suatu kesempatan Seminar tentang Pengembangan Kurikulum untuk Jurusan Kesejahteraan Sosial, yang diawali dengan laporan oleh Ketua Panita, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prof. Dr. Asep Kartiwa, Drs, SH., Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Gandjar Kurnia, DEA, dijelaskan bahwa di masa lalu, Program KB berhasil dikembangkan menjadi gerakan nasional dimana semua unsur ikut aktif berpartisipasi. Melalui gerakan nasional itu berhasil diturunkan tingkat kelahiran yang mengantar keluarga Indonesia strukturnya makin ramping sehingga bisa lebih lincah membangun dirinya menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Memberdayakan Ekonomi Desa
MEMBEDAYAKAN ekonomi masyarakat desa membutuhkan kesungguhan, selain bentuk pendampingan juga dapat dilakukan dengan penguatan kelembagaan. Selama ini masyarakat desa kurang memiliki akses kepada perbankan sehingga dukungan dan pendampingan dapat diarahkan untuk itu.

ANALISIS DIMENSI PENILAIAN PRESTASI KERJA KARYAWAN BANK SYARIAH MANDIRI DI WILAYAH JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mencari beberapa faktor penilaian yang dianggap relevan dan representatif sesuai dengan dimensi perilaku karyawan dan tugas kerja di perusahaan. Ada sepuluh variabel atau faktor penilaian yang selama ini telah diberlakukan, yaitu (1) transaksi harian, (2) pelayanan nasabah, (3) budaya sifat, (4) kualitas kerja, (5) keandalan, (6) pemecahan masalah, (7) inisiatif, (8) kerja sama, (9) komunikasi, dan (10) kedisiplinan. Dari masing-masing variabel memiliki sejumlah antara 2 hingga 4 indikator untuk menguji tingkat validitasnya.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan Bank Syariah Mandiri mulai dari jabatan manajer ke bawah yang terbagi pada sejumlah lokasi, yaitu Bank Syariah Mandiri Cabang Surabaya, Malang, Pamekasan, dan tiga cabang pembantu di Surabaya, yaitu di Sidoarjo, Gresik, dan kawasan Ampel Surabaya. Jumlah total populasi yang digunakan dan sesuai dengan persyaratan dalam penelitian ini berjumlah 75 orang. Instrumen yang digunakan merupakan konstruksi dari peneliti dengan bentuk skoring antara angka 0 hingga 10, semakin sering melakukan maka prestasi kerjanya akan mendekati angka tertinggi dan semakin jarang melakukan akan mendekati angka terendah.

Oleh:

AHMAD RAJAUL MASRUR A.I.D
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2003



YAYASAN DAMANDIRI KUCURKAN BPR NUSAMBA RP 15 MILYAR
Kiprah Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) membantu pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan, agaknya semakin membuahkan hasil. Salah satu contoh, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba yang selama ini menjadi mitra Yayasan Damandiri telah berhasil menelurkan pengusaha-pengusaha kecil melalui berbagai kredit yang disalurkan di sejumlah daerah.



UDAYANA MEMBANGUN POSDAYA DI BALI
Minggu lalu Rektor Universitas Udayana di Bali, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, SpPD, dan seluruh jajarannya telah memberikan pembekalan dan kemudian melepas sekitar 800 mahasiswa semester tujuh dan delapan untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya ke berbagai desa di seluruh provinsi Bali. Para mahasiswa tersebut didampingi puluhan dosen pembimbing lapangan dan ditugasi membentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) serta mengisinya dengan program-program untuk mensukseskan MDGs di provinsi Bali.

PENYULUH KB MEMBANGUN BANGSA
Mulai besok pagi, di Yogyakarta, Yayasan Damandiri, bekerja sama dengan BKKBN, IPeKB, berbagai organisasi sosial dan Perguruan Tinggi akan menyelenggarakan seri pertemuan nasional yang tujuannya mempersiapkan para Penyuluh KB sebagai pelopor pengembangan keluarga menjadi ujung tombak upaya pengentasan kebodohan dan kemiskinan di Indonesia, Penyuluh KB membangun bangsa. Upaya ini sejalan dengan dikembangkannya Badan Koordinasi Keluarga Berencaan Nasional (BKKBN) lama, berdasarkan UU nomor 52 tahun 2009, menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang intinya menjadikan lembaga ini sebagai salah satu pelaksana dari Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2010, yaitu Pembangunan yang Berkeadilan.

MENDIDIK ANAK BANGSA HIDUP BERSAMA UNTUK MAJU
Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012, Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc. menggelar suatu acara yang sekaligus mewarnai upaya untuk mendidik anak bangsa menyegarkan persatuan, kesatuan dan budaya gotong royong untuk membangun dan maju bersama. Acara ini sekaligus mengawali rangkaian acara pendidikan untuk membudayakan perhatian dan kecintaan terhadap sesama untuk mengentaskan kemiskinan dan mengantar pembangunan keluarga sejahtera. Karena kecintaan terhadap sesama itu, maka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012 dikaitkan dengan upaya merangsang kepedulian, harmoni dan pemberdayaan terhadap tiga generasi, yaitu generasi anak-anak, remaja dan pemuda serta penduduk lanjut usia menyongsong Hari Lanjut Usia Nasional 2012. Upaya menyegarkan kembali budaya gotong royong sesama anak bangsa.

PERBAIKAN KAMPUNG KOMPREHENSIF DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL SERTA KEMANDIRIAN MASYARAKAT MISKIN KAMPUNG KUMUH DI KOTA SURABAYA
Pemerintah kota Surabya didalam mengatasi masalah pemukiman kumuh telah melaksanakan berbagai program mulai tahun 1976, yang dari tahun ke tahun terus disempurnakan. Program perbaikan kampung yang mula-mula hanya ditujukan pada perbaikan fisik lingkungan sudah disempurnakan dengan program yang sifatnya lebih komprehensif; yaitu melalui Program Perbaikan Kampung – Komprehensif (Kampung improvement Programe- Comprehensive/KIP-K). Konsep yang digunakan dalam KIP-K ini adalah : menyeluruh dan terpadu, pemberdayaan dan kemandirian, pendekatan bottom up serta berkelanjutan. Rencana program ini sesuai dengan inti pembangunan yaitu menuju kesejahteraan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Namun banyaknya kendala yang berupa masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis, pendidikannya rendah, ketrampilan dan kondisi ekonominya terbatas, serta sulitnya mempertahankan konsekuensi serta konsistensi strategi pembangunan yang berfihak pada masyarakat miskin, menyebabkan terjadinya kesenjanagn antara rencana dengan implementasinya.

Oleh:
SITI UMAJAH MASJKURI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2007


Hj Gunarmi Hadi, SKM. Ketua Pengurus Daerah IBI Jawa Tengah
Meningkatkan Pelayanan Bidan Praktik Swasta

Bantuan dari Yayasan Damandiri terhadap para bidan praktik swasta di daerahnya sangat menunjang proses peningkatan kompetensi bidan. Sebab yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pelayanan bidan yang prima, apakah itu pelayanan persalinan, pelayanan KB maupun pelayanan kesehatan lainnya.

Profesionalitas bidan menjadi tuntutan yang mutlak dipenuhi. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tentunya harus senantiasa meningkatan kompetensi para anggotanya agar mereka mampu menyesuaikan diri sesuai dengan standar pelayanan di masyarakat. Kompetensi bidan yang harus dimiliki adalah suatu standar dalam pelayanan di masyarakat.


DUKUNGAN LEMBAGA KEUANGAN MAKIN DERAS
Menjelang akhir tahun 2012 berbagai lembaga keuangan yang selama ini bekerja sama dengan Yayasan Damandiri makin getol menyesuaikan program dan kegiatannya sejalan dengan kebijakan financial inclusion yang beberapa tahun lalu dicanangkan oleh Presiden SBY di Bali. Kebijakan itu adalah ajakan kepada lembaga keuangan, perbankan dan jaringannya untuk tidak saja menarik dana dari masyarakat dengan memberikan bunga sekecil-kecilnya dan menjual dana itu kepada masyarakat dengan bunga yang tinggi, tetapi sejak awal menyertai kegiatannya dengan dukungan pemberdayaan yang paripurna.

MEMENANGKAN QUICK COUNT
Dengan kemajuan tehnologi informasi dewasa ini, segera setelah pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tanggal 9 Juli lalu dinyatakan ditutup pada jam 13.00. Media TV, Radio dan media Sosial lainnya secara langsung menyiarkan hasil Quick Count secara bertahap. Kecepatan tahapan penyajian itu sangat tinggi biarpun tergantung pada masuknya laporan sample yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak lebih dari dua jam dapat diketahui laporan yang masuk mencapai lebih dari 90 persen. Dengan cakupan laporan setinggi itu, angka presentase perolehan suara dari setiap calon menjadi stabil.

Drs. Subandri Kadir, Pedagang Kelontong di Makassar, Sulsel
2 Kali Ambil Kredit Pundi BPD Sulsel

Pria berhidung mancung satu ini sejak awal tahun 1990-an rajin berwirausaha kebutuhan sehari-hari seperti sembako. Lantaran usahanya lancar, Drs. Subandri Kadir, demikian nama lengkapnya, menambah tokonya dengan berbagai kebutuhan sekolah seperti alat-alat tulis, buku-buku, sampai alat elektronik seperti lampu listrik, kabel, dan lainnya. Untuk menambah modal usahanya ia mengambil Kredit Pundi di Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (BPD Sulsel).

MODEL PENGENDALIAN PENCEMARAN PERAIRAN DI DANAU MANINJAU SUMATERA BARAT
Kualitas perairan Danau Maninjau semakin menurun akibat masuknya beban pencemar baik organik maupun anorganik yang berasal dari berbagai sumber pencemar. Sumber utama pencemaran berasal dari kegiatan di sekitar perairan danau, seperti dari permukiman, pertanian, peternakan dan perhotelan serta kegiatan di badan air danau yaitu kegiatan keramba jaring apung (KJA). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membangun model pengendalian pencemaran perairan di Danau Maninjau. Untuk mencapai tujuan utama tersebut, maka pada penelitian ini dilakukan beberapa kegaitan diantaranya (1) menentukan kondisi eksisting perairan Danau Maninjau, (2) membangun suatu model dinamis yang menggambarkan sistem pengendalian pencemaran perairan di Danau Maninjau, dan (3) merumuskan kebijakan atau skenario pengendalian pencemaran perairan danau.
Model di dalam penelitian ini dibangun melalui pendekatan sistem dengan menggunakan program powersim versi 2,5c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pencemaran perairan danau seperti COD, BOD5, DO, TSS dan PO43- sudah di atas ambang batas yang dipersyaratkan sebagai sumber air baku air minum. Berdasarkan nilai indeks mutu lingkungan perairan (IMLP) perairan Danau Maninjau dikategorikan dalam kondisi tercemar sedang. Model pengendalian pencemaran terbangun dalam lima sub-model limbah yaitu: (1) sub-model limbah penduduk, (2) sub-model limbah hotel, (3) sub-model limbah peternakan, (4) sub-model limbah pertanian, dan (5) sub-model limbah KJA. Melalui analisis prospektif didapatkan lima faktor penting yang berpengaruh di masa depan dalam pengendalian pencemaran perairan di Danau Maninjau, yaitu (1) jumlah KJA, (2) pertumbuhan penduduk, (3) partisipasi masyarakat, (4) pemanfaatan lahan, dan (5) dukungan pemerintah daerah.


Oleh:
MARGANOF
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007
hp:081310928345


Sulcha Prihasti, Direktur Pemasaran BPD Yogyakarta
Kredit Pundi Mendidik Masyarakat Jadi Insan Produktif

Yayasan Damandiri merupakan yayasan yang peduli pada masalah pemberdayaan keluarga Indonesia, terutama keluarga yang termasuk dalam kategori keluarga pra sejahtera atau keluarga kurang mampu. Bentuk kepedulian tersebut antara lain dalam bentuk penyaluran kredit kepada keluarga pra sejahtera untuk modal usaha yang produktif, agar mampu meningkatkan kesejahteraan.

PENDEKATAN AKUSTIK DALAM STUDI TINGKAH LAKU IKAN PADA PROSES PENANGKAPAN DENGAN ALAT BANTU CAHAYA (THE ACOUSTIC APPROACH TO FISH BEHAVIOUR STUDY IN CAPTURE PROCESS WITH LIGHT ATTRACTION)
Dewasa ini penerapan metode akustik melalui peralatan sonar atau echo-sounder yang dapat digunakan untuk studi tingkah laku ikan (migrasi vertikal dan horizontal), kecepatan renang, respon ikan terhadap stimuli dan Iain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola tingkah laku ikan hubungannya dengan pengoperasian alat tangkap yang menggunakan cahaya lampu. Secara khusus penelitian ini bertujuan : (1) Menganalisis pola distribusi ikan di sekitar pencahayaan sebelum dan setelah proses penangkapan, (2) Menganalisis pola kedatangan ikan di sekitar pencahayaan, (3) Menganalisis tingkah laku pergerakan ikan di sekitar sumber cahaya.
Penelitian dilakukan di perairan Kabupaten Barru - Selat Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasi pengamatan terletak pada posisi 4 1919,9 LS-119 16 201 BT, dan bagan rambo dioperasikan pada kedalaman 70 m dengan jarak dari pantai Barru 20 mil laut. Pengamatan lapang dilakukan selama 12 trip mulai dari bulan April sampai Mei 2005. Pendekatan akustik untuk mengamati tingkah laku ikan dilakukan dengan menggunakan side scan sonar colour.

MUHAMMAD SULAIMAN
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2006


SAFARI MERAMBAH JEMBER
Dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 65, Safari Gempita Mutiara Bangsa yang diselenggarakan oleh DNIKS bersama berbagai organisasi minggu lalu telah sampai ke Jember, suatu kota yang letaknya di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dr. Ir. Sutikto, MSc., Rektor Universitas Jember, yang menjadi Tuan Rumah kegiatan Safari dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya, dengan antusiasme yang tinggi menyambut Tim Safari tingkat pusat dengan laporan telah terbentuknya sekitar 125 Posdaya di desa-desa di seluruh Jember. Satu minggu kemudian menyusul laporan baru terbentuknya tambahan 30 lagi Posdaya di desa-desa yang lebih banyak lagi.

SAFARI MERAMBAH JEMBER
Dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 65, Safari Gempita Mutiara Bangsa yang diselenggarakan oleh DNIKS bersama berbagai organisasi minggu lalu telah sampai ke Jember, suatu kota yang letaknya di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dr. Ir. Sutikto, MSc., Rektor Universitas Jember, yang menjadi Tuan Rumah kegiatan Safari dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya, dengan antusiasme yang tinggi menyambut Tim Safari tingkat pusat dengan laporan telah terbentuknya sekitar 125 Posdaya di desa-desa di seluruh Jember. Satu minggu kemudian menyusul laporan baru terbentuknya tambahan 30 lagi Posdaya di desa-desa yang lebih banyak lagi.

MEMBANGUN MANUSIA UNTUK MENCAPAI TUJUAN DAN TARGET MDGs DENGAN MENEMPATKAN PENDUDUK SEBAGAI TITIK SENTRAL PEMBANGUNAN
Pidato utama oleh Prof. Dr. Haryono Suyono
Gurubesar Universitas Airlangga, Surabaya
Waka I Yayasan Damandiri, Jakarta
Ketua Umum DNIKS, Jakarta

Pada Seminar Keterpaduan Kebijakan
dan Program Kependudukan
Dalam Rangka
Pembangunan Manusia Indonesia
di Jakarta, 21 Maret 2007


Hj Sukaemi Sukir, SPd, Ketua Ikatan Bidan Indonesia provinsi Jawa Timur
Hak Bidan pun Diperhatikan

Kepedulian Yayasan Damandiri untuk kesejahteraan bidan tidak hanya memperhatikan aspek kewajiban bidan di tengah masyarakat tapi juga memperhatikan hak-hak bidan. Memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang terbaik adalah salah satu kewajiban bidan, tapi pemenuhan hak-hak bidan seperti peningkatan jenjang akademis, pengetahuan, kesejahteraan hidup, suatu bentuk kepedulian yang jarang terpikir kan oleh lembaga manapun.

Bantuan Kredit Bergulir untuk Bidan Hingga Rp 5 Juta
Kehadiran seorang bidan dalam proses persalinan sangat dibutuhkan. Bidan yang terampil dan mampu memberi ketenangan pada keluarga yang mau melahirkan, tentu menjadi pilihan masyarakat dalam membuat keputusan, misalnya ke mana hendaknya si calon ibu memeriksakan kondisi kandungannya nanti. Sayangnya, meski bidan-bidan itu cukup terampil memainkan tugasnya membantu persalinan para ibu, beberapa bidan di Jakarta masih mengenyam pendidikan D1.

PENGARUH PENGGUNAAN PERALATAN KIT IPA DALAM PEMBELAJARAN IPA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA SD NEGERI DI KECAMATAN PURWOREJO KOTA PASURUAN JAWA TIMUR
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan:
1. Mengetahui apakah ada perbedaan signifikan pada prestasi belajar IPA siswa SD yang diajar dengan Kit IPA dengan prestasi belajar IPA siswa SD yang diajar tanpa Kit IPA;
2. Mengetahui apakah ada perbedaan signifikan pada prestasi belajar IPA siswa SD dengan motivasi belajar tinggi yang diajar dengan Kit IPA dengan prestasi belajar IPA siswa SD yang diajar tanpa Kit IPA;
3. Mengetahui apakah ada perbedaan signifikan pada prestasi belajar IPA siswa SD dengan motivasi belajar rendah yang diajar dengan Kit IPA dengan prestasi belajar IPA siswa SD yang diajar tanpa Kit IPA.
Penelitian menggunakan jenis penelitian experimental, dengan teknik acak sederhana. Subyek penelitian adalah siswa sekolah dasar negeri kelas VI di Kecamatan Purworejo Pasuruan. Sampel adalah siswa kelas VI SD Tembokrejo 1 dan 2. Variabel bebas yang digunakan adalah pembelajaran IPA dengan KIT dan pembelajaran tanpa KIT IPA. Variabel dependen adalah prestasi belajar IPA. Data dianalisis menggunakan uji t.

Oleh :
Dra. NANIK TISNOHERAWATI
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
2004


Dr Sony Nugroho, Dirut Nusantara Medical Center
NMC Bentuk Nyata Kepedulian Yayasan Damandiri

Keberadaan Yayasan Damandiri (YDSM) sangat berarti sekali dalam pendirian Klinik Nusantara Medical Center yang semula bernama Klinik Nusantara Stroke &Medical Center, karena melalui saham yang ditanamkan klinik yang semula mengkhususkan diri pada pelayanan stroke, kini mampu mengembangkan diri ke arah yang lebih maju.

Membangun Kualitas Manusia Seluruhnya
Strateginya membangun sekolah unggul, menyiapkan siswa tangguh sekaligus memberdayakan pelajar. Selain kemampuan intelektual, diharapkan pelajar mampu menguasai ketrampilan yang dibutuhkan masyarakatnya.
Dr Rohadi Hariyanto Msc menjelaskan pengembangan di kawasan barat Indonesia mulai tahun ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan dari 25 wilayah kabupaten/kota menjadi 50 kabupaten/kota. "Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi pembina untuk wilayah barat," paparnya sambil menambahkan, wilayah pengembangan meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Bengkulu.


POSDAYA DAN MDGs MASUK KALBAR
Minggu lalu, dalam kesempatan Rapat Kerja Daerah Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana di provinsi Kalimantan Barat, yang dibuka oleh Wakil Gubernur, Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM, mewakili Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH, telah ditegaskan bahwa Kalimantan Barat siap melaksanakan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2010 tentang pencapaian target MDGs melalui Posdaya di desa-desa. Wakil Gubernur didampingi pula oleh Wakil Ketua DPRD Kalbar, Ir. H. Prabasa Anantatur, MH., serta 14 Bupati/Walikota, Pimpinan TNI ABRI, Polisi, Ketua Tim Penggerak PKK, dan seluruh Kepala SKPD terkait dengan pembangunan keluarga, Kesehatan, Pendidikan, agama dan lainnya, dari seluruh Kalbar, merasa beruntung mendengarkan paparan Ketua Yayasan Damandiri tentang upaya penuntasan sasaran MDGs melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang didukung oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya yang akan dilaksanakan oleh Universtias Tanjungpura yang dipimpin oleh Rektornya, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA bersama perguruan Tinggi lainnya di Kalbar.



Membangun Kualitas di Wilayah Barat
MEMBANGUN kualitas manusia Indonesia menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah bersama semua elemen bangsa bahu-membahu berusaha meningkatkan mutu manusia melalui pendidikan. Selain itu meningkatkan kualitas kesehatan yang dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi.

MEMBANGUN SUPER TIM
Awal minggu ini kita memasuki tanggal 1 Juni 2010, suatu hari yang dikenang indah dimana Bung Karno membahas dan menggali Pancasila dari akar budaya bangsa. Penggalian yang ternyata menempatkan dan menonjolkan persatuan dan kesatuan, hidup gotong royong, sebagai pola hidup yang dipercaya akan membentuk kekuatan yang maha dahsyat. Pola hidup yang kadang dianggap tidak modern dan dipertentangkan dengan pola hidup individualistik yang dianggap modern serta cocok sebagai pola hidup manusia modern.

MEMBANGUN SUPER TIM
Awal minggu ini kita memasuki tanggal 1 Juni 2010, suatu hari yang dikenang indah dimana Bung Karno membahas dan menggali Pancasila dari akar budaya bangsa. Penggalian yang ternyata menempatkan dan menonjolkan persatuan dan kesatuan, hidup gotong royong, sebagai pola hidup yang dipercaya akan membentuk kekuatan yang maha dahsyat. Pola hidup yang kadang dianggap tidak modern dan dipertentangkan dengan pola hidup individualistik yang dianggap modern serta cocok sebagai pola hidup manusia modern.

MEMBANGUN SUPER TIM
Awal minggu ini kita memasuki tanggal 1 Juni 2010, suatu hari yang dikenang indah dimana Bung Karno membahas dan menggali Pancasila dari akar budaya bangsa. Penggalian yang ternyata menempatkan dan menonjolkan persatuan dan kesatuan, hidup gotong royong, sebagai pola hidup yang dipercaya akan membentuk kekuatan yang maha dahsyat. Pola hidup yang kadang dianggap tidak modern dan dipertentangkan dengan pola hidup individualistik yang dianggap modern serta cocok sebagai pola hidup manusia modern.

MEMBANGUN SUPER TIM
Awal minggu ini kita memasuki tanggal 1 Juni 2010, suatu hari yang dikenang indah dimana Bung Karno membahas dan menggali Pancasila dari akar budaya bangsa. Penggalian yang ternyata menempatkan dan menonjolkan persatuan dan kesatuan, hidup gotong royong, sebagai pola hidup yang dipercaya akan membentuk kekuatan yang maha dahsyat. Pola hidup yang kadang dianggap tidak modern dan dipertentangkan dengan pola hidup individualistik yang dianggap modern serta cocok sebagai pola hidup manusia modern.

Safari MDGs dan Posdaya
Untuk menyongsong Hari Kemerdekaan RI yang ke-65 dan Hari Keluarga Nasional yang ke-17, DNIKS bersama berbagai organisasi dan lembaga pemerintah terkait bermaksud menyelenggarakan Safari MDGs dan pembentukan Posdaya di daerah-daerah strategis untuk mendorong Pembangunan Birokrasi yang berpihak pada rakyat, membentuk dan mengisi Pos Pemberdayaan Keluarga dan mencari Mutiara Bangsa yang akan dinobatkan pada tanggal `10 Nopember 2010 yang akan datang.

HARI KELUARGA NASIONAL
Kemarin sekitar 60 juta keluarga Indonesia merayakan Hari Keluarga Nasional dalam kondisi campur aduk. Sebagian sudah sangat bahagia dan sebagian lagi gundah gulana karena kebutuhan dasarnya, kemiskinan dan kebodohan masih menghantui keluarganya. Hari Keluarga Nasional dicanangkan Presiden HM Soeharto pada tanggal 29 Juni 1993, setelah ditetapkannya UU nomor 10 tahun 1992 yang mengatur perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera secara paripurna. Undang-undang itu ditetapkan dengan persetujuan DPR-RI setelah upaya merampingkan keluarga Indonesia melalui program KB berhasil. Keberhasilan itu diakui PBB pada tahun 1989 dengan penghargaan UN Population Awards yang diserahkan langsung oleh Sekjen PBB di markas besar PBB di New York dengan penuh kehormatan.

KINERJA KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI I KLATEN DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja kepala sekolah dalam implementasi manajemen berbasis sekolah, terutama terkait dengan pemberdayaan kinerja guru, pengelolaan sarana prasarana, dan anggaran pendidikan. Tujuan umum yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mendeskripsikan tentang kinerja kepala sekolah dalam manajemen berbasis sekolah, dan tujuan khusus ingin mendiskripsikan kinerja kepala sekolah dalam pemberdayaan guru. pengelolaan sarana prasarana, dan pengelolaan dana pendidikan
Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan beberapa guru SMP Negeri 1 Klaten. Pendekatan penelitian menggunakan etnografi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan trianggulasi.

Oleh :
MARDOYO
MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKANN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2008


LAMA-LAMA KUCING PASTI LAKUKAN DEMO
Minggu lalu empat puluh kader calon pelatih dari kelompok Posdaya Kecamatan Kebon Agung, Pringkuku dan Pacitan dari Kabupaten Pacitan, telah mengikuti pelatihan pengolahan hasil perikanan yang diselenggarakan bersama antara Pemerintah Kabupaten, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Yayasan Damandiri. Pelatihan intensif yang ditangani tenaga-tenaga pelatih senior dari Pusat Pelatihan dari Banyuwangi itu berlangsung dengan tekun selama satu minggu dan membawa hasil yang sangat menakjubkan. Kalau kegiatan ini berlangsung lebih lanjut diperkirakan lama-lama kucing di Pacitan akan protes dan demo karena tidak lagi kebagian duri lele yang habis diolah oleh tangan-tangan yang makin terampil.

Meratakan Kualitas Pembangunan Manusia
MEMBANGUN kualitas manusia Indonesia menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah bersama semua elemen bangsa bahu-membahu berusaha meningkatkan mutu manusia melalui pendidikan. Selain itu meningkatkan kualitas kesehatan yang dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi.

KARTU DEBET UNTUK KELUARGA MISKIN
Gerakan Sadar Menabung yang dikenal sebagai Gerakan Takesra Kukesra di masa lalu mulai menggeliat kembali. Dalam pengembangan Posdaya, semua anggotanya, utamanya keluarga miskin, dianjurkan untuk menabung. Kepada keluarga yang lebih mampu dianjurkan menggandeng keluarga kurang mampu menjadi sahabat dan mitra kerjanya. Di Kabupaten Bangli, Bali, disebut Nyama Anyar, di Kulon Progo disebut Keluarga Asuh Keluarga Binangun (KAKB), dan kelompok tersebut diajak mengembangkan usaha ekonomi produktif dengan modal pinjaman melalui Skim “Tabur Puja”, mirip Takesra Kukesra yang disediakan bagi penabung dengan sistem Tanggung Renteng bagi yang siap membuka usaha ekonomi.

DEMOKRASI DENGAN CALON BERKUALITAS
Setelah penghitungan suara hasil pemilihan anggota legislatif tanggal 9 April selesai, jelas sekali pilihan rakyat atas partai politik untuk menyusun legislasi guna mengantar pembangunan bangsa yang sangat besar ini dipercayakan. Pilihan terhadap anggota legislatif itu akan dilanjutkan dengan pemiilihan presiden dan wakil presiden untuk memimpin pembangunan mengantar seluruh anak bangsa memapak masa depan yang lebih baik. Dari urutan partai politik yang memenangkan pemilihan anggota legislatif, sebagian besar rakyat mungkin yakin bahwa Presiden untuk lima tahun mendatang adalah Dr. Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Wakil Presidennya masih perlu dipikirkan dan dipilih dari anak bangsa yang bisa mendampingi Presiden memimpin Republik Indonesia yang sangat kita cintai itu.

Membangun Manusia Berprestasi
UNIVERSITAS Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Bangkalan, Universitas Merdeka, Universitas Muhammadiyah Malang (Jawa Timur). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Diponegoro Semarang (Jawa Tengah).

PEMBANGUNAN SOSIAL EKONOMI YANG SEIMBANG
Dalam banyak kesempatan para capres dan cawapres tampil menawarkan visi dan misi yang sarat upaya pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan yang tinggi. Atau setidaknya dikesankan demikian. Dibalik itu upaya pembangunan sosial budaya terkesan merupakan curahan dari keberhasilan pembangunan ekonomi tersebut. Bila terjadi kegagalan biasanya diselesaikan melalui pendekatan ekonomi praktis yang dianggap “efisien”. Pendekatan tersebut menjanjikan penurunan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan yang ditanggung negara alias gratis, serta upaya mengatasi persoalan kemiskinan dengan bantuan langsung tunai.

GOTONG ROYONG SELESAIKAN GIZI BURUK
Bupati Boalemo Iwan Bokings mempunyai akal yang luar biasa, yang dalam gagasan luhur Almarhmum Ki Hadjar Dewantoro disebut “ing ngarso sun tulodo”. Dalam istilah keren yang dianggap ilmiah dan bersifat global disebut “Reinventing Government”. Gagasan “nakal” luar biasa itu adalah perintah kepada seluruh aparatnya untuk mencari penduduk, utamanya usia balita, yang terkena gizi buruk atau gizi setengah buruk.



Marlina Yulianti Pengusaha rotan ,
Kredit Pundi Kencana Sangat Bermanfaat untuk Tambah Modal Usaha

Di Kota Apel Malang, Jawa Timur, Marlina Yulianti dikenal sebagai pengusaha rotan dan busana muslim. Awalnya ia tak begitu tertarik dengan perbankan, lantaran usahanya lancar tanpa hambatan. Tetapi, setelah krisis mendera usahanya, Marlina memberanikan diri mengambil Kredit Pundi Kencana dari Bank Jatim Malang.

HARI KELUARGA NASIONAL
Hari ini tanggal 29 Juni 2013, keluarga Indonesia bersama-sama memperingati Hari Keluarga Nasional tahun 2013. Hari Keluarga Nasional itu dicanangkan pada tahun 1993 setelah pada tahun 1992 dikumandangkan UU nomor 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera sebagai UU yang pertama dikeluarkan di dunia untuk mengatur pembangunan keluarga sejahtera. Oleh karena itu tatkala naskah UU itu diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris dan disajikan pada Konperensi Kependudukan Dunia di Cairo pada tahun 1994 langsung mendapat penghargaan dunia dan diambil oleh banyak negara sebagai acuan pembuatan UU serupa untuk pembangunan keluarga di negaranya.

REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI
Akhir-akhir ini Presiden RI, Bapak Susilo BambangYudhoyono, berulang kali menyerukan agar segera dilakukan Revitalisasi dan Pengembangan kembali Posyandu. Latar belakang seruan itu antara lain karena adanya berbagai peristiwa yang sangat memilukan di daerah pedesaan yang antara lain karena menipisnya kesiapsiagaan masyarakat untuk menangani masalah-masalah sosial yang timbul tersebut secara tuntas.
Dewan Nasional Indonesia untukKesejahteraan Sosial (DNIKS) dengan anggota-anggota yang bernaung didalamnya, BK3S dan K3S diPropinsi, Kabupaten dan Kota, serta anggota-anggota lembaga dan organisasi di berbagai wilayah, sertaYayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dan mitra kerjanya di seluruh Indonesia, menyambut seruan itu dengan sungguh-sungguh.

Judul Buku : Revitalisasi dan pengembangan Posyandu Mandiri (42 Halaman)
Penerbit : Yayasan Damandiri
Yayasan Dana Sejahtera Mandiri
April 2006


DNIKS SIAP MEMBANGUN MASA DEPAN SEJAHTERA
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009, Pengurus Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) yang Ketua Umumnya, Prof. Dr. Haryono Suyono, telah dipilih secara aklamasi dalam Munas tanggal 6-8 Oktober lalu di Bandung, telah mengumumkan nama-nama pengurusnya yang terdiri dari 17 orang, yaitu Dr. Subiakto Tjakrawerdaya, Drs. Holil Sulaiman, MSW, Moh. Yarman, Siswadi, MBA, Hot Bonar Sinaga, Fransiscus Welirang, Ny. Dr. Mooryati Sudibyo, Ny. RA Aryanto, SE, Dr. Tjuk K. Sukiadi, SE, HM. Cholis Hasan, Dr. Rohadi Haryanto, Dr. Damanhuri Rosadi, SKM, Dr. Laila Revana, Sri Haryanti, Trusti Mulyono dan Sri Utami Sudarsono.

Pemberdayaan Keluarga Miskin Tetap Jadi Prioritas
Yayasan Damandiri kembali meluncurkan program baru sebagai upaya pemberdayaan keluarga miskin di pedesaan. Bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan pengusaha farmasi, Yayasan Damandiri akan mengembangkan jaringan pelayanan KB mandiri di tingkat pedesaan guna melayani keluarga miskin ber-KB. Upaya besar ini dimaksudkan untuk menurunkan angka kematian ibu hamil secara signifikan serta mengembangkan program reproduksi sehat guna menghasilkan sumberdaya manusia (SDM) berkualitas.

Swamitra Koperasi Sudara Indra Beri Bonus Asuransi
Guna memberdayakan dan mengembangkan usaha mikro dan kecil, sebagai upaya mengurangi kemiskinan dan pengangguran, salah satunya dilakukan melalui pengembangkan lembaga keuangan mikro (LKM) di pedesaan atau di daerah-daerah. Baik berupa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Usaha Simpan Pinjam (USP). Hal ini sejalan dengan pendapat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan program pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi merupakan cara yang cepat dan tepat untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

PERPUSTAKAAN PRESIDEN MEMPERTAHANKAN MASA LALU YANG MASIH BAIK MENAMBAH DAN MEMBUAT YANG LEBIH BAIK
Latar Belakang
Tak dapat disangkal, Soeharto adalah satu dari sedikit negarawan besar yang langka. Bukan saja pada geopolitik Asia, tetapi juga dunia. Ia merupakan politisi yang sangat kuat. Aroma kepemimpinannya masih tetap terasa walau sudah tidak menjabat presiden. Auranya masih tersebar di mana-mana.
Soeharto—lebih komprehensif dari yang dipersangkakan orang—juga pemimpin rakyat yang punya banyak pikiran dan tindakan nyata dalam usaha memerdekakan rakyat dan menyejahterakannya sekaligus. Dalam hal kepemimpinan, model kepemimpinan yang diwariskan pada bangsa ini adalah kepemimpinan yang kuat, berkarakter, mendengar dan kerjakeras sambil menggalang kerjasama dengan lingkup internasional. Singkatnya, ia adalah pelaku besar dan pemikir besar Indonesia.


INDONESIA BERDUKA CITA
Selama dua minggu terakhir ini Indonesia berkabung secara tidak resmi. Suasana duka cita itu dikarenakan salah seorang tokoh yang tidak sering disebut namanya secara terbuka, Soedono Salim, terkenal dengan nama Om Liem, atau Liem Sioe Liong, dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa pada tanggal 10 Juni dalam usia 97 tahun. Di banyak surat kabar di Indonesia, di Singapura dan banyak negara lainnya, dihiasi banyak iklan duka-cita dengan ukuran satu halaman penuh, setengah halaman atau ukuran besar lainnya yang dipasang oleh sahabat dan teman-teman almarhum sesama pengusaha besar dari seluruh dunia.

Mempertajam Pemberdayaan 2005
MEMPERTAJAM pemberdayaan menjadi komitmen bersama untuk membangun manusia Indonesia yang bermutu, peduli, mandiri demokratis dan berbudaya. Strateginya menjadikan manusia sebagai titik sentral pembangunan. Menempatkan manusia sebagai subjek pembangunan sehingga akan memiliki nilai tambah sebagai manusia. Seluruh warga masyarakat hendaknya menyadari perlunya membangun kebersamaan menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan.

PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA INDONESIA
Pembelajaran ekonomi melalui Gerakan Tabungan Keluarga Sejahtera “Takesra” maupun Kredit Keluarga Sejahtera “KUKESRA”. Telah membangkitkan gairah keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas keluarganya.
Komitmen seluruh warga bangsa menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. Terlebih lagi diberbagai kesempatan keluarga-keluarga Indonesia selalu diarahkan para pemimpin peduli pengentasan kemiskinan termasuk para ulama, pemuka masyarakat maupun pembina di daerahnya.
Ditingkat nasional semangat membangun keluarga sejahtera tanpa henti ditumbuh kembangkan. Tri Soetrisno (Jenderal Purnawirawan-saat itu


PERINGATAN TIGA TAHUN WAFATNYA ALMARHUM BAPAK HM SOEHARTO
JAKARTA, 27 JANUARI 2011

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bapak dan Ibu yang kami cintai Hadirin yang kami hormati
Dengan diiringi puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa perkenankanlah kami atas nama Yayasan Damandiri dan Yayasan lain yang didirikan oleh Almarhum Bapak Soeharto mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas perkenan kehadiran Bapak Ibu sekalian pada acara untuk memperingati tiga tahun wafatnya Bapak kita tercinta. Acara ini semula digagas sebagai acara sederhana dengan peserta terbatas untuk mengenang Almarhum sebagai tokoh kemanusiaan visioner yang sangat ulung, mampu melihat jauh kedepan dan melaksanakan gagasannya secara konsisten.
Video Sesi 1
Video Sesi 2
Video Sesi 3

KETAWA MEMPERPANJANG USIA
Satu paket ketawa, suatu hiburan yang tidak perlu keluar uang, bisa menambah sistem kekebalan (immune system) selama duapuluh empat jam. Sebaliknya suatu paket kemarahan bisa mengurangi sistem kekebalan manusia sampai enam jam. Demikian pendapat seorang komedian terkenal Bea Fella, yang biasa dipanggil Bea Funny, dari Amerika Serikat. Bea Funny, yang minggu lalu tampil memukau memperoleh applaus ledakan ketawa gegap gempita tanpa reda dari penonton warga senior, kebanyakan berusia diatas 55 tahun, yang berkumpul menjejali ruang pertemuan terhormat di Hotel Quality Inn, Nebraska, Amerika Serikat.

EKSTRAKSI VANILI SECARA ENZIMATIK DARI BUAH VANILI (Vanilla planifolia ANDREWS) SEGAR
Ekstrak vanili alami biasanya diproduksi menggunakan buah vanili kering yang telah mengalami kuring karena buah vanili segar tidak memiliki aroma. Selama proses kuring yang kompleks dan panjang terjadi berbagai aktivitas enzim alami dalam buah yang meliputi degradasi dinding sel serta pembentukan flavor vanilin dari glukovanilin oleh aktifitas enzim B-glukosidase.
Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangan metode ekstraksi vanili secara enzimatik langsung dari buah vanili (Vanilla Planifolia Andrews) segar untuk mereduksi biaya dan waktu karena glukovanilin dapat diekstrak dan secara bersamaan ditransformasi menjadi vanilin oleh kombinasi enzim yang berhubungan dengan degradasi dinding sel (selulase dan pektinase) dan hidrolisis glukovanilin (B-glukosidase). Selain itu, kadar vanilin sebagai komponen flavor utama bisa lebih tinggi dibanding ekstrak vanili kering serta persiapan sampel dengan pengeringan beku dilanjutkan penggilingan dapat mengoptimalkan kontak antara enzim dengan substrat.

Oleh:
INDRIANA SATYA MINTARTI
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR

Alamat: Jl Padang Panjang/Pembina No 6 Rt 08/08
Kel Manggis Kec Setiabudi Jakarta 12790


Kehadiran Damandiri Timbulkan Semangat Baru Di IBI Wonogiri
Ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Kabupaten Wonogiri Suprapti menyambut dengan sukacita dana pinjaman yang ditawarkan Yayasan Damandiri melalui program Bidan Mandiri. Dana pinjaman itu, katanya, telah ditunggu-tunggu sejak lama oleh para anggotanya. Dana itu nantinya sebagian akan dipergunakan untuk mengganti fasilitas persalinan yang dinilai telah ketinggalan zaman.

MASA DEPAN KEPENDUDUKAN :
KEBUTUHAN STRATEGI PEMBANGUNAN BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA

Disampaikan Oleh :
Prof. Dr. Haryono Suyono
Ketua, Yayasan Damandiri, Jakarta
Dosen pada Universitas Airlangga, Surabaya,
sebagai Pidato Kunci pada Pertemuan International
Tentang Kependudukan dan Pembangunan
Asia Population and Development Association (APDA)
Di Jakarta, Indonesia, 2 Mei 2009
PDF File

Model Stella Untuk Kualitas SDM
Universitas Airlangga dan 20 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam jaringan Lembaga Indonesia untuk Pengembangan Manusia (LIPM) bekerja keras untuk bersama-sama berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu kerjasama sinergis berlangsung dengan pemerintah daerah di 25 kabupaaten/kota. Melalui dua jalur itu diharapkan mampu memperluas jangkauan sekaligus mempercepat proses peningkatan mutu manusia Indonesia.

GERAKAN SADAR MENABUNG
Minggu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Gerakan Indonesia Menabung melalui “Tabunganku” bagi seluruh rakyat Indonesia. Beliau menekankan bahwa ajakan itu tidak hanya kepada mereka yang kaya, tetapi juga yang miskin ikut menabung biarpun tidak dalam jumlah besar. Ajakan menabung yang biasanya tidak populer itu pernah diperkenalkan oleh mantan Presiden HM Soeharto kepada rakyat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 1995. Gerakan itu sebenarnya akan dimulai pada tanggal 1 Oktober 1995, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, tetapi karena tanggal 1 Oktober jatuh pada hari Minggu, maka upacara peluncuran Gerakan yang gegap gempita itu dilakukan pada hari Senin, tanggal 2 Oktober 1995.



Mengamankan dan Mengembangkan Jaringan Semut
Minggu lalu, pada akhir bulan, bertepatan dengan kesibukan Presiden baru, Joko Widodo dan Wakil Presiden baru, Jusuf Kalla, memilih dan menyiapkan Kabinet barunya, Universitas Trilogi di Jakarta, mengadakan pertemuan khusus dengan mengundang Kepala Bulog. Ir. Sutarto Alimoeso. Undangan itu ditujukan untuk memaparkan gagasan beliau dalam mengamankan dan mengembangkan jaringan distribusi pada tingkat pedesaan. Jaringan pedesaan itu menghasilkan julukan baginya sebagai Jendral Semut karena Sutarto berpendapat bahwa hanya jaringan yang luas dan dekat dengan rakyatlah yang bakal mampu memperkuat dan mengembangkan kedaulatan pangan di Indonesia dengan jumlah keluarga yang melimpah dan tersebar luas.

KITA BANGUN KOTA SAYANG ANAK, IBU DAN PEDULI KELUARGA MISKIN
Hari hari ini kader politik calon pemimpin bangsa sedang hangat-hangatnya meyakinkan seluruh penduduk Indonesia yang mempunyai hak pilih datang ke tempat pemungutan suara tanggal 9 April. Mereka menjanjikan cita-cita yang tinggi bahwa apabila terpilih nanti akan memperjuangkan program-program pembangunan yang bisa mengangkat martabat bangsa, membawa keluarga Indonesia menjadi makin bahagia dan sejahtera.

CATATAN TENTANG "SILVER COLLEGE"
.... belajar kembali untuk mengabdi dan membina masyarakat dan keluarga ...
NOTES ON THE IMPLEMENTATION OF THE "SILVER COLLEGE"
... continue education to serve and foster the family and community ...

PREAMBLE
LATAR BELAKANG
At the moment the Indonesian population is estimated at 220 million, with an annual growth of 1.6 percent. It is also estimated that 16.4 million of that total are those of 65 years and over, roughly 5 percent of the total population. This segment of the population has grown 6 to 7 times compared to the total in the 1970's.
Dewasa ini penduduk Indonesia diperkirakan telah mencapai 220 juta, dan bertambah dengan tingkat pertumbuhan sebesar 1.6 persen per tahun. Diperkirakan pula bahwa dari jumlah itu 16.4 juta adalah mereka dari kelompok usia diatas 65 tahun, atau kurang-lebih 5 persen dari jumlah seluruh penduduk. Kelompok usia ini telah meningkat sebesar 6 sampai 7 kali dibandingkan dengan pada tahun 1970-an.
Download...PDF

MENSINERGIKAN UPAYA NASIONAL
Beberapa tahun lalu, menjelang tanggal 11 Maret yang sangat terkenal itu, ada gerakan sungguh-sunguh untuk mensinergikan upaya pengentasan kemiskinan antara program yang dikelola pemerintah dan ditujukan kepada penduduk di desa tertinggal serta upaya yang dilakukan oleh masyarakat di desa yang dianggap tidak tertinggal. Desa-desa, kabupaten atau provinsi tertinggal, didefinisikan sebagai wilayah yang mempunyai prosentase penduduk miskin yang tinggi dan ditetapkan oleh pemerintah untuk segera ditangani dengan sungguh-sungguh secara terpadu. Upaya terpadu itu diwujudkan melalui ditetapkannya Instruksi untuk menangani desa tertinggal atau instruksi desa tertinggal dengan program IDT. Untuk mensinergikan upaya masyarakat di desa tidak tertinggal, kemudian dikeluarkan Instruksi 11 Maret yang melahirkan program Takesra dan Kukesra untuk keluarga di desa tidak tertinggal.

Page: <Prev 1 2 3 4 Next>

 
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online